Prediksi IHSG;
Pasca sell-off pada 23 Juni 2016 saat referendum di Inggris memutuskan untuk keluar dari keangotaan Uni Eropa (Brexit) dengan segala konsekuensi yang harus di hadapi oleh masyarakat dan negara ini. Namun, tekanan yang sempat berdampak ke pasar kini mulai mereda, bursa saham Asia dan Eropa pada hari Selasa kemarin rebound, bahkan indeks bursa Eropa menguat hingga 2%.
Bersamaa dengan bursa global, pasar saham Indonesia di tutup menguat. Selain bursa saham, nilai rupiah juga terapresiasi hingga Rp 13.170/USD kemarin. Apresiasi rupiah itu diperkirakan dipicu oleh disetujuinya RUU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dalam Sidang Paripurna DPR pada 28 Juni 2016. Tax Amnesty berimplikasi pada repatriasi dana, bukan hanya sekedar hot money. Implikasi lain dari penerapan tax amnesty adalah mendorong pertumbuhan sektor properti dan meningkatkan penerimaan negara di APBN, dalam hal ini APBN-P 2016.
Katalis tax amnesty diprediksi masih akan direspon oleh investor hari ini, sehingga IHSG berpotensi rally.
Perspektif tenikal
Support Level : 4848/4814/4793
Resistance Level : 4903/4925/4959
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BBRI: Trading Buy
Close 10375, TP 10750
Boleh buy di level 10300-10375
Resistance di 10750 & support di 10200
Waspadai jika tembus di 10200
Batasi resiko di 10150
BMRI: Trading Buy
Close 9450, TP 9650
Boleh buy di level 9400-9450
Resistance di 9650 & support di 9075
Waspadai jika tembus di 9075
Batasi resiko di 9025
BBNI : Trading Buy
Close 4950, TP 5100
Boleh buy di level 4925-4950
Resistance di 5100 & support di 4880
Waspadai jika tembus di 4880
Batasi resiko di 4870
SILO: Trading Buy
Close 11500, TP 11775
Boleh buy di level 11400-11500
Resistance di 11775 & support di 10975
Waspadai jika tembus di 10975
Batasi resiko di 10900
INDF: Trading Buy
Close 7175, TP 7275
Boleh buy di level 7125-7175
Resistance di 7275 & support di 7050
Waspadai jika tembus di 7050
Batasi resiko di 7000
WSKT: Trading Buy
Close 2530, TP 2570
Boleh buy di level 2520-2530
Resistance di 2570 & support di 2500
Waspadai jika tembus di 2500
Batasi resiko di 2480
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, UNVR, GGRM, JSMR, ADHI, WIKA,
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 28-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$47.20 (0.87)
Gold-(troy oz) US$1,311.29 (-13.26)
Nickel-(ton) US$8,980.00 (-40.00)
Tin-(ton) US$16,850.00 (-300.00)
Coal (Newc)/ton US$54.05 (-8.35)
CPO Mal/ton* MYR2,464.50 (0.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,188.00 (-163.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 29 Juni 2016
RUPSLB
• ARGO - RUPST/LB
• BUVA – RUPST
• LCGP – RUPST
• BRMS - RUPST/LB
• BCIP – RUPST
• MAMI – RUPST
• ALMI – RUPST
• INAI – RUPST
• LPIN - RUPST/LB
• FREN - RUPST/LB
• UNSP – RUPST
• MEDC - RUPST/LB
• ELTY – RUPST
• APIC - RUPST/LB
• AIMS - RUPST/LB
• BIMA – RUPST
• BLTA – RUPST
• RUIS – RUPST
• ATPK – RUPST
• DART - RUPST/LB
Dividend
• GGRM, Cash dividend 2600.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• TSPC, Cash dividend 50.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• SOCI, Cash dividend 7.50, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• RICY, Cash dividend 3.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• FISH, Cash dividend 50.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
• LION, Cash dividend 40.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
• LMSH, Cash dividend 5.00, cum 29 Jun-16, ex Jun-16
Economic Calendar:
• 29 Jun, US Personal Income
• 29 Jun, US Personal Spending
• 29 Jun, US Real Personal Spending
• 29 Jun, US PCE Deflator MoM
• 29 Jun, US PCE Deflator YoY
VAS
HEADLINE NEWS
PT PLN (Persero) akan membangun sendiri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5 berkapasitas 2x1.000 MW di Serang, Banten pasca pembatalan lelang mega proyek tersebut. Proyek tetap dikerjakan dengan skema pengembang swasta (independent power producer/IPP) kerja sama antara anak perusahaan PLN dengan swasta. Sebelumnya lelang diikuti 6 peserta, dengan 3 diantaranya memasukkan penawaran. Namun hanya 2 peserta yang dinyatakan lolos sebagai calon pemenang, yaitu Konsorsium China Oceanwide Holding, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), dan Shanghai Electric Power Corporation (SEPC). Sementara peserta lain adalah PT Sumber Segara Primadaya (SSP), China Nuclear Engineering Group Corporation Ltd (CNEC) dan Wijaya Karya (WIKA).
Mayora Indah (MYOR) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2015 senilai total Rp 268,3 miliar. Dividen setara Rp 300 per saham itu akan dibayar pada 29 Juli 2016. Perseroan juga menyetujui untuk memecah nilai saham (stock split) dengan rasio 1 saham lama menjadi 25 saham baru.
Elang Mahkota Teknologi (EMTK) melalui anak usahanya di Singapura, Creative Media Works Pte Ltd, melakukan perjanjian dengan Blackberry Ltd terkait lisensi konsumen Blackberry Messenger (BBM). Estimasi nilai lisensi tersebut mencapai USD 207,5 juta. EMTK akan bertindak sebagai penjamin bagi Creative Media, untuk menjamin pembayaran selama enam tahun. Kerja sama EMTK dengan Blackberry memungkinkan pengguna BBM untuk mengakses konten eksklusif berupa hiburan, teknologi, serta produk dan layanan digital Emtek.
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) meluncurkan Alfamind, toko virtual pertama di Indonesia. Perseroan menargetkan 50 pemilik toko virtual baru di Indonesia tahun ini. Alfamind diluncurkan bagi masyarakat yang ingin menjadi pengusaha, terutama usaha kecil dan menengah (UKM), dengan cara mudah dan modal terjangkau. Dengan modal awal Rp 1 juta, siapapun dapat menjadi pemilik toko (store owner). Pemiliknya dapat berbelanja barang dari Alfamart dengan harga murah, kemudian menjualnya melalui store owner dengan margin menarik, rata-rata 15%.
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menargetkan pertumbuhan pendapatan yang sama dengan tahun lalu yakni 16%. Pergerakan harga barang diperkirakan mengalami kenaikan rata-rata berkisar 5-7%.
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan merevisi rencana bisnis bank perseroan tahun ini. BBTN akan mengubah target pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lebih optimistis dari target semula 18-19% menjadi sekitar 20%. Perseroan memutuskan untuk menaikkan target DPK untuk mengimbangi pertumbuhan kredit yang sejak awal sudah ditetapkan di kisaran 19-20%.
Indopoly Swakarsa Industry (IPOL) berencana menambah dua mesin metalizing untuk pabrik di Purwakarta dan Suzhou-China tahun ini. Mesin metalizing tersebut akan berdampak terhadap peningkatan nilai tambah produk perseroan. Kedua mesin didatangkan dari Jerman dengan investasi USD 7 juta. Pemasangan dua mesin baru ini akan menambah kapasitas film metalizing perseroan sebesar 18 ribu ton per tahun. Kedua mesin ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2017.
Pakuwon Jati (PWON) menargetkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp700 miliar-Rp900 miliar dari penjualan proyek baru. Perseroan akan meluncurkan dua proyek perkantoran dan satu apartemen pada kuartal III/2016. Untuk proyek perkantoran, PWON akan merilis menara ketiga di kawasan multifungsi Kota Kasablanka, sedangkan proyek perkantoran lain yang akan diluncurkan berlokasi di Tunjungan City.
Duta Intidaya (DAYA) mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar 20% YoY menjadi Rp190 miliar pada 2016. Target tersebut tidak terlampau tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada tahun-tahun sebelumnya mengingat perseroan memiliki CAGR sebesar 35%.
Duta Intidaya (DAYA) akan mulai merambah penjualan online (e-commerce) pada tahun depan. Saat ini perseroan masih bekerja sama dengan Lazada dan Gojek. Pada 2017 perseroan berencana meluncurkan aplikasi mobile untuk e-commerce dan pada tahun 2020 perseroan menargetkan 50% penjualan akan berasal dari e-commerce.
Jaya Real Property (JRPT) berencana merilis tiga proyek baru pada semester kedua tahun ini untuk menunjang pendapatan prapenjualan sebesar Rp2,4 triliun. Hingga Mei 2016 perseroan telah meraih prapenjualan sebesar Rp780 miliar atau 32,5% dari target. Dari proyek-proyek baru, perseroan menargetkan prapenjualan Rp600 miliar.
Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) memasang target konservatif untuk kinerja penjualan dan laba bersih. Belanja modal (capex) masing-masing emiten tersebut juga mengalami penurunan sebesar 70% menjadi US$120 juta untuk INKP dan US$30 juta untuk TKIM.
Mayora Indah (MYOR) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp650 miliar untuk mendorong produksi seiring dengan penaikan target pendapatan menjadi Rp17,5 triliun atau meningkat 18,1% YoY. Hingga Mei 2016, MYOR membukukan penjualan sebesar Rp7,87 triliun atau meningkat 30,1% YoY.
Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) berencana menjual lima armada kapal tunda atau tug boat sebagai bagian dari restrukturisasi utang senilai US$450 juta. Kapal yang dijual sebagian besar sedang tidak beroperasi sehingga penjualan kapal tersebut diharapkan juga dapat menekan biaya operasional.
Panin Financial (PNLF) sedang melakukan negosiasi penjualan 806.103.041 saham milik perseroan dalam Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) yang mewakili 16,1% dari modal disetor AMAG kepada Fairfax Asia Limited, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Barbados. Nilai penjualan sebesar Rp 435.160.523.405. Saham itu juga dimiliki oleh Dana Pensiun Karyawan Bank Pan Indonesia, Paninvest (PNIN) dan Panin Geninholdco.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Modal Kerja Tanpa Jaminan dengan Kasikornbank Public Company, Thailand pada 27 Juni 2016 dengan nilai 4 miliar Baht atau ekuivalen dengan USD 110 juta. Fasilitas ini meliputi fasilitas Letter of Credit dan Trust Receipt akan digunakan oleh perseroan untuk mendukung operasi bisnis dan untuk memperkuat upaya perseroan dalam menciptakan pertumbuhan bisnis di masa depan.
First Media (KBLV) pada 24 Juni 2016 telah menandatangani pemberian jaminan perseroan atas pinjaman anak usahanya yaitu PT Indonesia Media Televisi (IMTV) dari CIMB Bank Berhad, cabang Singapura sebesar USD 50.000.000 untuk jangka 5 tahun. IMTV yang merupakan pengelola televisi berbayar BIG TV. Pinjaman ini akan digunakan IMTV untuk tambahan modal kerja dan refinancing. Anak usaha First Media yakni PT Graha Raya Ekatama Andalan serta perusahaan terafiliasi Link Net (LINK) ikut menandatangani penjaminan pinjaman IMTV ini.
Bank Artos Indonesia (ATOS) berupaya meningkatkan core banking system (CBS) untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan memperkuat kompetensi di bidang digital. Bank Artos telah mengucurkan dana sekitar Rp 4,5 miliar dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) pada awal tahun 2016. Hingga saat ini telah terealisasi sekitar Rp 2,7 miliar dari total dana yang disiapkan Rp 4,5 miliar. Sisanya sekitar Rp 1,8 miliar akan direalisasikan pada tahun ini.
Anak usaha Sarana Menara Nusantara (TOWR) yakni PT Protelindo, pada 24 Juni 2016 telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan pihak ketiga dari beberapa bank yakni berupa Facilities Agreement dengan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Cabang Jakarta senilai Rp 500 miliar dengan jangka waktu 5 tahun dan bunga 2,50% per tahun dan pinjaman USD 38.000.000, faslitas pinjaman dari Bank Negara Indonesia (BBNI) senilai Rp 1 triliun dengan jangka 84 bulan dan bunga 2,50% per tahun serta fasilitas pinjaman dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia senilai Rp 1 triliun dengan jangka 5 tahun dan bunga 2,50% per tahun. Dana yang diperoleh ini akan digunakan untuk pembayaran atas pembelian aset menara telekomunikasi dari XL Axiata (EXCL) sesuai dengan perjanjian pembelian 28 Maret 2016. Anak usaha Perseroan, yakni PT Iforte Solusi Infotek menjadi salah satu penjamin pinjaman ini.
Duta Intidaya (DAYA) berencana menambah sebanyak 20 gerai Watsons baru di Pulau Jawa dan Bali pada tahun 2016 agar mampu meningkatkan aktivitas bisnis di masa mendatang. Saat ini perseroan ingin fokus di luar Jakarta. Penambahan gerai itu diharapkan bisa menumbuhkan pendapatan sebesar 20% atau mencapai Rp 230,4 miliar di tahun 2016. Dana yang disiapkan untuk menambah 20 gerai baru itu dari dana Initial Public Offering (IPO). Estimasi pembukaan satu gerai membutuhkan biaya Rp 1 miliar.
Pasca sell-off pada 23 Juni 2016 saat referendum di Inggris memutuskan untuk keluar dari keangotaan Uni Eropa (Brexit) dengan segala konsekuensi yang harus di hadapi oleh masyarakat dan negara ini. Namun, tekanan yang sempat berdampak ke pasar kini mulai mereda, bursa saham Asia dan Eropa pada hari Selasa kemarin rebound, bahkan indeks bursa Eropa menguat hingga 2%.
Bersamaa dengan bursa global, pasar saham Indonesia di tutup menguat. Selain bursa saham, nilai rupiah juga terapresiasi hingga Rp 13.170/USD kemarin. Apresiasi rupiah itu diperkirakan dipicu oleh disetujuinya RUU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dalam Sidang Paripurna DPR pada 28 Juni 2016. Tax Amnesty berimplikasi pada repatriasi dana, bukan hanya sekedar hot money. Implikasi lain dari penerapan tax amnesty adalah mendorong pertumbuhan sektor properti dan meningkatkan penerimaan negara di APBN, dalam hal ini APBN-P 2016.
Katalis tax amnesty diprediksi masih akan direspon oleh investor hari ini, sehingga IHSG berpotensi rally.
Perspektif tenikal
Support Level : 4848/4814/4793
Resistance Level : 4903/4925/4959
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BBRI: Trading Buy
Close 10375, TP 10750
Boleh buy di level 10300-10375
Resistance di 10750 & support di 10200
Waspadai jika tembus di 10200
Batasi resiko di 10150
BMRI: Trading Buy
Close 9450, TP 9650
Boleh buy di level 9400-9450
Resistance di 9650 & support di 9075
Waspadai jika tembus di 9075
Batasi resiko di 9025
BBNI : Trading Buy
Close 4950, TP 5100
Boleh buy di level 4925-4950
Resistance di 5100 & support di 4880
Waspadai jika tembus di 4880
Batasi resiko di 4870
SILO: Trading Buy
Close 11500, TP 11775
Boleh buy di level 11400-11500
Resistance di 11775 & support di 10975
Waspadai jika tembus di 10975
Batasi resiko di 10900
INDF: Trading Buy
Close 7175, TP 7275
Boleh buy di level 7125-7175
Resistance di 7275 & support di 7050
Waspadai jika tembus di 7050
Batasi resiko di 7000
WSKT: Trading Buy
Close 2530, TP 2570
Boleh buy di level 2520-2530
Resistance di 2570 & support di 2500
Waspadai jika tembus di 2500
Batasi resiko di 2480
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, UNVR, GGRM, JSMR, ADHI, WIKA,
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 28-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$47.20 (0.87)
Gold-(troy oz) US$1,311.29 (-13.26)
Nickel-(ton) US$8,980.00 (-40.00)
Tin-(ton) US$16,850.00 (-300.00)
Coal (Newc)/ton US$54.05 (-8.35)
CPO Mal/ton* MYR2,464.50 (0.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,188.00 (-163.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 29 Juni 2016
RUPSLB
• ARGO - RUPST/LB
• BUVA – RUPST
• LCGP – RUPST
• BRMS - RUPST/LB
• BCIP – RUPST
• MAMI – RUPST
• ALMI – RUPST
• INAI – RUPST
• LPIN - RUPST/LB
• FREN - RUPST/LB
• UNSP – RUPST
• MEDC - RUPST/LB
• ELTY – RUPST
• APIC - RUPST/LB
• AIMS - RUPST/LB
• BIMA – RUPST
• BLTA – RUPST
• RUIS – RUPST
• ATPK – RUPST
• DART - RUPST/LB
Dividend
• GGRM, Cash dividend 2600.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• TSPC, Cash dividend 50.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• SOCI, Cash dividend 7.50, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• RICY, Cash dividend 3.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• FISH, Cash dividend 50.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
• LION, Cash dividend 40.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
• LMSH, Cash dividend 5.00, cum 29 Jun-16, ex Jun-16
Economic Calendar:
• 29 Jun, US Personal Income
• 29 Jun, US Personal Spending
• 29 Jun, US Real Personal Spending
• 29 Jun, US PCE Deflator MoM
• 29 Jun, US PCE Deflator YoY
VAS
HEADLINE NEWS
PT PLN (Persero) akan membangun sendiri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5 berkapasitas 2x1.000 MW di Serang, Banten pasca pembatalan lelang mega proyek tersebut. Proyek tetap dikerjakan dengan skema pengembang swasta (independent power producer/IPP) kerja sama antara anak perusahaan PLN dengan swasta. Sebelumnya lelang diikuti 6 peserta, dengan 3 diantaranya memasukkan penawaran. Namun hanya 2 peserta yang dinyatakan lolos sebagai calon pemenang, yaitu Konsorsium China Oceanwide Holding, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), dan Shanghai Electric Power Corporation (SEPC). Sementara peserta lain adalah PT Sumber Segara Primadaya (SSP), China Nuclear Engineering Group Corporation Ltd (CNEC) dan Wijaya Karya (WIKA).
Mayora Indah (MYOR) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2015 senilai total Rp 268,3 miliar. Dividen setara Rp 300 per saham itu akan dibayar pada 29 Juli 2016. Perseroan juga menyetujui untuk memecah nilai saham (stock split) dengan rasio 1 saham lama menjadi 25 saham baru.
Elang Mahkota Teknologi (EMTK) melalui anak usahanya di Singapura, Creative Media Works Pte Ltd, melakukan perjanjian dengan Blackberry Ltd terkait lisensi konsumen Blackberry Messenger (BBM). Estimasi nilai lisensi tersebut mencapai USD 207,5 juta. EMTK akan bertindak sebagai penjamin bagi Creative Media, untuk menjamin pembayaran selama enam tahun. Kerja sama EMTK dengan Blackberry memungkinkan pengguna BBM untuk mengakses konten eksklusif berupa hiburan, teknologi, serta produk dan layanan digital Emtek.
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) meluncurkan Alfamind, toko virtual pertama di Indonesia. Perseroan menargetkan 50 pemilik toko virtual baru di Indonesia tahun ini. Alfamind diluncurkan bagi masyarakat yang ingin menjadi pengusaha, terutama usaha kecil dan menengah (UKM), dengan cara mudah dan modal terjangkau. Dengan modal awal Rp 1 juta, siapapun dapat menjadi pemilik toko (store owner). Pemiliknya dapat berbelanja barang dari Alfamart dengan harga murah, kemudian menjualnya melalui store owner dengan margin menarik, rata-rata 15%.
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menargetkan pertumbuhan pendapatan yang sama dengan tahun lalu yakni 16%. Pergerakan harga barang diperkirakan mengalami kenaikan rata-rata berkisar 5-7%.
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan merevisi rencana bisnis bank perseroan tahun ini. BBTN akan mengubah target pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lebih optimistis dari target semula 18-19% menjadi sekitar 20%. Perseroan memutuskan untuk menaikkan target DPK untuk mengimbangi pertumbuhan kredit yang sejak awal sudah ditetapkan di kisaran 19-20%.
Indopoly Swakarsa Industry (IPOL) berencana menambah dua mesin metalizing untuk pabrik di Purwakarta dan Suzhou-China tahun ini. Mesin metalizing tersebut akan berdampak terhadap peningkatan nilai tambah produk perseroan. Kedua mesin didatangkan dari Jerman dengan investasi USD 7 juta. Pemasangan dua mesin baru ini akan menambah kapasitas film metalizing perseroan sebesar 18 ribu ton per tahun. Kedua mesin ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2017.
Pakuwon Jati (PWON) menargetkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp700 miliar-Rp900 miliar dari penjualan proyek baru. Perseroan akan meluncurkan dua proyek perkantoran dan satu apartemen pada kuartal III/2016. Untuk proyek perkantoran, PWON akan merilis menara ketiga di kawasan multifungsi Kota Kasablanka, sedangkan proyek perkantoran lain yang akan diluncurkan berlokasi di Tunjungan City.
Duta Intidaya (DAYA) mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar 20% YoY menjadi Rp190 miliar pada 2016. Target tersebut tidak terlampau tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada tahun-tahun sebelumnya mengingat perseroan memiliki CAGR sebesar 35%.
Duta Intidaya (DAYA) akan mulai merambah penjualan online (e-commerce) pada tahun depan. Saat ini perseroan masih bekerja sama dengan Lazada dan Gojek. Pada 2017 perseroan berencana meluncurkan aplikasi mobile untuk e-commerce dan pada tahun 2020 perseroan menargetkan 50% penjualan akan berasal dari e-commerce.
Jaya Real Property (JRPT) berencana merilis tiga proyek baru pada semester kedua tahun ini untuk menunjang pendapatan prapenjualan sebesar Rp2,4 triliun. Hingga Mei 2016 perseroan telah meraih prapenjualan sebesar Rp780 miliar atau 32,5% dari target. Dari proyek-proyek baru, perseroan menargetkan prapenjualan Rp600 miliar.
Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) memasang target konservatif untuk kinerja penjualan dan laba bersih. Belanja modal (capex) masing-masing emiten tersebut juga mengalami penurunan sebesar 70% menjadi US$120 juta untuk INKP dan US$30 juta untuk TKIM.
Mayora Indah (MYOR) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp650 miliar untuk mendorong produksi seiring dengan penaikan target pendapatan menjadi Rp17,5 triliun atau meningkat 18,1% YoY. Hingga Mei 2016, MYOR membukukan penjualan sebesar Rp7,87 triliun atau meningkat 30,1% YoY.
Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) berencana menjual lima armada kapal tunda atau tug boat sebagai bagian dari restrukturisasi utang senilai US$450 juta. Kapal yang dijual sebagian besar sedang tidak beroperasi sehingga penjualan kapal tersebut diharapkan juga dapat menekan biaya operasional.
Panin Financial (PNLF) sedang melakukan negosiasi penjualan 806.103.041 saham milik perseroan dalam Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) yang mewakili 16,1% dari modal disetor AMAG kepada Fairfax Asia Limited, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Barbados. Nilai penjualan sebesar Rp 435.160.523.405. Saham itu juga dimiliki oleh Dana Pensiun Karyawan Bank Pan Indonesia, Paninvest (PNIN) dan Panin Geninholdco.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Modal Kerja Tanpa Jaminan dengan Kasikornbank Public Company, Thailand pada 27 Juni 2016 dengan nilai 4 miliar Baht atau ekuivalen dengan USD 110 juta. Fasilitas ini meliputi fasilitas Letter of Credit dan Trust Receipt akan digunakan oleh perseroan untuk mendukung operasi bisnis dan untuk memperkuat upaya perseroan dalam menciptakan pertumbuhan bisnis di masa depan.
First Media (KBLV) pada 24 Juni 2016 telah menandatangani pemberian jaminan perseroan atas pinjaman anak usahanya yaitu PT Indonesia Media Televisi (IMTV) dari CIMB Bank Berhad, cabang Singapura sebesar USD 50.000.000 untuk jangka 5 tahun. IMTV yang merupakan pengelola televisi berbayar BIG TV. Pinjaman ini akan digunakan IMTV untuk tambahan modal kerja dan refinancing. Anak usaha First Media yakni PT Graha Raya Ekatama Andalan serta perusahaan terafiliasi Link Net (LINK) ikut menandatangani penjaminan pinjaman IMTV ini.
Bank Artos Indonesia (ATOS) berupaya meningkatkan core banking system (CBS) untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan memperkuat kompetensi di bidang digital. Bank Artos telah mengucurkan dana sekitar Rp 4,5 miliar dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) pada awal tahun 2016. Hingga saat ini telah terealisasi sekitar Rp 2,7 miliar dari total dana yang disiapkan Rp 4,5 miliar. Sisanya sekitar Rp 1,8 miliar akan direalisasikan pada tahun ini.
Anak usaha Sarana Menara Nusantara (TOWR) yakni PT Protelindo, pada 24 Juni 2016 telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan pihak ketiga dari beberapa bank yakni berupa Facilities Agreement dengan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Cabang Jakarta senilai Rp 500 miliar dengan jangka waktu 5 tahun dan bunga 2,50% per tahun dan pinjaman USD 38.000.000, faslitas pinjaman dari Bank Negara Indonesia (BBNI) senilai Rp 1 triliun dengan jangka 84 bulan dan bunga 2,50% per tahun serta fasilitas pinjaman dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia senilai Rp 1 triliun dengan jangka 5 tahun dan bunga 2,50% per tahun. Dana yang diperoleh ini akan digunakan untuk pembayaran atas pembelian aset menara telekomunikasi dari XL Axiata (EXCL) sesuai dengan perjanjian pembelian 28 Maret 2016. Anak usaha Perseroan, yakni PT Iforte Solusi Infotek menjadi salah satu penjamin pinjaman ini.
Duta Intidaya (DAYA) berencana menambah sebanyak 20 gerai Watsons baru di Pulau Jawa dan Bali pada tahun 2016 agar mampu meningkatkan aktivitas bisnis di masa mendatang. Saat ini perseroan ingin fokus di luar Jakarta. Penambahan gerai itu diharapkan bisa menumbuhkan pendapatan sebesar 20% atau mencapai Rp 230,4 miliar di tahun 2016. Dana yang disiapkan untuk menambah 20 gerai baru itu dari dana Initial Public Offering (IPO). Estimasi pembukaan satu gerai membutuhkan biaya Rp 1 miliar.











0 comments:
Posting Komentar