Prediksi IHSG;
Para pemimpin negara G7 menegaskan berkomitmen untuk tidak mengintervensi pasar valuta asing. Dipihak lain, gejolak di pasar keuangan bisa menurun jika Inggris akhirnya tetap bertahan dari Uni Eropa. Dengan begitu, tekanan terhadap mata uang poundsterling akan menurun, sehingga transmisi gejolaknya pun mereda ke mata uang lain di pasar keuangan. Sementara itu, dalam rapat FOMC 26-27 April 2016 lalu, peserta rapat meyakini bunga The Fed naik bisa Juni 2016. Keyakinan itu masih membayangi gejolak di pasar keuangan, termasuk Indonesia. Pelaku pasar saham dalam pekan ini akan menyikapi rilis data ekonomi, termasuk angka inflasi. Bank Indonesia (BI) melakukan survei pemantauan harga, laju Indeks Harga Konsumen (IHK) hingga pekan ketiga Mei 2016 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,19 % mom. Inflasi sepanjang tahun ini tetap terkendali berada di kisaran 4% plus minus 1%. Tren penurunan laju inflasi secara tahunan ditopang oleh penurunan inflasi volatile food. Katalis positif di atas baik dari dalam negeri maupun luar negeri tersebut diharapkan mampu mendorong IHSG untuk melaju ke zona positif dalam pekan ini.
Perspektif tenikal
Secara teknis potensi IHSG untuk melanjutkan kenaikan pada pekan ini masih dapat berlanjut, kendati apresiasi atas indeks mulai terbatas. Stochastic menunjukan IHSG berada dalam ruang jenuh beli. Namun, indikator MACD masih mengkonfirmasikan positif.
Support Level : 4791/4766/4754
Resistance Level : 4827/4839/4863
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 6700, TP 6900
Boleh buy di level 6600-6700
Resistance di 6900 & support di 6600
Waspadai jika tembus di 6600
Batasi resiko di 6550
ICBP: Trading Buy
Close 16300, TP 16475
Boleh buy di level 16000-16300
Resistance di 16475 & support di 15975
Waspadai jika tembus di 15975
Batasi resiko di 15900
WTON : Trading Buy
Close 920, TP 945
Boleh buy di level 910-920
Resistance di 945 & support di 905
Waspadai jika tembus di 905
Batasi resiko di 900
BBRI: Trading Buy
Close 10400, TP 10700
Boleh buy di level 10250-10400
Resistance di 10700 & support di 10250
Waspadai jika tembus di 10250
Batasi resiko di 10150
MNCN: Trading Buy
Close 2190, TP 2250
Boleh buy di level 2170-2190
Resistance di 2250 & support di 2140
Waspadai jika tembus di 2140
Batasi resiko di 2130
SCMA: Trading Buy
Close 3440, TP 3480
Boleh buy di level 3420-3440
Resistance di 3480 & support di 3400
Waspadai jika tembus di 3400
Batasi resiko di 3380
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
PPRO, SMBR, SMGR, BISI, GJTL, BBNI, WIKA, ADHI, SOCI, EXCL
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 27-May-16
Crude Oil-(barel) US$48.89 (-0.59)
Gold-(troy oz) US$1,221.15 (1.35)
Nickel-(ton) US$8,395.00 (45.00)
Tin-(ton) US$15,850.00 (205.00)
Coal (Newc)/ton US$51.35 (-11.05)
CPO Mal/ton* MYR2,596.50 (40.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,587.00 (2.00)
*running
Agenda pekan ini - 30 Mei – 03 Juni 2016
RUPSLB
· MIDI - RUPST - 30-May-16
· COWL - RUPST/LB - 30-May-16
· OCAP - RUPST/LB - 30-May-16
· HEXA - RUPST/LB - 30-May-16
· KBLM - RUPST - 30-May-16
· SIPD MIDI - RUPST - 30-May-16
· CMNP - RUPST - 31-May-16
· SMDM - RUPST - 31-May-16
· TRUS - RUPST - 31-May-16
· APLI RUPST/LB 31-May-16
· TMPO - RUPST - 31-May-16
· SMSM - RUPST - 31-May-16
· KLBF - RUPST - 31-May-16
· MRAT - RUPST - 31-May-16
· SCCO - RUPST - 31-May-16
· ASBI - RUPST/LB - 01-Jun-16
· FORU - RUPST - 01-Jun-16
· JECC - RUPST - 01-Jun-16
· SSIA - RUPST - 01-Jun-16
· MIDI - RUPST - 01-Jun-16
· INDS - RUPST - 01-Jun-16
· JKON - RUPST/LB - 01-Jun-16
· TBMS - RUPST - 01-Jun-16
· INTD - RUPST - 01-Jun-16
· TRIM - RUPST - 01-Jun-16
· ICON - RUPST - 01-Jun-16
Dividend
· MAYA, cash dividend 23.00, cum 30 May-16, ex 31 May-16
· MTLA, cash dividend 3.20, cum 30 May-16, ex 31 May-16
· SDPC, cash dividend 3.00, cum 30 May-16, ex 31 May-16
· SONA, cash dividend 320.00, cum 31 May-16, ex 01 Jun-16
· EKAD, cash dividend $0.0076, cum 27 May-16, ex 30 May-16
· TOBA, cash dividend $0.0006, cum 31 May-16, ex 01 Jun-16
· ASRM, cash dividend 95.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· BBMD, cash dividend 14.67, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· TOTL, cash dividend 40.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· DVLA, cash dividend 35.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· SSMS, cash dividend 17.66, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· INCI, cash dividend 10.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· EPMT, cash dividend 5.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· PGLI , cash dividend 0.90, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· KINO, cash dividend 37.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
Economic Calendar:
Senin, 30 Mei 2016:
· pidato anggota FOMC James Bullard
· data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Mei 2016
Selasa, 31 Mei 2016:
· data Preliminary Industrial Production Jepang bulan April 2016
· data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Mei 2016
· data M3 Money Supply kawasan Euro bulan April 2016
· data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Mei 2016
· data tingkat pengangguran kawasan Euro bulan April 2016
· data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan April 2016
· indeks kepercayaan konsumen AS versi Conference Board (CB) bulan Mei 2016
Rabu, 1 Juni 2016:
· data Consumer Price Index (CPI) Indonesia
· indeks Manufacturing PMI dan Non Manufacturing China bulan Mei 2016
· indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Mei 2016
· indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Mei 2016
· indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Mei 2016
Kamis, 2 Juni 2016:
· Pertemuan negara-negara yang tergabung dalam OPEC di Wina, Austria
· indeks Construction PMI Inggris bulan Mei 2016
· hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Juni 2016
· data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Mei 2016
· konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
· data Jobless Claims AS per 27 Mei 2016
· pidato anggota FOMC Jerome Powell
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 27 Mei 2016
Jum’at, 3 Juni 2016:
· indeks Caixin Services PMI China bulan Mei 2016
· indeks Services PMI Inggris bulan Mei 2016
· data Non Farm Payrolls AS bulan Mei 2016
· data upah rata-rata per jam di AS bulan Mei 2016
· data tingkat pengangguran di AS bulan Mei 2016
· indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Mei 2016
· data Factory Orders AS bulan April 2016.
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) siap menerima tambahan alokasi untuk kredit usaha rakyat (KUR) ritel yang telah habis sejak Maret lalu. Perseroan sudah menyalurkan KUR ritel sebesar Rp6 triliun sepanjang awal tahun ini atau mencapai target alokasi yang ditentukan.
Latinusa (NIKL) membukukan laba bersih USD 855.000 di triwulan I 2016 dari sebelumnya rugi USD 1,16 juta di triwulan I 2015. Penjualan turun 1,22% menjadi USD 35,24 juta. Kontribusi terbesar penjualan di kuartal I 2016 mencapai 29% dari penjualan kaleng segmen susu, disusul dari penjualan kaleng segmen bahan kimia sebesar 19%, penjualan kaleng biskuit dan permen sebesar 18%, kaleng makanan 12%, kaleng cat 12%, kaleng umum 7%, kaleng minyak goreng 2%, kaleng buah dan minuman 1%. Penjualan Latinusa meningkat di segala segmen, volume juga meningkat. Pasar susu masih mendominasi, kemudian makanan, aerosol dan biskuit juga masih bisa menguasai pasar.
Pelat Timah Nusantara (NIKL/Latinusa) menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) tahun 2016 senilai USD 1 juta. Sumber pendanaan capex 2016 berasal dari dana kas internal perusahaan. Dana digunakan untuk operasional di tahun 2016, dimana dananya untuk mendukung operasi produksi roll dan motor. Realisasi capex hingga kuartal I 2016 mencapai USD 465 ribu. Dana tersebut telah dan akan dipakai untuk mendukung bisnis perusahaan. Tahun 2016 perseroan berfokus pada penjualan tinplate ke pasar domestik. Tahun 2016 perusahaan berencana untuk menambah utilisasi pabrik menjadi 160.000 metrik ton per tahun.
Bintang Mitra Semestaraya (BMSR) mencatat rugi sebesar Rp 11,32 miliar di triwulan I 2016 dari rugi sebesar Rp 3,30 miliar di triwulan I 2015. Pendapatan triwulan I 2016 sebesar Rp 578,89 miliar dari Rp 550,65 miliar pada triwulan 2015.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) tengah menjajaki pinjaman perbankan dan penerbitan surat utang untuk melunasi utang (refinance) senilai US$311 juta. Pinjaman yang akan di-refinance adalah long term loan sebesar US$315 juta dan fasilitas revolving senilai Rp530 miliar dan US$10 juta yang ditandatangani pada 3 Juni 2015. Tujuan pinjaman tersebut antara lain untuk membayar sebagian pinjaman bridge 2014 dan untuk membiayai kegiatan operasional perseroan.
Di tengah kelebihan penawaran semen dan perlambatan pertumbuhan pasar dalam negeri, sejumlah emiten semen berencana memperkuat penjualan produk ke luar Indonesia. Holcim Indonesia (SMCB) berencana mengekspor semen ke pasar baru, Bangladesh dan Sri Lanka, setelah sebelumnya melakukan penjualan ke Australia. Sementara Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) berencana meningkatkan penjualan ekspor hingga 700.000 ton pada 2016 atau meningkatkan dibandingkan dengan 220.000 ton pada 2015. Adapun Semen Indonesia (SMGR) berencana mendirikan entitas anak, Semen Indonesia Internasional yang secara khusus mengurus penjualan semen ke dan dari luar negeri.
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 16% pada tahun ini dengan membangun 1.200 gerai Alfamart baru dan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp2,9 triliun. Belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk membuka toko baru dan perpanjangan sewa toko senilai Rp2,2 triliun, Rp500 miliar untuk pembangunan gudang, dan Rp200 miliar untuk infrastruktur teknologi informasi (IT).
Supra Boga Lestari (RANC) memutuskan untuk kembali fokus pada kemampuan inti (core competency) perusahaan dengan mengembangkan Ranch Market dan Farmers Market tahun ini. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp2,15 triliun atau tumbuh 11,97% dibandingkan dengan realisasi 2015 senilai Rp1,92 triliun.
Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berencana melakukan pendanaan kembali atau refinancing obligasi global sebelum jatuh tempo yang masing-masing senialai US$500 juta atau secara total mencapai Rp13 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS). Obligasi global BBNI akan jatuh tempo pada 27 April 2017, sedangkan milik BBRI akan jatuh tempo pada 28 Maret 2018.
Para pemimpin negara G7 menegaskan berkomitmen untuk tidak mengintervensi pasar valuta asing. Dipihak lain, gejolak di pasar keuangan bisa menurun jika Inggris akhirnya tetap bertahan dari Uni Eropa. Dengan begitu, tekanan terhadap mata uang poundsterling akan menurun, sehingga transmisi gejolaknya pun mereda ke mata uang lain di pasar keuangan. Sementara itu, dalam rapat FOMC 26-27 April 2016 lalu, peserta rapat meyakini bunga The Fed naik bisa Juni 2016. Keyakinan itu masih membayangi gejolak di pasar keuangan, termasuk Indonesia. Pelaku pasar saham dalam pekan ini akan menyikapi rilis data ekonomi, termasuk angka inflasi. Bank Indonesia (BI) melakukan survei pemantauan harga, laju Indeks Harga Konsumen (IHK) hingga pekan ketiga Mei 2016 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,19 % mom. Inflasi sepanjang tahun ini tetap terkendali berada di kisaran 4% plus minus 1%. Tren penurunan laju inflasi secara tahunan ditopang oleh penurunan inflasi volatile food. Katalis positif di atas baik dari dalam negeri maupun luar negeri tersebut diharapkan mampu mendorong IHSG untuk melaju ke zona positif dalam pekan ini.
Perspektif tenikal
Secara teknis potensi IHSG untuk melanjutkan kenaikan pada pekan ini masih dapat berlanjut, kendati apresiasi atas indeks mulai terbatas. Stochastic menunjukan IHSG berada dalam ruang jenuh beli. Namun, indikator MACD masih mengkonfirmasikan positif.
Support Level : 4791/4766/4754
Resistance Level : 4827/4839/4863
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 6700, TP 6900
Boleh buy di level 6600-6700
Resistance di 6900 & support di 6600
Waspadai jika tembus di 6600
Batasi resiko di 6550
ICBP: Trading Buy
Close 16300, TP 16475
Boleh buy di level 16000-16300
Resistance di 16475 & support di 15975
Waspadai jika tembus di 15975
Batasi resiko di 15900
WTON : Trading Buy
Close 920, TP 945
Boleh buy di level 910-920
Resistance di 945 & support di 905
Waspadai jika tembus di 905
Batasi resiko di 900
BBRI: Trading Buy
Close 10400, TP 10700
Boleh buy di level 10250-10400
Resistance di 10700 & support di 10250
Waspadai jika tembus di 10250
Batasi resiko di 10150
MNCN: Trading Buy
Close 2190, TP 2250
Boleh buy di level 2170-2190
Resistance di 2250 & support di 2140
Waspadai jika tembus di 2140
Batasi resiko di 2130
SCMA: Trading Buy
Close 3440, TP 3480
Boleh buy di level 3420-3440
Resistance di 3480 & support di 3400
Waspadai jika tembus di 3400
Batasi resiko di 3380
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
PPRO, SMBR, SMGR, BISI, GJTL, BBNI, WIKA, ADHI, SOCI, EXCL
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 27-May-16
Crude Oil-(barel) US$48.89 (-0.59)
Gold-(troy oz) US$1,221.15 (1.35)
Nickel-(ton) US$8,395.00 (45.00)
Tin-(ton) US$15,850.00 (205.00)
Coal (Newc)/ton US$51.35 (-11.05)
CPO Mal/ton* MYR2,596.50 (40.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,587.00 (2.00)
*running
Agenda pekan ini - 30 Mei – 03 Juni 2016
RUPSLB
· MIDI - RUPST - 30-May-16
· COWL - RUPST/LB - 30-May-16
· OCAP - RUPST/LB - 30-May-16
· HEXA - RUPST/LB - 30-May-16
· KBLM - RUPST - 30-May-16
· SIPD MIDI - RUPST - 30-May-16
· CMNP - RUPST - 31-May-16
· SMDM - RUPST - 31-May-16
· TRUS - RUPST - 31-May-16
· APLI RUPST/LB 31-May-16
· TMPO - RUPST - 31-May-16
· SMSM - RUPST - 31-May-16
· KLBF - RUPST - 31-May-16
· MRAT - RUPST - 31-May-16
· SCCO - RUPST - 31-May-16
· ASBI - RUPST/LB - 01-Jun-16
· FORU - RUPST - 01-Jun-16
· JECC - RUPST - 01-Jun-16
· SSIA - RUPST - 01-Jun-16
· MIDI - RUPST - 01-Jun-16
· INDS - RUPST - 01-Jun-16
· JKON - RUPST/LB - 01-Jun-16
· TBMS - RUPST - 01-Jun-16
· INTD - RUPST - 01-Jun-16
· TRIM - RUPST - 01-Jun-16
· ICON - RUPST - 01-Jun-16
Dividend
· MAYA, cash dividend 23.00, cum 30 May-16, ex 31 May-16
· MTLA, cash dividend 3.20, cum 30 May-16, ex 31 May-16
· SDPC, cash dividend 3.00, cum 30 May-16, ex 31 May-16
· SONA, cash dividend 320.00, cum 31 May-16, ex 01 Jun-16
· EKAD, cash dividend $0.0076, cum 27 May-16, ex 30 May-16
· TOBA, cash dividend $0.0006, cum 31 May-16, ex 01 Jun-16
· ASRM, cash dividend 95.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· BBMD, cash dividend 14.67, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· TOTL, cash dividend 40.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· DVLA, cash dividend 35.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· SSMS, cash dividend 17.66, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· INCI, cash dividend 10.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· EPMT, cash dividend 5.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· PGLI , cash dividend 0.90, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
· KINO, cash dividend 37.00, cum 01 Jun-16, ex 02 Jun-16
Economic Calendar:
Senin, 30 Mei 2016:
· pidato anggota FOMC James Bullard
· data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Mei 2016
Selasa, 31 Mei 2016:
· data Preliminary Industrial Production Jepang bulan April 2016
· data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Mei 2016
· data M3 Money Supply kawasan Euro bulan April 2016
· data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Mei 2016
· data tingkat pengangguran kawasan Euro bulan April 2016
· data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan April 2016
· indeks kepercayaan konsumen AS versi Conference Board (CB) bulan Mei 2016
Rabu, 1 Juni 2016:
· data Consumer Price Index (CPI) Indonesia
· indeks Manufacturing PMI dan Non Manufacturing China bulan Mei 2016
· indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Mei 2016
· indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Mei 2016
· indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Mei 2016
Kamis, 2 Juni 2016:
· Pertemuan negara-negara yang tergabung dalam OPEC di Wina, Austria
· indeks Construction PMI Inggris bulan Mei 2016
· hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Juni 2016
· data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Mei 2016
· konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
· data Jobless Claims AS per 27 Mei 2016
· pidato anggota FOMC Jerome Powell
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 27 Mei 2016
Jum’at, 3 Juni 2016:
· indeks Caixin Services PMI China bulan Mei 2016
· indeks Services PMI Inggris bulan Mei 2016
· data Non Farm Payrolls AS bulan Mei 2016
· data upah rata-rata per jam di AS bulan Mei 2016
· data tingkat pengangguran di AS bulan Mei 2016
· indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Mei 2016
· data Factory Orders AS bulan April 2016.
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) siap menerima tambahan alokasi untuk kredit usaha rakyat (KUR) ritel yang telah habis sejak Maret lalu. Perseroan sudah menyalurkan KUR ritel sebesar Rp6 triliun sepanjang awal tahun ini atau mencapai target alokasi yang ditentukan.
Latinusa (NIKL) membukukan laba bersih USD 855.000 di triwulan I 2016 dari sebelumnya rugi USD 1,16 juta di triwulan I 2015. Penjualan turun 1,22% menjadi USD 35,24 juta. Kontribusi terbesar penjualan di kuartal I 2016 mencapai 29% dari penjualan kaleng segmen susu, disusul dari penjualan kaleng segmen bahan kimia sebesar 19%, penjualan kaleng biskuit dan permen sebesar 18%, kaleng makanan 12%, kaleng cat 12%, kaleng umum 7%, kaleng minyak goreng 2%, kaleng buah dan minuman 1%. Penjualan Latinusa meningkat di segala segmen, volume juga meningkat. Pasar susu masih mendominasi, kemudian makanan, aerosol dan biskuit juga masih bisa menguasai pasar.
Pelat Timah Nusantara (NIKL/Latinusa) menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) tahun 2016 senilai USD 1 juta. Sumber pendanaan capex 2016 berasal dari dana kas internal perusahaan. Dana digunakan untuk operasional di tahun 2016, dimana dananya untuk mendukung operasi produksi roll dan motor. Realisasi capex hingga kuartal I 2016 mencapai USD 465 ribu. Dana tersebut telah dan akan dipakai untuk mendukung bisnis perusahaan. Tahun 2016 perseroan berfokus pada penjualan tinplate ke pasar domestik. Tahun 2016 perusahaan berencana untuk menambah utilisasi pabrik menjadi 160.000 metrik ton per tahun.
Bintang Mitra Semestaraya (BMSR) mencatat rugi sebesar Rp 11,32 miliar di triwulan I 2016 dari rugi sebesar Rp 3,30 miliar di triwulan I 2015. Pendapatan triwulan I 2016 sebesar Rp 578,89 miliar dari Rp 550,65 miliar pada triwulan 2015.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) tengah menjajaki pinjaman perbankan dan penerbitan surat utang untuk melunasi utang (refinance) senilai US$311 juta. Pinjaman yang akan di-refinance adalah long term loan sebesar US$315 juta dan fasilitas revolving senilai Rp530 miliar dan US$10 juta yang ditandatangani pada 3 Juni 2015. Tujuan pinjaman tersebut antara lain untuk membayar sebagian pinjaman bridge 2014 dan untuk membiayai kegiatan operasional perseroan.
Di tengah kelebihan penawaran semen dan perlambatan pertumbuhan pasar dalam negeri, sejumlah emiten semen berencana memperkuat penjualan produk ke luar Indonesia. Holcim Indonesia (SMCB) berencana mengekspor semen ke pasar baru, Bangladesh dan Sri Lanka, setelah sebelumnya melakukan penjualan ke Australia. Sementara Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) berencana meningkatkan penjualan ekspor hingga 700.000 ton pada 2016 atau meningkatkan dibandingkan dengan 220.000 ton pada 2015. Adapun Semen Indonesia (SMGR) berencana mendirikan entitas anak, Semen Indonesia Internasional yang secara khusus mengurus penjualan semen ke dan dari luar negeri.
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 16% pada tahun ini dengan membangun 1.200 gerai Alfamart baru dan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp2,9 triliun. Belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk membuka toko baru dan perpanjangan sewa toko senilai Rp2,2 triliun, Rp500 miliar untuk pembangunan gudang, dan Rp200 miliar untuk infrastruktur teknologi informasi (IT).
Supra Boga Lestari (RANC) memutuskan untuk kembali fokus pada kemampuan inti (core competency) perusahaan dengan mengembangkan Ranch Market dan Farmers Market tahun ini. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp2,15 triliun atau tumbuh 11,97% dibandingkan dengan realisasi 2015 senilai Rp1,92 triliun.
Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berencana melakukan pendanaan kembali atau refinancing obligasi global sebelum jatuh tempo yang masing-masing senialai US$500 juta atau secara total mencapai Rp13 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS). Obligasi global BBNI akan jatuh tempo pada 27 April 2017, sedangkan milik BBRI akan jatuh tempo pada 28 Maret 2018.











0 comments:
Posting Komentar