Prediksi IHSG;
Otoritas moneter di global terus mewaspadai akan ancaman terhadap ekonomi global. Sejumlah permasalahan baru pun kian menambah kecemasan bagi perekonomian dunia ini. Salah satunya, setelah referendum Brexit, laporan awal menunjukkan Inggris dapat menuju resesi. Sementara itu, BoE akan menyajikan penilaian rinci apa yang berarti bagi perekonomian dan rencana aksinya.
Ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, otoritas moneter Amerika yang tengah bersiap untuk menaikan suku bunga kembali akan menjadi pertimbangannya. Ditambah dengan posisi dari perkiraan pertumbuhan AS. Hal itu memberi sinyal bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Masih dari sentimen eksternal, pemerintah Jepang pada 26 Juli 2016 menyetujui paket fiskal 28 triliun yen yang mencakup 4,6 triliun yen untuk belanja baru untuk tahun fiskal saat ini. Penilaian kebijakan yang komprehensif BoJ akan selesai untuk pertemuan berikutnya pada 20-21 September 2016, ditujukan untuk membantu menemukan cara untuk mencapai tujuan inflasi 2% sesegara mungkin.
Sentimen dari regional tersebut dan sentiment atas tax amnesty dari domestik diprediksi akan kembali menjadi katalis di bursa saham Indonesia. Meski demikian perlu diwaspadai potensi aksi jual setelah rally selama beberapa waktu. IHSG diprediksi bergerak mixed, potensi naik terbatas.
Perspektif tenikal
Support Level : 5358/5342/5328
Resistance Level : 5388/5402/5418
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADRO: Trading Buy
Close 1105, TP 1150
Boleh buy di level 1195-1105
Resistance di 1150 & support di 1060
Waspadai jika tembus di 1060
Batasi resiko di 1050
ANTM: Trading Buy
Close 820, TP 850
Boleh buy di level 810-820
Resistance di 850 & support di 800
Waspadai jika tembus di 800
Batasi resiko di 790
TINS : Trading Buy
Close 895, TP 920
Boleh buy di level 885-895
Resistance di 920 & support di 870
Waspadai jika tembus di 870
Batasi resiko di 860
GGRM: Trading Buy
Close 69275, TP 69900
Boleh buy di level 69200-69275
Resistance di 69900 & support di 68375
Waspadai jika tembus di 68375
Batasi resiko di 68300
KRAS: Trading Buy
Close 630, TP 650
Boleh buy di level 620-630
Resistance di 650 & support di 600
Waspadai jika tembus di 600
Batasi resiko di 595
ERAA: Trading Buy
Close 880, TP 900
Boleh buy di level 87-880
Resistance di 900 & support di 840
Waspadai jika tembus di 840
Batasi resiko di 730
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
JSMR, BISI, LINK, TLKM, SMGR, INDF
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 2-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$40.58 (0.52)
Gold-(troy oz) US$1,358.18 (5.03)
Nickel-(ton) US$10,735.00 (105.00)
Tin-(ton) US$17,875.00 (25.00)
Coal (Newc)/ton US$67.70 (5.30)
CPO Mal/ton* MYR2,391.50 (49.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,090.00 (43.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 03 Agustus 2016
RUPSLB
• ARTI - RUPST/LB
• SCPI - RUPST
Economic Calendar:
• indeks Caixin Services PMI China bulan Juli 2016
• indeks Services PMI Inggris bulan Juli 2016
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Juli 2016
• indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Juli 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 29 Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Astra International (ASII) menyatakan sektor alat berat masih menghadapi tantangan yang berat pada tahun 2016. Hal tersebut dipicu oleh masih melemahnya kinerja perusahaan pertambangan di Indonesia. Oleh karena itu Astra Group mengurangi porsi belanja modal (capital expenditure/capex) untuk alat berat yaitu United Tractors (UNTR) menjadi sekitar Rp 3 triliun dari sebelumnya sekitar Rp 6 triliun. Astra International mengalokasikan capex tahun 2016 sekitar Rp 14 triliun. Namun demikian capex di sektor lain akan dipertahankan atau bahkan dinaikan porsinya. Perseroan mengalokasikan belanja modal 38% dari total capex untuk infrastruktur, logistik, dan properti. Perseroan tetap mempertahankan ekspansi di sektor otomotif karena merupakan tulang punggung Astra dan secara kapasitas produksi cukup.
Astra Agro Lestari (AALI) tengah membangun 2 pabrik baru, yaitu pabrik pupuk dan pabrik inti sawit (kernel crushing plant). Pabrik tersebut akan memproduksi pupuk untuk kebutuhan kebun milik perseroan. Untuk membangun kedua pabrik tersebut, perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut akan terbagi sebesar Rp 100 miliar untuk pabrik pupuk dan Rp 250 miliar untuk pabrik kernel. Pabrik kernel dibangun di beberapa pabrik di Kalimantan dan Sulawesi.
Semen Indonesia (SMGR) mengekspor 180.000 ton semen ke Dili, Timor Leste tiap tahun sejak tahun 2000. Hingga kini permintaan masih stagnan dengan jatah per bulan sekitar 15.000 ton semen. Ekspor semen perseroan juga menyasar negara lain seperti Filipina dan Vietnam serta negara lain di wilayah ASEAN. Pasokan semen untuk kebutuhan dalam maupun luar negeri dilakukan melalui 5 anak perusahaan Semen Indonesia, di antaranya Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Padang, Semen Indonesia Aceh dan Thang Long Cement Campany di Vietnam. Porsi pendistribusian semen untuk kebutuhan domestik mencapai 70%, 15% untuk ekspor dan 10% untuk anak perusahaan semen.
Semen Baturaja (SMBR) optimis dapat mencapai target penjualan sebesar 1,7 juta ton pada tahun 2016 seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatera. Penjualan di wilayah pemasaran perseroan ditunjang dari meningkatnya pembangunan infrastruktur, seperti persiapan Asian Games 2018, pembangkit listrik, jalan tol trans Sumatera serta proyek swasta. Beberapa proyek yang disuplai oleh perseroan antara lain kereta ringan (LRT) Palembang sebesar 41.095 ton, proyek OKI Pulp and Peper sebesar 20.050 ton, OPI Mall Jakabaring sebesar 16.639 ton, PLTA Way Semangka sebesar 8.589 ton, Pembangunan jalan Muara Enim sebesar 2.254 ton. Selain itu perseroan siap memasok semen untuk proyek lainnya, seperti tower wisma atlet Jakabaring, Jembatan Musi IV, tol trans Sumatera, Masjid Raya Sematera Selatan, proyek jalan di Jambi dan lainnya. Wilayah pemasaran Semen Baturaja di Jambi, Bengkulu, Sumsel, dan Lampung. Perseroan juga fokus menyelesaikan pembangunan Pabrik Baturaja II yang pelaksanaannya saat ini telah mencapai sebesar 61,29% dan ditargetkan beroperasi pada akhir Juni 2017 dengan kapasitas produksi 1,85 juta ton semen per tahun. Dengan demikian kapasitas produksi semen perseroan nantinya akan mencapai 3,85 juta ton dari saat ini sebesar 2 juta ton semen.
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga akhir tahun 2016 sebesar 30% menjadi Rp 568,5 miliar dari pencapaian pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 437,48 miliar. Penjualan diproyeksi mencapai Rp 2,53 triliun atau naik 15% dibandingkan penjualan 2015 sebesar Rp 2,22 triliun. Peningkatan kinerja perseroan tahun 2016 akan didorong oleh penjualan produk baru yang dirilis perseroan, seperti Tolak Linu Mint dan Kuku Bima Energi Herbal. Penjualan herbal dan suplemen masih akan menjadi penyumbang terbesar pada SIDO tahun ini.
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) tetap memfokuskan pada pengembangan bisnisnya di luar negeri. Perseroan juga mengincar distributor di mancanegara. Dari sekitar 10 negara yang dijajaki perseroan, mulai ada permintaan untuk menjadi distributor. Hingga saat ini jumlah distributor Sido Muncul sekitar 115 distributor yang keseluruhan berlokasi di Indonesia.
Panorama Sentrawisata (PANR) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 15 miliar dana hingga kuartal II 2016. Total capex yang dianggarkan hingga akhir tahun 2016 sebesar Rp 50 miliar. Sebagian besar dana telah dipergunakan untuk peremajaan armada bus, dan pembukaan kantor cabang baru di Jakarta dan Surabaya. Perseroan juga akan terus meningkatkan dan mengembangkan jalur distribusinya secara offline melalui jaringan kantor - kantor cabang di berbagai pelosok Indonesia maupun melalui jaringan online dengan diluncurkannya mobile application, seperti Panorama Tours dan reservasi group tour melalui brand Turez.id. Saat ini perseroan memiliki beberapa platfform e-commerce B2C platform, seperti Panorama-tours.com, Travelicious.co.id, Rajakamar.com, dan Turez.co.id. Perseroan optimis akan mencapai target peningkatan penjualan (gross revenue) pada akhir tahun 2016. Hal itu mengingat, bisnis industri pariwisata secara umum meningkat pada kuartal III dan IV dan dapat mencapai 1,5 - 2 kali lipat dibanding di kuartal I dan II setiap tahunnya. Hal itu akan didorong oleh adanya libur sekolah, hari raya idul fitri, liburan natal dan tahun baru yang terjadi di semester II setiap tahun.
Puradelta Lestari (DMAS) mencatatkan penurunan pendapatan per Juni 2016 dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 976 miliar. Penurunan pendapatan dianggap wajar jika melihat penurunan kondisi ekonomi di Indonesia. Perusahaan menurunkan target penjualan lahan tahun 2016 dari sebelumnya 90 ha menjadi hanya 50 ha. Selama semester I 2016 DMAS baru menjual lahan industri sekitar 11 ha. Namu perseroan masih optimis untuk bisa mencapai target hingga akhir tahun, karena ada perusahaan yang sudah tertarik dengan lahan tersebut.
Pendapatan underwriting bersih Asuransi Jasa Tania (ASJT) per Juni 2016 mencapai Rp 106,16 miliar, turun dibandingkan sebelumnya Rp 211,07 miliar. Jumlah beban klaim turun menjadi Rp 44,25 miliar dari sebelumnya Rp 91,05 miliar. Hasil underwriting mencapai Rp 37,65 miliar, turun dari sebelumnya Rp 70,09 miliar. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp 16,19 miliar dari sebelumnya Rp 22,08 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 14,65 miliar dari sebelumnya Rp 17,81 miliar.
Penjualan Indofarma (INAF) per Juni 2016 mencapai Rp 471,32 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 462,77 miliar. Rugi yang didistribusi ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp 27,86 miliar dari sebelumnya rugi Rp 23,80 miliar.
Penjualan Delta Djakarta (DLTA) per Juni 2016 naik menjadi Rp 820,94 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 689,04 miliar. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 106,55 miliar naik dari sebelumnya Rp 69,46 miliar.
Pelangi Indah Canindo (PICO) meraih pendapatan usaha per Juni 2016 menjadi Rp 364,92 miliar dari sebelumnya Rp 363,62 miliar. Laba bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp 9,37 miliar naik dari sebelumnya Rp 8,81 miliar.
Evershine Textile (ESTI) membukukan penurunan penjualan per Juni 2016 menjadi USD 17,49 juta dibandingkan sebelumnya USD 21,34 juta. Laba tercatat USD 4,35 juta dari sebelumnya menderita rugi USD 1,73 juta.
SMR Utama (SMRU) mengalami kenaikan rugi per Juni 2016 menjadi USD 8,38 juta dibandingkan sebelumnya rugi USD 5,45 juta. Pendapatan turun menjadi USD 17,02 juta dari sebelumnya USD 18,44 juta.
Otoritas moneter di global terus mewaspadai akan ancaman terhadap ekonomi global. Sejumlah permasalahan baru pun kian menambah kecemasan bagi perekonomian dunia ini. Salah satunya, setelah referendum Brexit, laporan awal menunjukkan Inggris dapat menuju resesi. Sementara itu, BoE akan menyajikan penilaian rinci apa yang berarti bagi perekonomian dan rencana aksinya.
Ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, otoritas moneter Amerika yang tengah bersiap untuk menaikan suku bunga kembali akan menjadi pertimbangannya. Ditambah dengan posisi dari perkiraan pertumbuhan AS. Hal itu memberi sinyal bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Masih dari sentimen eksternal, pemerintah Jepang pada 26 Juli 2016 menyetujui paket fiskal 28 triliun yen yang mencakup 4,6 triliun yen untuk belanja baru untuk tahun fiskal saat ini. Penilaian kebijakan yang komprehensif BoJ akan selesai untuk pertemuan berikutnya pada 20-21 September 2016, ditujukan untuk membantu menemukan cara untuk mencapai tujuan inflasi 2% sesegara mungkin.
Sentimen dari regional tersebut dan sentiment atas tax amnesty dari domestik diprediksi akan kembali menjadi katalis di bursa saham Indonesia. Meski demikian perlu diwaspadai potensi aksi jual setelah rally selama beberapa waktu. IHSG diprediksi bergerak mixed, potensi naik terbatas.
Perspektif tenikal
Support Level : 5358/5342/5328
Resistance Level : 5388/5402/5418
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADRO: Trading Buy
Close 1105, TP 1150
Boleh buy di level 1195-1105
Resistance di 1150 & support di 1060
Waspadai jika tembus di 1060
Batasi resiko di 1050
ANTM: Trading Buy
Close 820, TP 850
Boleh buy di level 810-820
Resistance di 850 & support di 800
Waspadai jika tembus di 800
Batasi resiko di 790
TINS : Trading Buy
Close 895, TP 920
Boleh buy di level 885-895
Resistance di 920 & support di 870
Waspadai jika tembus di 870
Batasi resiko di 860
GGRM: Trading Buy
Close 69275, TP 69900
Boleh buy di level 69200-69275
Resistance di 69900 & support di 68375
Waspadai jika tembus di 68375
Batasi resiko di 68300
KRAS: Trading Buy
Close 630, TP 650
Boleh buy di level 620-630
Resistance di 650 & support di 600
Waspadai jika tembus di 600
Batasi resiko di 595
ERAA: Trading Buy
Close 880, TP 900
Boleh buy di level 87-880
Resistance di 900 & support di 840
Waspadai jika tembus di 840
Batasi resiko di 730
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
JSMR, BISI, LINK, TLKM, SMGR, INDF
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 2-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$40.58 (0.52)
Gold-(troy oz) US$1,358.18 (5.03)
Nickel-(ton) US$10,735.00 (105.00)
Tin-(ton) US$17,875.00 (25.00)
Coal (Newc)/ton US$67.70 (5.30)
CPO Mal/ton* MYR2,391.50 (49.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,090.00 (43.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 03 Agustus 2016
RUPSLB
• ARTI - RUPST/LB
• SCPI - RUPST
Economic Calendar:
• indeks Caixin Services PMI China bulan Juli 2016
• indeks Services PMI Inggris bulan Juli 2016
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Juli 2016
• indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Juli 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 29 Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Astra International (ASII) menyatakan sektor alat berat masih menghadapi tantangan yang berat pada tahun 2016. Hal tersebut dipicu oleh masih melemahnya kinerja perusahaan pertambangan di Indonesia. Oleh karena itu Astra Group mengurangi porsi belanja modal (capital expenditure/capex) untuk alat berat yaitu United Tractors (UNTR) menjadi sekitar Rp 3 triliun dari sebelumnya sekitar Rp 6 triliun. Astra International mengalokasikan capex tahun 2016 sekitar Rp 14 triliun. Namun demikian capex di sektor lain akan dipertahankan atau bahkan dinaikan porsinya. Perseroan mengalokasikan belanja modal 38% dari total capex untuk infrastruktur, logistik, dan properti. Perseroan tetap mempertahankan ekspansi di sektor otomotif karena merupakan tulang punggung Astra dan secara kapasitas produksi cukup.
Astra Agro Lestari (AALI) tengah membangun 2 pabrik baru, yaitu pabrik pupuk dan pabrik inti sawit (kernel crushing plant). Pabrik tersebut akan memproduksi pupuk untuk kebutuhan kebun milik perseroan. Untuk membangun kedua pabrik tersebut, perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut akan terbagi sebesar Rp 100 miliar untuk pabrik pupuk dan Rp 250 miliar untuk pabrik kernel. Pabrik kernel dibangun di beberapa pabrik di Kalimantan dan Sulawesi.
Semen Indonesia (SMGR) mengekspor 180.000 ton semen ke Dili, Timor Leste tiap tahun sejak tahun 2000. Hingga kini permintaan masih stagnan dengan jatah per bulan sekitar 15.000 ton semen. Ekspor semen perseroan juga menyasar negara lain seperti Filipina dan Vietnam serta negara lain di wilayah ASEAN. Pasokan semen untuk kebutuhan dalam maupun luar negeri dilakukan melalui 5 anak perusahaan Semen Indonesia, di antaranya Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Padang, Semen Indonesia Aceh dan Thang Long Cement Campany di Vietnam. Porsi pendistribusian semen untuk kebutuhan domestik mencapai 70%, 15% untuk ekspor dan 10% untuk anak perusahaan semen.
Semen Baturaja (SMBR) optimis dapat mencapai target penjualan sebesar 1,7 juta ton pada tahun 2016 seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatera. Penjualan di wilayah pemasaran perseroan ditunjang dari meningkatnya pembangunan infrastruktur, seperti persiapan Asian Games 2018, pembangkit listrik, jalan tol trans Sumatera serta proyek swasta. Beberapa proyek yang disuplai oleh perseroan antara lain kereta ringan (LRT) Palembang sebesar 41.095 ton, proyek OKI Pulp and Peper sebesar 20.050 ton, OPI Mall Jakabaring sebesar 16.639 ton, PLTA Way Semangka sebesar 8.589 ton, Pembangunan jalan Muara Enim sebesar 2.254 ton. Selain itu perseroan siap memasok semen untuk proyek lainnya, seperti tower wisma atlet Jakabaring, Jembatan Musi IV, tol trans Sumatera, Masjid Raya Sematera Selatan, proyek jalan di Jambi dan lainnya. Wilayah pemasaran Semen Baturaja di Jambi, Bengkulu, Sumsel, dan Lampung. Perseroan juga fokus menyelesaikan pembangunan Pabrik Baturaja II yang pelaksanaannya saat ini telah mencapai sebesar 61,29% dan ditargetkan beroperasi pada akhir Juni 2017 dengan kapasitas produksi 1,85 juta ton semen per tahun. Dengan demikian kapasitas produksi semen perseroan nantinya akan mencapai 3,85 juta ton dari saat ini sebesar 2 juta ton semen.
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga akhir tahun 2016 sebesar 30% menjadi Rp 568,5 miliar dari pencapaian pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 437,48 miliar. Penjualan diproyeksi mencapai Rp 2,53 triliun atau naik 15% dibandingkan penjualan 2015 sebesar Rp 2,22 triliun. Peningkatan kinerja perseroan tahun 2016 akan didorong oleh penjualan produk baru yang dirilis perseroan, seperti Tolak Linu Mint dan Kuku Bima Energi Herbal. Penjualan herbal dan suplemen masih akan menjadi penyumbang terbesar pada SIDO tahun ini.
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) tetap memfokuskan pada pengembangan bisnisnya di luar negeri. Perseroan juga mengincar distributor di mancanegara. Dari sekitar 10 negara yang dijajaki perseroan, mulai ada permintaan untuk menjadi distributor. Hingga saat ini jumlah distributor Sido Muncul sekitar 115 distributor yang keseluruhan berlokasi di Indonesia.
Panorama Sentrawisata (PANR) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 15 miliar dana hingga kuartal II 2016. Total capex yang dianggarkan hingga akhir tahun 2016 sebesar Rp 50 miliar. Sebagian besar dana telah dipergunakan untuk peremajaan armada bus, dan pembukaan kantor cabang baru di Jakarta dan Surabaya. Perseroan juga akan terus meningkatkan dan mengembangkan jalur distribusinya secara offline melalui jaringan kantor - kantor cabang di berbagai pelosok Indonesia maupun melalui jaringan online dengan diluncurkannya mobile application, seperti Panorama Tours dan reservasi group tour melalui brand Turez.id. Saat ini perseroan memiliki beberapa platfform e-commerce B2C platform, seperti Panorama-tours.com, Travelicious.co.id, Rajakamar.com, dan Turez.co.id. Perseroan optimis akan mencapai target peningkatan penjualan (gross revenue) pada akhir tahun 2016. Hal itu mengingat, bisnis industri pariwisata secara umum meningkat pada kuartal III dan IV dan dapat mencapai 1,5 - 2 kali lipat dibanding di kuartal I dan II setiap tahunnya. Hal itu akan didorong oleh adanya libur sekolah, hari raya idul fitri, liburan natal dan tahun baru yang terjadi di semester II setiap tahun.
Puradelta Lestari (DMAS) mencatatkan penurunan pendapatan per Juni 2016 dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 976 miliar. Penurunan pendapatan dianggap wajar jika melihat penurunan kondisi ekonomi di Indonesia. Perusahaan menurunkan target penjualan lahan tahun 2016 dari sebelumnya 90 ha menjadi hanya 50 ha. Selama semester I 2016 DMAS baru menjual lahan industri sekitar 11 ha. Namu perseroan masih optimis untuk bisa mencapai target hingga akhir tahun, karena ada perusahaan yang sudah tertarik dengan lahan tersebut.
Pendapatan underwriting bersih Asuransi Jasa Tania (ASJT) per Juni 2016 mencapai Rp 106,16 miliar, turun dibandingkan sebelumnya Rp 211,07 miliar. Jumlah beban klaim turun menjadi Rp 44,25 miliar dari sebelumnya Rp 91,05 miliar. Hasil underwriting mencapai Rp 37,65 miliar, turun dari sebelumnya Rp 70,09 miliar. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp 16,19 miliar dari sebelumnya Rp 22,08 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 14,65 miliar dari sebelumnya Rp 17,81 miliar.
Penjualan Indofarma (INAF) per Juni 2016 mencapai Rp 471,32 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 462,77 miliar. Rugi yang didistribusi ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp 27,86 miliar dari sebelumnya rugi Rp 23,80 miliar.
Penjualan Delta Djakarta (DLTA) per Juni 2016 naik menjadi Rp 820,94 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 689,04 miliar. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 106,55 miliar naik dari sebelumnya Rp 69,46 miliar.
Pelangi Indah Canindo (PICO) meraih pendapatan usaha per Juni 2016 menjadi Rp 364,92 miliar dari sebelumnya Rp 363,62 miliar. Laba bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp 9,37 miliar naik dari sebelumnya Rp 8,81 miliar.
Evershine Textile (ESTI) membukukan penurunan penjualan per Juni 2016 menjadi USD 17,49 juta dibandingkan sebelumnya USD 21,34 juta. Laba tercatat USD 4,35 juta dari sebelumnya menderita rugi USD 1,73 juta.
SMR Utama (SMRU) mengalami kenaikan rugi per Juni 2016 menjadi USD 8,38 juta dibandingkan sebelumnya rugi USD 5,45 juta. Pendapatan turun menjadi USD 17,02 juta dari sebelumnya USD 18,44 juta.











0 comments:
Posting Komentar