Prediksi IHSG;
Ekonomi Cina diindikasikan masih stabil. Hal itu ditunjukkan dari data ekspor dalam mata uang Yuan yang naik 1,3%, sedang impor turun 2,3%. Cina mencatatkan surplus perdagangan 311,2 mliar Yuan atau USD 46,5 miliar. Sementara itu, penunjukan Theresa May sebagai perdana menteri Inggris menenangkan pasar keuangan Inggris yang bergejolak sejak referendum dan mengapresiasi poundsterling. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berencana membentuk departemen pemerintahan baru yang akan memimpin proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Katalis dari dalam negeri, pemerintah mempersiapkan asumsi makro dalam RAPBN 2017 yang akan dibahas bersama Komisi XI DPR RI mulai Kamis. Tantangan di tahun 2017 tidak jauh berbeda dengan yang dihadapi saat ini, yaitu krisis ekonomi global yang akan berdampak pada ekonomi domestik. Pemerintah memanfaatkan pembangunan infrastruktur sebagai tameng menghadapi krisis global. Kementerian Keuangan yakin pertumbuhan ekonomi tahun 2017 akan lebih tinggi dan lebih baik dari realisasi tahun 2016. Meski demikian perlu diwaspadai short-term profit taking.
Perspektif tenikal
Support Level : 5105/5076/5062
Resistance Level : 5148/5163/5192
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
· Close 4260, TP 4310
· Boleh buy di level 4240-4260
· Resistance di 4310 & support di 4160
· Waspadai jika tembus di 4160
· Batasi resiko di 4150
ADHI: Trading Buy
Close 2850, TP 2900
Boleh buy di level 2830-2850
Resistance di 2900 & support di 2780
Waspadai jika tembus di 2780
Batasi resiko di 2770
WSKT : Trading Buy
Close 2590, TP 2630
Boleh buy di level 2580-2590
Resistance di 2630 & support di 2550
Waspadai jika tembus di 2550
Batasi resiko di 2540
EXCL: Trading Buy
Close 3680, TP 3730
Boleh buy di level 3670-3680
Resistance di 3730 & support di 3620
Waspadai jika tembus di 3620
Batasi resiko di 3600
WTON: Trading Buy
Close 965, TP 1000
Boleh buy di level 955-965
Resistance di 1000 & support di 950
Waspadai jika tembus di 950
Batasi resiko di 925
LPPF: Trading Buy
Close 21275, TP 21550
Boleh buy di level 20750-21275
Resistance di 21550 & support di 20750
Waspadai jika tembus di 20750
Batasi resiko di 19950
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, JSMR, BBRI, BMRI, UNVR
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 13-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$46.20 (-0.60)
Gold-(troy oz) US$1,339.02 (5.94)
Nickel-(ton) US$10,490.00 (445.00)
Tin-(ton) US$17,990.00 (115.00)
Coal (Newc)/ton US$60.70 (-1.70)
CPO Mal/ton* MYR2,296.50 (-28.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,085.50 (-34.50)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 14 Juli 2016
RUPSLB
LMAS – RUPST
Dividend
ECII, cash dividend 5.52, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
CASS, cash dividend 11.32, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
Economic Calendar:
Indonesia Foreign Reserves
Indonesia Net Foreign Assets
US Monthly Budget Statement, diperkirakan sekitar $24 Bn
US Initial Jobless Claims, diperkirakan naik menjadi 265 ribu dari 254 ribu
US Continuing Claims, diperkirakan naik menjadi 2140 ribu dari 2124 ribu
US PPI MoM, diperkirakan turun menjadi 0.3% dari 0.4%
US CPI MoM, diperkirakan naik menjadi 0.3% dari 0.2%
VAS
HEADLINE NEWS
Pemerintah telah menentukan 7 bank persepsi yang nantinya akan mendapatkan mandat untuk menampung dana repatriasitax amnesty. Ketujuh bank tersebut terdiri dari 4 bank BUMN yakni Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Tabungan Negara (BBTN), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan 3 bank swasta, yaitu Bank Danamon Indonesia (BDMN), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).
Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi salah satu bank persepsi yang akan menghimpun dana pengampunan pajak atau tax amnesty. BTN menargetkan dapat menghimpun aliran dana tersebut hingga mencapai Rp 50 triliun, atau bertambah dari target awal sebesar Rp 30 triliun. Dana ini ada dua jenis, yaitu deklarasi dan repatriasi. Khusus repatriasi merupakan warga negara Indonesia yang menyimpan aset di luar negeri. Dana yang masuk tersebut harus ditanam ke sektor riil. BTN bisa mendapat kesempatan untuk mempercepat penggelembungan sebagai bank perumahan untuk menyalurkan pembiayaan perumahan maupun membantu likuiditas. Dengan begitu BTN optimis pembangunan Sejuta Rumah akan terwujud karena adanya dukungan dana ke sektor properti yang merupakan sektor riil.
Bank Tabungan Negara (BBTN) telah merealisasikan program sejuta rumah sebanyak 300.000 unit. Pada satu tahun pertama program sejuta rumah, BTN menargetkan akan membangun 570.000 unit rumah. Dari realisasi tersebut terdapat 170.000 unit yang sudah berbentuk rumah. Sementara 130.000 unit masih proses konstruksi. Dengan program satu juta rumah berarti bisa diselesaikan dalam 14 tahun. Salah satu cara mempercepat adalah dengan menambah developer. Dengan menggandeng developer, maka satu pengembang dapat membangun 15 hingga 20 unit rumah. Namun dalam rangka mengakselerasi program tersebut, BTN menargetkan akan membidik 6.000 pengembang properti dengan meningkatkan kemampuan membangun rumah sebanyak 50 unit. Tahun 2016 perkiraan satu calon developer rata-rata bisa membangun 50 rumah. Jika ada 500 developer, maka bisa mambangun 25.000 unit. Saat ini developer yang sudah bekerja sama dengan BTN sebanyak 5.000 perusahaan, sehingga BTN akan menambah 1.000 developer hingga akhir tahun.
Bank Tabungan Negara (BBTN) turut mendorong agar pemeritah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membentuk lembaga bank tanah, mengingat pertumbuhan harga saat ini cenderung tidak terkontrol. Bank tanah dinilai dapat mengendalikan harga tanah menjadi lebih stabil. Untuk mengatasi masalah tersebut perseroan telah membuat BTN Housing Finance Center (HFC). Meski bukan berupa bank tanah, namun lembaga ini diyakini bisa memberikan patokan harga tanah di sejumlah daerah di Indonesia.
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan menurunkan suku bunga kredit hingga menjadi sebesar 9,5% pada Oktober 2016. Keputusan tersebut menyusul berlakunya BI Rate 7 Day Repo Rate. Penurunan bertahap menuju single digit dimulai pada Oktober 2016. Perseroan berharap agar pertumbuhan kredit KPR akan meningkat menyusul keputusan tersebut.
PT. Citilink Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA), menargetkan penerbangan reguler Manado-Tiongkok akan berlaku pada akhir tahun 2016. Citilink baru membuka rute penerbangan Manado-Tiongkok dalam bentuk carter belum reguler. Saat ini penerbangan carter Tiongkok-Manado akan berlangsung tiga kali dalam dua minggu, hingga bulan Agustus 2016. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah penerbangan akan bertambah hingga akhir tahun, karena promosi baik dari maskapai dan pemerintah terus dilakukan.
Pembentukan induk usaha atau holding dari kedua perusahaan energi BUMN antara Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Pertamina (Persero) masih dalam tahap penyelesaian di Kementerian BUMN. Holding memiliki beberapa manfaat. Pertama, sinergi investasi akan jalan dengan bisa melakukan penghematan investasi. Kedua, dari investasi akan bisa mencapai efisiensi operasi, maka kemampuan investasi akan besar sehingga Pertamina dan PGN akan bisa tumbuh lebih cepat.
Gabungan Pengusahan Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) optimis akan terjadi peningkatan pertumbuhan industri mamin pada triwulan II atau semester I 2016. Pertumbuhan industri mamim bisa mencapai 8% di semester II dikarenakan adanya permintaan yang cukup baik. Kontribusi pertumbuhan tahun 2016 naik dikarenakan rata-rata penjualan yang stabil tanpa harus melakukan penurunan harga. Tahun sebelumnya kontribusi pertumbuhan mengandalkan penurunan harga untuk mendapatkan pembelian.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini tengah menyiapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pelaksanaan UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Nantinya akan ada empat PMK mengenai pelaksanaan tax amnesty yang akan segera diluncurkan, yaitu tentang tata cara, penetapan bank persepsi, tata cara investasi, pendelegasian wewenang. PMK ini akan diluncurkan pada Kamis 14 Juli 2016. Selain PMK, juga terdapat instrumen pengatur pelaksanaan teknis seperti Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak.
Ekonomi Cina diindikasikan masih stabil. Hal itu ditunjukkan dari data ekspor dalam mata uang Yuan yang naik 1,3%, sedang impor turun 2,3%. Cina mencatatkan surplus perdagangan 311,2 mliar Yuan atau USD 46,5 miliar. Sementara itu, penunjukan Theresa May sebagai perdana menteri Inggris menenangkan pasar keuangan Inggris yang bergejolak sejak referendum dan mengapresiasi poundsterling. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berencana membentuk departemen pemerintahan baru yang akan memimpin proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Katalis dari dalam negeri, pemerintah mempersiapkan asumsi makro dalam RAPBN 2017 yang akan dibahas bersama Komisi XI DPR RI mulai Kamis. Tantangan di tahun 2017 tidak jauh berbeda dengan yang dihadapi saat ini, yaitu krisis ekonomi global yang akan berdampak pada ekonomi domestik. Pemerintah memanfaatkan pembangunan infrastruktur sebagai tameng menghadapi krisis global. Kementerian Keuangan yakin pertumbuhan ekonomi tahun 2017 akan lebih tinggi dan lebih baik dari realisasi tahun 2016. Meski demikian perlu diwaspadai short-term profit taking.
Perspektif tenikal
Support Level : 5105/5076/5062
Resistance Level : 5148/5163/5192
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
· Close 4260, TP 4310
· Boleh buy di level 4240-4260
· Resistance di 4310 & support di 4160
· Waspadai jika tembus di 4160
· Batasi resiko di 4150
ADHI: Trading Buy
Close 2850, TP 2900
Boleh buy di level 2830-2850
Resistance di 2900 & support di 2780
Waspadai jika tembus di 2780
Batasi resiko di 2770
WSKT : Trading Buy
Close 2590, TP 2630
Boleh buy di level 2580-2590
Resistance di 2630 & support di 2550
Waspadai jika tembus di 2550
Batasi resiko di 2540
EXCL: Trading Buy
Close 3680, TP 3730
Boleh buy di level 3670-3680
Resistance di 3730 & support di 3620
Waspadai jika tembus di 3620
Batasi resiko di 3600
WTON: Trading Buy
Close 965, TP 1000
Boleh buy di level 955-965
Resistance di 1000 & support di 950
Waspadai jika tembus di 950
Batasi resiko di 925
LPPF: Trading Buy
Close 21275, TP 21550
Boleh buy di level 20750-21275
Resistance di 21550 & support di 20750
Waspadai jika tembus di 20750
Batasi resiko di 19950
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, JSMR, BBRI, BMRI, UNVR
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 13-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$46.20 (-0.60)
Gold-(troy oz) US$1,339.02 (5.94)
Nickel-(ton) US$10,490.00 (445.00)
Tin-(ton) US$17,990.00 (115.00)
Coal (Newc)/ton US$60.70 (-1.70)
CPO Mal/ton* MYR2,296.50 (-28.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,085.50 (-34.50)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 14 Juli 2016
RUPSLB
LMAS – RUPST
Dividend
ECII, cash dividend 5.52, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
CASS, cash dividend 11.32, cum 14 Jul-16, ex 15 Jul-16
Economic Calendar:
Indonesia Foreign Reserves
Indonesia Net Foreign Assets
US Monthly Budget Statement, diperkirakan sekitar $24 Bn
US Initial Jobless Claims, diperkirakan naik menjadi 265 ribu dari 254 ribu
US Continuing Claims, diperkirakan naik menjadi 2140 ribu dari 2124 ribu
US PPI MoM, diperkirakan turun menjadi 0.3% dari 0.4%
US CPI MoM, diperkirakan naik menjadi 0.3% dari 0.2%
VAS
HEADLINE NEWS
Pemerintah telah menentukan 7 bank persepsi yang nantinya akan mendapatkan mandat untuk menampung dana repatriasitax amnesty. Ketujuh bank tersebut terdiri dari 4 bank BUMN yakni Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Tabungan Negara (BBTN), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan 3 bank swasta, yaitu Bank Danamon Indonesia (BDMN), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).
Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi salah satu bank persepsi yang akan menghimpun dana pengampunan pajak atau tax amnesty. BTN menargetkan dapat menghimpun aliran dana tersebut hingga mencapai Rp 50 triliun, atau bertambah dari target awal sebesar Rp 30 triliun. Dana ini ada dua jenis, yaitu deklarasi dan repatriasi. Khusus repatriasi merupakan warga negara Indonesia yang menyimpan aset di luar negeri. Dana yang masuk tersebut harus ditanam ke sektor riil. BTN bisa mendapat kesempatan untuk mempercepat penggelembungan sebagai bank perumahan untuk menyalurkan pembiayaan perumahan maupun membantu likuiditas. Dengan begitu BTN optimis pembangunan Sejuta Rumah akan terwujud karena adanya dukungan dana ke sektor properti yang merupakan sektor riil.
Bank Tabungan Negara (BBTN) telah merealisasikan program sejuta rumah sebanyak 300.000 unit. Pada satu tahun pertama program sejuta rumah, BTN menargetkan akan membangun 570.000 unit rumah. Dari realisasi tersebut terdapat 170.000 unit yang sudah berbentuk rumah. Sementara 130.000 unit masih proses konstruksi. Dengan program satu juta rumah berarti bisa diselesaikan dalam 14 tahun. Salah satu cara mempercepat adalah dengan menambah developer. Dengan menggandeng developer, maka satu pengembang dapat membangun 15 hingga 20 unit rumah. Namun dalam rangka mengakselerasi program tersebut, BTN menargetkan akan membidik 6.000 pengembang properti dengan meningkatkan kemampuan membangun rumah sebanyak 50 unit. Tahun 2016 perkiraan satu calon developer rata-rata bisa membangun 50 rumah. Jika ada 500 developer, maka bisa mambangun 25.000 unit. Saat ini developer yang sudah bekerja sama dengan BTN sebanyak 5.000 perusahaan, sehingga BTN akan menambah 1.000 developer hingga akhir tahun.
Bank Tabungan Negara (BBTN) turut mendorong agar pemeritah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membentuk lembaga bank tanah, mengingat pertumbuhan harga saat ini cenderung tidak terkontrol. Bank tanah dinilai dapat mengendalikan harga tanah menjadi lebih stabil. Untuk mengatasi masalah tersebut perseroan telah membuat BTN Housing Finance Center (HFC). Meski bukan berupa bank tanah, namun lembaga ini diyakini bisa memberikan patokan harga tanah di sejumlah daerah di Indonesia.
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan menurunkan suku bunga kredit hingga menjadi sebesar 9,5% pada Oktober 2016. Keputusan tersebut menyusul berlakunya BI Rate 7 Day Repo Rate. Penurunan bertahap menuju single digit dimulai pada Oktober 2016. Perseroan berharap agar pertumbuhan kredit KPR akan meningkat menyusul keputusan tersebut.
PT. Citilink Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA), menargetkan penerbangan reguler Manado-Tiongkok akan berlaku pada akhir tahun 2016. Citilink baru membuka rute penerbangan Manado-Tiongkok dalam bentuk carter belum reguler. Saat ini penerbangan carter Tiongkok-Manado akan berlangsung tiga kali dalam dua minggu, hingga bulan Agustus 2016. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah penerbangan akan bertambah hingga akhir tahun, karena promosi baik dari maskapai dan pemerintah terus dilakukan.
Pembentukan induk usaha atau holding dari kedua perusahaan energi BUMN antara Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Pertamina (Persero) masih dalam tahap penyelesaian di Kementerian BUMN. Holding memiliki beberapa manfaat. Pertama, sinergi investasi akan jalan dengan bisa melakukan penghematan investasi. Kedua, dari investasi akan bisa mencapai efisiensi operasi, maka kemampuan investasi akan besar sehingga Pertamina dan PGN akan bisa tumbuh lebih cepat.
Gabungan Pengusahan Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) optimis akan terjadi peningkatan pertumbuhan industri mamin pada triwulan II atau semester I 2016. Pertumbuhan industri mamim bisa mencapai 8% di semester II dikarenakan adanya permintaan yang cukup baik. Kontribusi pertumbuhan tahun 2016 naik dikarenakan rata-rata penjualan yang stabil tanpa harus melakukan penurunan harga. Tahun sebelumnya kontribusi pertumbuhan mengandalkan penurunan harga untuk mendapatkan pembelian.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini tengah menyiapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pelaksanaan UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Nantinya akan ada empat PMK mengenai pelaksanaan tax amnesty yang akan segera diluncurkan, yaitu tentang tata cara, penetapan bank persepsi, tata cara investasi, pendelegasian wewenang. PMK ini akan diluncurkan pada Kamis 14 Juli 2016. Selain PMK, juga terdapat instrumen pengatur pelaksanaan teknis seperti Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak.











0 comments:
Posting Komentar