Prediksi IHSG;
Pernyataan dari Yellen yang optimis terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) memicu dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang negara utama dunia lainnya pada Selasa. Dampaknya pun Rupiah menguat ke level Rp 13.240 per dolar AS. Yellen juga menyebutkan rencana kenaikan Fed rate, namun tidak menyebutkan waktu kenaikannya. Ketua The Fed hanya menyatakan kenaikan suku bunga Fed sedang dalam proses. Pernyataan Yellen itu dianggap gagal memberikan sinyal tentang waktu kenaikan suku bunga dan pasar berasumsi kenaikan Fed rate ditunda. Dipihak lain, cadangan devisa Cina dalam denominasi asing pada Mei 2016 turun USD 28 miliar menjadi USD 3,19 triliun atau terendah sejak tahun 2011 karena nilai Yuan melemah. Di tengah optimisme global, Menteri Keuangan RI memberi sinyal akan menurunkan asumsi laju produk domestik bruto dalam RAPBN-P 2016 dari 5,3% menjadi 5,1%-5,2%. Meski demikian revisi turun asumsi itu dinilai masih bisa ditoleransi. Perekonomian global yang masih tidak pasti menyebabkan pemerintah bergantung pada belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) dan investasi baru untuk mendorong perekonomian. Apresiasi nilai rupiah dan sinyalemen ditundanya kenaikan Fed rate masih menjadi katalis di bursa saham Indonesia hari ini. IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan apresiasinya, meski dibatas oleh sentimen dari pasar Asia yang cenderung bergerak variatif pada hari ini. Sebelumnya saham Asia pada perdagangan hari Selasa sebagian besar di tutup dalam zona positif.
Perspektif tenikal
Support Level : 4916/4899/4890
Resistance Level : 4943/4952/4969
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2610, TP 2670
Boleh buy di level 2590-2610
Resistance di 2670 & support di 2580
Waspadai jika tembus di 2580
Batasi resiko di 2560
ASII: Trading Buy
Close 6850, TP 7000
Boleh buy di level 6750-6850
Resistance di 7000 & support di 6750
Waspadai jika tembus di 6750
Batasi resiko di 6700
CPIN : Trading Buy
Close 3710, TP 3780
Boleh buy di level 3690-3710
Resistance di 3780 & support di 3590
Waspadai jika tembus di 3590
Batasi resiko di 3570
SIMP: Trading Buy
Close 490, TP 505
Boleh buy di level 485-490
Resistance di 505 & support di 474
Waspadai jika tembus di 474
Batasi resiko di 470
BISI: Trading Buy
Close 1775, TP 1815
Boleh buy di level 1765-1775
Resistance di 1815 & support di 1745
Waspadai jika tembus di 1745
Batasi resiko di 1735
ASRI: Trading Buy
Close 402, TP 426
Boleh buy di level 400-402
Resistance di 426 & support di 380
Waspadai jika tembus di 380
Batasi resiko di 378
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, UNVR, ASII, WSKT, PTPP, WIKA, TLKM.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 7-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$49.94 (0.25)
Gold-(troy oz) US$1,241.26 (-4.05)
Nickel-(ton) US$8,665.00 (170.00)
Tin-(ton) US$16,945.00 (355.00)
Coal (Newc)/ton US$54.65 (-7.75)
CPO Mal/ton* MYR2,659.50 (10.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,262.50 (-107.50)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 08 Juni 2016
RUPSLB
• BRAM – RUPST
• AKPI – RUPST
• MDRN – RUPST
• BRPT – RUPST
• BNBA – RUPST
• MTDL - RUPST/LB
Dividend
• SMSM, cash dividend 50.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• KLBF, cash dividend 19.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• MPMX, cash dividend 17.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• NRCA, cash dividend 16.02, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• SCCO, cash dividend 225.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• SSIA, cash dividend 9.71, cum 08 Jun-16, ex 09 Jun-16
Right issue
• ACST, ratio 5:2, price 3000.00, cum 08 Jun’16, ex 09 Jun’16
Economic Calendar:
• data Current Account Jepang bulan April 2016
• data GDP Jepang kwartal pertama tahun 2016 (Final)
• data neraca perdagangan China bulan Mei 2016
• data Manufacturing Production Inggris bulan April 2016
• data Job Openings and Labor Turnover Summary AS bulan April 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 3 Juni 2016
VAS
HEADLINE NEWS
BHP Billiton sepakat menjual 75% saham pada proyek IndoMet Coal kepada Alam Tri Abadi, anak usaha Adaro Energy (ADRO). Nilai transaksi diperkirakan mencapai USD 120 juta. Penyelesaian penjualan tergantung pada persetujuan regulator. IndoMet Coal merupakan proyek yang terdiri atas tujuh kontrak karya batubara yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Adapun, Tambang Haju, yang terletak di Lahai Coal Kontrak Karya, memiliki kapasitas produksi satu juta ton batubara per tahun.
Bisi International (BISI) menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 30% YoY menjadi Rp 344,5 miliar tahun ini, sedangkan pendapatan diproyeksikan tumbuh sekitar 22% YoY menjadi Rp 1,7 triliun. Pendapatan dari penjualan benih jagung dan holtikultura diproyeksikan tumbuh sebesar 20-21% dan penjualan pupuk dan pestisida berkisar sebesar 27%. Pertumbuhan kinerja keuangan juga akan didukung program pemerintah untuk meraih swasembada pangan di Indonesia. Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 40,7 miliar tahun ini yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi mesin kemasan.
Surya Semesta Internusa (SSIA) tengah menjajaki lima hingga enam investor sebagai calon pembeli lahan dengan permintaan hingga lebih dari 100 ha. Para investor tersebut bergerak di bidang otomotif, building material, dan pergudangan. Para investor sangat mempertimbangkan kemudahan seperti proses perizinan satu pintu dan perpajakan. Sementara itu, SSIA juga menjajaki pembentukan perusahaan patungan bersama satu emiten properti untuk menggarap kawasan industri seluas 350-400 ha di Karawang, Jawa Barat.
Perusahaan asal Korea Selatan, DW Development segera melangsungkan uji tuntas (due diligence) untuk mengeluarkan investasi amenitas senilai USD 500 juta dan menjadi mitra strategis Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten. DW Development ingin menguasai 49% saham proyek Tanjung Lesung. Bersama mitra strategis ini, perseroan akan membangun infrastruktur dan konstruksi di kawasan seluas 1.400 ha tersebut.
Metropolitan Land (MTLA) akan melunasi utang jatuh temponya hingga setahun mendatang sebesar Rp 210 miliar. Perseroan akan menggunakan kas internal untuk melunasi utang tersebut. Tahun ini, MTLA menargetkan pertumbuhan pendapatan satu digit atau low double digit.
Bank Maybank Indonesia (BNII) menerbitkan obligasi subordinasi dan sukuk mudharabah sebesar Rp 1,5 triliun. Adapun obligasi subordinasi yang ditawarkan Rp 800 miliar bertenor tujuh tahun dan tingkat bunga tetap 9,625% per tahun. Sedangkan sukuk mudharabah Rp 700 miliar bertenor tiga tahun dan indikatif tingkat pendapatan bagi hasil setara 8,25% per tahun. Dana yang diperoleh dari sukuk mudharabah akan digunakan untuk pertumbuhan bisnis unit usaha syariah dan dana dari obligasi subordinasi untuk memperkuat struktur permodalan.
Cikarang Listrindo akan melakukan IPO saham sebanyak 1.608.716.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 200 setiap saham, yang mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan harga penawaran Rp 1.500 setiap saham. Perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 3% dari jumlah saham yang ditawarkan. Masa penawaran umum saham perdana adalah 8-9 Juni 2016. Dana yang diperoleh sekitar 70% digunakan untuk penambahan kapasitas pembangkit listrik dan 30% untuk kebutuhan modal kerja.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyelesaikan pekerjaan dua ruas proyek pembangunan pipa gas di Jawa Timur yaitu ruas Jetis-Ploso dan Kejayan-Purwosari. Adapun masing-masing pipa di kawasan tersebut memiliki panjang 27 km dan 15 km.
Jasa Marga (JSMR) akan membentuk konsorsium dengan perusahaan swasta dalam rencana lelang proyek tol Jakata-Cikampek II Elevated yang dibuka dalam waktu dekat. Perseroan masih dalam proses penyusunan dokumen yang dipersyaratkan Kementerian PUPR. Untuk konsorsium itu, JSMR akan memiliki saham mayoritas.
Waskita Karya (WSKT) dan Wijaya Karya (WIKA) mengincar kontrak baru senilai total Rp62 triliun pada semester I/2016. WIKA telah mendapatkan kontrak baru sekitar Rp8,6 triliun hingga Mei 2016 dan berada pada posisi penawar terendah senilai Rp4 triliun. Untuk itu, total kontrak baru yang akan dibukukan perseroan melebihi Rp12 triliun sepanjang semester I/2016. Apabila perkiraan kontrak baru semester I/2016 tersebut tercapai, maka realisasi kontrak baru yang dibukukan WIKA mencapai sekitar 23% dari target kontrak baru sepanjang tahun Rp52,8 triliun. Adapun proyek dimana WIKA sebagai penawar terendah antara lain adalah salah satu proyek bendungan di Sulawesi Utara dan beberapa proyek gedung. Sementara itu, WSKT memperkirakan perolehan kontrak baru mencapai Rp50 triliun sepanjang semester I/2016 atau sekitar 75% dari target Rp66 triliun sepanjang tahun. Kontrak baru itu diharapkan berasal dari pengerjaan konstruksi proyek jalan tol yang hak konsesinya telah dimiliki oleh perseroan.
Waskita Karya (WSKT) tidak akan menjadi operator bagi keseluruhan 15 jalan tol yang telah dimilikinya dan lebih memilih menjadi pengembang. Perseroan tidak menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berfungsi sebagai operator jalan tol.
Summarecon Agung (SMRA) mencatat pendapatan prapenjualan sebesar Rp1,4 triliun per Mei 2016. Jumlah tersebut setara dengan 31% dari total target hingga akhir 2016 sebesar Rp4,5 triliun. Sebanyak 72% dari total prapenjualan perseroan disumbang oleh produk rumah tapak, sedangkan sisanya disumbang apartemen dan ruko masing-masing sebesar 11% dan 7%. Sementara itu, lokasi proyek Serpong masih mendominasi prapenjualan perseroan dengan kontribusi 65,5% atau Rp917 miliar.
Saranacentral Bajatama (BAJA) tengah mengkaji untuk melepas 10% saham ke perusahaan baja asal Jepang. Investor baru tersebut diharapkan bisa membantu ekspansi perseroan dalam jangka panjang, terutama pada peningkatan mutu produksi dan perluasan pasar.
Mulia Industrindo (MLIA) berencana menganggarkan belanja modal senilai Rp230 miliar pada tahun ini atau relatif tidak berbeda dibandingkan dengan anggaran 2015. Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari kas internal. Belanja modal itu akan digunakan untuk mendukung kinerja perseroan pada 2016. Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan usaha sekitar Rp6 triliun atau meningkat 5% YoY.
Bank Syariah Mandiri, anak usaha Bank Mandiri (BMRI), makin agresif menggarap pasar kredit usaha mikro di Jawa Timur karena potensi market cukup besar, tetapi belum digarap secara maksimal. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit untuk usaha mikro tahun 2016 sebesar 25%-30%. Dari usaha mikro, ada tiga sektor penyaluran kredit yang akan didorong yakni cicilan emas, usaha mikro dan konsumer. Selain itu ada beberapa pondok pesantren besar di Jatim yang akan menjadi mitra kerja perseroan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Fast Food Indonesia (FAST) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 20 per saham atau senilai total Rp 39,902 miliar setara dengan 39% dari total laba bersih tahun 2015. Dividen akan dibagikan pada 1 Juli 2016.
Acset Indonusa (ACST) menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 3.000 per saham. Rights issue Acset Indonusa akan diterbitkan pada 14 Juni 2016 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Juni 2016. Maturity date rights issue jatuh pada 21 Juni 2016 dan expire date pada 22 Juni 2016. Perseroan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 300 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rasio HMETD atas saham sebelum pelaksaan rights issue adalah setiap pemegang 5 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan berhak atas sebanyak-banyaknya 3 HMETD (rasio 5 : 3), di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru sesuai dengan harga pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD
Pernyataan dari Yellen yang optimis terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) memicu dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang negara utama dunia lainnya pada Selasa. Dampaknya pun Rupiah menguat ke level Rp 13.240 per dolar AS. Yellen juga menyebutkan rencana kenaikan Fed rate, namun tidak menyebutkan waktu kenaikannya. Ketua The Fed hanya menyatakan kenaikan suku bunga Fed sedang dalam proses. Pernyataan Yellen itu dianggap gagal memberikan sinyal tentang waktu kenaikan suku bunga dan pasar berasumsi kenaikan Fed rate ditunda. Dipihak lain, cadangan devisa Cina dalam denominasi asing pada Mei 2016 turun USD 28 miliar menjadi USD 3,19 triliun atau terendah sejak tahun 2011 karena nilai Yuan melemah. Di tengah optimisme global, Menteri Keuangan RI memberi sinyal akan menurunkan asumsi laju produk domestik bruto dalam RAPBN-P 2016 dari 5,3% menjadi 5,1%-5,2%. Meski demikian revisi turun asumsi itu dinilai masih bisa ditoleransi. Perekonomian global yang masih tidak pasti menyebabkan pemerintah bergantung pada belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) dan investasi baru untuk mendorong perekonomian. Apresiasi nilai rupiah dan sinyalemen ditundanya kenaikan Fed rate masih menjadi katalis di bursa saham Indonesia hari ini. IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan apresiasinya, meski dibatas oleh sentimen dari pasar Asia yang cenderung bergerak variatif pada hari ini. Sebelumnya saham Asia pada perdagangan hari Selasa sebagian besar di tutup dalam zona positif.
Perspektif tenikal
Support Level : 4916/4899/4890
Resistance Level : 4943/4952/4969
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2610, TP 2670
Boleh buy di level 2590-2610
Resistance di 2670 & support di 2580
Waspadai jika tembus di 2580
Batasi resiko di 2560
ASII: Trading Buy
Close 6850, TP 7000
Boleh buy di level 6750-6850
Resistance di 7000 & support di 6750
Waspadai jika tembus di 6750
Batasi resiko di 6700
CPIN : Trading Buy
Close 3710, TP 3780
Boleh buy di level 3690-3710
Resistance di 3780 & support di 3590
Waspadai jika tembus di 3590
Batasi resiko di 3570
SIMP: Trading Buy
Close 490, TP 505
Boleh buy di level 485-490
Resistance di 505 & support di 474
Waspadai jika tembus di 474
Batasi resiko di 470
BISI: Trading Buy
Close 1775, TP 1815
Boleh buy di level 1765-1775
Resistance di 1815 & support di 1745
Waspadai jika tembus di 1745
Batasi resiko di 1735
ASRI: Trading Buy
Close 402, TP 426
Boleh buy di level 400-402
Resistance di 426 & support di 380
Waspadai jika tembus di 380
Batasi resiko di 378
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, UNVR, ASII, WSKT, PTPP, WIKA, TLKM.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 7-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$49.94 (0.25)
Gold-(troy oz) US$1,241.26 (-4.05)
Nickel-(ton) US$8,665.00 (170.00)
Tin-(ton) US$16,945.00 (355.00)
Coal (Newc)/ton US$54.65 (-7.75)
CPO Mal/ton* MYR2,659.50 (10.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,262.50 (-107.50)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 08 Juni 2016
RUPSLB
• BRAM – RUPST
• AKPI – RUPST
• MDRN – RUPST
• BRPT – RUPST
• BNBA – RUPST
• MTDL - RUPST/LB
Dividend
• SMSM, cash dividend 50.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• KLBF, cash dividend 19.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• MPMX, cash dividend 17.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• NRCA, cash dividend 16.02, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• SCCO, cash dividend 225.00, cum 07 Jun-16, ex 08 Jun-16
• SSIA, cash dividend 9.71, cum 08 Jun-16, ex 09 Jun-16
Right issue
• ACST, ratio 5:2, price 3000.00, cum 08 Jun’16, ex 09 Jun’16
Economic Calendar:
• data Current Account Jepang bulan April 2016
• data GDP Jepang kwartal pertama tahun 2016 (Final)
• data neraca perdagangan China bulan Mei 2016
• data Manufacturing Production Inggris bulan April 2016
• data Job Openings and Labor Turnover Summary AS bulan April 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 3 Juni 2016
VAS
HEADLINE NEWS
BHP Billiton sepakat menjual 75% saham pada proyek IndoMet Coal kepada Alam Tri Abadi, anak usaha Adaro Energy (ADRO). Nilai transaksi diperkirakan mencapai USD 120 juta. Penyelesaian penjualan tergantung pada persetujuan regulator. IndoMet Coal merupakan proyek yang terdiri atas tujuh kontrak karya batubara yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Adapun, Tambang Haju, yang terletak di Lahai Coal Kontrak Karya, memiliki kapasitas produksi satu juta ton batubara per tahun.
Bisi International (BISI) menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 30% YoY menjadi Rp 344,5 miliar tahun ini, sedangkan pendapatan diproyeksikan tumbuh sekitar 22% YoY menjadi Rp 1,7 triliun. Pendapatan dari penjualan benih jagung dan holtikultura diproyeksikan tumbuh sebesar 20-21% dan penjualan pupuk dan pestisida berkisar sebesar 27%. Pertumbuhan kinerja keuangan juga akan didukung program pemerintah untuk meraih swasembada pangan di Indonesia. Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 40,7 miliar tahun ini yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi mesin kemasan.
Surya Semesta Internusa (SSIA) tengah menjajaki lima hingga enam investor sebagai calon pembeli lahan dengan permintaan hingga lebih dari 100 ha. Para investor tersebut bergerak di bidang otomotif, building material, dan pergudangan. Para investor sangat mempertimbangkan kemudahan seperti proses perizinan satu pintu dan perpajakan. Sementara itu, SSIA juga menjajaki pembentukan perusahaan patungan bersama satu emiten properti untuk menggarap kawasan industri seluas 350-400 ha di Karawang, Jawa Barat.
Perusahaan asal Korea Selatan, DW Development segera melangsungkan uji tuntas (due diligence) untuk mengeluarkan investasi amenitas senilai USD 500 juta dan menjadi mitra strategis Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten. DW Development ingin menguasai 49% saham proyek Tanjung Lesung. Bersama mitra strategis ini, perseroan akan membangun infrastruktur dan konstruksi di kawasan seluas 1.400 ha tersebut.
Metropolitan Land (MTLA) akan melunasi utang jatuh temponya hingga setahun mendatang sebesar Rp 210 miliar. Perseroan akan menggunakan kas internal untuk melunasi utang tersebut. Tahun ini, MTLA menargetkan pertumbuhan pendapatan satu digit atau low double digit.
Bank Maybank Indonesia (BNII) menerbitkan obligasi subordinasi dan sukuk mudharabah sebesar Rp 1,5 triliun. Adapun obligasi subordinasi yang ditawarkan Rp 800 miliar bertenor tujuh tahun dan tingkat bunga tetap 9,625% per tahun. Sedangkan sukuk mudharabah Rp 700 miliar bertenor tiga tahun dan indikatif tingkat pendapatan bagi hasil setara 8,25% per tahun. Dana yang diperoleh dari sukuk mudharabah akan digunakan untuk pertumbuhan bisnis unit usaha syariah dan dana dari obligasi subordinasi untuk memperkuat struktur permodalan.
Cikarang Listrindo akan melakukan IPO saham sebanyak 1.608.716.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 200 setiap saham, yang mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan harga penawaran Rp 1.500 setiap saham. Perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 3% dari jumlah saham yang ditawarkan. Masa penawaran umum saham perdana adalah 8-9 Juni 2016. Dana yang diperoleh sekitar 70% digunakan untuk penambahan kapasitas pembangkit listrik dan 30% untuk kebutuhan modal kerja.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyelesaikan pekerjaan dua ruas proyek pembangunan pipa gas di Jawa Timur yaitu ruas Jetis-Ploso dan Kejayan-Purwosari. Adapun masing-masing pipa di kawasan tersebut memiliki panjang 27 km dan 15 km.
Jasa Marga (JSMR) akan membentuk konsorsium dengan perusahaan swasta dalam rencana lelang proyek tol Jakata-Cikampek II Elevated yang dibuka dalam waktu dekat. Perseroan masih dalam proses penyusunan dokumen yang dipersyaratkan Kementerian PUPR. Untuk konsorsium itu, JSMR akan memiliki saham mayoritas.
Waskita Karya (WSKT) dan Wijaya Karya (WIKA) mengincar kontrak baru senilai total Rp62 triliun pada semester I/2016. WIKA telah mendapatkan kontrak baru sekitar Rp8,6 triliun hingga Mei 2016 dan berada pada posisi penawar terendah senilai Rp4 triliun. Untuk itu, total kontrak baru yang akan dibukukan perseroan melebihi Rp12 triliun sepanjang semester I/2016. Apabila perkiraan kontrak baru semester I/2016 tersebut tercapai, maka realisasi kontrak baru yang dibukukan WIKA mencapai sekitar 23% dari target kontrak baru sepanjang tahun Rp52,8 triliun. Adapun proyek dimana WIKA sebagai penawar terendah antara lain adalah salah satu proyek bendungan di Sulawesi Utara dan beberapa proyek gedung. Sementara itu, WSKT memperkirakan perolehan kontrak baru mencapai Rp50 triliun sepanjang semester I/2016 atau sekitar 75% dari target Rp66 triliun sepanjang tahun. Kontrak baru itu diharapkan berasal dari pengerjaan konstruksi proyek jalan tol yang hak konsesinya telah dimiliki oleh perseroan.
Waskita Karya (WSKT) tidak akan menjadi operator bagi keseluruhan 15 jalan tol yang telah dimilikinya dan lebih memilih menjadi pengembang. Perseroan tidak menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berfungsi sebagai operator jalan tol.
Summarecon Agung (SMRA) mencatat pendapatan prapenjualan sebesar Rp1,4 triliun per Mei 2016. Jumlah tersebut setara dengan 31% dari total target hingga akhir 2016 sebesar Rp4,5 triliun. Sebanyak 72% dari total prapenjualan perseroan disumbang oleh produk rumah tapak, sedangkan sisanya disumbang apartemen dan ruko masing-masing sebesar 11% dan 7%. Sementara itu, lokasi proyek Serpong masih mendominasi prapenjualan perseroan dengan kontribusi 65,5% atau Rp917 miliar.
Saranacentral Bajatama (BAJA) tengah mengkaji untuk melepas 10% saham ke perusahaan baja asal Jepang. Investor baru tersebut diharapkan bisa membantu ekspansi perseroan dalam jangka panjang, terutama pada peningkatan mutu produksi dan perluasan pasar.
Mulia Industrindo (MLIA) berencana menganggarkan belanja modal senilai Rp230 miliar pada tahun ini atau relatif tidak berbeda dibandingkan dengan anggaran 2015. Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari kas internal. Belanja modal itu akan digunakan untuk mendukung kinerja perseroan pada 2016. Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan usaha sekitar Rp6 triliun atau meningkat 5% YoY.
Bank Syariah Mandiri, anak usaha Bank Mandiri (BMRI), makin agresif menggarap pasar kredit usaha mikro di Jawa Timur karena potensi market cukup besar, tetapi belum digarap secara maksimal. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit untuk usaha mikro tahun 2016 sebesar 25%-30%. Dari usaha mikro, ada tiga sektor penyaluran kredit yang akan didorong yakni cicilan emas, usaha mikro dan konsumer. Selain itu ada beberapa pondok pesantren besar di Jatim yang akan menjadi mitra kerja perseroan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Fast Food Indonesia (FAST) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 20 per saham atau senilai total Rp 39,902 miliar setara dengan 39% dari total laba bersih tahun 2015. Dividen akan dibagikan pada 1 Juli 2016.
Acset Indonusa (ACST) menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 3.000 per saham. Rights issue Acset Indonusa akan diterbitkan pada 14 Juni 2016 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Juni 2016. Maturity date rights issue jatuh pada 21 Juni 2016 dan expire date pada 22 Juni 2016. Perseroan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 300 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rasio HMETD atas saham sebelum pelaksaan rights issue adalah setiap pemegang 5 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan berhak atas sebanyak-banyaknya 3 HMETD (rasio 5 : 3), di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru sesuai dengan harga pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD











0 comments:
Posting Komentar