Prediksi IHSG;
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 20-21 Juli , pasar memperkirakan ada peluang otoritas moneter Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6,25%. Jika hal ini terjadi, merupakan kali kelima BI memangkas suku bunga acuannya. Penurunan suku bunga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan, ekonomi sesuai proyeksi BI sebesar 5% hingga 5,4%. Selain mendorong pertumbuhan, pemangkasan suku bunga diharapkan bank-bank komersial dapat lebih cepat menyalurkan pinjaman. Kendati, target pertumbuhan ekonomi Indonesia ini, dihadapi lemahnya pertumbuhan global bisa menjadi hambatan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Prediksi untuk IHSG, pasar akan menyikapi hasil keputusan dari RDG-BI mengenai suku bunga. Selain itu dengan adanya katalis positif dari pasar global, terutama pasar Asia pada pembukaan berada zona positif. Hal ini membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya.
Perspektif tenikal
Support Level : 5205/5167/5147
Resistance Level : 5262/5281/5319
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTPP: Trading Buy
Close 3990, TP 4060
Boleh buy di level 3980-3990
Resistance di 4060 & support di 3960
Waspadai jika tembus di 3960
Batasi resiko di 3950
AALI: Trading Buy
Close 15550, TP 15725
Boleh buy di level 15450-15550
Resistance di 15725 & support di 15300
Waspadai jika tembus di 15300
Batasi resiko di 15200
SMGR : Trading Buy
Close 9500, TP 9875
Boleh buy di level 9450-9500
Resistance di 9875 & support di 9375
Waspadai jika tembus di 9375
Batasi resiko di 9325
CTRP: Trading Buy
Close 650, TP 670
Boleh buy di level 640-650
Resistance di 670 & support di 625
Waspadai jika tembus di 625
Batasi resiko di 615
BSDE: Trading Buy
Close 2060, TP 2090
Boleh buy di level 2050-2060
Resistance di 2090 & support di 2020
Waspadai jika tembus di 2020
Batasi resiko di 2010
SMRA: Trading Buy
Close 1790, TP 1810
Boleh buy di level 1780-1790
Resistance di 1810 & support di 1755
Waspadai jika tembus di 1755
Batasi resiko di 1745
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
MDRN, CTRO, BMRI, CPIN, APLN, PTBA, BISI, ICBP, PTPP, PWON, SMBR
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 20-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$44.74 (0.09)
Gold-(troy oz) US$1,326.55 (-5.48)
Nickel-(ton) US$10,560.00 (15.00)
Tin-(ton) US$17,700.00 (-225.00)
Coal (Newc)/ton US$60.95 (-1.45)
CPO Mal/ton* MYR2,319.50 (-6.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,112.00 (23.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 21 Juli 2016
RUPSLB
• MITI – RUPST/LB
• ISSP – RUPST/LB
• SKYB – RUPST
Economic Calendar:
• data Retail Sales Inggris bulan Juni 2016
• data Public Sector Net Borrowing Inggris bulan Juni 2016
• hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Juli 2016
• konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
• data Jobless Claims AS per 15 Juli 2016
• indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Juli 2016
• data Existing Home Sales AS bulan Juni 2016.
VAS
HEADLINE NEWS
Perusahaan Gas Negara (PGAS) saat ini fokus mencari pelanggan gas bumi terutama pelaku usaha dari kalangan industri minyak kelapa sawit di Kota Dumai, Provinsi Riau, agar pada pertengahan tahun 2018 sudah bisa dialirkan. Perseroan telah memperoleh pasokan dari pemerintah bagi industri di Dumai dan Pekanbaru sebesar 37 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
Bank Tabungan Negara (BBTN) meminta para pengembang perumahan turut mengikuti program amnesti pajak dan menaruh dana repatriasi serta tebusannya di BTN. BTN akan turut menjadi bank persepsi penampung dana amnesti pajak. Untuk memenuhi syarat dalam Keputusan Menteri Keuangan mengenai Penetapan Bank Persepsi, BTN akan meluncurkan instrumen Rekening Dana Nasabah (RDN) pada Agustus 2016. BBTN menargetkan dapat menarik dana repatriasi dari pengampunan pajak minimal Rp 50 triliun. Instrumen lain yang disiapkan adalah deposito, obligasi, sertifikat deposito, serta produk baru dari Efek Beragun Aset (EBA).
Bank Tabungan Negara (BBTN) telah ditunjuk sebagai bank penampung dana repatriasi dari kebijakan pengampunan pajak (bank persepsi). Persyaratan untuk menjadi bank persepsi adalah harus memiliki salah satu dari tiga instrumen simpanan perbankan, yaitu trustee, bank kustodian (BK) dan rekening dana nasabah (RDN). Saat ini guna meloloskan menjadi bank persepsi, BTN memiliki fokus untuk memiliki RDN. Terkait instrumen penampungan dana tax amnesty, manajemen akan menggunakan beberapa instrumen investasi seperti Reksadana, Deposito, Obligasi, EBA-SP, Reksa dana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan Dana Invetasi Real Estate (DIRE). Sebesar Rp 10 triliun disalurkan di EBA SP.
Wijaya Karya Beton (WTON) menargetkan dapat memulai operasi pabrik baru berkapasitas 300.000 ton per tahun di Subang mulai Oktober 2016. Kapasitas dari pabrik baru itu akan menambah total kapasitas pabrik perseroan menjadi 2,5 juta ton per tahun. Hingga 2015, WTON memiliki sembilan pabrik beton pracetak dengan total kapasitas mencapai 2,3 juta ton.
Wijaya Karya Beton (WTON) optimis dapat meraih kontrak baru senilai Rp4,3 triliun hingga akhir tahun. Per Juni 2016, kontrak baru yang sudah diraih perseroan mencapai Rp1,9 triliun atau 44,9% dari target. Perseroan telah memenangkan kontrak pengadaan beton pracetak untuk proyek kereta layang (elevated) senilai Rp900 miliar. Selain proyek yang telah diperoleh, perseroan masih mengincar sejumlah proyek pembangkit listrik, tol, dan pabrik kilang vanilla. Perseroan juga berpotensi mendapat kontrak dari proyek kereta cepat di mana induk usaha, Wijaya Karya (WIKA), menjadi kontraktor utama proyek itu.
Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan kenaikan volume penjualan rokok sebesar 3,4% YoY dengan total penjualan sebanyak 28,6 miliar barang pada kuartal II/2016. Penjualan rokok perseroan mencapai 53,7 miliar batang sepanjang semester pertama tahun ini. Sepanjang April-Juni 2016 penjualan rokok HMSP ditopang oleh sigaret keretek mesin yang terjual 18,48 miliar batang, sigaret keretek tangan 5,72 miliar batang, dan sigaret putin mesin 4,34 miliar batang. Penjualan SPM tumbuh paling tinggi mencapai 9,2% YoY.
Cikarang Listrindo (POWR), melalui anak usahanya, akan melakukan penerbitan surat utang global senilai US$550 juta untuk refinancing utang. Adapun utang yang akan dilunasi adalah surat utang anak usaha senilai US$550 juta yang diterbitkan pada Februari 2012 dan jatuh tempo pada Februari 2019.
Indosat (ISAT) siap mengeluarkan obligasi pada kuartal III/2016 yang nilainya dikabarkan mencapai Rp2 triliun. Perseroan masih memiliki sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp3,5 triliun dari total PUB obligasi Rp10 triliun. Batas akhir penerbitan obligasi pada kuartal IV/2016.
United Tractor (UNTR) merupakan salah satu peminat Pusat Logistik Berikat (PLB) Eastkal. Hingga akhir 2016, perseroan berencana menyimpan 75-100 unit big machines di PLB-Eastkal Balikpapan. Atas rencana tersebut, perseroan telah melakukan estimasi penghematan biaya logistik selama enam bulan ke depan yang mencapai US$217.000-US$290.000 atau sekitar Rp2,8-Rp3,77 miliar.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) memproyeksikan penurunan harga gas untuk industri di Sumatra Utara dapat diupayakan pada akhir bulan ini. Saat ini pembahasan mengenai harga akhir tersebut masih dilakukan oleh Kementerian ESDM, Kementerian Peindustrian, dan PGAS.
Krakatau Steel (KRAS) mempercepat penyelesaian pembangunan pabrik blast furnace dengan memasuki tahap dipanaskannya coke oven plant. Coke Oven Plant (COP) merupakan fasilitas produksi penghasil batu bara kokas yang merupakan bahan baku pembakaran pada area Blast Furnace Complex. Progress konstruksi pembangunan blast furnace telah mencapai 95,3%. Pembangunan pabrik blast furnace ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016. Dengan pabrik blast furnace akan menghasilkan penghematan biaya produksi kurang lebih USD 60 per ton dan akan mampu menghemat banyak penggunaan energi.
Krakatau Steel (KRAS) akan menerbitkan saham baru dengan HMETD sebanyak 4,991 miliar saham sehubungan dengan penambahan modal melalui penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 1,5 triliun dan dana publik Rp 375 miliar. Penambahan modal dari pelaksanaan HMETD akan memberikan tambahan modal bagi perseroan dan menambah kapasitas untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kemampuan guna menerima pembiayaan dari perbankan. Para pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan terdilusi kepemilikannya. Penggunaan dana hasil rights issue adalah untuk modal kerja proyek pembangunan Hot Strip Mill#2 berkapasitas 1,5 juta ton dan PLTU batubara 1 x 150 megawatt. RUPS untuk meminta persetujuan aksi korporasi itu akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2016. Pelaksanaan rights issue diperkirakan sekitar kuartal IV 2016.
Lippo Karawaci (LPKR) pada 18 Juli 2916 telah menandatangani Perjanjian Hutang Antara Perusahaan dengan PT Mandiri Cipta Gemilang (MCG). LPKR memberikan fasilitas kepada MCG sejumlah Rp 1.200.000.000.000 untuk keperluan pembiayaan kembali utang MCG beserta bunga yang timbul. MCG, Deutsche Bank cabang Singapura dan UBS AG cabang Singapura sebagai arranger dan UBS AG cabang Singapura agen jaminan luar negeri dan Bank CIMB Niaga (BNGA) agen jaminan dalam negeri. Pinjaman ini dijamin oleh gadai saham 100% saham MCG yang dimiliki Primakreasi Propertindo (PP dan Grand Vila Persada.
Indonesia Prima Property (OMRE) mendapatkan pengalihan 16.249 saham PT Panen Lestari Basuk (PLB) dari anak usaha perseroan PT Langgeng Ayomlestari (LAL) dengan nilai transaksi Rp 16.251.865.824. Namun nilai transaksi ini tidak material karena di bawah ekuitas perseroan per 30 April 2016 sebesar Rp 3.704.601.442.000. PLB memiliki lokasi lahan yang strategis dan berpotensi untuk dikembangkan kembali. Oleh karenanya perseroan menyiapkan rencana ke depan untuk mencari investor strategis guna membantu pengembangan lahan PLB.
Intiland Development (DILD) telah menggunakan dana 40% dari dana obligasi yang diterbitkan perseroan pada Juni 2016 sebesar Rp 590 miliar. Per 30 Juni 2016 DILD telah menggunakan dana obligasi sebesar Rp 350,37 miliar untuk membayar utang anak usaha perseroan yaitu Perkasa Lestari Permai (PLP). Berdasarkan rencana penggunaan dana, hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembayaran utang obligasi 2013 seri A, pembayaran utang PLP dan modal kerja perseroan masing-masing Rp 346 miliar, Rp 230 miliar dan Rp 4,37 miliar.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 20-21 Juli , pasar memperkirakan ada peluang otoritas moneter Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6,25%. Jika hal ini terjadi, merupakan kali kelima BI memangkas suku bunga acuannya. Penurunan suku bunga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan, ekonomi sesuai proyeksi BI sebesar 5% hingga 5,4%. Selain mendorong pertumbuhan, pemangkasan suku bunga diharapkan bank-bank komersial dapat lebih cepat menyalurkan pinjaman. Kendati, target pertumbuhan ekonomi Indonesia ini, dihadapi lemahnya pertumbuhan global bisa menjadi hambatan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Prediksi untuk IHSG, pasar akan menyikapi hasil keputusan dari RDG-BI mengenai suku bunga. Selain itu dengan adanya katalis positif dari pasar global, terutama pasar Asia pada pembukaan berada zona positif. Hal ini membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya.
Perspektif tenikal
Support Level : 5205/5167/5147
Resistance Level : 5262/5281/5319
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTPP: Trading Buy
Close 3990, TP 4060
Boleh buy di level 3980-3990
Resistance di 4060 & support di 3960
Waspadai jika tembus di 3960
Batasi resiko di 3950
AALI: Trading Buy
Close 15550, TP 15725
Boleh buy di level 15450-15550
Resistance di 15725 & support di 15300
Waspadai jika tembus di 15300
Batasi resiko di 15200
SMGR : Trading Buy
Close 9500, TP 9875
Boleh buy di level 9450-9500
Resistance di 9875 & support di 9375
Waspadai jika tembus di 9375
Batasi resiko di 9325
CTRP: Trading Buy
Close 650, TP 670
Boleh buy di level 640-650
Resistance di 670 & support di 625
Waspadai jika tembus di 625
Batasi resiko di 615
BSDE: Trading Buy
Close 2060, TP 2090
Boleh buy di level 2050-2060
Resistance di 2090 & support di 2020
Waspadai jika tembus di 2020
Batasi resiko di 2010
SMRA: Trading Buy
Close 1790, TP 1810
Boleh buy di level 1780-1790
Resistance di 1810 & support di 1755
Waspadai jika tembus di 1755
Batasi resiko di 1745
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
MDRN, CTRO, BMRI, CPIN, APLN, PTBA, BISI, ICBP, PTPP, PWON, SMBR
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 20-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$44.74 (0.09)
Gold-(troy oz) US$1,326.55 (-5.48)
Nickel-(ton) US$10,560.00 (15.00)
Tin-(ton) US$17,700.00 (-225.00)
Coal (Newc)/ton US$60.95 (-1.45)
CPO Mal/ton* MYR2,319.50 (-6.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,112.00 (23.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 21 Juli 2016
RUPSLB
• MITI – RUPST/LB
• ISSP – RUPST/LB
• SKYB – RUPST
Economic Calendar:
• data Retail Sales Inggris bulan Juni 2016
• data Public Sector Net Borrowing Inggris bulan Juni 2016
• hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Juli 2016
• konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
• data Jobless Claims AS per 15 Juli 2016
• indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Juli 2016
• data Existing Home Sales AS bulan Juni 2016.
VAS
HEADLINE NEWS
Perusahaan Gas Negara (PGAS) saat ini fokus mencari pelanggan gas bumi terutama pelaku usaha dari kalangan industri minyak kelapa sawit di Kota Dumai, Provinsi Riau, agar pada pertengahan tahun 2018 sudah bisa dialirkan. Perseroan telah memperoleh pasokan dari pemerintah bagi industri di Dumai dan Pekanbaru sebesar 37 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
Bank Tabungan Negara (BBTN) meminta para pengembang perumahan turut mengikuti program amnesti pajak dan menaruh dana repatriasi serta tebusannya di BTN. BTN akan turut menjadi bank persepsi penampung dana amnesti pajak. Untuk memenuhi syarat dalam Keputusan Menteri Keuangan mengenai Penetapan Bank Persepsi, BTN akan meluncurkan instrumen Rekening Dana Nasabah (RDN) pada Agustus 2016. BBTN menargetkan dapat menarik dana repatriasi dari pengampunan pajak minimal Rp 50 triliun. Instrumen lain yang disiapkan adalah deposito, obligasi, sertifikat deposito, serta produk baru dari Efek Beragun Aset (EBA).
Bank Tabungan Negara (BBTN) telah ditunjuk sebagai bank penampung dana repatriasi dari kebijakan pengampunan pajak (bank persepsi). Persyaratan untuk menjadi bank persepsi adalah harus memiliki salah satu dari tiga instrumen simpanan perbankan, yaitu trustee, bank kustodian (BK) dan rekening dana nasabah (RDN). Saat ini guna meloloskan menjadi bank persepsi, BTN memiliki fokus untuk memiliki RDN. Terkait instrumen penampungan dana tax amnesty, manajemen akan menggunakan beberapa instrumen investasi seperti Reksadana, Deposito, Obligasi, EBA-SP, Reksa dana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan Dana Invetasi Real Estate (DIRE). Sebesar Rp 10 triliun disalurkan di EBA SP.
Wijaya Karya Beton (WTON) menargetkan dapat memulai operasi pabrik baru berkapasitas 300.000 ton per tahun di Subang mulai Oktober 2016. Kapasitas dari pabrik baru itu akan menambah total kapasitas pabrik perseroan menjadi 2,5 juta ton per tahun. Hingga 2015, WTON memiliki sembilan pabrik beton pracetak dengan total kapasitas mencapai 2,3 juta ton.
Wijaya Karya Beton (WTON) optimis dapat meraih kontrak baru senilai Rp4,3 triliun hingga akhir tahun. Per Juni 2016, kontrak baru yang sudah diraih perseroan mencapai Rp1,9 triliun atau 44,9% dari target. Perseroan telah memenangkan kontrak pengadaan beton pracetak untuk proyek kereta layang (elevated) senilai Rp900 miliar. Selain proyek yang telah diperoleh, perseroan masih mengincar sejumlah proyek pembangkit listrik, tol, dan pabrik kilang vanilla. Perseroan juga berpotensi mendapat kontrak dari proyek kereta cepat di mana induk usaha, Wijaya Karya (WIKA), menjadi kontraktor utama proyek itu.
Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan kenaikan volume penjualan rokok sebesar 3,4% YoY dengan total penjualan sebanyak 28,6 miliar barang pada kuartal II/2016. Penjualan rokok perseroan mencapai 53,7 miliar batang sepanjang semester pertama tahun ini. Sepanjang April-Juni 2016 penjualan rokok HMSP ditopang oleh sigaret keretek mesin yang terjual 18,48 miliar batang, sigaret keretek tangan 5,72 miliar batang, dan sigaret putin mesin 4,34 miliar batang. Penjualan SPM tumbuh paling tinggi mencapai 9,2% YoY.
Cikarang Listrindo (POWR), melalui anak usahanya, akan melakukan penerbitan surat utang global senilai US$550 juta untuk refinancing utang. Adapun utang yang akan dilunasi adalah surat utang anak usaha senilai US$550 juta yang diterbitkan pada Februari 2012 dan jatuh tempo pada Februari 2019.
Indosat (ISAT) siap mengeluarkan obligasi pada kuartal III/2016 yang nilainya dikabarkan mencapai Rp2 triliun. Perseroan masih memiliki sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp3,5 triliun dari total PUB obligasi Rp10 triliun. Batas akhir penerbitan obligasi pada kuartal IV/2016.
United Tractor (UNTR) merupakan salah satu peminat Pusat Logistik Berikat (PLB) Eastkal. Hingga akhir 2016, perseroan berencana menyimpan 75-100 unit big machines di PLB-Eastkal Balikpapan. Atas rencana tersebut, perseroan telah melakukan estimasi penghematan biaya logistik selama enam bulan ke depan yang mencapai US$217.000-US$290.000 atau sekitar Rp2,8-Rp3,77 miliar.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) memproyeksikan penurunan harga gas untuk industri di Sumatra Utara dapat diupayakan pada akhir bulan ini. Saat ini pembahasan mengenai harga akhir tersebut masih dilakukan oleh Kementerian ESDM, Kementerian Peindustrian, dan PGAS.
Krakatau Steel (KRAS) mempercepat penyelesaian pembangunan pabrik blast furnace dengan memasuki tahap dipanaskannya coke oven plant. Coke Oven Plant (COP) merupakan fasilitas produksi penghasil batu bara kokas yang merupakan bahan baku pembakaran pada area Blast Furnace Complex. Progress konstruksi pembangunan blast furnace telah mencapai 95,3%. Pembangunan pabrik blast furnace ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016. Dengan pabrik blast furnace akan menghasilkan penghematan biaya produksi kurang lebih USD 60 per ton dan akan mampu menghemat banyak penggunaan energi.
Krakatau Steel (KRAS) akan menerbitkan saham baru dengan HMETD sebanyak 4,991 miliar saham sehubungan dengan penambahan modal melalui penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 1,5 triliun dan dana publik Rp 375 miliar. Penambahan modal dari pelaksanaan HMETD akan memberikan tambahan modal bagi perseroan dan menambah kapasitas untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kemampuan guna menerima pembiayaan dari perbankan. Para pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan terdilusi kepemilikannya. Penggunaan dana hasil rights issue adalah untuk modal kerja proyek pembangunan Hot Strip Mill#2 berkapasitas 1,5 juta ton dan PLTU batubara 1 x 150 megawatt. RUPS untuk meminta persetujuan aksi korporasi itu akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2016. Pelaksanaan rights issue diperkirakan sekitar kuartal IV 2016.
Lippo Karawaci (LPKR) pada 18 Juli 2916 telah menandatangani Perjanjian Hutang Antara Perusahaan dengan PT Mandiri Cipta Gemilang (MCG). LPKR memberikan fasilitas kepada MCG sejumlah Rp 1.200.000.000.000 untuk keperluan pembiayaan kembali utang MCG beserta bunga yang timbul. MCG, Deutsche Bank cabang Singapura dan UBS AG cabang Singapura sebagai arranger dan UBS AG cabang Singapura agen jaminan luar negeri dan Bank CIMB Niaga (BNGA) agen jaminan dalam negeri. Pinjaman ini dijamin oleh gadai saham 100% saham MCG yang dimiliki Primakreasi Propertindo (PP dan Grand Vila Persada.
Indonesia Prima Property (OMRE) mendapatkan pengalihan 16.249 saham PT Panen Lestari Basuk (PLB) dari anak usaha perseroan PT Langgeng Ayomlestari (LAL) dengan nilai transaksi Rp 16.251.865.824. Namun nilai transaksi ini tidak material karena di bawah ekuitas perseroan per 30 April 2016 sebesar Rp 3.704.601.442.000. PLB memiliki lokasi lahan yang strategis dan berpotensi untuk dikembangkan kembali. Oleh karenanya perseroan menyiapkan rencana ke depan untuk mencari investor strategis guna membantu pengembangan lahan PLB.
Intiland Development (DILD) telah menggunakan dana 40% dari dana obligasi yang diterbitkan perseroan pada Juni 2016 sebesar Rp 590 miliar. Per 30 Juni 2016 DILD telah menggunakan dana obligasi sebesar Rp 350,37 miliar untuk membayar utang anak usaha perseroan yaitu Perkasa Lestari Permai (PLP). Berdasarkan rencana penggunaan dana, hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembayaran utang obligasi 2013 seri A, pembayaran utang PLP dan modal kerja perseroan masing-masing Rp 346 miliar, Rp 230 miliar dan Rp 4,37 miliar.











0 comments:
Posting Komentar