Everyone Can Trade

JustForex

Rabu, 20 Juli 2016

View Market IHSG 20Juli16

Prediksi IHSG;
Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro, mengungkapkan peraturan pelaksanaan dari Undang-undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) telah diterbitkan, berupa dua peraturan menteri keuangan (PMK) dan satu dalam bentuk keputusan menteri keuangan (KMK). PMK No.18/2016 tentang Pelaksanaan UU Tax Amnesty yang murni mengenai pelaksanaan prosedur dan tata cara serta lainnya, serta  PMK No.19/2016 mengenai Tata Cara Pengalihan Harta Wajib Pajak ke Dalam Wilayah NKRI dan Penempatan Pada Instrumen Investasi di Pasar Keuangan Dalam Rangka Pengampunan Pajak. Sedangkan aturan dalam bentuk KMK adalah KMK No.600/2016 tentang Penetapan Bank Persepsi, yang bertindak sebagai penerima uang tebusan dalam rangka pelaksanaan tax amnesty. Peraturan, tersebut berlaku selama masa amnesty berlangsung.
Menurut Bank Indonesia penyerapan dana repatriasi amnesti pajak oleh perbankan akan turut mendorong peningkatan pasokan kredit perbankan berdenominasi valuta asing. Dana repatriasi yang ditampung di perbankan, akan dimanfaatkan oleh pemerintah dan swasta untuk mengurangi utang luar negeri dan mengganti pembiayaan itu dengan kredit dari perbankan domestik.
Eforia pasar atas tax amnesty ini telah mendorong kenaikan IHSG signifikan dalam beberapa hari terakhir, artinya waspadai aksi ambil untung yang dilakukan pemodal terhadap IHSG, selain itu indeks Asia pun rawan terkoreksi pada hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 5139/5106/5078
Resistance Level : 5200/5228/5261
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

BMRI: Trading Buy
 Close 10100, TP 10275
 Boleh buy di level 10000-10100
 Resistance di 10275 & support di 9775
 Waspadai jika tembus di 9775
 Batasi resiko di 9725

PTPP: Trading Buy
 Close 3900, TP 3990
 Boleh buy di level  3880-3900
 Resistance di 3990 & support di 3820
 Waspadai jika tembus di 3820
 Batasi resiko di 3810

SMGR : Trading Buy
 Close 9525, TP 9700
 Boleh buy di level  9475-9525
 Resistance di 9700 & support di 9200
 Waspadai jika tembus di 9200
 Batasi resiko di 9150

WTON:  Trading Buy
 Close 1005, TP 1020
 Boleh buy di level  995 -1005
 Resistance di 1020 & support di 980
 Waspadai jika tembus di 980
 Batasi resiko di 970

DILD:  Trading Buy
 Close 565, TP 585
 Boleh buy di level  555-565
 Resistance di 585 & support di 545
 Waspadai jika tembus di 545
 Batasi resiko di 535

BCIP:  Trading Buy
 Close 1100, TP 1115
 Boleh buy di level  1085-1100
 Resistance di 1115 & support di 1075
 Waspadai jika tembus di 1075
 Batasi resiko di 1065

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
GJTL, BBRI, BMTR, BBTN, SMCB, DOID, ANTM, TINS

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 19-Jul-16
 Crude Oil-(barel) US$45.06  (-0.18)
 Gold-(troy oz) US$1,333.03  (4.18)
 Nickel-(ton) US$10,545.00  (265.00)
 Tin-(ton) US$17,925.00  (-215.00)
 Coal (Newc)/ton US$60.85  (-1.55)
 CPO Mal/ton* MYR2,326.00 (20.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,088.50 (1.50)
*running

Agenda hari ini  - Rabu, 20 Juli 2016
RUPSLB
• WTON – RUPSLB - 20-Jul-16
• CTBN – RUPST - 20-Jul-16

Economic Calendar:
• data Current Account kawasan Euro bulan Mei 2016
• indeks upah rata-rata di Inggris bulan Mei 2016 (3m/y)
• data Jobless Claims Inggris bulan Juni 2016
• data tingkat pengangguran di Inggris bulan Mei 2016
• indeks kepercayaan konsumen kawasan Euro versi Eurostat bulan Juli 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 Juli 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Krakatau Steel (KRAS) berencana menambah modal dengan menerbitkan saham baru maksimal 4,99 miliar lembar saham pada kuartal IV/2016. Dana dari hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk pembangunan pabrik baja lembaran panas atau hot strip mills 2 (HSM 2) dan pembangkit listrik. Perseroan akan mengajukan izin rights issue kepada OJK setelah selesai rapat umum pemegang saham yang akan diadakan pada 25 Agustus 2016.

Hotel Sahid Jaya International (SHID) akan membangun dua kondotel tahun ini senilai Rp380 miliar. Perseroan akan membangun satu kondotel senilai Rp300 miliar di Timika, Papua dan satu kondotel di Bangka senilai Rp70-Rp80 miliar.

Graha Layar Prima (BLTZ) menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak-banyaknya 99,31 juta dengan harga pelaksanaan Rp6.550 per saham. Aksi ini diharapkan menghasilkan dana segar Rp650,48 miliar. Dana dari aksi korporasi tersebut akan dimanfaatkan untuk membayar utang senilai Rp250 miliar dan sisanya untuk ekspansi bioskop. Setiap pemegang 17 saham lama berhak atas 5 HMETD (17:5).

Bank Pundi Indonesia (BEKS) memprediksi PT Banten Global Development (BGD) resmi menguasai sekitar 35% saham perseroan pada Agustus 2016. Hal itu dapat terjadi dengan estimasi dalam RUPSLB pada 21 Juli mendatang tercapai kuorum dan keputusan rapat tersebut disetujui OJK.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyiapkan ribuan unit kerja untuk menampung dana repatriasi, terkait implementasi UU No 11 Tahun 2016 yang mengatur mengenai kebijakan amnesti pajak. Dengan adanya kebijakan amnesty pajak tersebut, potensi dana yang masuk ke perseroan bisa mencapai ratusan triliun, baik dana wajib pajak yang berada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam bentuk multicurrency

Penjualan mobil Grup Astra Internasional (ASII) mencapai 49.831 unit pada Juni 2016, naik dari Mei sebanyak 49.043 unit. Namun, pangsa pasar turun dari 55% menjadi 54% seiring lebih rendahnya pertumbuhan penjualan mobil Grup Astra dibandingkan industri. Pasar mobil naik 3,3% menjadi 91 ribu unit pada Juni 2016, dibandingkan Mei sebanyak 88 ribu unit. Hal ini dipicu sentimen Lebaran yang mendorong sebagian masyarakat membeli mobil. Akumulasi penjualan mobil grup ASII mencapai 273 ribu unit per Juni 2016. Pangsa pasar mencapai 51% dari total pasar sebanyak 531 ribu unit.

Konsorsium Inti Bangun Sejahtera (IBST), Smart Telecom, dan Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) memenangi tender proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring Paket Timur. Estimasi nilai proyek tersebut mencapai Rp 14 triliun. Konsorsium ini dinyatakan lulus administrasi, dengan nilai 85,98 dan aspek finansial senilai Rp 14,06 triliun. Paket Timur dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 km ini membutuhkan belanja modal Rp 5 triliun.

Express Transindo Utama (TAXI) akan lebih fokus memperkuat jaringan aplikasi pemesanan taksi dibandingkan menambah armada baru. Perseroan juga akan mengubah peruntukan belanja modal dari semula penambahan armada menjadi investasi untuk PT Solusi Integra Transportasi Utama, perusahaan aplikasi milik perseroan.

Cikarang Listrindo (POWR) berniat menerbitkan surat utang atau notes dengan jumlah pokok sebesar-besarnya USD 550 juta melalui suatu anak perusahaan yang seluruhnya dimiliki perseroan. Surat utang tersebut akan dicatatkan di Bursa Singapura. Dana hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk pembiayaan kembali surat utang 2019. Jatuh tempo surat utang ini selambat-lambatnya 10 tahun sejak diterbitkan. Nilai penerbitan surat utang ini melebihi 50% ekuitas perseroan per 30 Juni 2016.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyiapkan 120 unit sentra layanan prioritas, 1.070 kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang dapat menjadi pintu masuk wajib pajak peserta amnesti pajak untuk menyimpan dana yang telah direpatriasikan. Dana yang masuk ke BBRI dapat lebih dari Rp 100 triliun. Perseroan menyiapkan ribuan unit kerja tersebut tidak hanya untuk menarik dana repatriasi dari luar negeri yang berdenominasi valuta asing, tetapi juga untuk menampung dana tebusan amnesti pajak dari dalam negeri. Limpahan likuiditas akan dimanfaatkan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Waskita Karya (WSKT) mengalokasikan fasilitas pinjaman berupa dana talangan sebesar Rp 300 miliar kepada 3 anak usaha untuk pengadaan lahan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol. Dana talangan diberikan masing-masing sebesar Rp 100 miliar kepada anak usaha PT Waskita Toll Road, PT Waskita Transjawa Tol Road dan PT Pejagan Pemalang Toll Road. Alokasi dana talangan kepada anak usaha sesuai dengan Perpres No. 3/2015 bahwa pengadaan tanah untuk kepentingan umum dapat bersumber dari badan usaha yang memerlukan tanah dan dapat dibayar kembali oleh Kementerian melalui APBN. Selain itu sesuai Peraturan Menteri PUPR No. 18/2016, dana pengadaan tanah dapat berasal dari APBN yang dapat ditalangi terlebih dahulu oleh badan usaha. Selain itu, Waskita Toll Road juga telah mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk membiayai dana talangan pengadaan tanah untuk tiap-tiap ruas jalan tol yang dimiliki oleh beberapa Badan Usaha Jalan Tol.

Waskita Karya (WSKT) mengucurkan dana talangan sebesar Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan jalan Tol Pejagan Pemalang yang diberikan melalui anak usahanya, yaitu PT Waskita Toll Road (WTR). Selanjutnya WTR memberikan pinjaman tersebut kepada PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR), yakni anak usaha yang 99,99% sahamnya dikuasai WTR. Kemudian WTTR memberikan pinjaman tersebut kepada PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR), yakni anak usahanya dengan kepemilikan 99,99%. PPTR merupakan pemegang konsensi (Badan Usaha Jalan Tol/BJT) ruas Pejagan-Pemalang. Pemberian dana talangan tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol. Selain itu WTR telah mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek melalui WSKT dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembiayaan dana talangan lahan untuk tiap-tiap ruas tol yang dimiliki perseroan.

Pembangunan Perumahan (PTPP) akan melakukan penerbitan saham baru dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue maksimal 1,77 juta saham. Rencana right issue tersebut akan diajukan pada rapat umum pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Agustus 2016. Pelaksanaan right issue diperkirakan akan dilaksanakan pada Oktober 2016. Right issue tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam APBN-P 2016 sebesar Rp 2,25 triliun yang akan diterima PTPP. PTPP menargetkan dana right issue sebesar Rp 4,4 triliun untuk pengembangan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), menggarap proyek jalan tol dan proyek pelabuhan. Sekitar Rp 500 miliar dari dana PMN untuk pembangunan rumah MBR. Nantinya dana tersebut akan disuntikkan ke anak usahanya yakni PP Properti (PPRO).

Bank Syariah Mandiri (BSM), anak usaha Bank Mandiri (BMRI), menjadi bank syariah yang masuk ke dalam daftar bank persepsi. Bank Syariah Mandiri (BSM) berencana mengeluarkan produk reksadana syariah untuk menyerap dana repatriasi dari program pengampunan pajak atau tax amnesty . Perseroan akan bekerja sama dengan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) guna mengeluarkan reksadana terproteksi (RDPT). BSM juga akan menjajaki instrumen mudharabah muqayyadah on balance sheet atau investasi terikat dan juga private placement pada surat berharga syariah Negara.

Transaksi sektor minyak dan gas bumi (migas) di Bank Negara Indonesia (BBNI) hingga semester I 2016 mencapai Rp 70 triliun. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun 2016. Saat ini BNI hanya menangani keuangan pada tahap produksi dan transaksi antara KKKS dengan vendor. Perseroan belum menyediakan pembiayaan untuk tahap pencarian migas atau eksplorasi.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berusaha menambah jumlah agen laku pandai yang ada di Yogyakarta. Saat ini agen laku pandai yang dimiliki BRI baru sekitar 7.500 unit. Perseroan menargetkan hingga akhir tahun 2016 ada 10.000 agen laku pandai yang tersebar di eks karesidenan Kedu dan Banyumas, Yogyakarta hingga Sragen.

Bank Jabar Banten (BJBR) ditunjuk oleh pemerintah sebagai bank persepsi untuk menampung aliran dana repatriasi dalam program tax amnesty. Saat ini perseroan masih melakukan persiapan teknis untuk dapat menyerap dana repatriasi. Seluruh cabang sebanyak 63 cabang telah disiapkan untuk menampung aliran dana ini. BJBR tidak mematok target khusus dalam penerapan program ini.

Summarecon Agung (SMRA) mencatatkan marketing sales atau prapenjualan Rp 1,7 triliun pada semester I 2016 atau setara dengan 37,7% dari target tahun 2016 sebesar Rp 4,5 triliun. Percapaian prapenjualan tersebut diperoleh dari 5 kota mandiri yang telah dikembangkan perseroan yakni Summarecon Serpong, Kelapa Gading, Bekasi, Bandung dan Emerald Karawang. Meski belum mencapai separuh dari target, tetapi perseroan optimis target marketing sales yang ditetapkan perseroan tahun 2016 dapat tercapai. Di semester II 2016 perseroan akan merilis sejumlah proyek baru di tiga kawasan yakni di Summarecon Serpong, Bandung dan Karawang. Proyek-proyek baru tersebut akan dirilis sesuai dengan perkembangan pasar.

Sekawan Intipratama (SIAP) mencatatkan kenaikan pendapatan per Desember 2015 menjadi Rp 243,49 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 189,72 miliar. Rugi bersih menjadi Rp 36,85 miliar naik dari rugi bersih di  tahun 2014 sebesar Rp 15,75 miliar.

Capital Financial Indonesia (CASA) telah merealisasikan penawaran umum saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mendapatkan dana Rp 715 miliar. Sebanyak 92,2% dana IPO untuk penambahan modal anak usaha di sektor asuransi jiwa, yakni PT Capital Life Indonesia, sebanyak 7,45% akan digunakan untuk mendirikan perusahaan asuransi jiwa berbasis syariah dan sisanya digunakan sebagai modal kerja. Saat ini Capital Life Indonesia menargetkan premi sebesar Rp 2 triliun. Posisi per Juni 2016, premi telah mencapai Rp 1,2 triliun atau naik dari periode sebelumnya di posisi Rp 210 miliar.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bank umum kelompok usaha atau BUKU II (bank dengan modal inti Rp 1 triliun-Rp 5 triliun) bisa ikut menampung dana repatriasi hasil kebijakan tax amnesty dengan syarat tertentu. Untuk Bank BUKU II, diberikan kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam menampung dana repatriasi dengan syarat dalam jangka waktu berlakunya tax amnesty sudah melakukan penambahan modal. Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ada syarat bagi bank penampung dana repatriasi atau bank persepsi, yakni bank dengan BUKU III (modal inti Rp 5 triliun–Rp 30 triliun) dan BUKU IV (modal inti di atas Rp 30 triliun) dan memiliki satu dari tiga fasilitas lock up (mengunci dana). Sesuai UU, dana repatriasi harus di-lock up selama 3 tahun. Atas dasar itu, perlu ada mekanisme pengawasan, yaitu memiliki izin wali amanat (trustee), bank kustodian dan rekening dana nasabah (RDN) oleh bank persepsi.

Bank Indonesia meyakini penyerapan dana repatriasi amnesti pajak oleh perbankan akan turut mendorong naik pasokan kredit perbankan berdenominasi valuta asing. Dana repatriasi yang ditampung di perbankan, akan dimanfaatkan oleh pemerintah dan swasta untuk mengurangi utang luar negeri dan mengganti pembiayaan itu dengan kredit dari perbankan domestik. BI meyakini instrumen Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan akan menjadi pilihan instrumen yang banyak dipilih wajib pajak untuk menampung dana repatriasinya. Hal itu akan membuat DPK, khususnya porsi deposito bank meningkat. Dengan meningkatnya DPK, BI mengingatkan bank agar tidak lalai dalam menjalankan intermediasinya. BI meminta bank memenuhi rasio pinjaman terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio/LFR) sesuai ketentuan terbaru BI di 80%-92%.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk merelaksasi prosedur tender offer bagi pemilik modal yang melakukan repatriasi terkait kebijakan pengampunan pahak (tax amnesty), yaitu dengan mempercepat batas waktu pelaksanaan proses tender offer. Selain itu dalam menyukseskan program tax amnesty untuk menarik dari luar ke dalam negeri, BEI juga akan memberikan insentif dalam bentuk diskon terhadap biaya yang dikenakan Bursa di pasar nego untuk transaksi balik nama atau crossing saham. Insentif ini nantinya hanya akan berlaku khusus bagi para wajib pajak yang melakukan repatrasi dalam program tax amnesty. Saat ini fee crossing untuk bursa sebesar 0,03%, fee broker 0,1% dan 0,01 fee untuk KSEI. Nantinya yang akan didiskon adalah yang 0,01% saja. Meski begitu BEI masih mengkaji besaran diskon yang akan diberikan dari free crossing saham. Bursa juga masih mengkaji batasan nominal crossing saham yang akan mendapatkan diskon.

Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah menyetujui asumsi makro rancangan pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2017 yang akan dibacakan dalam nota keuangan pertengahan Agustus 2016. Dalam nota keuangan disepakati target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%-5,6%, inflasi 3%-5%, dan nilai tukar rupiah Rp 13.300-Rp 13.600 per USD, target pengangguran terbuka 5,1%-5,4% dan target kemiskinan 9,5%-10,5%.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured