Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 28 Juli 2016

View Market IHSG 28Juli16

Prediksi IHSG;
Kehadiran Sri Mulyani menjabat menteri keuangan, memberikan optimisme karena rekam jejak Sri Mulyani dianggap berhasil memberantas korupsi di perpajakan dan melakukan reformasi keuangan. Selain itu pasar, berharap pemerintah yang tengah fokus kepada program tax amnesty sosok Sri Mulyani mampu dapat menjalankan program tersebut untuk dapat mendongkrak masuknya investasi ke Indonesia. Optimisme pasar ini terobsesi dari prestasinya bahwa Sri Mulyani tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi diakui dunia dengan mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia pada tahun 2007 dan 2008. Bahkan masuk dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia pada tahun 2008, 2014, dan 2016. Dari prestasi-prestasi inilah yang memberikan kepercayaan bahwa Sri Mulyani dapat memberikan yang terbaik bagi perekonomian serta kepercayaan investor asing bagi Indonesia.
Eforia pasar terhadap hasil reshuffle kabinet jilid II, diperkirakan masih akan berlangsung pada hari ini dan kembali akan mengantarkan IHSG menuju ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 5246/5217/5189
Resistance Level : 5302/5330/5359
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

PTPP: Trading Buy
 Close 3990, TP 4090
 Boleh buy di level 3950-3990
 Resistance di 4090 & support di 3950
 Waspadai jika tembus di 3950
 Batasi resiko di 3940

BMRI: Trading Buy
 Close 10100, TP 10325
 Boleh buy di level  10000-10100
 Resistance di 10325 & support di 9875
 Waspadai jika tembus di 9875
 Batasi resiko di 9425

BBNI : Trading Buy
 Close 5375, TP 5450
 Boleh buy di level  5300-5375
 Resistance di 5450 & support di 5275
 Waspadai jika tembus di 5275
 Batasi resiko di 5200

GGRM:  Trading Buy
 Close 69200, TP 70900
 Boleh buy di level  69100-69200
 Resistance di 70900 & support di 68350
 Waspadai jika tembus di 68350
 Batasi resiko di 68250

JPFA:  Trading Buy
 Close 1420, TP 1455
 Boleh buy di level  1410 -1420
 Resistance di 1455 & support di 1345
 Waspadai jika tembus di 1345
 Batasi resiko di 1335

DILD:  Trading Buy
 Close 560, TP 600
 Boleh buy di level  550-560
 Resistance di 600 & support di 540
 Waspadai jika tembus di 540
 Batasi resiko di 530

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
RALS, GJTL, ELSA, SMCB, SILO, MEDC, TOTL, PANR, AISA, BMTR, WSKT, TELE, ASII

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 27-Jul-16
 Crude Oil-(barel) US$42.71  (-0.21)
 Gold-(troy oz) US$1,321.05  (0.76)
 Nickel-(ton)  US$10,350.00  (-125.00)
 Tin-(ton) US$17,675.00  (-100.00)
 Coal (Newc)/ton US$61.05  (-1.35)
 CPO Mal/ton* MYR2,336.50 (-2.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,137.00 (-38.00)
*running

Agenda hari ini  - Kamis, 28 Juli 2016
RUPSLB
• MYRX - RUPST/LB - 28-Jul-16

Dividend
·   CTBN, cash dividend $0.0088, cum  27 Jul-16, ex 28 Jul-16
·   ISSP, cash dividend 5.00, cum 28 Jul-16, ex 29 Jul-16

Economic Calendar:
• pengumuman suku bunga The Fed bulan Juli 2016 dan statement FOMC
• indeks harga perumahan di Inggris versi Nationwide bulan Juli 2016
• data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Juli 2016
• data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Juli 2016
• data Jobless Claims AS per 22 Juli 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Bank Mandiri (BMRI) menyediakan layanan finansial kepada PT Monde Mahkota Biskuit (Khong Guan Group), berupa layanan pembiayaan distributor dan produk distribution card untuk meningkatkan bisnis jaringan group tersebut. Dalam kerjasama ini, PT Monde Mahkota Biskuit akan berperan sebagai penjamin pembiayaan serta menentukan distributor yang akan memperoleh pembiayaan Mandiri. Bagi PT Monde Mahkota Biskuit, dukungan pembiayaan ini akan memastikan adanya pembayaran piutang dari distributor secara tepat waktu. Sementara distributor akan mendapatkan tenggang waktu yang longgar untuk melunasi utangnya.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada semester II 2016 memproyeksikan kredit infrastruktur mencapai Rp 45 triliun atau 7% terhadap total kredit. BBRI mencatat realisasi kredit untuk infrastruktur per Juni 2016 mencapai Rp 38,5 triliun atau tumbuh 26% dibandingkan posisi Rp 30 triliun per Juni 2015. Kredit infrastruktur ini menguasai 6,51% terhadap total kredit BRI per Juni 2016, sedangkan pada periode yang sama porsi kredit infrastruktur sebesar 5,55%. BRI memiliki plafon kredit untuk infrastruktur sebesar Rp 52 triliun per Juni 2016, atau sudah 73,07% yang sudah dicairkan oleh debitur.

Wijaya Karya (WIKA) berpotensi membukukan kontrak baru sebesar Rp 18,32 triliun hingga akhir Juli 2016 atau 34,69% dari target kontrak tahun ini yang mencapai Rp 52,8 triliun. Kontrak baru tersebut meningkat 109% YoY. Hingga pekan ketiga Juli 2016, perseroan telah membukukan kontrak baru Rp 16,3 triliun atau 30,87% dari target kontrak baru 2016. Pencapaian tersebut tumbuh 86,49% YoY. Optimisme tersebut berasal dari progres penawaran terendah yang telah dicatatkan WIKA pada beberapa proyek, antara lain jembatan, pembangkit listrik, dermaga, dan irigasi, yang nilai totalnya diperkirakan mencapai Rp 8,01 triliun.

Pendapatan Summarecon Agung (SMRA) mengalami penurunan hingga Juni 2016 menjadi Rp 2,31 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,59 triliun. Biaya keuangan mengalami kenaikan dari Rp 210,22 miliar menjadi Rp 307,47 miliar pada semester I-2016. Laba bersih periode berjalan turun menjadi Rp 130,84 miliar pada semester I-2016, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 525,13 miliar.

Pakuwon Jati (PWON) membukukan pertumbuhan laba komprehensif sebesar 16,6% YoY menjadi Rp 961 miliar. Pendapatan bersih naik tipis menjadi Rp 2,44 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,42 triliun. Recurring income perseroan tumbuh 10,4% YoY menjadi Rp 1,2 triliun. Sedangkan pendapatan dari penjualan pengembangan properti turun dari Rp 1,31 triliun menjadi Rp 1,21 triliun. Peningkatan tersebut menyebabkan komposisi sumber pendapatan dari pengembangan properti dan recurring income berimbang masing-masing sebesar 50%.

Matahari Department Store (LPPF) membukukan laba bersih Rp 1,15 triliun pada semester I-2016, tumbuh 78,6% YoY. Pendapatan bersih mencapai Rp 5,18 triliun pada semester I-2016, meningkat 31,2% YoY. Adapun pertumbuhan penjualan per gerai (same store sales growth/SSSG) mencapai 27,1%. Pencapaian tersebut merupakan dampak bergesernya periode Lebaran, peningkatan permintaan dari pelanggan yang menjadi target perseroan, dan perbaikan pada penawaran produk yang dijual.

Sampoerna Agro (SGRO) membukukan kerugian sebesar Rp 84,21 miliar pada semester I-2016, dibandingkan laba sebesar Rp 98,48 miliar pada periode sama tahun lalu. Penjualan mengalami penurunan menjadi Rp 1,07 triliun dari Rp 1,31 triliun.

Pendapatan Astra Graphia (ASGR) tumbuh 26,75% YoY hingga Juni 2016 menjadi Rp 1,21 triliun. Naiknya beban pajak menjadi Rp 33,09 miliar dari Rp 30,31 miliar menyebabkan laba bersih turun tipis menjadi Rp 95,32 miliar dibandingkan laba bersih Rp 97,45 miliar hingga Juni tahun lalu.

Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan laba bersih Rp3,02 triliun, meningkat 43,3% YoY. Ini merupakan hasil nyata dari kepercayaan para perokok dewasa, merek-merek yang kuat, karyawan yang berdedikasi, dan mitra bisnis yang berkomitmen. Penjualan perseroan mencapai Rp47,33 triliun, meningkat 8,21% YoY.

Unilever Indonesia (UNVR) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,21% YoY menjadi Rp3,2 triliun pada 1H16 yang didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 10,31% YoY menjadi Rp20,74 triliun. Penjualan tersebut didorong oleh pertumbuhan segmen home dan personal care yang tumbuh 8,4% YoY serta foods dan refreshment sebesar 14,5% YoY.

Intiland Development (DILD) optimis kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) dapat menggairahkan industri properti di Indonesia. Dana yng terhimpun dari kebijakan tersebut salah satunya diperkirakan masuk ke sektor properti. Sejumlah produk yang disiapkan perseroan untuk mengantisipasi tax amnesty tersebut di antaranya adalah apartemen Regatta di Jakarta. Apartemen yang kini memasuki tahap kedua itu memiliki harga Rp30 juta per meter persegi dengan kisaran harga jual Rp3-5 miliar per unit. Saat ini penjualan telah mencapai 51%. Produk lainnya yang disiapkan DILD adalah 1 Park Avenue di Jakarta Selatan. Dalam mengantisipasi dampak tax amnesty, baik di Regatta maupun 1 Park Avenue akan disiapkan program seperti diskon tunai dan tenor pembayaran yang menarik konsumen. Selain di Jakarta, perseroan juga menyiapkan produk kelas atas di Surabaya, Jawa Timur, antara lain The Rosebay yang diluncurkan Januari 2016.

Visi Media Asia (VIVA) bersiap mempercepat pelunasan (prepayment) utang senilai US$160,8 juta atau sekitar Rp2,1 triliun kepada Credit Suisse AG cabang Singapura. Sumber dana pelunasan utang berasal dari pinjaman baru serta hasil divestasi 15% saham anak usahanya, Intermedia Capital (MDIA).

PT Bank Muamalat Indonesia dan Bank Bukopin (BBKP) menjalin kerja sama mekanisme transaksi surat berharga syariah dengan janji membeli kembali atau repo berdasarkan prinsip syariah dengan nilai Rp 100 miliar. Lingkup kerja sama yang disepakati antara lain membuka jalur transaksi repo, menggerakkan frekuensi perdagangan sukuk surat berharga syariah negara (SBSN) di pasar sekunder, dan memunculkan alternatif rencana kontingensi likuiditas yang tidak bergantung limit.

Anak usaha Bukit Uluwatu (BUVA), yaitu PT Bukit Lentera Sejahtera telah mendapatkan fasilitas kredit dari Bank QNB Indonesia (BKSW) pada 25 Juli 2016 sebesar Rp 100 miliar yang akan digunakan untuk pembiayaan konstruksi Alila SCBD Jakarta. Bukit Lentera Sejahtera adalah anak usaha perseroan dengan kepemilikan 60%. Pinjaman ini dijamin dengan hak kerja sama BLS dengan Danayasa Arthatama, klaim asuransi dan bangunan berupa hotel seluas 5.065 m2.

AKR Corporindo (AKRA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2016 sebesar Rp 70 per saham pada 25 Agustus 2016. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Agustus 2016 dengan recording date pada 5 Agustus 2016.

Astra Agro Lestari (AALI) mencatat pertumbuhan laba bersih per Juni 2016 sebesar 78,23% menjadi Rp 792,13 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 444,43 miliar lalu. Pendapatan bersih turun menjadi Rp 6,34 triliun dari sebelumnya Rp 7,22 triliun. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp 1,07 triliun dari sebelumnya Rp 677,98 miliar. Penurunan beban perseroan menjadi Rp 254,76 miliar dari sebelumnya Rp 962,55 miliar terutama karena laba kurs sebesar Rp 259,91 miliar dari rugi kurs tahun sebelumnya Rp 359,61 miliar.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) membukukan kenaikan laba bersih per Juni 2016 sebesar 33,28% YoY menjadi Rp 9,92 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 7,44 triliun. Pendapatan naik menjadi Rp 56,45 triliun dari sebelumnya Rp 48,84 triliun.

Perdana Karya Perkasa (PKPK) mencatatkan penurunan pendapatan usaha per Juni 2016 menjadi Rp 556,88 juta dibandingkan sebelumnya Rp 18,68 miliar. Rugi bersih tercatat Rp 4,99 miliar turun dari rugi bersih Rp 25,52 miliar pada Juni 2015.

Hero Supermarket (HERO) membukukan pendapatan bersih per Juni 2016 sebesar Rp 7,20 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 7,23 triliun. Laba bersih tercatat Rp 19,90 miliar dari sebelumnya rugi bersih Rp 31,59 miliar.

Bank Ina Perdana (BINA) meraih pendapatan bunga sebesar Rp 119,33 miliar hingga Juni 2016 dibandingkan sebelumnya Rp 106,54 miliar. Total pendapatan operasional lainnya naik menjadi Rp 2,84 miliar dari sebelumnya Rp 2,48 miliar. Laba sebelum pajak menjadi Rp 15,73 miliar dari sebelumnya Rp 6,07 miliar. Laba tahun berjalan naik menjadi Rp 12,07 miliar dari sebelumnya Rp 4,14 miliar.

Jaya Pari Steel (JPRS) membukukan penurunan penjualan bersih per Juni 2016 menjadi Rp 26,67 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 102,56 miliar. Rugi periode berjalan naik menjadi Rp 18,35 miliar dari rugi periode berjalan Rp 4,28 miliar.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured