Prediksi IHSG;
Presiden Joko Widodo meminta agar dalam hal kebijakan belanja kementerian/lembaga (K/L) harus fokus pada upaya melanjutkan dan memperkuat pelaksanaan program-program prioritas. Presiden juga menegaskan, bahwa pemerintah akan melakukan efisiensi pada program-program nonprioritas nasional, karena efisiensi disiagakan untuk belanja-belanja operasional dan belanja barang.
Sentimen lain dari dalam bagi pasar, berkenaan dengan rencana Pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ke 13. Paket ini substansinya, pada insentif pengembangan perdagangan dalam jaringan (e-commerce) dan deregulasi bidang perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kabar dari eksternal, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) awalnya optimistis ternyata realisasinya hanya menambahkan 179.000 pekerjaan pada Juli sedikit di atas ekspektasi, hal ini tidak mampu mendongkrak harapan untuk kenaikan suku bunga the Fed. Sementara itu, pertumbuhan PDB kuartal kedua AS melambat, ekonomi hanya ekspansi 1,2%, atau jauh di bawah laju dua tahun terakhir.
Nampaknya katalis dari internal maupun eksternal masih dapat memberikan dukungan bagi IHSG untuk melanjutkan apresiasinya pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5358/5342/5326
Resistance Level : 5390/5406/5422
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTBA: Trading Buy
Close 10675, TP 10925
Boleh buy di level 10600-10675
Resistance di 10925 & support di 10425
Waspadai jika tembus di 10425
Batasi resiko di 10375
WIKA: Trading Buy
Close 3190, TP 3270
Boleh buy di level 3170-3190
Resistance di 3270 & support di 3070
Waspadai jika tembus di 3070
Batasi resiko di 3050
ADHI : Trading Buy
Close 2730, TP 2770
Boleh buy di level 2720-2730
Resistance di 2770 & support di 2680
Waspadai jika tembus di 2680
Batasi resiko di 2670
ROTI: Trading Buy
Close 1610, TP 1650
Boleh buy di level 1590-1610
Resistance di 1650 & support di 1570
Waspadai jika tembus di 1570
Batasi resiko di 1560
SIMP: Trading Buy
Close 498, TP 510
Boleh buy di level 495-498
Resistance di 510 & support di 482
Waspadai jika tembus di 482
Batasi resiko di 480
LPKR: Trading Buy
Close 1190, TP 1220
Boleh buy di level 1170-1190
Resistance di 1220 & support di 1160
Waspadai jika tembus di 1160
Batasi resiko di 1150
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
HRUM, UNTR, ISSP, INDY, TINS, BMRI, PGAS, TLKM, KIJA, ASII, SMGR, PWON
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 4-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$40.68 (-0.15)
Gold-(troy oz) US$1,351.72 (-6.49)
Nickel-(ton) US$10,735.00 (10.00)
Tin-(ton) US$17,925.00 (-65.00)
Coal (Newc)/ton US$67.30 (4.90)
CPO Mal/ton* MYR2,432.50 (35.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,143.00 (22.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 05 Agustus 2016
RUPSLB
• MKPI - RUPSLB
Right issue
• BEKS, ratio 1000:3294, price 18.35, cum 05 Aug’16, ex 08 Aug’16
• POOL, ratio 1:7, price 250.00, cum 05 Aug’16, ex 08 Aug’16
Economic Calendar:
• data Factory Orders Jerman bulan Juni 2016
• indeks harga perumahan di Inggris versi Halifax bulan Juli 2016
• data Non Farm Payrolls AS bulan Juli 2016
• data upah rata-rata per jam di AS bulan Juli 2016
• data tingkat pengangguran di AS bulan Juli 2016
• data neraca perdagangan AS bulan Juni 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Negara Indonesia (BBNI) akan melepas sebagian saham PT BNI Syariah ke mitra strategis, yang juga sebagai upaya memberi opsi dalam menginvestasikan dana repatriasi dari kebijakan amnesti pajak. BBNI tengah mengkaji rencana penguatan modal BNI Syariah melalui pelepasan saham ke mitra strategis. Upaya meraih dana repatriasi melalui BNI Syariah juga dengan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO).
Bank Negara Indonesia (BBNI) mengklaim telah banyak menyerap dana tebusan dan repatriasi dari wajib pajak yang mengikuti program amnesti pajak. BNI menargetkan dana repatriasi yang masuk ke grup BNI mencapai Rp 70 triliun, dengan rincian Rp 55 triliun ke produk BNI dan Rp 25 triliun tersebar ke produk anak usaha. Masuknya dana repatriasi ke produk bank akan membantu perbankan dalam menguatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang akhirnya penyaluran kredit ke masyarakat akan lebih besar dengan bunga lebih terjangkau.
Pemotongan biaya interkoneksi seluler tidak berdampak besar terhadap kinerja PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM), karena sebagian besar revenue banyak ditopang dari segmen bisnis data sebesar 42%. Sedang pendapatan dari interkoneksi hanya mencapai 6% dari total pendapatan perseroan, dengan 90% percakapan terjadi masing-masing pelanggan secara on-net. Interkoneksi Telkomsel terjadi di legasi service voice dan SMS. Sementara patterns voice dan SMS tidak terlalu banyak pertumbuhannya.
Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) memperkirakan adanya potensi penurunan lanjutan pada produksi minyak sawit mentah (CPO) perseroan, akibat ter-offset penurunan produksi di semester I 2016. Harga CPO sudah membaik dibandingkan kuartal I 2016, tetapi belum pulih sepenuhnya, sehingga belum bisa menutup cost operasional perseroan. Perbaikan harga CPO yang dibarengi anomali cuaca telah memperburuk kinerja perseroan hingga akhir tahun. Hingga akhir tahun 2016, perseroan memperkirakan produksi CPO akan terkoreksi lagi antara 15%-20%.
Pudjiadi & Sons (PNSE) menghentikan sementara kegiatan salah satu hotel miliknya yaitu di Jalan Raya Karang Bolong yakni Tje Jakarta Anyer, karena pada 24-25 Juli 2016 terkena musibah banjir. Hampir seluruh areal hotel terendam banjir antara 20 cm hingga 90 cm. Hasil survei yang dilakukan menyimpulkan bahwa hotel tidak dapat beroperasi karena kerusakan properti dan fasilitas hotel yang cukup parah. Seluruh properti telah diasuransikan dan pihak asuransi telah melakukan survey ke lapangan, sehingga disepakati hotel tutup sementara sampai dengan waktu yang belum ditentukan menunggu perbaikan. Dampak dari penutupan sementara The Jayakarta Anyer secara langsung akan berpengaruh pada pendapatan total yang hingga periode 30 Juni 2016 menyumbang 9,77% dari pendapatan konsolidasi.
Timah (TINS) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 600 miliar di tahun 2016. Dana ini akan digunakan untuk penambahan dan perawatan kapal yang sudah ada. Saat ini perseroan sedang memesan kapal untuk eksplorasi. Kapal yang baru dibeli akan bisa digunakan sekitar 1-2 tahun lagi. Kapal itu akan mendorong kinerja perseroan ke depan. Perseroan akan meningkatkan kinerja produksi di semester II 2016. Perseroan juga yakin harga timah akan mengalami kenaikan di kisaran USD 18 ribu per ton.
Garuda Indonesia (GIAA) menyatakan kesiapannya dalam memberangkatkan jamaah haji Indonesia di musim haji 1437 Hijriah/2016 Masehi mulai 9 Agustus 2016 dengan mengoptimalkan struktur di dalam maskapai beserta anak perusahaan. Garuda Indonesia mulai menerbangkan jamaah haji pada 9-21 Agustus 2016 untuk gelombang I menuju Madinah. Pada gelombang II Garuda akan membawa jamaah haji ke Tanah Suci pada 21 Agustus-5 September 2016 yang mendarat di Jeddah. Untuk kepulangan jamaah haji Indonesia, Garuda akan mengangkut jamaah gelombang I dari Jeddah pada 17-29 September 2016. Sementara kepulangan gelombang II akan dilakukan pada 30 September-15 Oktober 2016 berangkat dari Madinah. Secara keseluruhan Garuda akan memberangkatkan jamaah haji di 8 embarkasi yaitu di Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar dan Lombok.
Saratoga Investama (SRTG) mencatat pendapatan usaha per Juni 2016 menjadi Rp 5,09 triliun naik dari sebelumnya Rp 3,89 triliun. Laba yang didistribusi ke pemilik entitas induk mencapai Rp 4,71 triliun meningkat dari sebelumnya Rp 1,19 triliun.
Tri Banyan Tirta (ALTO) membukukan penjualan neto per Juni 2016 sebesar Rp 167,16 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 130,32 miliar. Laba bersih Rp 1,63 miliar dari rugi sebelum pajak periode tahun sebelumnya Rp 11,19 miliar.
Presiden Joko Widodo meminta agar dalam hal kebijakan belanja kementerian/lembaga (K/L) harus fokus pada upaya melanjutkan dan memperkuat pelaksanaan program-program prioritas. Presiden juga menegaskan, bahwa pemerintah akan melakukan efisiensi pada program-program nonprioritas nasional, karena efisiensi disiagakan untuk belanja-belanja operasional dan belanja barang.
Sentimen lain dari dalam bagi pasar, berkenaan dengan rencana Pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ke 13. Paket ini substansinya, pada insentif pengembangan perdagangan dalam jaringan (e-commerce) dan deregulasi bidang perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kabar dari eksternal, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) awalnya optimistis ternyata realisasinya hanya menambahkan 179.000 pekerjaan pada Juli sedikit di atas ekspektasi, hal ini tidak mampu mendongkrak harapan untuk kenaikan suku bunga the Fed. Sementara itu, pertumbuhan PDB kuartal kedua AS melambat, ekonomi hanya ekspansi 1,2%, atau jauh di bawah laju dua tahun terakhir.
Nampaknya katalis dari internal maupun eksternal masih dapat memberikan dukungan bagi IHSG untuk melanjutkan apresiasinya pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5358/5342/5326
Resistance Level : 5390/5406/5422
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTBA: Trading Buy
Close 10675, TP 10925
Boleh buy di level 10600-10675
Resistance di 10925 & support di 10425
Waspadai jika tembus di 10425
Batasi resiko di 10375
WIKA: Trading Buy
Close 3190, TP 3270
Boleh buy di level 3170-3190
Resistance di 3270 & support di 3070
Waspadai jika tembus di 3070
Batasi resiko di 3050
ADHI : Trading Buy
Close 2730, TP 2770
Boleh buy di level 2720-2730
Resistance di 2770 & support di 2680
Waspadai jika tembus di 2680
Batasi resiko di 2670
ROTI: Trading Buy
Close 1610, TP 1650
Boleh buy di level 1590-1610
Resistance di 1650 & support di 1570
Waspadai jika tembus di 1570
Batasi resiko di 1560
SIMP: Trading Buy
Close 498, TP 510
Boleh buy di level 495-498
Resistance di 510 & support di 482
Waspadai jika tembus di 482
Batasi resiko di 480
LPKR: Trading Buy
Close 1190, TP 1220
Boleh buy di level 1170-1190
Resistance di 1220 & support di 1160
Waspadai jika tembus di 1160
Batasi resiko di 1150
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
HRUM, UNTR, ISSP, INDY, TINS, BMRI, PGAS, TLKM, KIJA, ASII, SMGR, PWON
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 4-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$40.68 (-0.15)
Gold-(troy oz) US$1,351.72 (-6.49)
Nickel-(ton) US$10,735.00 (10.00)
Tin-(ton) US$17,925.00 (-65.00)
Coal (Newc)/ton US$67.30 (4.90)
CPO Mal/ton* MYR2,432.50 (35.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,143.00 (22.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 05 Agustus 2016
RUPSLB
• MKPI - RUPSLB
Right issue
• BEKS, ratio 1000:3294, price 18.35, cum 05 Aug’16, ex 08 Aug’16
• POOL, ratio 1:7, price 250.00, cum 05 Aug’16, ex 08 Aug’16
Economic Calendar:
• data Factory Orders Jerman bulan Juni 2016
• indeks harga perumahan di Inggris versi Halifax bulan Juli 2016
• data Non Farm Payrolls AS bulan Juli 2016
• data upah rata-rata per jam di AS bulan Juli 2016
• data tingkat pengangguran di AS bulan Juli 2016
• data neraca perdagangan AS bulan Juni 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Negara Indonesia (BBNI) akan melepas sebagian saham PT BNI Syariah ke mitra strategis, yang juga sebagai upaya memberi opsi dalam menginvestasikan dana repatriasi dari kebijakan amnesti pajak. BBNI tengah mengkaji rencana penguatan modal BNI Syariah melalui pelepasan saham ke mitra strategis. Upaya meraih dana repatriasi melalui BNI Syariah juga dengan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO).
Bank Negara Indonesia (BBNI) mengklaim telah banyak menyerap dana tebusan dan repatriasi dari wajib pajak yang mengikuti program amnesti pajak. BNI menargetkan dana repatriasi yang masuk ke grup BNI mencapai Rp 70 triliun, dengan rincian Rp 55 triliun ke produk BNI dan Rp 25 triliun tersebar ke produk anak usaha. Masuknya dana repatriasi ke produk bank akan membantu perbankan dalam menguatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang akhirnya penyaluran kredit ke masyarakat akan lebih besar dengan bunga lebih terjangkau.
Pemotongan biaya interkoneksi seluler tidak berdampak besar terhadap kinerja PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM), karena sebagian besar revenue banyak ditopang dari segmen bisnis data sebesar 42%. Sedang pendapatan dari interkoneksi hanya mencapai 6% dari total pendapatan perseroan, dengan 90% percakapan terjadi masing-masing pelanggan secara on-net. Interkoneksi Telkomsel terjadi di legasi service voice dan SMS. Sementara patterns voice dan SMS tidak terlalu banyak pertumbuhannya.
Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) memperkirakan adanya potensi penurunan lanjutan pada produksi minyak sawit mentah (CPO) perseroan, akibat ter-offset penurunan produksi di semester I 2016. Harga CPO sudah membaik dibandingkan kuartal I 2016, tetapi belum pulih sepenuhnya, sehingga belum bisa menutup cost operasional perseroan. Perbaikan harga CPO yang dibarengi anomali cuaca telah memperburuk kinerja perseroan hingga akhir tahun. Hingga akhir tahun 2016, perseroan memperkirakan produksi CPO akan terkoreksi lagi antara 15%-20%.
Pudjiadi & Sons (PNSE) menghentikan sementara kegiatan salah satu hotel miliknya yaitu di Jalan Raya Karang Bolong yakni Tje Jakarta Anyer, karena pada 24-25 Juli 2016 terkena musibah banjir. Hampir seluruh areal hotel terendam banjir antara 20 cm hingga 90 cm. Hasil survei yang dilakukan menyimpulkan bahwa hotel tidak dapat beroperasi karena kerusakan properti dan fasilitas hotel yang cukup parah. Seluruh properti telah diasuransikan dan pihak asuransi telah melakukan survey ke lapangan, sehingga disepakati hotel tutup sementara sampai dengan waktu yang belum ditentukan menunggu perbaikan. Dampak dari penutupan sementara The Jayakarta Anyer secara langsung akan berpengaruh pada pendapatan total yang hingga periode 30 Juni 2016 menyumbang 9,77% dari pendapatan konsolidasi.
Timah (TINS) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 600 miliar di tahun 2016. Dana ini akan digunakan untuk penambahan dan perawatan kapal yang sudah ada. Saat ini perseroan sedang memesan kapal untuk eksplorasi. Kapal yang baru dibeli akan bisa digunakan sekitar 1-2 tahun lagi. Kapal itu akan mendorong kinerja perseroan ke depan. Perseroan akan meningkatkan kinerja produksi di semester II 2016. Perseroan juga yakin harga timah akan mengalami kenaikan di kisaran USD 18 ribu per ton.
Garuda Indonesia (GIAA) menyatakan kesiapannya dalam memberangkatkan jamaah haji Indonesia di musim haji 1437 Hijriah/2016 Masehi mulai 9 Agustus 2016 dengan mengoptimalkan struktur di dalam maskapai beserta anak perusahaan. Garuda Indonesia mulai menerbangkan jamaah haji pada 9-21 Agustus 2016 untuk gelombang I menuju Madinah. Pada gelombang II Garuda akan membawa jamaah haji ke Tanah Suci pada 21 Agustus-5 September 2016 yang mendarat di Jeddah. Untuk kepulangan jamaah haji Indonesia, Garuda akan mengangkut jamaah gelombang I dari Jeddah pada 17-29 September 2016. Sementara kepulangan gelombang II akan dilakukan pada 30 September-15 Oktober 2016 berangkat dari Madinah. Secara keseluruhan Garuda akan memberangkatkan jamaah haji di 8 embarkasi yaitu di Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar dan Lombok.
Saratoga Investama (SRTG) mencatat pendapatan usaha per Juni 2016 menjadi Rp 5,09 triliun naik dari sebelumnya Rp 3,89 triliun. Laba yang didistribusi ke pemilik entitas induk mencapai Rp 4,71 triliun meningkat dari sebelumnya Rp 1,19 triliun.
Tri Banyan Tirta (ALTO) membukukan penjualan neto per Juni 2016 sebesar Rp 167,16 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 130,32 miliar. Laba bersih Rp 1,63 miliar dari rugi sebelum pajak periode tahun sebelumnya Rp 11,19 miliar.











0 comments:
Posting Komentar