Prediksi IHSG;
Setelah mendapat pengesahan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah meyakinkan secara hukum bahwa Undang-undang Tax Amnesty memberikan kepastian hukum. UU Tax Amnesty ini tidak menimbulkan keraguan bagi wajib pajak mengenai kepastian hukum dari kebijakan tersebut. UU Tax Amnesty demi kepentingan nasional dan berlaku untuk setiap wajib pajak dan seluruh orang Indonesia. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa pasal-pasal dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak (tax amnesty) memberi kepastian hukum, sehingga wajib pajak tidak perlu mengkhawatirkan uji materi (judicial review) undang-undang yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.
Sentimen dari Cina, ekspor negara ini terlihat lebih stabil di bulan Juni, ekspor dalam denominasi Yuan meningkat 1,3% (yoy), sementara impor dalam denominasi Yuan turun 2,3% (yoy). Cina mencatatkan surplus perdagangan sebesar 311,2 milyar Yuan di bulan lalu. Sementara itu, kontribusi Cina terhadap pertumbuhan ekonomi global masih sama seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Pemerintah Cina perkirakan bahwa tingkat pertumbuhan Cina di kuartal I akan mendekati level 6,7%. Pasar Asia akan berfluktuasi jelang rilis GDP Cina pada hari ini.
Menantikan data GDP Cina, disisi lainnya pasar Asia pada pembukaan perdagangan hari ini membaik diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG ke teritorial positif.
Perspektif tenikal
Support Level : 5066/5049/5016
Resistance Level : 5116/5149/5166
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BMRI: Trading Buy
Close 9600, TP 9775
Boleh buy di level 9550-9600
Resistance di 9775 & support di 9525
Waspadai jika tembus di 9525
Batasi resiko di 9500
BDMN: Trading Buy
Close 3760, TP 3820
Boleh buy di level 3740-3760
Resistance di 3820 & support di 3680
Waspadai jika tembus di 3680
Batasi resiko di 3540
LPPF : Trading Buy
Close 20825, TP 22100
Boleh buy di level 20750-20825
Resistance di 22100 & support di 20050
Waspadai jika tembus di 20050
Batasi resiko di 19950
DILD: Trading Buy
Close 550, TP 580
Boleh buy di level 540-550
Resistance di 580 & support di 530
Waspadai jika tembus di 530
Batasi resiko di 510
TOTL: Trading Buy
Close 840, TP 860
Boleh buy di level 830-840
Resistance di 860 & support di 815
Waspadai jika tembus di 815
Batasi resiko di 805
CTRP: Trading Buy
Close 615, TP 630
Boleh buy di level 605-615
Resistance di 630 & support di 595
Waspadai jika tembus di 595
Batasi resiko di 585
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
WTON, ISAT, CTRS, ACES, NRCA, ISSP, RALS, BBNI, SMBR, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 14-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$45.25 (0.50)
Gold-(troy oz) US$1,327.21 (-15.48)
Nickel-(ton) US$10,350.00 (-140.00)
Tin-(ton) US$17,970.00 (-20.00)
Coal (Newc)/ton US$61.10 (-1.30)
CPO Mal/ton* MYR2,305.50 (9.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,073.00 (-13.00)
*running
Agenda hari ini - 15 Juli 2016
RUPSLB
TRIO – RUPSLB
BABP – RUPSLB
RIGHT ISSUE
BLTZ, ratio 17:5, harga 6550, cum 13 July’16, ex 14 July’16
DIVIDEND
ECII, cash dividend 5.52, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
CASS, cash dividend 11.32, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
Economic Calendar:
data GDP China kwartal ke 2 tahun 2016
data Industrial Production China bulan Juni 2016
data CPI kawasan Euro bulan Juni 2016 (Final)
data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Mei 2016
pidato gubernur BoE Mark Carney
data CPI AS bulan Juni 2016
data Retail Sales AS bulan Juni 2016
data Manufacturing Sales Canada bulan Mei 2016
data Industrial Production AS bulan Juni 2016
indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Pemerintah berencana mengarahkan dana repatriasi hasil kebijakan tax amnesty untuk membiayai proyek infrastruktur. Dana tersebut akan diarahkan masuk melalui instrumen investasi surat utang atau obligasi infrastruktur. BUMN karya juga telah diinstruksikan untuk bersiap mengeluarkan obligasi infrastruktur. Waskita Karya (WSKT) berencana mengeluarkan obligasi infrastruktur senilai Rp 5 triliun yang diincar dari dana repatriasi dan ditargetkan terbit pada tahun 2016 ini. Masuknya dana repatriasi Tax Amnesty memberikan manfaat banyak bagi perseroan. WSKT bisa menyerap dana tersebut melalui beragam instrumen investasi, seperti meng-IPO-kan Waskita Beton Precast, menjual saham PT Waskita Toll Road (WTR) dan obligasi. Total bisa mencapai sekitar Rp 15 triliun, yang terdiri dari Rp 5 triliun dari instrumen dan Rp 10 triliun dari instrumen equity.
PT. Pertamina (Persero) berencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) salah satu anak usahanya yakni PT Tugu Pratama Indonesia yang bergerak di sektor asuransi. IPO tersebut akan dilakukan pada tahun 2016. Namun Pertamina belum bisa memastikan besaran saham Tugu Pratama yang akan dilepas ke publik. Setelah melaksanakan IPO Tugu Pratama, Pertamina akan melanjutkan langkah melepas saham ke publik untuk anak-anak usaha yang berada di luar bisnis inti perseroan.
Jasa Marga (JSMR) telah mendapatkan persetujuan untuk menerbitkan saham baru atau right issue. Perseroan diperkirakan akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 1,8 triliun. Total target dana right issue tersebut terdiri dari Rp 1,25 triliun yang diserap oleh pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) dan sisanya akan diserap oleh publik. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur yang tengah digarap perseroan, yaitu untuk Batang-Semarang ekuitas portion, Pandaan-Malang, Cikampek elevated.
Medco Energi Internasional (MEDC) telah melakukan akuisisi kepemilikan PT Newmont Nusa Tenggara senilai USD 2,6 miliar. Pasca akuisisi, pendiri MEDC Arifin Panigoro akan segera melakukan perombakan manajemen.
UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak akan segera dilaksanakan pada pekan depan. Pemerintah telah mempersiapkan beberapa bank persepsi untuk menampung dana repatriasi. Bank persepsi ini nantinya akan ditunjuk secara resmi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Bank yang telah disiapkan adalah bank dengan kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan IV. Sebelumnya dikabarkan terdapat 7 bank persepsi untuk menampung dana repatriasi. Ketujuh bank ini terdiri dari 4 bank BUMN dan 3 bank swasta. Keempat bank BUMN tersebut adalah Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Tabungan Negara (BBTN) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Sedangkan 3 bank swasta adalah Bank Central Asia (BBCA), Bank Danamon (BDMN) dan Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN). Namun Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro, belum mengonfirmasi kebenaran informasi ini.
Anak usaha Indika Energy (INDY), yaitu PT Indika Multi Energi Internasional (IMEI) dan PT Indika Energy Infrastructure (IEI) menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBB) dengan PT Imeco Multi Prasarana (IMP) guna melepas saham pada PT Prasarana Energi Indonesia (PEI). IMEI dan IEI melepas 2.100 saham dalam PEI atau mewakili 75% dari jumlah modal yang ditempatkan pada PEI. PEI adalah pemilik 25% participating interest melalui anak usahanya PT Prasarana Energi Cirebon pada proyek pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 1000 MW di Cirebon, Jawa Barat yang dikembangkan PT Cirebon Energi Prasarana.
Indika Energy (INDY) menyiapkan belanja modal tahun 2016 sebesar USD 40,7 juta, atau lebih kecil dari realisasi belanja modal tahun 2015 yang sebesar USD 58,7 juta. Porsi belanja modal paling besar tetap akan disalurkan untuk anak usaha yang menggarap bisnis kontraktor batubara dan konstruksi pertambangan, yaitu Petrosea (PTRO) yang mencapai USD 27,4 juta. Petrosea tahun 2016 ini banyak berharap bisa memperoleh tambahan pendapatan dari bisnis di luar penambangan batubara, seperti jasa minyak dan gas, rekayasa, dan konstruksi. Mitrabahtera Sagara Sejati (MBSS), perusahaan transportasi dan logistik batubara terintegrasi, mendapat alokasi USD 6,1 juta. PT. Kideco Jaya Agung, produsen batu bara, mendapat alokasi belanja USD 2,7 juta, dan INDY sendiri sebesar USD 4,7 juta. Perseroan berharap volume batu bara Kideco bisa mencapai 32 juta ton, turun dibandingkan realisasi tahun 2015 yang sebesar 39,8 juta ton. Per akhir tahun 2015 perseroan masih memiliki utang obligasi senilai USD 671,4 juta yang terdiri atas senior notes sebesar USD 171,4 juta yang jatuh tempo pada tahun 2018, dan senior notes USD 500 juta yang jatuh tempo tahun 2023.
Menteri PU-Pera dan Menteri BUMN membahas perkembangan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, seperti Tol Trans Jawa, simpang sebidang lahan PT Kereta Api, dan pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi. Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170 km ini merupakan kelanjutan dari tol Pasuruan-Probolinggo, melalui jalur pantai utara. Pembangunan proyek jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi akan dipercepat agar dapat selesai sesuai target pada tahun 2019. Penyelesaian perencanaan diharapkan selesai bulan Agustus 2016, diikuti tahap prakualifikasi untuk persiapan lelang. Sedang pembangunan tiga simpang sebidang dengan KAI, meliputi perlintasan Klonengan, Paguyangan dan Prupuk. Pembangunan lintasan sebidang akan dilakukan dengan sistem konstruksi "fly over", masing-masing sepanjang sekitar 30 meter setiap bidang.
Pemerintah berencana untuk meningkatkan tarif royalti untuk komoditas mineral dan batubara (Minerba). Hal itu dilakukan agar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2017 bisa meningkat. Komoditas tembaga akan naik dari 3,75% menjadi 4%, emas akan naik menjadi 3,75% dari 1%, perak akan naik dari 1% menjadi 3,25% dan nikel akan naik dari 0,95% menjadi 2%. Kenaikan itu dilakukan seiring meningkatnya harga logam internasional.
Bank Indonesia (BI) menetapkan asumsi kurs nilai tukar Rupiah tahun 2017 di kisaran Rp 13.300 – Rp 13.900 per USD. Gubernur BI mengatakan nilai tukar Rupiah hingga saat ini berada dalam pergerakan yang sudah stabil dan terhadap dolar. BI mencatat penguatan nilai Rupiah terhadap dolar sudah mencapai 5,27%. Penguatan tersebut didukung oleh persepsi positif terharap perekonomian domestik dan transaksi berjalan terjaga. Selain itu adanya pelonggaran kebijakan moneter di beberapa negara maju, pemerintah dalam RAPBN 2017 di kisaran Rp 13.650 – Rp 13.900 per USD dan APBNP 2016 tercatat Rp 13.500 per USD.
Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa per Juni 2016 naik USD 6,2 miliar dari bulan sebelumnya menjadi USD 109,8 miliar. Peningkatan dipengaruhi oleh penerimaan cadangan devisa yang berasal dari penerbitan global bonds pemerintah, hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, penerimaan pajak dan devisa migas serta penarikan pinjaman pemerintah. Posisi cadangan devisa per akhir Juni 2016 cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Setelah mendapat pengesahan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah meyakinkan secara hukum bahwa Undang-undang Tax Amnesty memberikan kepastian hukum. UU Tax Amnesty ini tidak menimbulkan keraguan bagi wajib pajak mengenai kepastian hukum dari kebijakan tersebut. UU Tax Amnesty demi kepentingan nasional dan berlaku untuk setiap wajib pajak dan seluruh orang Indonesia. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa pasal-pasal dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak (tax amnesty) memberi kepastian hukum, sehingga wajib pajak tidak perlu mengkhawatirkan uji materi (judicial review) undang-undang yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.
Sentimen dari Cina, ekspor negara ini terlihat lebih stabil di bulan Juni, ekspor dalam denominasi Yuan meningkat 1,3% (yoy), sementara impor dalam denominasi Yuan turun 2,3% (yoy). Cina mencatatkan surplus perdagangan sebesar 311,2 milyar Yuan di bulan lalu. Sementara itu, kontribusi Cina terhadap pertumbuhan ekonomi global masih sama seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Pemerintah Cina perkirakan bahwa tingkat pertumbuhan Cina di kuartal I akan mendekati level 6,7%. Pasar Asia akan berfluktuasi jelang rilis GDP Cina pada hari ini.
Menantikan data GDP Cina, disisi lainnya pasar Asia pada pembukaan perdagangan hari ini membaik diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG ke teritorial positif.
Perspektif tenikal
Support Level : 5066/5049/5016
Resistance Level : 5116/5149/5166
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BMRI: Trading Buy
Close 9600, TP 9775
Boleh buy di level 9550-9600
Resistance di 9775 & support di 9525
Waspadai jika tembus di 9525
Batasi resiko di 9500
BDMN: Trading Buy
Close 3760, TP 3820
Boleh buy di level 3740-3760
Resistance di 3820 & support di 3680
Waspadai jika tembus di 3680
Batasi resiko di 3540
LPPF : Trading Buy
Close 20825, TP 22100
Boleh buy di level 20750-20825
Resistance di 22100 & support di 20050
Waspadai jika tembus di 20050
Batasi resiko di 19950
DILD: Trading Buy
Close 550, TP 580
Boleh buy di level 540-550
Resistance di 580 & support di 530
Waspadai jika tembus di 530
Batasi resiko di 510
TOTL: Trading Buy
Close 840, TP 860
Boleh buy di level 830-840
Resistance di 860 & support di 815
Waspadai jika tembus di 815
Batasi resiko di 805
CTRP: Trading Buy
Close 615, TP 630
Boleh buy di level 605-615
Resistance di 630 & support di 595
Waspadai jika tembus di 595
Batasi resiko di 585
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
WTON, ISAT, CTRS, ACES, NRCA, ISSP, RALS, BBNI, SMBR, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 14-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$45.25 (0.50)
Gold-(troy oz) US$1,327.21 (-15.48)
Nickel-(ton) US$10,350.00 (-140.00)
Tin-(ton) US$17,970.00 (-20.00)
Coal (Newc)/ton US$61.10 (-1.30)
CPO Mal/ton* MYR2,305.50 (9.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,073.00 (-13.00)
*running
Agenda hari ini - 15 Juli 2016
RUPSLB
TRIO – RUPSLB
BABP – RUPSLB
RIGHT ISSUE
BLTZ, ratio 17:5, harga 6550, cum 13 July’16, ex 14 July’16
DIVIDEND
ECII, cash dividend 5.52, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
CASS, cash dividend 11.32, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
Economic Calendar:
data GDP China kwartal ke 2 tahun 2016
data Industrial Production China bulan Juni 2016
data CPI kawasan Euro bulan Juni 2016 (Final)
data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Mei 2016
pidato gubernur BoE Mark Carney
data CPI AS bulan Juni 2016
data Retail Sales AS bulan Juni 2016
data Manufacturing Sales Canada bulan Mei 2016
data Industrial Production AS bulan Juni 2016
indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Pemerintah berencana mengarahkan dana repatriasi hasil kebijakan tax amnesty untuk membiayai proyek infrastruktur. Dana tersebut akan diarahkan masuk melalui instrumen investasi surat utang atau obligasi infrastruktur. BUMN karya juga telah diinstruksikan untuk bersiap mengeluarkan obligasi infrastruktur. Waskita Karya (WSKT) berencana mengeluarkan obligasi infrastruktur senilai Rp 5 triliun yang diincar dari dana repatriasi dan ditargetkan terbit pada tahun 2016 ini. Masuknya dana repatriasi Tax Amnesty memberikan manfaat banyak bagi perseroan. WSKT bisa menyerap dana tersebut melalui beragam instrumen investasi, seperti meng-IPO-kan Waskita Beton Precast, menjual saham PT Waskita Toll Road (WTR) dan obligasi. Total bisa mencapai sekitar Rp 15 triliun, yang terdiri dari Rp 5 triliun dari instrumen dan Rp 10 triliun dari instrumen equity.
PT. Pertamina (Persero) berencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) salah satu anak usahanya yakni PT Tugu Pratama Indonesia yang bergerak di sektor asuransi. IPO tersebut akan dilakukan pada tahun 2016. Namun Pertamina belum bisa memastikan besaran saham Tugu Pratama yang akan dilepas ke publik. Setelah melaksanakan IPO Tugu Pratama, Pertamina akan melanjutkan langkah melepas saham ke publik untuk anak-anak usaha yang berada di luar bisnis inti perseroan.
Jasa Marga (JSMR) telah mendapatkan persetujuan untuk menerbitkan saham baru atau right issue. Perseroan diperkirakan akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 1,8 triliun. Total target dana right issue tersebut terdiri dari Rp 1,25 triliun yang diserap oleh pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) dan sisanya akan diserap oleh publik. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur yang tengah digarap perseroan, yaitu untuk Batang-Semarang ekuitas portion, Pandaan-Malang, Cikampek elevated.
Medco Energi Internasional (MEDC) telah melakukan akuisisi kepemilikan PT Newmont Nusa Tenggara senilai USD 2,6 miliar. Pasca akuisisi, pendiri MEDC Arifin Panigoro akan segera melakukan perombakan manajemen.
UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak akan segera dilaksanakan pada pekan depan. Pemerintah telah mempersiapkan beberapa bank persepsi untuk menampung dana repatriasi. Bank persepsi ini nantinya akan ditunjuk secara resmi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Bank yang telah disiapkan adalah bank dengan kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan IV. Sebelumnya dikabarkan terdapat 7 bank persepsi untuk menampung dana repatriasi. Ketujuh bank ini terdiri dari 4 bank BUMN dan 3 bank swasta. Keempat bank BUMN tersebut adalah Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Tabungan Negara (BBTN) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Sedangkan 3 bank swasta adalah Bank Central Asia (BBCA), Bank Danamon (BDMN) dan Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN). Namun Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro, belum mengonfirmasi kebenaran informasi ini.
Anak usaha Indika Energy (INDY), yaitu PT Indika Multi Energi Internasional (IMEI) dan PT Indika Energy Infrastructure (IEI) menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBB) dengan PT Imeco Multi Prasarana (IMP) guna melepas saham pada PT Prasarana Energi Indonesia (PEI). IMEI dan IEI melepas 2.100 saham dalam PEI atau mewakili 75% dari jumlah modal yang ditempatkan pada PEI. PEI adalah pemilik 25% participating interest melalui anak usahanya PT Prasarana Energi Cirebon pada proyek pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 1000 MW di Cirebon, Jawa Barat yang dikembangkan PT Cirebon Energi Prasarana.
Indika Energy (INDY) menyiapkan belanja modal tahun 2016 sebesar USD 40,7 juta, atau lebih kecil dari realisasi belanja modal tahun 2015 yang sebesar USD 58,7 juta. Porsi belanja modal paling besar tetap akan disalurkan untuk anak usaha yang menggarap bisnis kontraktor batubara dan konstruksi pertambangan, yaitu Petrosea (PTRO) yang mencapai USD 27,4 juta. Petrosea tahun 2016 ini banyak berharap bisa memperoleh tambahan pendapatan dari bisnis di luar penambangan batubara, seperti jasa minyak dan gas, rekayasa, dan konstruksi. Mitrabahtera Sagara Sejati (MBSS), perusahaan transportasi dan logistik batubara terintegrasi, mendapat alokasi USD 6,1 juta. PT. Kideco Jaya Agung, produsen batu bara, mendapat alokasi belanja USD 2,7 juta, dan INDY sendiri sebesar USD 4,7 juta. Perseroan berharap volume batu bara Kideco bisa mencapai 32 juta ton, turun dibandingkan realisasi tahun 2015 yang sebesar 39,8 juta ton. Per akhir tahun 2015 perseroan masih memiliki utang obligasi senilai USD 671,4 juta yang terdiri atas senior notes sebesar USD 171,4 juta yang jatuh tempo pada tahun 2018, dan senior notes USD 500 juta yang jatuh tempo tahun 2023.
Menteri PU-Pera dan Menteri BUMN membahas perkembangan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, seperti Tol Trans Jawa, simpang sebidang lahan PT Kereta Api, dan pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi. Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170 km ini merupakan kelanjutan dari tol Pasuruan-Probolinggo, melalui jalur pantai utara. Pembangunan proyek jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi akan dipercepat agar dapat selesai sesuai target pada tahun 2019. Penyelesaian perencanaan diharapkan selesai bulan Agustus 2016, diikuti tahap prakualifikasi untuk persiapan lelang. Sedang pembangunan tiga simpang sebidang dengan KAI, meliputi perlintasan Klonengan, Paguyangan dan Prupuk. Pembangunan lintasan sebidang akan dilakukan dengan sistem konstruksi "fly over", masing-masing sepanjang sekitar 30 meter setiap bidang.
Pemerintah berencana untuk meningkatkan tarif royalti untuk komoditas mineral dan batubara (Minerba). Hal itu dilakukan agar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2017 bisa meningkat. Komoditas tembaga akan naik dari 3,75% menjadi 4%, emas akan naik menjadi 3,75% dari 1%, perak akan naik dari 1% menjadi 3,25% dan nikel akan naik dari 0,95% menjadi 2%. Kenaikan itu dilakukan seiring meningkatnya harga logam internasional.
Bank Indonesia (BI) menetapkan asumsi kurs nilai tukar Rupiah tahun 2017 di kisaran Rp 13.300 – Rp 13.900 per USD. Gubernur BI mengatakan nilai tukar Rupiah hingga saat ini berada dalam pergerakan yang sudah stabil dan terhadap dolar. BI mencatat penguatan nilai Rupiah terhadap dolar sudah mencapai 5,27%. Penguatan tersebut didukung oleh persepsi positif terharap perekonomian domestik dan transaksi berjalan terjaga. Selain itu adanya pelonggaran kebijakan moneter di beberapa negara maju, pemerintah dalam RAPBN 2017 di kisaran Rp 13.650 – Rp 13.900 per USD dan APBNP 2016 tercatat Rp 13.500 per USD.
Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa per Juni 2016 naik USD 6,2 miliar dari bulan sebelumnya menjadi USD 109,8 miliar. Peningkatan dipengaruhi oleh penerimaan cadangan devisa yang berasal dari penerbitan global bonds pemerintah, hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, penerimaan pajak dan devisa migas serta penarikan pinjaman pemerintah. Posisi cadangan devisa per akhir Juni 2016 cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.











0 comments:
Posting Komentar