Prediksi IHSG;
Indonesia mencatatkan defisit 1,83% terhadap PDB di semester I 2016, sebesar Rp 230,7 triliun. Meski defisit itu masih di bawah target APBN-P 2016 yang sebesar 2,35%, tetapi lebih tinggi dibanding defisit 0,73% pada semester I 2015. Meningkatnya defisit itu karena penerimaan negara yang rendah yaitu mencapai 25,5% dari target APBN-P 2016. Sebaliknya belanja negara pada semester I 2016 lebih tinggi dari semester I 2015. Meski demikian pemerintah tetap optimis defisit anggaran hingga akhir tahun tidak akan melebihi target, dimana defisit anggaran di semester II 2016 hanya 0,5%. Optimisme itu didorong oleh keyakinan perolehan penerimaan pajak dari hasil tax amnesty. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 6,5% dan BI 7-day reverse repo rate 5,25%. Kebijakan BI mempertahankan BI 7-day repo rate itu sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga.
Kebijakan BI untuk mempertahankan BI rate direspon negatif oleh pasar dan menekan IHSG. Karena pasar memprediksi BI akan menurunkan BI rate dalam rangka mendorong perekonomian. Sedang nilai rupiah sedikit menguat dari sebelumnya, tetapi ditutup di atas Rp 13.100/USD. Rally IHSG berpeluang tertahan untuk sementara, karena faktor teknis, yang telah overbought. Sentimen tax amnesty untuk sementara diabaikan. Namun Kami percaya tax amnesty masih akan menjadi katalis ke depan sehubungan dengan ekspektasi yang tinggi akan efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perspektif tenikal
Support Level : 5198/5178/5143
Resistance Level : 5253/5288/5307
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 7375, TP 7475
Boleh buy di level 7300-7375
Resistance di 7475 & support di 7300
Waspadai jika tembus di 7300
Batasi resiko di 7250
BJBR: Trading Buy
Close 1190, TP 1210
Boleh buy di level 1175-1190
Resistance di 1210 & support di 1175
Waspadai jika tembus di 1175
Batasi resiko di 1165
PGAS : Trading Buy
Close 2890, TP 2960
Boleh buy di level 2880-2890
Resistance di 2960 & support di 2840
Waspadai jika tembus di 2840
Batasi resiko di 2830
ADHI: Trading Buy
Close 2720, TP 2790
Boleh buy di level 2700-2720
Resistance di 2790 & support di 2690
Waspadai jika tembus di 2690
Batasi resiko di 2670
JPFA: Trading Buy
Close 1420, TP 1480
Boleh buy di level 1410-1420
Resistance di 1480 & support di 1320
Waspadai jika tembus di 1320
Batasi resiko di 1310
INAF: Trading Buy
Close 1570, TP 1610
Boleh buy di level 1560-1570
Resistance di 1610 & support di 1510
Waspadai jika tembus di 1510
Batasi resiko di 1500
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
WTON, SMGR, ASII, INDF, BSDE, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 21-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$45.79 (0.04)
Gold-(troy oz) US$1,322.03 (6.03)
Nickel-(ton) US$10,580.00 (20.00)
Tin-(ton) US$17,815.00 (115.00)
Coal (Newc)/ton US$60.90 (-1.50)
CPO Mal/ton* MYR2,368.50 (49.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,099.00 (-13.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 22 Juli 2016
RUPSLB
• ENRG – RUPST/LB
• PTIS – RUPST
Economic Calendar:
• indeks Flash Manufacturing PMI Perancis bulan Juli 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI Jerman bulan Juli 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI kawasan Euro bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Adira Dinamika Multifinance (ADMF) memperoleh pinjaman sebesar US$225 juta dimana BNP Paribas dan DBS Bank menjadi mandated lead arrangers dan sole book runners. Perseroan berencana melakukan lindung nilai penuh ke dalam mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang dan suku bunga.
Medco Energi Internasional (MEDC) dan PT Bangun Copta Kontraktor mendirikan perusahaan patungan PT Meta Adhya Tirta Umbulan. Kedua perusahaan menyetor modal Rp700 miliar kepada anak usaha tersebut. Perusanagan patungan ini disiapkan untuk menggarap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang nilai investasinya mencapai Rp2,05 triliun dan sudah terkatung-katung sejak 43 tahun lalu.
Wijaya Karya Beton (WTON), telah merealisasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga semester pertama tahun ini mencapai 45-50% dari total yang dicanangkan di awal tahun ini sekitar Rp425-450 miliar. Dana capex tersebut telah digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dengan mendirikan pabrik baru.
AKR Corporindo (AKRA) tengah melakukan persiapan untuk menjual lahan seluas 100 hektare di Gresik kepada PT Freeport Indonesia. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan smelter dengan investasi diperkirakan Rp30 triliun. Apabila transaksi penjualan lahan ini selesai, maka perseroan bisa melebihi target penjualan lahan industri sebesar 60 hektare tahun ini. Jumlah tersebut lebih luas dua kali lipat dibandingkan realisasi prapenjualan sepanjang tahun lalu seluas 23 hektare.
Pertamina Lubricants, anak usaha Pertamina, yang bergerak di bidang pelumas, tengah mempertimbangkan untuk go public di Bursa Efek Indonesia pada 2017. Saat ini perseroan sedang mencari mitra perusahaan pelumas lokal atau global melalui aksi korporasi seperti merger atau akuisisi. Dengan demikian, persentase saham yang akan dilepas sangat tergantung pada seberapa besar dan strategic-nya partner perseroan dapat memberikan kontribusi pencapaian target yang telah ditetapkan sesuai rencana jangka panjang perusahaan (RJPP).
Wijaya Karya (WIKA) mengincar kontrak baru sekitar Rp35 triliun dalam jangka waktu Agustus-Desember 2016. Target tersebut sekitar 66% dari target kontrak baru Rp52,8 triliun sepanjang 2016. Sampai dengan Juli 2016, perseroan telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp18,33 triliun. Adapun target kontrak baru yang diincar perseroan tersebut diharapkan berasal dari lelang yang akan diikuti. Perseroan akan mengikuti lelang senilai Rp64,3 triliun yang terdiri dari lelang proyek bangunan gedung Rp8,7 triliun, proyek industrial plant Rp23,5 triliun, proyek pembangkit listrik Rp9,1 triliun, proyek jalan dan jembatan Rp18 triliun, dan proyek pelabuhan Rp4 triliun. Dari nilai lelang itu, perseroan menargetkan dapat memenangkan lelang sekitar Rp17 triliun. Di samping target itu, perseroan juga menargetkan kontrak baru dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp18-Rp19 triliun dapat terealisasi pada akhir Juli atau Agustus.
Mitra Investindo (MITI) terpaksa haru menahan diri untuk membeli saham dalam Benakat Oil karena belum disetujui pemegang saham, Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diadakan pada 21 Juli, belum memenuhi kuorum, karena hanya didatangi 16,77% pemegang saham.
Bank Bukopin (BBKP) menargetkan menyerap dana amnesti pajak sebesar Rp20 triliun. Untuk itu perseroan menyiapkan berbagai produk, jaringan, dan sumber daya manusis (SDM). Dari sisi proyek, perseroan berencana menerbitkan medium term notes (MTN) sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Produk lain yang disiapkan adalah deposito multicurrency bagi wajib pajak yang ingin menempatkan dana di luar Rupiah. Sementara dari sisi jaringan, perseroan menjalin kerja sama dengan institusi lain dan bank. Kerja sama dengan bank lain adalah dengan bank kategori BUKU I dan II yang tidak menjadi bank pintu masuk dana amnesty pajak. Sedangkan dari sisi SDM, perseroan menyiapkan tim khusus yang berfungsi memasarkan dan mengoptimalkan terselenggaranya amnesty pajak.
Summarecon Agung (SMRA) membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) unit properti sebesar Rp 1,7 triliun pada semester I-2016. Perolehan tersebut setara dengan 37,7% dari total target sebesar Rp 4,5 triliun sepanjang tahun ini. Meskipun di bawah target, perseroan optimistis terhadap realisasi target tahun ini. Peningkatan penjualan ditopang sejumlah proyek properti pada semester II tahun ini. Dalam beberapa bulan mendatang, SMRA akan meluncurkan sejumlah proyek baru di Summarecon Serpong, Bandung, dan Karawang. Perseroan berharap relaksasi peraturan kredit rumah melalui sistem inden dari BI dapat mendorong penjualan properti melalui kredit pemilikan rumah ke depan.
Provident Capital Indonesia dan Karya Investment Pte Ltd berencana menjual sebanyak 61,5 juta saham Tower Bersama Infrastructure (TBIG). Nilai penjualan diperkirakan sekitar Rp 393 miliar. Sebelum saham tersebut dijual, Provident Capital mengendalikan 1,18 miliar saham TBIG atau setara 24,6%. Adapun harga penawaran saham TBIG sebesar Rp 6.400 per saham. Para pemegang saham TBIG juga memiliki opsi tambahan menjual sebanyak 20,5 juta saham.
Konsorsium Medco Energi Internasional (MEDC) dan Bangun Cipta Kontraktor mendirikan perusahaan patungan Meta Adhya Tirta Umbulan. Keduanya langsung menyetor modal Rp 700 miliar kepada anak usaha tersebut. Perusahaan patungan tersebut disiapkan untuk menggarap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang nilai investasinya mencapai Rp 2,05 triliun. Komposisi kepemilikan Meta Adhya Tirta Umbulan sebanyak 70% sahamnya dimiliki oleh MEDC, sedangkan 30% sisanya dikuasai Bangun Cipta.
Pacific Strategic Financial (APIC) akan melakukan rights issue senilai Rp 926,2 miliar. Perseroan akan menerbitkan 8,82 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 105 per saham. Perseroan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk melakukan peningkatan penyertaan modal sebesar 21,74% kepada Pacific Capital. APIC juga akan menggunakan dana sebesar 27,17% untuk penyertaan modal kepada Pacific Capital Investment. Selanjutnya, sekitar 17,94% dana hasil rights issue akan digunakan untuk peningkatan penyertaan modal kepada Pacific Multifinance dan sekitar 32,61% untuk Pacific Strategic Invesco ditempatkan pada Pacific Life Insurance. Sekitar 0,54% akan digunakan untuk modal kerja perseroan. Rasio ditetapkan 1:3. Dalam pelaksanaan rights issue tahap II, APIC juga menerbitkan waran seri II sebanyak 980,1 juta saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 per waran.
Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) berhasil mendapatkan pinjaman sebesar USD 225 juta. Perseroan berencana melakukan lindung nilai penuh ke dalam mata uang Rupiah untuk memitigasi risiko mata uang dan suku bunga. Pencarian pinjaman sindikasi tersebut kelebihan permintaan sekitar tiga kali dari rencana awal.
Bank Kesejahteraan Ekonomi berencana mencatatkan sahamnya di BEI pada 2017 atau awal 2018. Perseroan siap melepas 35-40% saham ke publik melalui IPO. Adapun target perolehan dana dalam aksi korporasi tersebut mencapai sekitar Rp 600-700 miliar. IPO tersebut dilakukan untuk memenuhi kriteria BUKU II hingga modal minimum Rp 1 triliun.
Grand Kartech Tbk (KRAH), mengalami kerugian sebesar Rp6,82 miliar di tahun lalu, yang disebabkan oleh tertundanya kinerja perseroan ke tahun selanjutnya, serta kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil.
Pemerintah telah memberikan mandat kepada 4 bank untuk mengatur dana repatriasi di bawah program tax amnesty. Empat bank tersebut adalah Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA). Sebelumnya disebutkan 18 bank telah diajak bertemu untuk mengatur dana tax amnesty. Namun bank-bank ini masih menunggu surat resmi penunjukan mandat tersebut.
Bank CIMB Niaga (BNGA) ditunjuk Pemerintah sebagai bank persepsi dan gateway untuk menampung dana hasil repatriasi maupun tebusan para wajib pajak yang ikut tax amnesty. BNGA menyatakan siap menyerap dana hasil repatriasi tersebut. CIMB Niaga akan membantu nasabah yang ingin mengembangkan aset repatriasi yang dimiliki menjadi lebih optimal.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) mencatat laba bersih di semester I 2016 tumbuh sebesar 7,01% (YoY) atau sebesar Rp 561,10 miliar. Kenaikan laba bersih salah satunya didukung oleh pertumbuhan penyaluran naik 8,18% atau sebesar Rp 2,40 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih didominasi oleh dana murah yaitu Tabungan yang tumbuh sebesar Rp 12,38 triliun ataun naik 35,62% YoY. CASA rasio BJTM tetap terjaga sebesar 68,79%. Return on Equity (ROE) sebesar 20,87%, Nett Interest Margin (NIM) sebesar 6,69%, Return On Asset (ROA) sebesar 3,18%, Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) 70,56% serta Loan to Deposit Ratio (LDR) 72,64%.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) II Bank Pundi (BEKS) menyetujui akuisisi Bank Pundi oleh Pemprov Banten maksimal sebesar 68%. Pemprov Banten akan masuk melalui PT Banten Global Development (BGD), BUMD milik Pemprov Banten. Nantinya BGD akan mengakuisisi Bank Pundi melalui 3 tahap, yaitu Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV atau rights issue sebesar 35%, Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV sebesar 51%, dan pembelian saham dari PT Recapital Securities dan pemegang saham lain sampai 68%. Harga rights issue akan ditentukan setelah regulator mikroprudensial memberikan persetujuan. Saat ini harga saham seri B sebanyak 10,7 miliar saham adalah Rp 18 per saham, dan harga saham seri A sebanyak 218 miliar saham adalah Rp 100 rupiah per saham.
Anak usaha Panorama Sentrawisata (PANR) yakni PT Panorama Tours Indonesia (PTI) melepas kepemilikan 999 saham PT Parade Adicara Indonesia (PAI) dengan nilai transaksi Rp 999.000.000 pada tanggal 19 Juli 2016. Setelah transaksi tersebut, baik PTI secara langsung ataupun perseroan secara tidak langsung tidak mempunyai kepemilikan saham terhadap PAI.
Steel Pipe Industry of Indonesia/Spindo (ISSP) akan meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan program pemerintah yang akan mendorong pembangunan infrastruktur mulai semester II 2016, permintaan produk pipa baja akan semakin meningkat, terutama akan banyak dari proyek infrastruktur. Sementara pada semester I 2016 masih banyak mengandalkan dari ritel. Perseroan yakin pertumbuhan akan bisa di atas 20%. Sejak adanya tax amnesty, permintaan diperkirakan akan semakin besar. Sebab salah satu fokus dana tax amnesty adalah pembangunan infrastruktur. Perseroan juga akan menambah beberapa depo baru di luar Jawa, terutama di Indonesia Timur, karena merupakan kawasan yang akan dikebut infrastrukturnya. Pada semester I 2016 perseroan telah menaikkan produksi hingga 20% dari sebelumnya.
Vale Indonesia (INCO) mencatat produksi 19.362 metrik ton nikel dalam matte di triwulan II 2016, atau lebih tinggi dibandingkan produksi di triwulan I 2016 saat aktivitas pemeliharaan yang sudah direncanakan selesai. Perseroan optimis dapat mencapai target produksi tahun 2016 sekitar 80.000 ton. Volume produksi di triwulan II 2016 lebih tinggi 15% dibandingkan volume produksi yang direalisasikan di triwulan I sebesar 16.894 ton. Produksi di triwulan II 2016 lebih tinggi sekitar 1% YoY dibandingkan produksi di triwulan II 2015.
Indonesia mencatatkan defisit 1,83% terhadap PDB di semester I 2016, sebesar Rp 230,7 triliun. Meski defisit itu masih di bawah target APBN-P 2016 yang sebesar 2,35%, tetapi lebih tinggi dibanding defisit 0,73% pada semester I 2015. Meningkatnya defisit itu karena penerimaan negara yang rendah yaitu mencapai 25,5% dari target APBN-P 2016. Sebaliknya belanja negara pada semester I 2016 lebih tinggi dari semester I 2015. Meski demikian pemerintah tetap optimis defisit anggaran hingga akhir tahun tidak akan melebihi target, dimana defisit anggaran di semester II 2016 hanya 0,5%. Optimisme itu didorong oleh keyakinan perolehan penerimaan pajak dari hasil tax amnesty. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 6,5% dan BI 7-day reverse repo rate 5,25%. Kebijakan BI mempertahankan BI 7-day repo rate itu sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga.
Kebijakan BI untuk mempertahankan BI rate direspon negatif oleh pasar dan menekan IHSG. Karena pasar memprediksi BI akan menurunkan BI rate dalam rangka mendorong perekonomian. Sedang nilai rupiah sedikit menguat dari sebelumnya, tetapi ditutup di atas Rp 13.100/USD. Rally IHSG berpeluang tertahan untuk sementara, karena faktor teknis, yang telah overbought. Sentimen tax amnesty untuk sementara diabaikan. Namun Kami percaya tax amnesty masih akan menjadi katalis ke depan sehubungan dengan ekspektasi yang tinggi akan efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perspektif tenikal
Support Level : 5198/5178/5143
Resistance Level : 5253/5288/5307
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 7375, TP 7475
Boleh buy di level 7300-7375
Resistance di 7475 & support di 7300
Waspadai jika tembus di 7300
Batasi resiko di 7250
BJBR: Trading Buy
Close 1190, TP 1210
Boleh buy di level 1175-1190
Resistance di 1210 & support di 1175
Waspadai jika tembus di 1175
Batasi resiko di 1165
PGAS : Trading Buy
Close 2890, TP 2960
Boleh buy di level 2880-2890
Resistance di 2960 & support di 2840
Waspadai jika tembus di 2840
Batasi resiko di 2830
ADHI: Trading Buy
Close 2720, TP 2790
Boleh buy di level 2700-2720
Resistance di 2790 & support di 2690
Waspadai jika tembus di 2690
Batasi resiko di 2670
JPFA: Trading Buy
Close 1420, TP 1480
Boleh buy di level 1410-1420
Resistance di 1480 & support di 1320
Waspadai jika tembus di 1320
Batasi resiko di 1310
INAF: Trading Buy
Close 1570, TP 1610
Boleh buy di level 1560-1570
Resistance di 1610 & support di 1510
Waspadai jika tembus di 1510
Batasi resiko di 1500
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
WTON, SMGR, ASII, INDF, BSDE, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 21-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$45.79 (0.04)
Gold-(troy oz) US$1,322.03 (6.03)
Nickel-(ton) US$10,580.00 (20.00)
Tin-(ton) US$17,815.00 (115.00)
Coal (Newc)/ton US$60.90 (-1.50)
CPO Mal/ton* MYR2,368.50 (49.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,099.00 (-13.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 22 Juli 2016
RUPSLB
• ENRG – RUPST/LB
• PTIS – RUPST
Economic Calendar:
• indeks Flash Manufacturing PMI Perancis bulan Juli 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI Jerman bulan Juli 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI kawasan Euro bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Adira Dinamika Multifinance (ADMF) memperoleh pinjaman sebesar US$225 juta dimana BNP Paribas dan DBS Bank menjadi mandated lead arrangers dan sole book runners. Perseroan berencana melakukan lindung nilai penuh ke dalam mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang dan suku bunga.
Medco Energi Internasional (MEDC) dan PT Bangun Copta Kontraktor mendirikan perusahaan patungan PT Meta Adhya Tirta Umbulan. Kedua perusahaan menyetor modal Rp700 miliar kepada anak usaha tersebut. Perusanagan patungan ini disiapkan untuk menggarap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang nilai investasinya mencapai Rp2,05 triliun dan sudah terkatung-katung sejak 43 tahun lalu.
Wijaya Karya Beton (WTON), telah merealisasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga semester pertama tahun ini mencapai 45-50% dari total yang dicanangkan di awal tahun ini sekitar Rp425-450 miliar. Dana capex tersebut telah digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dengan mendirikan pabrik baru.
AKR Corporindo (AKRA) tengah melakukan persiapan untuk menjual lahan seluas 100 hektare di Gresik kepada PT Freeport Indonesia. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan smelter dengan investasi diperkirakan Rp30 triliun. Apabila transaksi penjualan lahan ini selesai, maka perseroan bisa melebihi target penjualan lahan industri sebesar 60 hektare tahun ini. Jumlah tersebut lebih luas dua kali lipat dibandingkan realisasi prapenjualan sepanjang tahun lalu seluas 23 hektare.
Pertamina Lubricants, anak usaha Pertamina, yang bergerak di bidang pelumas, tengah mempertimbangkan untuk go public di Bursa Efek Indonesia pada 2017. Saat ini perseroan sedang mencari mitra perusahaan pelumas lokal atau global melalui aksi korporasi seperti merger atau akuisisi. Dengan demikian, persentase saham yang akan dilepas sangat tergantung pada seberapa besar dan strategic-nya partner perseroan dapat memberikan kontribusi pencapaian target yang telah ditetapkan sesuai rencana jangka panjang perusahaan (RJPP).
Wijaya Karya (WIKA) mengincar kontrak baru sekitar Rp35 triliun dalam jangka waktu Agustus-Desember 2016. Target tersebut sekitar 66% dari target kontrak baru Rp52,8 triliun sepanjang 2016. Sampai dengan Juli 2016, perseroan telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp18,33 triliun. Adapun target kontrak baru yang diincar perseroan tersebut diharapkan berasal dari lelang yang akan diikuti. Perseroan akan mengikuti lelang senilai Rp64,3 triliun yang terdiri dari lelang proyek bangunan gedung Rp8,7 triliun, proyek industrial plant Rp23,5 triliun, proyek pembangkit listrik Rp9,1 triliun, proyek jalan dan jembatan Rp18 triliun, dan proyek pelabuhan Rp4 triliun. Dari nilai lelang itu, perseroan menargetkan dapat memenangkan lelang sekitar Rp17 triliun. Di samping target itu, perseroan juga menargetkan kontrak baru dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp18-Rp19 triliun dapat terealisasi pada akhir Juli atau Agustus.
Mitra Investindo (MITI) terpaksa haru menahan diri untuk membeli saham dalam Benakat Oil karena belum disetujui pemegang saham, Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diadakan pada 21 Juli, belum memenuhi kuorum, karena hanya didatangi 16,77% pemegang saham.
Bank Bukopin (BBKP) menargetkan menyerap dana amnesti pajak sebesar Rp20 triliun. Untuk itu perseroan menyiapkan berbagai produk, jaringan, dan sumber daya manusis (SDM). Dari sisi proyek, perseroan berencana menerbitkan medium term notes (MTN) sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Produk lain yang disiapkan adalah deposito multicurrency bagi wajib pajak yang ingin menempatkan dana di luar Rupiah. Sementara dari sisi jaringan, perseroan menjalin kerja sama dengan institusi lain dan bank. Kerja sama dengan bank lain adalah dengan bank kategori BUKU I dan II yang tidak menjadi bank pintu masuk dana amnesty pajak. Sedangkan dari sisi SDM, perseroan menyiapkan tim khusus yang berfungsi memasarkan dan mengoptimalkan terselenggaranya amnesty pajak.
Summarecon Agung (SMRA) membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) unit properti sebesar Rp 1,7 triliun pada semester I-2016. Perolehan tersebut setara dengan 37,7% dari total target sebesar Rp 4,5 triliun sepanjang tahun ini. Meskipun di bawah target, perseroan optimistis terhadap realisasi target tahun ini. Peningkatan penjualan ditopang sejumlah proyek properti pada semester II tahun ini. Dalam beberapa bulan mendatang, SMRA akan meluncurkan sejumlah proyek baru di Summarecon Serpong, Bandung, dan Karawang. Perseroan berharap relaksasi peraturan kredit rumah melalui sistem inden dari BI dapat mendorong penjualan properti melalui kredit pemilikan rumah ke depan.
Provident Capital Indonesia dan Karya Investment Pte Ltd berencana menjual sebanyak 61,5 juta saham Tower Bersama Infrastructure (TBIG). Nilai penjualan diperkirakan sekitar Rp 393 miliar. Sebelum saham tersebut dijual, Provident Capital mengendalikan 1,18 miliar saham TBIG atau setara 24,6%. Adapun harga penawaran saham TBIG sebesar Rp 6.400 per saham. Para pemegang saham TBIG juga memiliki opsi tambahan menjual sebanyak 20,5 juta saham.
Konsorsium Medco Energi Internasional (MEDC) dan Bangun Cipta Kontraktor mendirikan perusahaan patungan Meta Adhya Tirta Umbulan. Keduanya langsung menyetor modal Rp 700 miliar kepada anak usaha tersebut. Perusahaan patungan tersebut disiapkan untuk menggarap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang nilai investasinya mencapai Rp 2,05 triliun. Komposisi kepemilikan Meta Adhya Tirta Umbulan sebanyak 70% sahamnya dimiliki oleh MEDC, sedangkan 30% sisanya dikuasai Bangun Cipta.
Pacific Strategic Financial (APIC) akan melakukan rights issue senilai Rp 926,2 miliar. Perseroan akan menerbitkan 8,82 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 105 per saham. Perseroan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk melakukan peningkatan penyertaan modal sebesar 21,74% kepada Pacific Capital. APIC juga akan menggunakan dana sebesar 27,17% untuk penyertaan modal kepada Pacific Capital Investment. Selanjutnya, sekitar 17,94% dana hasil rights issue akan digunakan untuk peningkatan penyertaan modal kepada Pacific Multifinance dan sekitar 32,61% untuk Pacific Strategic Invesco ditempatkan pada Pacific Life Insurance. Sekitar 0,54% akan digunakan untuk modal kerja perseroan. Rasio ditetapkan 1:3. Dalam pelaksanaan rights issue tahap II, APIC juga menerbitkan waran seri II sebanyak 980,1 juta saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 per waran.
Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) berhasil mendapatkan pinjaman sebesar USD 225 juta. Perseroan berencana melakukan lindung nilai penuh ke dalam mata uang Rupiah untuk memitigasi risiko mata uang dan suku bunga. Pencarian pinjaman sindikasi tersebut kelebihan permintaan sekitar tiga kali dari rencana awal.
Bank Kesejahteraan Ekonomi berencana mencatatkan sahamnya di BEI pada 2017 atau awal 2018. Perseroan siap melepas 35-40% saham ke publik melalui IPO. Adapun target perolehan dana dalam aksi korporasi tersebut mencapai sekitar Rp 600-700 miliar. IPO tersebut dilakukan untuk memenuhi kriteria BUKU II hingga modal minimum Rp 1 triliun.
Grand Kartech Tbk (KRAH), mengalami kerugian sebesar Rp6,82 miliar di tahun lalu, yang disebabkan oleh tertundanya kinerja perseroan ke tahun selanjutnya, serta kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil.
Pemerintah telah memberikan mandat kepada 4 bank untuk mengatur dana repatriasi di bawah program tax amnesty. Empat bank tersebut adalah Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA). Sebelumnya disebutkan 18 bank telah diajak bertemu untuk mengatur dana tax amnesty. Namun bank-bank ini masih menunggu surat resmi penunjukan mandat tersebut.
Bank CIMB Niaga (BNGA) ditunjuk Pemerintah sebagai bank persepsi dan gateway untuk menampung dana hasil repatriasi maupun tebusan para wajib pajak yang ikut tax amnesty. BNGA menyatakan siap menyerap dana hasil repatriasi tersebut. CIMB Niaga akan membantu nasabah yang ingin mengembangkan aset repatriasi yang dimiliki menjadi lebih optimal.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) mencatat laba bersih di semester I 2016 tumbuh sebesar 7,01% (YoY) atau sebesar Rp 561,10 miliar. Kenaikan laba bersih salah satunya didukung oleh pertumbuhan penyaluran naik 8,18% atau sebesar Rp 2,40 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih didominasi oleh dana murah yaitu Tabungan yang tumbuh sebesar Rp 12,38 triliun ataun naik 35,62% YoY. CASA rasio BJTM tetap terjaga sebesar 68,79%. Return on Equity (ROE) sebesar 20,87%, Nett Interest Margin (NIM) sebesar 6,69%, Return On Asset (ROA) sebesar 3,18%, Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) 70,56% serta Loan to Deposit Ratio (LDR) 72,64%.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) II Bank Pundi (BEKS) menyetujui akuisisi Bank Pundi oleh Pemprov Banten maksimal sebesar 68%. Pemprov Banten akan masuk melalui PT Banten Global Development (BGD), BUMD milik Pemprov Banten. Nantinya BGD akan mengakuisisi Bank Pundi melalui 3 tahap, yaitu Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV atau rights issue sebesar 35%, Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV sebesar 51%, dan pembelian saham dari PT Recapital Securities dan pemegang saham lain sampai 68%. Harga rights issue akan ditentukan setelah regulator mikroprudensial memberikan persetujuan. Saat ini harga saham seri B sebanyak 10,7 miliar saham adalah Rp 18 per saham, dan harga saham seri A sebanyak 218 miliar saham adalah Rp 100 rupiah per saham.
Anak usaha Panorama Sentrawisata (PANR) yakni PT Panorama Tours Indonesia (PTI) melepas kepemilikan 999 saham PT Parade Adicara Indonesia (PAI) dengan nilai transaksi Rp 999.000.000 pada tanggal 19 Juli 2016. Setelah transaksi tersebut, baik PTI secara langsung ataupun perseroan secara tidak langsung tidak mempunyai kepemilikan saham terhadap PAI.
Steel Pipe Industry of Indonesia/Spindo (ISSP) akan meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan program pemerintah yang akan mendorong pembangunan infrastruktur mulai semester II 2016, permintaan produk pipa baja akan semakin meningkat, terutama akan banyak dari proyek infrastruktur. Sementara pada semester I 2016 masih banyak mengandalkan dari ritel. Perseroan yakin pertumbuhan akan bisa di atas 20%. Sejak adanya tax amnesty, permintaan diperkirakan akan semakin besar. Sebab salah satu fokus dana tax amnesty adalah pembangunan infrastruktur. Perseroan juga akan menambah beberapa depo baru di luar Jawa, terutama di Indonesia Timur, karena merupakan kawasan yang akan dikebut infrastrukturnya. Pada semester I 2016 perseroan telah menaikkan produksi hingga 20% dari sebelumnya.
Vale Indonesia (INCO) mencatat produksi 19.362 metrik ton nikel dalam matte di triwulan II 2016, atau lebih tinggi dibandingkan produksi di triwulan I 2016 saat aktivitas pemeliharaan yang sudah direncanakan selesai. Perseroan optimis dapat mencapai target produksi tahun 2016 sekitar 80.000 ton. Volume produksi di triwulan II 2016 lebih tinggi 15% dibandingkan volume produksi yang direalisasikan di triwulan I sebesar 16.894 ton. Produksi di triwulan II 2016 lebih tinggi sekitar 1% YoY dibandingkan produksi di triwulan II 2015.











0 comments:
Posting Komentar