Prediksi IHSG;
Paska referendum Inggris, telah menimbulkan dampak bagi kelangsungan bisnis di negara ini. Sejumlah bank dan bank investasi sudah mulai berencana memindahkan kantornya dari Inggris yang diperkirakan akan pindah ke Paris, Dublin dan Frankfurt.
Dampaknya lainnya atas referendum, pertumbuhan ekonomi zona Eropa diperkirakan akan turun 0,5% menjadi 1,25% dalam dua tahun ke depan. Ekonomi AS juga tidak lepas dari efek negatif, diperkirakan tumbuh 2,0% di semester kedua tahun ini, atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 2,25%.
Bank sentral China (PBoC) mengatakan telah membuat rencana untuk merespon hasil referendum Inggris. PBoC akan melanjutkan kebijakan moneter yang hati-hati dengan menggunakan beberapa alat kebijakan moneter, menjaga kecukupan likuiditas dan stabilitas keuangan.
Ketidakpastian atas perekonomian dunia dapat membayangi tekanan bagi indeks bursa global. Hal ini, dapat mengakibatkan IHSG bergerak mixed, rawan teroreksi pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4806/4776/4755
Resistance Level : 4856/4877/4907
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2720, TP 2780
Boleh buy di level 2700-2720
Resistance di 2780 & support di 2630
Waspadai jika tembus di 2630
Batasi resiko di 2620
WIKA: Trading Buy
Close 2910, TP 2950
Boleh buy di level 2890-2910
Resistance di 2950 & support di 2830
Waspadai jika tembus di 2830
Batasi resiko di 2810
WSKT : Trading Buy
Close 2500, TP 2530
Boleh buy di level 2480-2500
Resistance di 2530 & support di 2460
Waspadai jika tembus di 2460
Batasi resiko di 2450
BBRI: Trading Buy
Close 10225, TP 10550
Boleh buy di level 10100-10225
Resistance di 10550 & support di 10100
Waspadai jika tembus di 10100
Batasi resiko di 10000
CTRA: Trading Buy
Close 1470, TP 1525
Boleh buy di level 1450-1470
Resistance di 1525 & support di 1405
Waspadai jika tembus di 1405
Batasi resiko di 1390
PWON: Trading Buy
Close 610, TP 625
Boleh buy di level 600-610
Resistance di 625 & support di 585
Waspadai jika tembus di 585
Batasi resiko di 580
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
CTRS, PPRO, UNTR, CTRP, SILO, ASRI, JPFFA, SMRA, MAIN, WSKT, ICBP, ASRI, DILD.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 27-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$47.70 (0.06)
Gold-(troy oz) US$1,325.26 (9.81)
Nickel-(ton) US$9,020.00 (-205.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (-100.00)
Coal (Newc)/ton US$54.20 (-8.20)
CPO Mal/ton* MYR2,464.00 (13.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,351.00 (-40.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 28 Juni 2016
RUPSLB
• BGTG – RUPST
• SSTM – RUPST
• IPOL– RUPST
• TKIM – RUPST
• INKP – RUPST
• ABBA – RUPST
• PSKT – RUPST
• JRPT – RUPST
• BTEL - RUPST/LB
• APOL – RUPST
• KICI - RUPST/LB
• RDTX – RUPST
• BKSL – RUPST
• MYOR - RUPST/LB
Dividend
• GGRM, Cash dividend 2600.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• TSPC, Cash dividend 50.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• SOCI, Cash dividend 7.50, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• RICY, Cash dividend 3.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
Economic Calendar:
• 28 Jun, US GDP Annualized QoQ
• 28 Jun, US Personal Consumption
• 28 Jun, US GDP Price Index
• 28 Jun, US Consumer Confidence Index
VAS
HEADLINE NEWS
Multi Agro Gemilang (MAGP) membukukan rugi sebesar Rp3,51 miliar hingga periode 31 Maret 2016 usai meraih laba Rp3,13 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Selain itu, penjualan bersih turun tajam menjadi Rp402,73 juta dibandingkan penjualan bersih triwulan tahun lalu yang Rp24,67 miliar.
Anak usaha Elang Mahkota Teknologi (EMTK)., Creative Media Workd Pte. Ltd menandatangani perjanjian lisensi konsumen BBM dengan BlackBerry Limited senilai US$207,5 juta. Creative Media Works merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki PT Kreatif Media Karya dimana perseroan memiliki 99,99% saham dalam Kreatif Media Karya. Nilai kontrak diperkirakan sebesar US$207,5 juta atas pembayaran yang dikomitmenkan untuk durasi enam tahun dan biaya berdasarkan pengguna.
PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan Pelindo II meluncurkan aplikasi "truck announcement" untuk mempermudah pengelolaan operasional di pelabuhan. Aplikasi ini mampu mengelola perencanaan terminal, khususnya order/panggilan antrean truk menjadi lebih mudah, lebih baik, dan lebih cepat secara seketika. Solusi ini menjadi pendukung dari pelayanan Car Terminal Operating System (CarTOS) yang dimiliki Indonesia Kendaraan Terminal (IKT).
Nusantara Inti Corpora (UNIT) memperkirakan pangsa pasar penjualan pakaian jadi serta bahan baku industri tekstil menjadi semakin luas dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2016. Perseroan juga menargetkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya di pasar domestik mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia.
Bank Capital (BACA) berencana membuka 10 kantor cabang baru pada tahun 2016. Hingga saat ini perseroan telah membuka 3 kantor cabang, dan hingga semester I 2016 diperkirakan akan ada 5 kantor yang resmi dibuka. Dana untuk membuka 1 kantor baru diperkirakan sekitar Rp 7,5 miliar atau mencapai Rp 75 miliar untuk membuka 10 kantor cabang baru. Dana pembukaan kantor baru dari kas internal perusahaan. Dengan penambahan kantor cabang baru, perseroan memperkirakan jumlah nasabah Bank Capital akan tumbuh sekitar 20% dari saat ini 75 ribuan nasabah.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Capital (BACA) menyetujui untuk menerbitkan kembali Obligasi Subordinasi III senilai Rp 200 miliar. Perseroan menargetkan modal inti hingga akhir tahun 2016 mencapai Rp 1,4 triliun dari saat ini di posisi Rp 1,27 triliun. Perseroan berencana masuk BUKU III, sehingga harus memperkuat permodalan. Nantinya CAR Bank Capital akan di posisi 21% dari akhir tahun 2015 sekitar 17,7%.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Capital (BACA) menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Laba BACA tahun 2015 akan dibukukan sebagai laba ditahan guna memperkuat permodalan.
Apexindo Pratama Duta (APEX) membukukan laba bersih per 31 Desember 2015 sebesar USD 19,74 juta dari sebelumnya mencatatkan rugi USD 15,86 juta. Pendapatan turun menjadi USD 246,28 juta dari sebelumnya USD 249,32 juta.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Intiland Development (DILD) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 5 per saham atau mencapai sebesar Rp 51,33 miliar. Dividen yang dibagikan perseroan kepada para pemegang saham tersebut setara dengan 12,78% dari laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 401,48 miliar.
Pembangunan reklamasi yang dilakukan Intiland Development (DILD) masih dalam tahap pengajuan ulang perizinan. Hal tersebut dilakukan karena polemik reklamasi Pantai Utara Jakarta muncul setelah adanya dugaan suap proyek tersebut. Oleh karenanya rencana pendanaan dan menggandeng mitra untuk pembangunan reklamasi pulau H tersebut ditunda dulu.
Intiland Development (DILD) hingga Mei 2016 telah membukukan nilai pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp 942 miliar atau 36,8% dari target sepanjang tahun 2016 sebesar Rp 2,5 triliun. Marketing sales perseroan paling besar dikontribusikan dari proyek Graha Natura, The Rosebay, dan Serenia Hills. Perseroan berencana meluncurkan dua proyek baru pada tahun 2016. Proyek ini merupakan pengembangan kawasan terpadu skala besar yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. Perseroan tengah mengembangkan lebih dari 25 proyek yang sebagian besar tersebar di wilayah Jakarta, Surabaya dan sekitarnya. Proyek-proyek tersebut dibagi dalam 4 segmen usaha yakni mix used dan high rise, kawasan perumahan, dan kawasan industri sebagai segmen yang memberikan pendapatan dari pengembangan (development income). Segmen lainnya adalah pengembangan properti investasi yang memberikan pendapatan berulang (recurring income). Proyek-proyek yang termasuk dalam segmen ini adalah perkantoran, fasilitas, kawasan industri dan lain-lain. Ke depan perkembangannya akan ditentukan dari pengembangan proyek skala besar dan jangka panjang.
Intiland Development (DILD) membukukan marketing sales hingga Mei 2016 sebesar Rp 942 miliar atau setara dengan 36,4% dari target tahun 2016 sebesar Rp 2,5 triliun. Kontribusi terbesar dari proyek mixed use atau high-rise. Perseroan optimis dapat mencapai target itu seiring dengan akan adanya beberapa proyek baru yang mulai beroperasi, salah satunya adalah South Quarter di koridor TB Simatupang.
Intiland Development (DILD) berencana mengembangkan proyek kawasan terpadu South Quarter tahap kedua, di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. South Quarter tahap kedua merupakan pengembangan dari properti investasi berupa ruang perkantoran. South Quarter merupakan kawasan terpadu atau mixed-use yang mencakup ruang perkantoran terdiri dari 3 tower dan pusat ritel dan lifestyle, yaitu South Quarter Dome, berdiri di atas lahan seluas 7,2 hektar. Hingga saat initake up rate atau okupansi dari perkantoran yang ada sudah mencapai 50%.
Intiland Development (DILD) menargetkan pencapaian reccuring income atau pendapatan berulang dari proyek properti investasi mencapai 20% dalam 5 tahun ke depan atau mencapai Rp 500 miliar dari saat ini sebesar 12% atau sekitar Rp 230 miliar. Kontribusinya dari proyek-proyek perkantoran, fasilitas, dan kawasan industri.
Berlina (BRNA) menganggarkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 150 miliar-Rp 200 miliar. Untuk itu perseroan akan mencari dana melalui right issue Rp 250 miliar. Dana hasil right issue digunakan untuk membayar utang dan ekspansi usaha.
Sepatu Bata (BATA) optimis bisa membukukan penjualan sebesar Rp 1,1 triliun di tahun 2016 atau tumbuh sebesar 10% YoY dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 1,03 triliun. Peningkatan penjualan itu didukung oleh perkembangan situasi dan kondisi pasar yang signifikan, seperti Lebaran. Peningkatan juga ditopang oleh pengoperasian sejumlah gerai baru, ekspansi e-commerce, dan perbaikan ekonomi nasional. Target penjualan tahun 2016 telah memperhitungkan data penjualan di kuartal I 2016 yang mencapai Rp 198 miliar. Penjualan di kuartal I 2016 turun 7% YoY dari sebelumnya sebesar Rp 213 miliar. BATA telah menjual sebanyak 8.523 pasang dengan total penjualan sebesar Rp 1,07 miliar. Pengembangan toko online terintegrasi dilakukan dengan BATA club, dengan kombinasi koleksi produk yang eksklusif untuk e-commerce.
Paska referendum Inggris, telah menimbulkan dampak bagi kelangsungan bisnis di negara ini. Sejumlah bank dan bank investasi sudah mulai berencana memindahkan kantornya dari Inggris yang diperkirakan akan pindah ke Paris, Dublin dan Frankfurt.
Dampaknya lainnya atas referendum, pertumbuhan ekonomi zona Eropa diperkirakan akan turun 0,5% menjadi 1,25% dalam dua tahun ke depan. Ekonomi AS juga tidak lepas dari efek negatif, diperkirakan tumbuh 2,0% di semester kedua tahun ini, atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 2,25%.
Bank sentral China (PBoC) mengatakan telah membuat rencana untuk merespon hasil referendum Inggris. PBoC akan melanjutkan kebijakan moneter yang hati-hati dengan menggunakan beberapa alat kebijakan moneter, menjaga kecukupan likuiditas dan stabilitas keuangan.
Ketidakpastian atas perekonomian dunia dapat membayangi tekanan bagi indeks bursa global. Hal ini, dapat mengakibatkan IHSG bergerak mixed, rawan teroreksi pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4806/4776/4755
Resistance Level : 4856/4877/4907
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2720, TP 2780
Boleh buy di level 2700-2720
Resistance di 2780 & support di 2630
Waspadai jika tembus di 2630
Batasi resiko di 2620
WIKA: Trading Buy
Close 2910, TP 2950
Boleh buy di level 2890-2910
Resistance di 2950 & support di 2830
Waspadai jika tembus di 2830
Batasi resiko di 2810
WSKT : Trading Buy
Close 2500, TP 2530
Boleh buy di level 2480-2500
Resistance di 2530 & support di 2460
Waspadai jika tembus di 2460
Batasi resiko di 2450
BBRI: Trading Buy
Close 10225, TP 10550
Boleh buy di level 10100-10225
Resistance di 10550 & support di 10100
Waspadai jika tembus di 10100
Batasi resiko di 10000
CTRA: Trading Buy
Close 1470, TP 1525
Boleh buy di level 1450-1470
Resistance di 1525 & support di 1405
Waspadai jika tembus di 1405
Batasi resiko di 1390
PWON: Trading Buy
Close 610, TP 625
Boleh buy di level 600-610
Resistance di 625 & support di 585
Waspadai jika tembus di 585
Batasi resiko di 580
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
CTRS, PPRO, UNTR, CTRP, SILO, ASRI, JPFFA, SMRA, MAIN, WSKT, ICBP, ASRI, DILD.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 27-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$47.70 (0.06)
Gold-(troy oz) US$1,325.26 (9.81)
Nickel-(ton) US$9,020.00 (-205.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (-100.00)
Coal (Newc)/ton US$54.20 (-8.20)
CPO Mal/ton* MYR2,464.00 (13.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,351.00 (-40.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 28 Juni 2016
RUPSLB
• BGTG – RUPST
• SSTM – RUPST
• IPOL– RUPST
• TKIM – RUPST
• INKP – RUPST
• ABBA – RUPST
• PSKT – RUPST
• JRPT – RUPST
• BTEL - RUPST/LB
• APOL – RUPST
• KICI - RUPST/LB
• RDTX – RUPST
• BKSL – RUPST
• MYOR - RUPST/LB
Dividend
• GGRM, Cash dividend 2600.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• TSPC, Cash dividend 50.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• SOCI, Cash dividend 7.50, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
• RICY, Cash dividend 3.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
Economic Calendar:
• 28 Jun, US GDP Annualized QoQ
• 28 Jun, US Personal Consumption
• 28 Jun, US GDP Price Index
• 28 Jun, US Consumer Confidence Index
VAS
HEADLINE NEWS
Multi Agro Gemilang (MAGP) membukukan rugi sebesar Rp3,51 miliar hingga periode 31 Maret 2016 usai meraih laba Rp3,13 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Selain itu, penjualan bersih turun tajam menjadi Rp402,73 juta dibandingkan penjualan bersih triwulan tahun lalu yang Rp24,67 miliar.
Anak usaha Elang Mahkota Teknologi (EMTK)., Creative Media Workd Pte. Ltd menandatangani perjanjian lisensi konsumen BBM dengan BlackBerry Limited senilai US$207,5 juta. Creative Media Works merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki PT Kreatif Media Karya dimana perseroan memiliki 99,99% saham dalam Kreatif Media Karya. Nilai kontrak diperkirakan sebesar US$207,5 juta atas pembayaran yang dikomitmenkan untuk durasi enam tahun dan biaya berdasarkan pengguna.
PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan Pelindo II meluncurkan aplikasi "truck announcement" untuk mempermudah pengelolaan operasional di pelabuhan. Aplikasi ini mampu mengelola perencanaan terminal, khususnya order/panggilan antrean truk menjadi lebih mudah, lebih baik, dan lebih cepat secara seketika. Solusi ini menjadi pendukung dari pelayanan Car Terminal Operating System (CarTOS) yang dimiliki Indonesia Kendaraan Terminal (IKT).
Nusantara Inti Corpora (UNIT) memperkirakan pangsa pasar penjualan pakaian jadi serta bahan baku industri tekstil menjadi semakin luas dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2016. Perseroan juga menargetkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya di pasar domestik mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia.
Bank Capital (BACA) berencana membuka 10 kantor cabang baru pada tahun 2016. Hingga saat ini perseroan telah membuka 3 kantor cabang, dan hingga semester I 2016 diperkirakan akan ada 5 kantor yang resmi dibuka. Dana untuk membuka 1 kantor baru diperkirakan sekitar Rp 7,5 miliar atau mencapai Rp 75 miliar untuk membuka 10 kantor cabang baru. Dana pembukaan kantor baru dari kas internal perusahaan. Dengan penambahan kantor cabang baru, perseroan memperkirakan jumlah nasabah Bank Capital akan tumbuh sekitar 20% dari saat ini 75 ribuan nasabah.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Capital (BACA) menyetujui untuk menerbitkan kembali Obligasi Subordinasi III senilai Rp 200 miliar. Perseroan menargetkan modal inti hingga akhir tahun 2016 mencapai Rp 1,4 triliun dari saat ini di posisi Rp 1,27 triliun. Perseroan berencana masuk BUKU III, sehingga harus memperkuat permodalan. Nantinya CAR Bank Capital akan di posisi 21% dari akhir tahun 2015 sekitar 17,7%.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Capital (BACA) menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Laba BACA tahun 2015 akan dibukukan sebagai laba ditahan guna memperkuat permodalan.
Apexindo Pratama Duta (APEX) membukukan laba bersih per 31 Desember 2015 sebesar USD 19,74 juta dari sebelumnya mencatatkan rugi USD 15,86 juta. Pendapatan turun menjadi USD 246,28 juta dari sebelumnya USD 249,32 juta.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Intiland Development (DILD) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 5 per saham atau mencapai sebesar Rp 51,33 miliar. Dividen yang dibagikan perseroan kepada para pemegang saham tersebut setara dengan 12,78% dari laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 401,48 miliar.
Pembangunan reklamasi yang dilakukan Intiland Development (DILD) masih dalam tahap pengajuan ulang perizinan. Hal tersebut dilakukan karena polemik reklamasi Pantai Utara Jakarta muncul setelah adanya dugaan suap proyek tersebut. Oleh karenanya rencana pendanaan dan menggandeng mitra untuk pembangunan reklamasi pulau H tersebut ditunda dulu.
Intiland Development (DILD) hingga Mei 2016 telah membukukan nilai pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp 942 miliar atau 36,8% dari target sepanjang tahun 2016 sebesar Rp 2,5 triliun. Marketing sales perseroan paling besar dikontribusikan dari proyek Graha Natura, The Rosebay, dan Serenia Hills. Perseroan berencana meluncurkan dua proyek baru pada tahun 2016. Proyek ini merupakan pengembangan kawasan terpadu skala besar yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. Perseroan tengah mengembangkan lebih dari 25 proyek yang sebagian besar tersebar di wilayah Jakarta, Surabaya dan sekitarnya. Proyek-proyek tersebut dibagi dalam 4 segmen usaha yakni mix used dan high rise, kawasan perumahan, dan kawasan industri sebagai segmen yang memberikan pendapatan dari pengembangan (development income). Segmen lainnya adalah pengembangan properti investasi yang memberikan pendapatan berulang (recurring income). Proyek-proyek yang termasuk dalam segmen ini adalah perkantoran, fasilitas, kawasan industri dan lain-lain. Ke depan perkembangannya akan ditentukan dari pengembangan proyek skala besar dan jangka panjang.
Intiland Development (DILD) membukukan marketing sales hingga Mei 2016 sebesar Rp 942 miliar atau setara dengan 36,4% dari target tahun 2016 sebesar Rp 2,5 triliun. Kontribusi terbesar dari proyek mixed use atau high-rise. Perseroan optimis dapat mencapai target itu seiring dengan akan adanya beberapa proyek baru yang mulai beroperasi, salah satunya adalah South Quarter di koridor TB Simatupang.
Intiland Development (DILD) berencana mengembangkan proyek kawasan terpadu South Quarter tahap kedua, di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. South Quarter tahap kedua merupakan pengembangan dari properti investasi berupa ruang perkantoran. South Quarter merupakan kawasan terpadu atau mixed-use yang mencakup ruang perkantoran terdiri dari 3 tower dan pusat ritel dan lifestyle, yaitu South Quarter Dome, berdiri di atas lahan seluas 7,2 hektar. Hingga saat initake up rate atau okupansi dari perkantoran yang ada sudah mencapai 50%.
Intiland Development (DILD) menargetkan pencapaian reccuring income atau pendapatan berulang dari proyek properti investasi mencapai 20% dalam 5 tahun ke depan atau mencapai Rp 500 miliar dari saat ini sebesar 12% atau sekitar Rp 230 miliar. Kontribusinya dari proyek-proyek perkantoran, fasilitas, dan kawasan industri.
Berlina (BRNA) menganggarkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 150 miliar-Rp 200 miliar. Untuk itu perseroan akan mencari dana melalui right issue Rp 250 miliar. Dana hasil right issue digunakan untuk membayar utang dan ekspansi usaha.
Sepatu Bata (BATA) optimis bisa membukukan penjualan sebesar Rp 1,1 triliun di tahun 2016 atau tumbuh sebesar 10% YoY dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 1,03 triliun. Peningkatan penjualan itu didukung oleh perkembangan situasi dan kondisi pasar yang signifikan, seperti Lebaran. Peningkatan juga ditopang oleh pengoperasian sejumlah gerai baru, ekspansi e-commerce, dan perbaikan ekonomi nasional. Target penjualan tahun 2016 telah memperhitungkan data penjualan di kuartal I 2016 yang mencapai Rp 198 miliar. Penjualan di kuartal I 2016 turun 7% YoY dari sebelumnya sebesar Rp 213 miliar. BATA telah menjual sebanyak 8.523 pasang dengan total penjualan sebesar Rp 1,07 miliar. Pengembangan toko online terintegrasi dilakukan dengan BATA club, dengan kombinasi koleksi produk yang eksklusif untuk e-commerce.











0 comments:
Posting Komentar