Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 02 Juni 2016

View Market IHSG 2Juni16

Prediksi IHSG;
Hasil survey ekonomi Cina menunjukan bahwa pemulihan ekonomi negara ini belum terlihat. Data Purchasing Managers' Index (PMI) resmi di bulan Mei berada di angka 50,1 atau belum berubah dari data April. Sementara itu, para pembuat kebijakan Cina tengah berusaha untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 6.5% sambil mempertahankan tingkat hutang dan memangkas kelebihan kapasitasn di industri seperti di batu bara dan baja. Disisi lainnya pelaku pasar kembali akan mencermati ketidakpastian dari kabar Brexit. Hasil jajak pendapat menunjukkan pemilih Inggris lebih mendukung keluar dari blok. Sentimen lain dari eksternal, jelang pertemuan OPEC di Wina, akan menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, pasar masih cemas pertemuan OPEC kembali tidak mencapai kesepakatan, karena Menteri Perminyakan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman terang-terangan menegaskan tidak akan mengurangi produksi guna mempertahankan pangsa pasar. Kendala lainnya bagi pasar saham, berkenaan dengan ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate. Sebagian besar pejabat the Fed, optimis suku bunga akan naik secara bertahap pada tahun ini. Katalis diatas dan ditambah dengan kondisi trend pergerakan indek global yang melambat, diperkirakan dapat menjadi menghambatan bagi laju IHSG hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 4810/4780/4759
Resistance Level : 4861/4882/4912
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

WIKA: Trading Buy
 Close 2450, TP 2530
 Boleh buy di level 2410-2450
 Resistance di 2530 & support di 2410
 Waspadai jika tembus di 2410
 Batasi resiko di 2400

BJBR: Trading Buy
 Close 975, TP 995
 Boleh buy di level  950-975
 Resistance di 995 & support di 950
 Waspadai jika tembus di 950
 Batasi resiko di 940

BMRI : Trading Buy
 Close 9200, TP 9325
 Boleh buy di level  9100-9200
 Resistance di 9325 & support di 9050
 Waspadai jika tembus di 9050
 Batasi resiko di 9000

BBRI:  Trading Buy
 Close 10450, TP 10700
 Boleh buy di level  10350-10450
 Resistance di 10700 & support di 10350
 Waspadai jika tembus di 10350
 Batasi resiko di 10275

SMRA:  Trading Buy
 Close 1635, TP 1665
 Boleh buy di level  1625-1635
 Resistance di 1665 & support di 1600
 Waspadai jika tembus di 1600
 Batasi resiko di 1590

SRIL:  Trading Buy
 Close 284, TP 300
 Boleh buy di level  280-284
 Resistance di 300 & support di 272
 Waspadai jika tembus di 272
 Batasi resiko di 270

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
AALI, MNCN. SILO, DILD, TMPI, VIVA, SCMA, BSDE, GGRM, ASII, WSKT

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 1-Jun-16
 Crude Oil-(barel) US$48.26  (-0.84)
 Gold-(troy oz) US$1,216.16  (0.83)
 Nickel-(ton) US$8,435.00  (15.00)
 Tin-(ton) US$16,300.00  (100.00)
 Coal (Newc)/ton US$53.50  (-8.90)
 CPO Mal/ton* MYR2,613.00 (10.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,661.00 (13.00)
*running

Agenda hari ini  - Kamis, 02 Juni 2016
RUPSLB
• GDST - RUPST - 02-Jun-16
• JPRS - RUPST - 02-Jun-16
• BTON - RUPST/LB - 02-Jun-16
• ASJT - RUPST - 02-Jun-16
• SMAR - RUPST/LB - 02-Jun-16
• LSIP - RUPST - 02-Jun-16
• JSPT - RUPST - 02-Jun-16
• SMDR - RUPST - 02-Jun-16
• RELI - RUPST/LB - 02-Jun-16
• SMMT - RUPST/LB - 02-Jun-16
• MBTO - RUPST/LB - 02-Jun-16
• DGIK - RUPST/LB - 02-Jun-16
• PSAB - RUPST/LB - 02-Jun-16
• SULI - RUPST - 02-Jun-16
• TFCO - RUPST - 02-Jun-16
• ISAT - RUPST - 02-Jun-16
• UNIC - RUPST - 02-Jun-16
• BNBR - RUPST/LB - 02-Jun-16
• CENT - RUPST/LB - 02-Jun-16
• TIRT - RUPST - 02-Jun-16
• RIMO - RUPST - 02-Jun-16
• APLN - RUPST - 02-Jun-16
• ICBP - RUPST/LB - 02-Jun-16

Dividend
• ASRM, cash dividend 95.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• BBMD, cash dividend 14.67, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• TOTL, cash dividend 40.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• DVLA, cash dividend 35.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• SSMS, cash dividend 17.66, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• INCI, cash dividend 10.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• EPMT, cash dividend 5.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• PGLI, cash dividend 0.90, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• KINO, cash dividend 37.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
• LPPF, cash dividend 427.30, cum 02 Jun-16, ex 03 Jun-16
• PUDP, cash dividend 11.90, cum 02 Jun-16, ex 03 Jun-16

Economic Calendar:
• Pertemuan negara-negara yang tergabung dalam OPEC di Wina, Austria
• indeks Construction PMI Inggris bulan Mei 2016
• hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Juni 2016
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Mei 2016
• konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
• data Jobless Claims AS per 27 Mei 2016
• pidato anggota FOMC Jerome Powell
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 27 Mei 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Sunson Textile (SSTM) mencatatkan penurunan penjualan bersih menjadi Rp108,69 miliar hingga Maret 2016 dibandingkan penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp126,65 miliar. Sementara itu, rugi tahun berjalan diderita Rp5,02 miliar turun dari rugi tahun berjalan triwulan tahun lalu yang Rp7,22 miliar.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Surya Semesta Internusa (SSIA) menyetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp 9,71 per saham atau senilai total Rp 45,3 miliar yang setara dengan 15% dari laba tahun 2015. Dividen itu akan dibagikan 30 hari setelah RUPST disepakati.

Surya Semesta Internusa (SSIA) memproyeksikan pendapatan tahun 2016 akan turun sekitar 8% menjadi Rp 4,47 triliun dibanding tahun 2015 yang naik 9% menjadi Rp 4,86 triliun. Laba bersih perseroan tahun 2016 juga akan turun sebesar 30% menjadi sebesar Rp 211,75 miliar dari Rp 302,5 miliar di tahun 2015. Penurunan laba karena beban dan tol cipali yang masih akan rugi Rp 500 miliar. Namun porsi SSIA di tol Cipali sebesar 22%, sehingga dampak ke perseroan sekitar Rp 100 miliar. Masih meruginya tol Cipali itu lebih karena kebanyakan kendaraan yang melintas merupakan kendaraan pribadi. Padahal perseroan mengharapkan sebanyak 45% kendaraan yang melintas adalah kendaraan niaga, seperti truk dan lain-lain. Tapi realisasinya porsi kendaraan niaga yang melintas hanya 15% hingga saat ini.

Surya Semesta Internusa (SSIA) menjajaki pembentukan perusahaan patungan (JV) bersama satu emiten properti untuk menggarap kawasan industri seluas 350-400 ha di Karawang, Jawa Barat. Selain itu, perseroan berencana menggalang dana hingga Rp 1,4 triliun untuk mendanai ekspansi tahun ini. Dalam JV tersebut, SSIA akan menguasai 51% saham dan menargetkan kesepakatan kerja sama dapat terealisasi pada kuartal IV-2016. Selain JV dengan swasta, perseroan juga menjajaki kolaborasi dengan salah satu perusahaan infrastruktur BUMN untuk menggarap jalan tol.

Surya Semesta Internusa (SSIA) dalam proses persiapan penerbitan surat utang sekitar Rp 600-800 miliar. Perseroan menargetkan sudah mampu memperoleh dana dari hasil penerbitan tersebut pada Agustus atau September 2016. Selain obligasi Rupiah, SSIA juga tengah menjajaki pinjaman dari salah satu lembaga pembiayaan asing. Nilai pinjaman yang dicari sekitar Rp 500-600 miliar. 

Northcliff Capital Pte Ltd berencana menambah kepemilikan saham pada Ratu Prabu Energi (ARTI) menjadi sebesar 30% dari saat ini 12%. Adapun total dana yang disiapkan oleh Northcliff untuk penambahan saham dan investasi pada proyek ARTI mencapai USD 400 juta. Northfcliff akan meningkatkan kepemilikan saham melalui mekanisme penambahan modal tanpa HMETD yang akan dilaksanakan oleh ARTI. Sementara itu, dana USD 400 juta akan digunakan untuk mengembangkan bisnis ARTI di sektor properti serta migas. Pada tahap awal, Northcliff akan mengeluarkan dana USD 200 juta untuk ARTI dalam jangka waktu dua tahun. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membangun Ratu Prabu 3 dan menambah ekuitas. 

Impack Pratama Industri (IMPC) membidik pertumbuhan penjualan 18% YoY menjadi Rp 1,3 triliun tahun ini. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp 169 miliar, naik 122% YoY. Beberapa peluang baru dalam bisnis perseroan adalah pasar ritel dan proyek pemerintah. Sementara itu, IMPC menetapkan dividen tahun buku 2015 mencapai Rp 9 miliar dari total laba bersih Rp 76 miliar. Perseroan juga menyetujui stock split dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham.

Graha Andrasentra Propertindo akan melakukan IPO saham sebanyak-banyaknya 2,3 miliar saham biasa atau sebanyak-banyaknya 10,19% dari jumlah seluruh modal disetor dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham. Masa penawaran awal 2-13 Juni 2016. Dana yang diperoleh sekitar 89,67% digunakan untuk tambahan pendanaan, modal kerja dan pengembangan usaha, 9,37% untuk membayar dana talangan yang telah diterima dan 0,96% untuk peningkatan setoran modal kepada JLA (Jungleland Asia).

PP Properti (PPRO), anak usaha Pembangunan Perumahan (PTPP), berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 600 miliar dengan kupon antara 9%-10,25%. Obligasi tersebut akan diterbitkan perseroan pada akhir Juni 2016. Obligasi akan diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A senilai Rp 300 miliar bertenor 3 tahun dengan kupon sekitar 9%-9,5% dan seri B senilai Rp 300 miliar bertenor 5 tahun dengan bunga 9,75%-10,25%. Sebesar 70% dana dari hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk memperkuat permodalan perseroan, sekitar 15% untuk modal kerja dan 25% untuk pengadaan lahan. Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Perseroan mengharapkan dapat memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Juni 2016.

PP Properti (PPRO), anak usaha Pembangunan Perumahan (PTPP), akan mendorong reccuring income atau pendapatan berulang dari sejumlah proyeknya. Untuk itu PPRO berencana untuk mengoperasikan 3 mal baru dalam kurun waktu 3 tahun ke depan. Ketiga mal tersebut berada di Grand Kamala Lagoon Kalimalang, Bekasi, Grand Sungkono Lagoon serta Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya. Nilai investasi dari pusat perbelanjaan di Grand Kamala Lagoon itu senilai Rp 130 miliar, sedangkan di Grand Sungkono Lagoon dan Dharmahusada Lagoon masing-masing sekitar Rp 200 miliar. Saat ini kontribusi recurring income dari dua hotel PPRO yakni Park Hotel Jakarta dan Bandung serta satu mal di Surabaya masih berkisar 5%. Perseroan mengharapkan kontribusi itu bisa sampai 10% dalam 3 tahun ke depan.

PP Properti (PPRO), anak usaha Pembangunan Perumahan (PTPP), menargetkan pendapatan Rp 4,5 triliun pada tahun 2019, meningkat 200% dari laba tahun 2015 sebesar Rp 1,5 triliun. Target tersebut merupakan target jangka panjang perseroan dalam 3 tahun. Perseroan optimis dapat mencapai target itu seiring pembangunan yang terus dilakukan PP Properti melalui beberapa proyek terbarunya. Perseroan menargetkan marketing sebesar Rp 5,5 triliun pada tahun 2019, tumbuh sekitar 189% dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 1,9 triliun. Sedang laba ditargetkan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada tahun 2019 menjadi Rp 630 miliar dari Rp 300 miliar di tahun  2015.

PP Properti (PPRO), anak usaha Pembangunan Perumahan (PTPP), akan menyasar pasar kelas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sejalan dengan program satu juta rumah pemerintah untuk mengatasi backlog atau kebutuhan masyarakat akan perumahan. Pada akhir 2015, PP Properti telah menjual sebanyak 5.835 unit hunian. Perseroan menargetkan hingga tahun 2019 akan mencapai 11.660 hunian. Dengan menyasar pasar kelas masyarakat berpenghasilan rendah PP Properti memasang target marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun pada akhir tahun 2016. MBR berlokasi di Gunung Puteri, Permata Surabaya, MBR baru di Jababeka. Sedangkan proyek non MBR berlokasi di Kalimalang, Surabaya, Semarang.

Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) mengincar total kontrak baru senilai Rp10 triliun yang terdiri dari kontrak baru Rp6,4 triliun dan kontrak bawaan (carry over) Rp3,65 triliun pada 2016. Perkiraan kontrak 2016 tersebut berasal dari proyek pemerintah senilai Rp4,78 triliun dan proyek swasta Rp5,23 triliun. Target kontrak baru 2016 itu lebih tinggi 16,36% dibandingkan realisasi kontrak 2015 sebesar Rp5,5 triliun.

Mustika Ratu (MRAT) membidik pasar ekspor Afrika dan Timur Tengah sebagai alternatif tersendatnya ekspansi ekspor ke Malaysia akibat hambatan non tarif. Hingga 2015 perseroan telah mengekspor produknya ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hong Kong, Vietnam, Rusia, Jerman, China, Turki, Mexico, Filipina, Myanmar, Kamboja, Laos, Nigeria, Aljazair, Uni Emirat Arab, dan Saudi Arabia.

Austindo Nusantara Jaya (ANJT) merencanakan belanja modal sebesar US$75 juta untuk membangun pabrik kelapa sawit dan menyelesaikan operasi komersial pabrik pengolahan sagu. Perseroan memiliki empat PKS dengan total kapasitas produksi sebesar 195 ton tandan buah segar per jam. Pada tahun ini perseroan akan membangun satu PKS baru dengan kapasitas 45 ton per jam sehingga total kapasitas ANJT menjadi 240 ton per jam. Pada tahun ini perseroan menargetkan volume produksi PKS sama dengan capaian tahun lalu. Perkiraan itu didasari oleh dampak fenomena el-nino yang menekan produktivitas kebun sawit akibat kekurangan air.

Nusa Raya Cipta (NRCA) memperkirakan laba tahun berjalan perseroan mengalami penurunan pada 2016 dibandingkan dengan realisasi 2015. Salah satu penyebab penurunan itu adalah menurunnya pendapatan dari kerja sama operasi (joint operation/JO). Sementara itu, perseroan berencana memiliki kegiatan usaha baru di samping konstruksi yaitu investasi. Rencana penambahan usaha baru itu telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham yang diselenggarakan pada 31 Mei 2016.

Fortune Indonesia (FORU) akan mengakuisisi satu perusahaan pengembang aplikasi pada 2016. Perseroan berencana meningkatkan bisnis periklanan digital melalui ekspansi non organik. Perseroan akan mengakuisisi sebagian besar saham dalam perusahaan pengembang aplikasi untuk mobile advertising. Di sisi lain, perseroan menargetkan pendapatan pada tahun ini dapat tumbuh 10% YoY menjadi Rp475,11 miliar.

Bank Danamon Indonesia (BDMN) menyatakan pengguna aktif layanan e-banking perseroan sekitar 20% dari total nasabah hingga menjelang akhir kuartal II-2016. Adapun persentase pengguana layana itu setara denagn 250 ribu nasabah BDMN. Perseroan terus meningakatkan penggunaan teknologi informasi (IT), dalam hal ini dengan meluncurkan fitur tambahan berupa pengiriman uang tunai untuk melengkapi layanan mobile banking D-Mobile yang diluncurkan tahun 2014.

Pool Advista (POOL) berencana melakukan rights issue atau penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan mengeluarkan saham baru sebanyak-banyaknya 1.575.000.000 saham dengan nominal Rp 250 per saham. Perseroan berharap bisa meraih pernyataan efektif pada 5 Agustus 2016. Recording date pada 18 Agustus 2016 dengan periode perdagangan HMETD 22-26 Agustus 2016. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dapat terdilusi sebesar maksimum 87,5%. Dana dari right issue ini akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha di bidang keuangan dengan mengambilalih saham yang bergerak di bidang manajemen investasi dan pembiayaan serta modal kerja. Perseroan akan meminta persetujuan dalam RUPSLB pada 21 Juni 2016.

Golden Legacy Pte Ltd, anak usaha Sritex (SRIL), berencana menerbitkan surat utang baru dalam denominasi mata dolar AS yang dijamin perseroan dan anak usaha lainnya yaitu PT SInar Pantja Djaja (SPD). Dana hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk membeli kembali setiap dan seluruh USD 270 juta 9,00% Surat Utang Senior Berjaminan jatuh tempo tahun 2019 oleh penerbit yang ada saat ini melalui suatu penawaran tender kepada pemegang surat utang lama. Penawaran tender telah dimulai pada 23 Mei 2016 dan waktu pengakhiran jatuh pada jam 9 waktu New York pada 31 Mei 2016. Pemegang surat utang dengan jumlah pokok USD 180.236.000 telah menyampaikan tender yang sah sebelum waktu pengakhiran pada total harga USD 1052,50 atas setiap surat utang dalam jumlah pokok USD 1.000. Setelah pembelian kembali, penerbit akan menyalurkan sisa dana bersih kepada Golden Mountain Textile and Trading Pte Ltd melalui pemesanan saham tambahan di dalam struktur modal Golden Mountain dan memberikan suatu pinjaman pemegang saham kepada Golden Mountain.

Indospring (INDS) mulai tahun 2016 akan meningkatkan pasar ekspor ke Amerika dan Eropa akibat masih lesunya pasar domestik. Perseroan mengharapkan hingga tahun 2017 pasar ekspor ke Amerika dan Eropa bisa naik hingga 5 kali lipat dari yang sekarang. Amerika dan Eropa memiliki pasar yang besar, tetapi sejauh ini belum digarap secara maksimal. Selama ini ekspor INDS ke Amerika masih di bawah 5%. Perseroan optimis komposisi ekspor pada tahun 2017 akan naik menjadi 50% dari selama ini 40%.

Holcim Indonesia (SMCB) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 15 per saham pada 24 Juni 2016. Jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi 2 dan 3 Juni 2016 dan di pasar tunai 7 dan 8 Juni 2016 dengan DPS hingga 7 Juni 2016.

Graha Layar Prima (BLTZ) melalui CGV Blitz Cinema melakukan ekspansi dengan membuka jaringan bioskop ke-20 di lokasi Plaza Slipi Jaya lantai 4, Jakarta. CGV Blitz Plaza Slipi Jaya memiliki 4 auditorium dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 673 kursi. CGV blitz Plaza Slipi Jaya hadir dengan special cinema "Sweetbox", mini sofa yang dapat digunakan untuk penonton yang membutuhkan luas kursi lebih lebar. Selain itu juga dilengkapi dengan teknologi 3D Cinema yang menghadirkan tampilan gambar lebih nyata, serta dolby surround sound.

Bakrie & Brother (BNBR) akan menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) sebesar Rp 990,692 miliar yang akan dikonversi dengan saham baru melalui mekanisme penambahan modal tanpa HMETD. BNBR akan mengeluarkan sebanyak 19,813 miliar saham biasa seri D atau sekitar 17,45% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Pengonversian OWK dengan saham baru perseroan tersebut dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham yang akan dilakukan berdasarkan ketentuan POJK No.38. Rencana itu akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPS LB pada 2 Juni 2016. Setelah penambahan modal dari rencana transaksi perseroan menjadi efektif, maka persentase kepemilikan dari pemegang saham lain akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar 17,45%. Langkah ini telah mempertimbangkan modal kerja bersih perseroan yang negatif per 31 Maret 2016 sebesar Rp 9,010 triliun dan total liabilitas telah melampaui 80% dari aset perseroan, yakni sebesar 141%. Utang perseroan yang akan ditukarkan dengan OWK adalah Daley Capital Limited, Interventures Capital Pte Ltd, Smart Treasures Limited, Harus Capital Limited, dan PT Maybank Kim Eng Securities dengan jumlah pokok masing-masing Rp 430,269 miliar, Rp 373,755 miliar, Rp 90,835 miliar, Rp 81 miliar, dan Rp 14,731 miliar. Jumlah saham hasil konversi masing-masing sebanyak 8,607 miliar saham, 7,475 miliar saham, 1,816 miliar saham, 1,620 miliar saham, serta 294,635 juta saham.

Roda Vivatex (RDTX) meraih laba bersih sebesar Rp 62,42 miliar hingga 31 Maret 2016, turun dibandingkan laba bersih Rp 67,05 miliar per Maret 2015. Pendapatan bersih relatif stabil menjadi Rp 102,21 miliar dari sebelumnya Rp 102,35 miliar.

Sucaco (SCCO) mencatat total penjualan konsolidasi selama tahun 2015 mencapai Rp 3,5 triliun atau turun 4,60% dibandingkan penjualan konsolidasi tahun 2014 yang sebesar Rp 3,7 triliun. Namun perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 158,9 miliar atau naik Rp 22,1 miliar dibandingkan laba bersih tahun 2014 yang mencapai Rp 136,8 miliar. Penjualan Perseroan terbesar masih tetap pada segmen usaha kabel yang mencapai Rp 3 triliun atau 94,54% dari target tahun 2015. Perseroan optimis penjualan tahun 2016 akan meningkat karena permintaan kabel dari Pemerintah maupun sektor swasta masih sangat banyak.

Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured