Everyone Can Trade

JustForex

Jumat, 01 Juli 2016

View Market IHSG 30Juni16

Prediksi IHSG;
Kebijakan pemerintah tentang Pengampunan Pajak (tax amnesty)  berpotensi dapat mendorong masuknya aliran dana ke Indonesia yang dapat menciptakan iklim investasi yang membaik di dalam negeri. Hal ini dapat membuka peluang besar bagi pasar saham Indonesia di mata investor asing. Apalagi Undang-Undang tax amnesty telah disahkan DPR melalui rapat paripurna Rabu kemarin. Kebijakan dari UU ini ditargetkan mulai berjalan pada bulan Juli.
Sentimen dalam negeri mampu mengeliminasi sentimen global yang berkenaan referendum masyarakat Inggris dengan hasil keputusan keluar dari Uni Eropa. Kendati, paska referendum terus berlanjut mengabarkan tentang dampaknya bagi perekonomian Inggris maupun pengaruhnya bagi ekonomi kawasan dan bahkan global.
Kebijakan pemerintah yang telah mendapat respon pasar hingga mendorong rally kenaikan IHGS yang atraktif, diperkirakan apresiasi IHSG kembali berlanjut, seiring potensi membaiknya pasar Asia hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 4931/4881/4857
Resistance Level : 5005/5030/5079
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

KLBF: Trading Buy
• Close 1485, TP 1510
• Boleh buy di level 1475-1485
• Resistance di 1510 & support di 1440
• Waspadai jika tembus di 1440
• Batasi resiko di 1430

ICBP: Trading Buy
• Close 17000, TP 17500
• Boleh buy di level  16900-17000
• Resistance di 17500 & support di 16725
• Waspadai jika tembus di 16725
• Batasi resiko di 16650

GGRM : Trading Buy
• Close 67925, TP 68350
• Boleh buy di level  67850-67925
• Resistance di 68350 & support di 67075
• Waspadai jika tembus di 67075
• Batasi resiko di 67000

LPKR:  Trading Buy
• Close 1125, TP 1145
• Boleh buy di level  1115-1125
• Resistance di 1145 & support di 1080
• Waspadai jika tembus di 1080
• Batasi resiko di 1070

AKRA:  Trading Buy
• Close 6350, TP 6425
• Boleh buy di level  6300-6350
• Resistance di 6425 & support di 6200
• Waspadai jika tembus di 6200
• Batasi resiko di 6150

CPIN:  Trading Buy
• Close 3750, TP 3790
• Boleh buy di level  3700-3750
• Resistance di 3790 & support di 3700
• Waspadai jika tembus di 3700
• Batasi resiko di 3690

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
INAF, INCO, UNVR, AISA, SMCB, ITMG, KRAS, PWON

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 29-Jun-16
• Crude Oil-(barel) US$48.49  (0.64)
• Gold-(troy oz) US$1,318.90  (7.09)
• Nickel-(ton) US$9,340.00  (360.00)
• Tin-(ton) US$16,900.00  (50.00)
• Coal (Newc)/ton US$55.25  (-7.15)
• CPO Mal/ton* MYR2,456.50 (-8.00)

                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
• USD/IDR* 13,157.00 (-31.00)
*running 

Agenda hari ini  - Kamis, 30 Juni 2016
RUPSLB
• STTP - RUPST/LB - 30-Jun-16
• CNTX - RUPSLB - 30-Jun-16
• CNTB- RUPSLB - 30-Jun-16
• MITI - RUPST/LB - 30-Jun-16
• ULTJ – RUPST - 30-Jun-16
• SUGI – RUPST - 30-Jun-16
• GREN - RUPST/LB - 30-Jun-16
• HADE - RUPST/LB - 30-Jun-16
• AKKU - RUPST/LB - 30-Jun-16
• INPC - RUPST/LB - 30-Jun-16
• BIPP – RUPST - 30-Jun-16
• PKPK – RUPST - 30-Jun-16
• CNKO – RUPST - 30-Jun-16
• JIHD – RUPST - 30-Jun-16
• SCBD – RUPST - 30-Jun-16
• PLAS - RUPST/LB - 30-Jun-16
• ENRG - RUPST/LB - 30-Jun-16

Dividend
• FISH, Cash dividend 50.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
• LION, Cash dividend 40.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
• LMSH, Cash dividend 5.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
• PANS, Cash dividend 80.00, cum 30 Jun-16, ex 01 Jul-16
• PANR, Cash dividend 4.08, cum 30 Jun-16, ex 01 Jul-16
• PJAA, Cash dividend 69.00, cum 30 Jun-16, ex 01 Jul-16
• BATA, Cash dividend 6.45, cum 30 Jun-16, ex 01 Jul-16
• SMRA, Cash dividend 5.00, cum 30 Jun-16, ex 01 Jul-16
• MTDL, Cash dividend 35:1, cum 01 Jul-16, ex 11 Jul-16

Economic Calendar:
•Indonesia Money Supply
•US Initial Jobless Claims
•US Continuing Claims


VAS
HEADLINE NEWS
Waskita Karya (WSKT) menyatakan lima investor berminat untuk membeli saham anak perseroan, Waskita Toll Road. Divestasi anak usaha tersebut ditargetkan selesai pada semester II/2016. WSKT memang berencana melepas 40% saham Waskita Toll Road kepada investor sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha perusahaan yang bergerak di bidang jalan tol itu.

Roda Vivatex (RDTX) akan membagikan dividen tunai ke pemegang sahamnya sebesar Rp75 per saham pada 26 Juli 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 12 dan 13 Juli 2016 sedangkan di pasar tunai pada 15 dan 18 Juli 2016 dengan DPS hingga 15 Juli 2016.

Megapolitan Development (EMDE) tengah menjajaki pinjaman perbankan senilai Rp400 miliar untuk memenuhi kebutuhan belanja modal. Total belanja modal tahun ini mencapai Rp500 miliar. Perseroan berharap perjanjian kredit bisa dituntaskan pada akhir kuartal II/2016.

Megapolitan Development (EMDE) menargetkan pendapatan prapenjualan Rp500 miliar. Hingga 31 Maret 2016, EMDE baru mencatakan prapenjualan Rp150 miliar atau 30% dari target.

Bank Maspion (BMAS) akan melakukan rights issue dengan mengeluarkan maksimal 600 juta saham dengan nominal Rp 10. Rasio ditetapkan 64:10 dengan harga penawaran Rp 340 per lembar. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi pada 30 dan 31 Agustus 2016 dan periode perdagangan HMETD 6-13 September 2016. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.

Bumi Resources Minerals (BRMS) tengah mematangkan negosiasi penjualan saham Newmont Nusa Tenggara (NNT) kepada mitra strategis. Namun, sebelum dilepas, BRMS wajib melunasi utang yang melekat pada aset tambang Newmont sebesar USD 300 juta kepada Credit Suisse. BRMS melalui Multi Daerah Bersaing (MDB) memiliki kepemilikan efektif sebesar 18% pada Newmont. Dana hasil penjualan saham Newmont akan digunakan untuk pelunasan utang.

Intiland Development (DILD) mengkaji ulang rencana pengembangan proyek reklamasi di pantai Utara Jakarta. Hal ini dampak dari banyaknya masalah yang terjadi dalam reklamasi tersebut. Sementara itu, perseroan tetap konsisten dan memanfaatkan keunggulan-keunggulan komparatif untuk menjaga dan mempertahankan pertumbuhan usaha.

XL Axiata (EXCL) pada Juni 2016 memperoleh dana hasil aksi korporasi sebesar US$500 juta dan Rp3,56 triliun yang akan digunakan untuk melunasi utang perseroan. EXCL menggelar dua aksi korporasi pada semester I/2016. Pertama, aksi penawaran usaha baru sebanyak 2,14 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari aksi rights issue tersebut, perseroan memperoleh dana yang akan digunakan untuk mempercepat pelunasan utang ke induk usahanya, Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd., sebesar US$500 juta. Kedua, aksi jual 2.500 menara melalui lelang yang dimenang PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha Sarana Menara Nusantara (TOWR). Dari penjualan aset itu, perseroan memperoleh dana Rp3,568 triliuun.

Smartfren Telecom (FREN) segera menarik pinjaman dari China Development Bank Corporation (CDB) hingga US$100 juta pada semester II/2016. Perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari CDB sebesar US$300 juta yang ditandatangani pada 30 Juni 2015. Hingga saat ini perseroan sudah menarik US$120 juta atau 40% dari total fasilitas.

Bank MAspion (BMAS) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau RIghts Issue. Jumlah saham yang akan dikeluarkan maksimal 600.000.000 saham dengan nominal Rp10. Bagi pemegang saham lama perseroan berhak atas 10 HMETD dimana 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dengan harga Rp340 per lembar atau total dana mencapai Rp204 miliar. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi pada 30 dan 31 Agustus 2016 dan di pasar tunai 2 dan 5 September 2015. Periode perdagangan HMETD 6-13 September 2016. Pembeli siaga PT Alim Investindo. Dana yang diperoleh dari rights issue usai dikurangi biaya akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.

Bank Bukopin (BBKP) telah merealisasikan transaksi penyertaan peningkatan modal di anak usahanya PT Bukopin Finance. transaksi ini sudah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan. Perseroan telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar. Dengan adanya penambahan penyertaan modal tersebut, Perseroan memiliki 96,06% dari seluruh ssaham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh PT Bukopin Finance.

Radana Finance (HDFA) mendapatkan fasilitas kredit sindikasi dimana Penandatanganan akta Perjanjian Pinjaman dilakukan pada 29 Juni 2016. Pemberian fasilitas kredit sindikasi ini dalam bentuk senior term loan sebesar Rp820.000.000.

Eterindo Wahanatama (ETWA) membukukan penurunan tajam pendapatan hingga 31 Desember 2015 menjadi Rp395,79 miliar dibandingkan pendapatan di periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,00 triliun. Perseroan mencatatkan Rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik jadi Rp223,93 miliar dari rugi di 2014 sebesar Rp141,37 miliar.

Indo Straits (PTIS) membukuakn penruaunan tajam pendapatan sepanjang 2015 menjadi US$6,75 juta dibandingkan pendapatan pada periode tahun 2014 yang US$30,81 juta. Rugi bersih naik jadi US$12,87 juta dari rugi bersih di 2014 yang US$5,47 juta.

Energi Mega Persada (ENRG) mencatatkan peningkatan rugi bersih menjadi US$218,55 juta pada sepanjang tahun 2015 yang membukukan rugi sebesar US$54,31 juta yang dialami di tahun 2014. Penjualan turun jadi US$624,18 juta dari penjualan tahun 2014 yang US$669,12 juta

XL Axiata (EXCL) bersama PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menjalin kerja sama untuk mendukung upaya penyehatan industri telekomunikasi nasional berupa menara telekomunikasi. Saat ini proses terkait pembelian menara tersebut hampir selesai. 

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menjual saham hasil buyback atau treasury stock pada sebanyak 864.000.000 saham kepada Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Credit Suisse Limited. Harga penjualan dilakukan pada Rp 3.820 per saham atau total transaksi mencapai Rp 3.300.000.000.000. Dengan penjualan tersebut, maka jumlah saham treasuri yang sekarang masih dimiliki perseroan sejumlah 1.737.779.800 saham. Saham treasuri tersebut adalah hasil buyback perseroan pada periode 19 Mei 2011 hingga 19 November 2012.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) saat ini sedang menyelesaikan proyek pipa gas di kawasan industri Wijaya Kusuma, Semarang, Jawa Tengah sepanjang 9 km. Sebagian besar proyek di Wijaya Kusuma hampir selesai, saat ini pipa sepanjang 5,6 km dengan ukuran pipa 4-6 inchi sudah selesai dibangun. Sisanya sedang dalam tahap konstruksi.

Tembaga Mulia Semanan (TMBS) akan mulai diperdagangkan dengan nominal saham baru di pasar reguler dan negosiasi pada 12 Juli 2016 dan di pasar tunai pada 15 Juli 2016. Perseroan melakukan pemecahan nominal saham dari harga lama Rp 1.000 menjadi Rp 50 atau rasio 1:20, dimana jumlah saham perseroan akan menjadi 367.340.000 saham dari sebelumnya 18.367.000 saham.

Impack Pratama (IMPC) melakukan penerbitan Medium Term Notes I Tahun 2016 pada 27 Juni 2016 sebesar Rp 100 miliar dengan jangka waktu 2 tahun dan bunga MTN sebesar 11% per tahun. MTN ini dijamin sebesar 100% dari nilai pokok dengan mesin yang dimiliki perseroan. Dana hasil penerbitan MTN Impack Pratama Industri I ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan dan penambahan modal kerja.

Bukit Uluwatu Villa (BUVA) tengah menyelesaikan proyek Hotel Alila SCBD berbintang 5 yang akan memiliki 238 kamar. Proyek tersebut ditargetkan selesai tahun 2016 dan beroperasi pada akhir tahun 2016. Menurut manajemen, beroperasinya Hotel Alila SCBD akan meningkatkan signifikan pendapatan Perseroan. Proyek Hotel Alila SCBD menelan dana sekitar Rp 570 miliar-Rp 600 miliar. Perseroan optimis hotel ini akan banyak pengunjungnya baik lokal maupun asing, karena tempatnya strategis.

Bukit Uluwatu Villa (BUVA) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2016 sekitar Rp 470 miliar-Rp 500 miliar. Dana capex berasal dari sekitar 50% kas internal dan 50% pinjaman perbankan. Selama periode Januari-Mei 2016 Perseroan telah merealisasikan dana capex sekitar Rp 150 miliar. Rencananya dana tersebut akan habis dipakai seiring dengan proyek - proyek yang tengah digarap Perseroan tahun 2016. Sisanya akan dilanjutkan pada semester II 2016. Perseroan menargetkan penambahan setidaknya 238 kamar di akhir tahun 2016 dari hotel (resorts) Alila SCBD yang akan beroperasi di tahun 2016, The Cliff dan Alila Villas Bintan dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2017. BUVA juga sedang membangun Hotel Dialoog Banyuwangi yang tercakup dalam jaringan Hotel Dialoog yang merupakan brand kedua Perseroan setelah Alila. 

Apexindo Pratama Duta (APEX) mencatatkan pendapatan sebesar USD 43,41 juta per 31 Maret 2016 atau turun dari sebelumnya USD 65,37 juta. Rugi bersih tercatat USD 2,88 juta turun dari rugi bersih USD 3,21 juta pada triwulan I 2015.

Citra Maharlika Nusantara (CPGT) membukukan rugi Rp 237,99 miliar per 31 Desember 2015 dari rugi Rp 265,89 miliar pada periode sebelumnya. Pendapatan neto turun menjadi Rp 266,06 miliar dari sebelumnya Rp 490,59 miliar.

Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) akan mendorong bisnisnya di tahun 2016 dengan melakukan ekspansi pengembangan hotel dan taman rekreasi (theme park). Dana untuk pengembangan bisnis ini mencapai Rp 500 miliar, yaitu untuk membangun hotel dan taman rekreasi di Bogor, Malang, Surabaya, dan Medan. Pembangunan hotel dan taman rekreasi tersebut diperkirakan selesai pada tahun 2017 atau 2018.

Asuransi Dayin Mitra (ASDM) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 68 per saham kepada pemegang saham yang tercatat hingga 14 Juli 2016. Pembagian dividen pada 27 Juli 2016.

Bank Permata (BNLI), Bank Maybank Indonesia (BNII), BPD Jawa Tengah, BPD Yogyakarta, dan BPD Maluku dan Maluku Utara memberikan kredit sebesar Rp 820 miliar kepada Radana Bhaskara Finance (HDFA). Sindikasi tersebut terdiri dari Rp 120 miliar dari Bank Permata, Rp 350 miliar dari Bank Maybank Indonesia, Rp 200 miliar dari BPD Jawa Tengah, Rp 100 miliar dari BPD Yogyakarta, Rp 50 miliar dari BPD Maluku dan Maluku Utara. Bank Permata bertindak sebagai mandated lead arranger (MLA) dalam pemberian kredit sindikasi ini. Pemberian kredit ini berjangka waktu 3 tahun. Pemberian kredit ini diharapkan dapat menopang ekspansi bisnis Radana Finance, khususnya di segmen pembiayaan konsumer.

Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi C DPRD Jatim, dan Bank Jatim (BJTM) menyepakati spin off (pemisahan) Unit Syariah dilakukan pada tahun 2016, dengan catatan modal disetor Rp 500 miliar. Dengan dana Rp 500 miliar tersebut, Bank Jatim Syariah masuk skema Buku I. Namun ada kekhawatiran proses spin off Bank Jatim Syariah akan berdampak kepada penurunan rasio kecukupan modal Bank Jatim antara 3%-4%. Namun Bank Jatim sudah menyiapkan skema revaluasi aset, sehingga rasio kecukupan modal Bank Jatim dipastikan masih tetap stabil.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured