Pekan ini tidak sesibuk pekan lalu: tidak ada rapat ECB, rapat OPEC, rilis data ketenagakerjaan non pertanian, dan anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mulai memasuki periode tenang satu pekan menjelang rapat berikutnya. Setelah pidato Gubernur Fed Janet Yellen di hari Senin, tidak akan ada komentar dari pejabat senior Fed hingga 16 Juni.
Jadi, fokus akan terpusat pada pidato Yellen. Tidak seperti pidato terkini beliau di Harvard, pidato kali ini akan sepenuhnya membahas kebijakan. Pasar akan mencrrmatipernyataan penting, utamanya tentang pandangan Yellen terkait data ketenagakerjaan bulan Mei yang tidak menggembirakan dan pengaruh referendum Brexit terhadap prospek kenaikan suku bunga Fed di bulan Juni atau Juli. Saya menduga beliau akan menekankan kembali keyakinannya bahwa ekonomi AS tetap di jalur yang sesuai untuk pengetatan lebih lanjut dan pernyataannya akan memperkuat USD - tapi mari kita pantau saja bersama.
Pidato Yellen akan diikuti dengan dua pengumuman keputusan suku bunga pekan ini: Reserve Bank of Australia (RBA) di hari Selasa dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) di hari Kamis (waktu Selandia Baru).
Hasil rapat RBA tidak banyak menimbulkan perbedaan pendapat: pasar hanya memperkirakan peluang 12% terjadinya pemotongan suku bunga. Berita terkini dari Australia secara umum cukup baik: PDB Triwulan 1 meningkat melampaui ekspektasi, pertumbuhan kredit sektor swasta mengalami akselerasi, izin pembangunan meningkat, dan tingkat pengangguran menurun. Tidak ada cukup berita buruk sejak rapat terakhir (3 Mei) saat RBA memotong suku bunga 25 bps sehingga tidak ada alasan untuk memotong suku bunga lagi. AUD/USD hanya sedikit lebih kuat (0.73 vs 0.75) jadi saya rasa tidak akan ada komentar signifikan tentang AUD dalam pernyataan RBA. Secara umum, rapat ini sepertinya tidak akan menggerakkan pasar.
Lain halnya dengan rapat RBNZ. Dari 15 ekonom yang disurvei Bloomberg, 8 memprediksi pemotongan suku bunga dan 7 mengatakan tidak. Pasar hanya memprediksi probabilitas 32%bahwaakan ada pemotongan suku bunga. Walaupun inflasi Selandia Baru rendah, ekonomi negara ini cukup baik karena pertumbuhan populasi yang tinggi mendorong permintaan domestik. Sama seperti di Australia, saya berpendapat bahwa tidak ada cukup berita buruk dari Selandia Baru sejak pemotongan suku bunga terakhir di bulan Maret untuk menjadi alasan pemotongan suku bunga lebih lanjut. Saya memprediksi RBNZ tidak akan mengambil kebijakan apa-apa, dan ini mungkin akan sedikit memperkuat NZD.
Kita juga akan mengetahui situasi ekonomi riil sejumlah negara melalui data produksi industri dan perdagangan di pekan ini. Data pemesanan pabrik Jerman akan diumumkan hari Senin, diikuti oleh produksi industri di hari Selasa dan neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan di hari Kamis. Pemesanan pabrik diprediksi melambat walaupun produksi industri diperkirakan meningkat. Ini menyiratkan bahwa produksi di masa mendatang dapat mengalami masalah. Dampaknya negatif terhadap EUR. Neraca transaksi berjalan diprediksi merosot tajam namun tetap berjumlah besar, salah satu alasan terbesar ketidakseimbangan Zona Euro dan dunia.
Inggris juga akan mengumumkan data produksi industri (Rabu) dan perdagangan (Kamis), namun sejumlah data ini mungkin akan kalah penting dari hasil berbagai survei mendekati referendum Brexit tanggal 23 Juni. Walaupun begitu, perlambatan produksi dan defisit perdagangan yang tetap tinggi akan memperbesar risiko apabila Inggris memilih "Keluar" dan membatasi pemulihan apabila Inggris memilih "Bertahan".
Tidak banyak data dari AS pekan ini - hanya data inventori grosir hari Kamis dan indeks sentimen konsumen University of Michigan hari Jumat, selain sejumlah indikator mingguan seperti biasa.
Jepang akan merilis sejumlah indikator penting yaitu transaksi berjalan dan PBD final Triwulan 1 hari Rabu (waktu Jepang), pemesanan mesin (Kamis), dan indeks sektor tersier hari Jumat.
China akan menikmati libur nasional Festival Perahu Naga hari Kamis dan Jumat, tapi tetap akan mengumumkan data perdagangan hari Rabu, IHK hari Kamis, dan sejumlah data uang beredar penting hari Jumat atau setelahnya. Neraca perdagangan diprediksi kembali meningkat setelah surplus yang relatif rendah selama tiga bulan pertama tahun ini. Mengingat ketegangan antara China dan dunia berkaitan dengan ekspor baja akhir-akhir ini, pemerintah China mungkin terdorong untuk memperkuat CNY. Langkah ini dapat membantu mata uang pasar berkembang lainnya.
Pidato Yellen akan diikuti dengan dua pengumuman keputusan suku bunga pekan ini: Reserve Bank of Australia (RBA) di hari Selasa dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) di hari Kamis (waktu Selandia Baru).
Hasil rapat RBA tidak banyak menimbulkan perbedaan pendapat: pasar hanya memperkirakan peluang 12% terjadinya pemotongan suku bunga. Berita terkini dari Australia secara umum cukup baik: PDB Triwulan 1 meningkat melampaui ekspektasi, pertumbuhan kredit sektor swasta mengalami akselerasi, izin pembangunan meningkat, dan tingkat pengangguran menurun. Tidak ada cukup berita buruk sejak rapat terakhir (3 Mei) saat RBA memotong suku bunga 25 bps sehingga tidak ada alasan untuk memotong suku bunga lagi. AUD/USD hanya sedikit lebih kuat (0.73 vs 0.75) jadi saya rasa tidak akan ada komentar signifikan tentang AUD dalam pernyataan RBA. Secara umum, rapat ini sepertinya tidak akan menggerakkan pasar.
Lain halnya dengan rapat RBNZ. Dari 15 ekonom yang disurvei Bloomberg, 8 memprediksi pemotongan suku bunga dan 7 mengatakan tidak. Pasar hanya memprediksi probabilitas 32%bahwaakan ada pemotongan suku bunga. Walaupun inflasi Selandia Baru rendah, ekonomi negara ini cukup baik karena pertumbuhan populasi yang tinggi mendorong permintaan domestik. Sama seperti di Australia, saya berpendapat bahwa tidak ada cukup berita buruk dari Selandia Baru sejak pemotongan suku bunga terakhir di bulan Maret untuk menjadi alasan pemotongan suku bunga lebih lanjut. Saya memprediksi RBNZ tidak akan mengambil kebijakan apa-apa, dan ini mungkin akan sedikit memperkuat NZD.
Kita juga akan mengetahui situasi ekonomi riil sejumlah negara melalui data produksi industri dan perdagangan di pekan ini. Data pemesanan pabrik Jerman akan diumumkan hari Senin, diikuti oleh produksi industri di hari Selasa dan neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan di hari Kamis. Pemesanan pabrik diprediksi melambat walaupun produksi industri diperkirakan meningkat. Ini menyiratkan bahwa produksi di masa mendatang dapat mengalami masalah. Dampaknya negatif terhadap EUR. Neraca transaksi berjalan diprediksi merosot tajam namun tetap berjumlah besar, salah satu alasan terbesar ketidakseimbangan Zona Euro dan dunia.
Inggris juga akan mengumumkan data produksi industri (Rabu) dan perdagangan (Kamis), namun sejumlah data ini mungkin akan kalah penting dari hasil berbagai survei mendekati referendum Brexit tanggal 23 Juni. Walaupun begitu, perlambatan produksi dan defisit perdagangan yang tetap tinggi akan memperbesar risiko apabila Inggris memilih "Keluar" dan membatasi pemulihan apabila Inggris memilih "Bertahan".
Tidak banyak data dari AS pekan ini - hanya data inventori grosir hari Kamis dan indeks sentimen konsumen University of Michigan hari Jumat, selain sejumlah indikator mingguan seperti biasa.
Jepang akan merilis sejumlah indikator penting yaitu transaksi berjalan dan PBD final Triwulan 1 hari Rabu (waktu Jepang), pemesanan mesin (Kamis), dan indeks sektor tersier hari Jumat.
China akan menikmati libur nasional Festival Perahu Naga hari Kamis dan Jumat, tapi tetap akan mengumumkan data perdagangan hari Rabu, IHK hari Kamis, dan sejumlah data uang beredar penting hari Jumat atau setelahnya. Neraca perdagangan diprediksi kembali meningkat setelah surplus yang relatif rendah selama tiga bulan pertama tahun ini. Mengingat ketegangan antara China dan dunia berkaitan dengan ekspor baja akhir-akhir ini, pemerintah China mungkin terdorong untuk memperkuat CNY. Langkah ini dapat membantu mata uang pasar berkembang lainnya.











0 comments:
Posting Komentar