Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 16 Juni 2016

View Market IHSG 16Juni16

Prediksi IHSG;
Investor diperkirakan kian cemas jelang referendum Brexit setelah perdana Menteri David Cameron gagal membujuk para pemilih untuk menolak Brexit. Padahal, Cameron sudah berusaha dengan meminta bantuan partai oposisi, Partai Buruh untuk membujuk para pendukungnya mengenai manfaat dari keanggotaan Uni Eropa, Hasil jajak pendapat kelima pada Selasa menunjukan suara yang menyerukan agar Inggris meninggalkan Uni Eropa unggul. Keputusan Brexit dikhawatirkan dapat menyebabkan gelombang gejolak yang baru di pasar global
Sejak kemarin indeks global sebagian besar di tutup dalam zona hijau seiring ekspektasi The Fed akan menunda kenaikan suku bunganya. Hasilnya pun sesuai dengan ekspektasi pasar, The Fed pada hari Rabu akhirnya mempertahankan tingkat suku bunga setelah pertimbangan berbagai aspek terutama prospek kebijakan yang dovish ini.
Hasil dari keputusan the Fed membuat rupiah, berpeluang apresiasi terhadap dolar AS, ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi perdagangan saham Indonesia pada hari ini. Meski, kenaikan IHSG cenderung terbatas seiring masih tingginya ketidakpastian khusunya masa depan Inggris di Uni Eropa. Disamping itu, investor mencemaskan akan tingginya angka inflasi selama Ramadhan dan Lebaran. Hasil pantuan harga, memasuki minggu kedua bulan Juni 2016 harga komoditas pangan secara nasional, pada umumnya mengalami kenaikan drastis. Sentimen diatas dapat menciptakan pola pergerakan IHSG mixed, dengan peluang menguat pun bagi indeks relatif terbatas pada perdagangan saham hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 4798/4781/4772
Resistance Level : 4823/4832/4849
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to dpwn

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

KLBF: Trading Buy
 Close 1425, TP 1480
 Boleh buy di level 1415-1425
 Resistance di 1480 & support di 1400
 Waspadai jika tembus di 1400
 Batasi resiko di 1390

SMBR: Trading Buy
 Close 565, TP 580
 Boleh buy di level  555-565
 Resistance di 580 & support di 545
 Waspadai jika tembus di 545
 Batasi resiko di 530

SMGR : Trading Buy
 Close 8900, TP 9175
 Boleh buy di level  8800-8900
 Resistance di 9175 & support di 8775
 Waspadai jika tembus di 8775
 Batasi resiko di 8700

GGRM:  Trading Buy
 Close 64350, TP 66750
 Boleh buy di level  64250-64350
 Resistance di 66750 & support di 62975
 Waspadai jika tembus di 62975
 Batasi resiko di 62900

BBRI:  Trading Buy
 Close 10050, TP 10375
 Boleh buy di level  9925-10050
 Resistance di 10375 & support di 9925
 Waspadai jika tembus di 9925
 Batasi resiko di 9875

LPKR:  Trading Buy
 Close 985, TP 1005
 Boleh buy di level  975-985
 Resistance di 1005 & support di 965
 Waspadai jika tembus di 965
 Batasi resiko di 955

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
MEDC, JPFA, ELSA, PTBA, BDMN, TINS, KIJA, ADRO, LPPF, BSDE, INDF, TELE, BBNI, PWON, SMRA, SILO.

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 15-Jun-16
 Crude Oil-(barel) US$47.98  (-0.51)
 Gold-(troy oz) US$1,281.48  (-4.29)
 Nickel-(ton) US$8,885.00  (-5.00)
 Tin-(ton) US$16,975.00  (-175.00)
 Coal (Newc)/ton US$52.40  (-10.00)
 CPO Mal/ton* MYR2,534.50 (-71.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,355.00 (-38.00)
*running

Agenda hari ini  - Kamis, 16 Juni 2016
RUPSLB
• BWPT - RUPST/LB
• CITA - RUPST/LB
• INTA - RUPST/LB
• UNSP – RUPST
• DPNS – RUPST
• SQBB – RUPST
• SQBI – RUPST
• MREI – RUPST
• GEMA - RUPST/LB

Dividend
• BRAM, cash dividend 125.00, cum 15 Jun-16, ex 16 Jun-16
• AKPI, cash dividend 9.00, cum 15 Jun-16, ex 16 Jun-16
• BNBA, cash dividend 6.20, cum 15 Jun-16, ex 16 Jun-16
• AMIN, cash dividend 8.00, cum 16 Jun-16, ex 17 Jun-16
• BBLD, cash dividend 18.00, cum 16 Jun-16, ex 17 Jun-16
• ERAA, cash dividend 20.00, cum 16 Jun-16, ex 17 Jun-16
• SGRO, cash dividend 25.00, cum 16 Jun-16, ex 17 Jun-16
• CLPI, cash dividend $0.003, cum 16 Jun-16, ex 17 Jun-16

Economic Calendar:
• hasil meeting FOMC :
1.Statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan Juni 2016
2. Proyeksi ekonomi AS
• konperensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Janet Yellen
• hasil meeting Bank of Japan (BoJ): pengumuman suku bunga bulan Juni 2016
• konperensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda
• data Retail Sales Inggris bulan Mei 2016
• data CPI kawasan Euro bulan Mei 2016 (Final)
• hasil meeting BoE: pengumuman suku bunga bulan Juni 2016
• notulen meeting BoE 16 Juni 2016
• data CPI AS bulan Mei 2016
• data Jobless Claims AS per 10 Juni 2016
• indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Juni 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Garuda Indonesia (GIAA) berencana menjajaki kembali penerbangan ke Amerika Serikat pada tahun 2017 apabila Indonesia telah dinyatakan lolos standar keselamatan dan keamanan penerbangan Federal Aviation Administration (FAA) Kategori 1. Potensi pasar penerbangan dari Amerika Serikat ke Indonesia sebanyak 400.000 penumpang per tahun. Kota tujuan yang sangat berpotensi, yakni Los Angeles dan New York. Los Angeles potensinya 120.000 penumpang dan potensi New York lebih besar.

Grup Astra International (ASII) mempertahankan pangsa pasar mobil sebesar 50% sepanjang Januari-Mei 2016, setelah menjual 223.630 unit. Angka tersebut mencapai 50,77% dari total penjualan mobil di dalam negeri yang sebesar 440.484 unit. Sementara itu, di segmen motor, perseroan tetap mempertahankan dominasinya dengan menguasai 72,76% market share. Astra Honda Motor menjual 1.778.369 unit motor sepanjang Januari-Mei 2016, meningkat 0,51% YoY. Penurunan penjualan tersebut lebih baik dari pasar yang terkoreksi hingga 5,98% YoY menjadi 2.444.010 unit.

Ciputra Development (CTRA), Ciputra Property (CTRP), dan Ciputra Surya (CTRS) akan melangsungkan penggabungan usaha (merger) untuk menyederhanakan struktur usaha serta meningkatkan likuiditas saham. Entitas yang bertahan nantinya hanya Ciputra Development. Upaya merger juga akan didukung oleh regulasi. Saat ini, pemerintah sedang memproses revisi peraturan perpajakan terkait transfer aset dalam aksi penggabungan usaha. Dalam revisi tersebut, PPh final yang sebesar 5% akan ditiadakan. Skema yang memungkinkan adalah CTRA akan menerbitkan saham baru dan menukarkan saham tersebut dengan para pemegang saham publik pada CTRP dan CTRS.

Hingga Mei 2016, Ciputra Development (CTRA) membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) unit properti sebesar Rp 2,6 triliun atau 28,5% dari target tahunan Rp 9,3 triliun. Adapun CTRS dan CTRP masing-masing membukukan marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun dan Rp 313 miliar.

Saratoga Investama Sedaya (SRTG) berencana melepas maksimal 51% saham Medco Power Indonesia kepada investor asal Thailand. Divestasi tersebut diharapkan selesai dalam waktu dekat. Di Medco Power, SRTG bersama Saratoga Fund dan International Finance Corporation (IFC) menguasai 51% saham, sedangkan 49% saham dikuasai oleh Medco Energi Internasional (MEDC). Divestas ini merupakan langkah perputaran bisnis investasi yang dilakukan perseroan.

Salah satu peluang investasi yang tengah dijajaki Saratoga Investama Sedaya (SRTG) adalah perdagangan elektronik (e-commerce). Rencana investasi di sektor e-commerce telah memasuki pembahasan di level medium stage. Perseroan berencana menanamkan investasi di salah satu e-commerce lokal. Selain itu, SRTG juga berminat menanamkan investasinya di perusahaan fast moving consumer goods, beserta industri pendukungnya.

Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) akan memperbesar bisnis di sektor minuman dalam 3 tahun mendatang. Perseroan akan membangun pabrik minuman saat pasar minuman perseroan sudah cukup besar. Saat ini, investasi CPIN di bisnis minuman baru pabrik di Pandaan, Jawa Timur. Untuk produk minuman white tea dan black tea, perseroan masih outsourcing. CPIN masuk ke bisnis minuman untuk diversifikasi usahanya. Selain itu, perseroan akan memanfaatkan gerai tokonya, Prima Fresh Mart, untuk menjual produk minuman.

Tahun ini, Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menargetkan pendapatan sebesar Rp 35,7 miliar, tumbuh 15% YoY. Sementara itu, laba bersih tahun ini diproyeksikan sebesar Rp 556,3 miliar atau tumbuh 17% YoY. Faktor pertumbuhan utama perseroan adalah meningkatkan pasar dan efisiensi.

Tiphone Mobile Indonesia (TELE) membidik penjualan pulsa senilai Rp 200 miliar per bulan melalui kerja sama dengan Go-Jek, yaitu Go-Pulsa. Perseroan juga menjajaki penjualan melalui online, terutama e-commerce. Perseroan menargetkan layanan kerja sama dengan Go-jek tersebut siap diluncurkan setelah Lebaran. Sementara itu, penjualan pulsa melalui lini tradisional, seperti kios dan reseller, tetap menjadi penyumbang terbesar sekitar 80%. Sedangkan sisanya dari modern channel, seperti minimarket dan e-banking

Delta Dunia Makmur (DOID) memperoleh kontrak berjalan senilai US$1,6 miliar hingga 2019, dengan kemungkinan jumlah yang bertambah seiring penjajakan proyek baru tahan ini. Jumlah tersebut dimiliki perseroan dari sembilan kontrak utama yang saat ini tengah digarap. Sembilan kontrak yang dimiliki DOID saat ini adalah Adaro (Paringin), Kideco, Berau Coal (Lati), Berau Coal (Suaran), Berau Coal (Binungan), KPC Bengalon, Darma Henwa,  Sungai Danau Jaya, dan Tadjahan Antang Mineral.

Tiphone Mobile Indonesia (TELE) akan menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun pada kuartal III/2016 untuk membayar utang dan membiayai kebutuhan modal kerja. Perseroan masih memiliki sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp1,5 triliun dari total PUB obligasi Rp2 triliun. Dalam penerbitan obligasi kali ini, perseroan hanya menawarkan satu seri surat utang dengan tenor tiga tahun dan kisaran kupon yang diharapkan 9%-9,5%.

Menjelang berakhirnya semester I/2016, Wijaya Karya (WIKA) terus mematangkan rencaan penawaran umum perdana (IPO) salah satu anak usahanya. Saat ini perseroan masih melakukan kajian mengenai rencana IPO Wijaya Karya Realty dan Wijaya Karya Gedung.

Sidomulyo Selaras (SDMU) berencana menggelar rights issue dengan target dana sekitar Rp500 miliar untuk mendanai diversifikasi bisnis ke sektor properti. Dana rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi PT Global Mutiara Internasional, perusahaan properti yang memiliki konsesi kawasan industri seluas 2.100 hektare di Tangerang.

Bank Mandiri (BMRI) akan melakukan efisiensi biaya operasional hingga Rp900 miliar sampai akhir tahun ini. Efisiensi bertujuan untuk mengurangi rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan menopang perolehan laba tahun ini.  

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Saratoga Investama Sedaya (SRTG) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 32 per saham atau senilai Rp 86 miliar dari total laba bersih tahun buku 2015.

Tiphone Mobile Indonesia (TELE) menargetkan pendapatan tahun 2016 tumbuh 21% YoY menjadi Rp 26,7 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 22,04 triliun. Untuk itu perseroan akan mendorong penjualan voucher dan kartu prabayar dengan menambah reseller dengan mengembangkan distribusi melalui warung makan. Hal itu dilakukan karena kebutuhan pulsa sudah meningkat. Saat ini perseroan telah memiliki 200 kantor cabang, 400 outlet, 96 pusat service, dan 250.000 reseller aktif. Perseroan juga akan membuka outlet di Singapura setelah sebelumnya di Malaysia. Perseroan juga akan meningkatkan komposisi penjualan voucher dan kartu prabayar pada tahun 2016 mencapai 75%, dan 25% sisanya merupakan penjualan ponsel. Pada 2015 komposisi penjualan voucher dan kartu prabayar sebesar 66% dan sisanya penjualan ponsel.

Bank Pundi (BEKS) menaikkan jumlah saham yang akan diterbitkan melalui right issue menjadi 35.422.343.324 saham dengan nominal Rp 18,35 per saham dan harga penawaran Rp 18,35 per saham atau dana yang bisa diraih Rp 650.000.000.000. Setiap 1.000 saham biasa yang tercatat hingga 10 Agustus 2016 berhak atas 3.294 HMETD, dimana 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru perseroan. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi 5 dan 8 Agustus 2016 dan di pasar tunai 10 dan 11 Agustus 2016 dan masa perdagangan 12-22 Agustus 2016. Rencana dana hasil rights issue akan digunakan untuk ekspansi bisnis khususnya penyaluran kredit perseroan.

Bara Jaya Internasional (ATPK) mencatat penurunan penjualan bersih periode 31 Maret 2016 menjadi sebesar Rp 14,24 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 117,39 miliar. Rugi tahun berjalan sama menjadi Rp 54,87 miliar, naik dari sebelumnya rugi Rp 1,91 miliar.


Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Ciputra Development (CTRA) dan dua anak usahanya, yaitu Ciputra Property (CTRP) dan Ciputra Surya (CTRS), membagikan dividen tahun buku 2015 total sebesar Rp 439 miliar. Total dividen CTRA sebesar Rp 254,4 miliar, yang terdiri dari dividen tunai Rp 126,1 miliar dan dividen saham Rp 128,3 miliar. Sedangkan CTRS akan membagikan dividen total Rp 117,2 miliar yang meliputi dividen tunai Rp 57,5 miliar dan dividen saham Rp 59,7 miliar. CTRP akan membagikan total dividen Rp 67,4 miliar berupa dividen tunai dan saham yang masing-masing sebesar Rp 34,6 miliar dan Rp 32,8 miliar.

Saratoga Investama Sedaya (SRTG) mengharapkan kilang minyak milik anak usahanya, yaitu PT Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumenko, Kalitidu Jawa Timur bisa kembali beroperasi. Ada salah satu regulasi dari pemerintah pusat yang mengakibatkan kilang minyak tersebut tidak bisa beroperasi. Penghentian operasi kilang TWU berawal dari keputusan SKK Migas yang melarang TWU mengambil pasokan minyak mentah dari sumur lapangan Banyu Urip Blok Cepu. TWU diharuskan mengambil dari lokasi dermaga kapal tanker di Tuban. Hingga saat ini belum tercapai kesepakatan alokasi dan formula harga untuk pasokan minyak tersebut. Pemerintah juga belum menerbitkan peraturan yang mengatur formula harga minyak mentah yang dipasok ke kilang TWU. Perseroan berharap ada jembatan untuk melakukan diskusi dan negosiasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Anak usaha SRTG masih melakukan kegiatan operasional dalam hal perawatan terhadap kilang tersebut, meskipun sedang tidak beroperasi.

Target penyelesaian pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga uap senilai USD 4 miliar, milik United Tractors (UNTR) diproyeksi sedikit meleset dari target yang dipatok perseroan. Estimasi awal sekitar Juli 2016. Pembiayaan listrik tenaga uap saat ini masih melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Target awal perseroan memperkirakan financial close selesai pada Juli 2016, tetapi diperkirakan baru rampung Agustus. Setelah proses financial close itu rampung, proyek PLTU akan langsung dimulai konstruksi. Kebutuhan dana untuk proyek itu dari 20% ekuitas masing-masing pemegang saham. Sisanya dari usaha patungan yang akan mencari pinjaman perbankan USD 3,2 miliar. Perseroan menyiapkan dana hingga USD 200 juta untuk investasi PLTU dari kepemilikan 25% saham. Total ekuitas yang akan dikumpulkan dari 3 perusahaan patungan itu mencapai USD 800 juta. Sementara total pinjaman untuk proyek tersebut mencapai USD 1,2 miliar yang akan dipenuhi dari Japan Bank of International Cooperation (JBIC). Sisa dana pinjaman diklaim telah mendapatkan komitmen dari 6 perbankan.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) setuju untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 29 per saham atau senilai total Rp 475,54 miliar atau 25,89% dari laba bersih.

Badan Anggaran (Banggar) DPR memutuskan untuk mengubah asumsi harga rata-rata minyak dalam negeri atau Indonesia Crude Price (ICP) menjadi USD 40 per barel. Asumsi itu lebih tinggi dari usulan pemerintah dalam RAPBN-P 2016 yang sebesar USD 35 per barrel, dan lebih rendah dari usulan Komisi VII USD 45 per barel. Pemerintah menilai angka ICP USD 40 per barel sudah memperhitungkan kemungkinan harga minyak dunia yang akan naik di periode Juli-Desember 2016. Rata-rata ICP Juli-Desember diestimasikan sebesar USD 45 per barel.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured