Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 26 Mei 2016

View Market IHSG 26Mei16

Prediksi IHSG;
Hasil dari keputusan Menteri keuangan zona Euro dan International Monetary Fund (IMF) pada Rabu kemarin akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengucurkan pinjaman baru bagi Yunani, serta menetapkan aturan tentang mendapatkan bantuan utang di masa depan. Keputusan dari Menteri Keuangan zona Eropa dan IMF ini dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham Eropa. Sentimen lainnya, ekonomi Jepang masih dihadapi oleh rendahnya tingkat konsumsi swasta. Dari dalam negeri berkenaan dengan Bank Indonesia (BI) mengisyaratkan akan kembali melakukan pelonggaran moneter pada Juni, dengan syarat stabilitas makroekonomi dan finansial saat ini bisa terjaga. Bauran sentimen diatas, ditambah dengan potensi berlanjutnya sentimen pasar global, terutama pasar Asia yang dibuka positif sebagai peluang bagi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya pada perdagangan saham hari ini

Perspektif tenikal
Support Level : 4747/4720/4707
Resistance Level : 4786/4799/4826
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

INTP: Trading Buy
 Close 16525, TP 17050
 Boleh buy di level 16475-16525
 Resistance di 17050 & support di 16250
 Waspadai jika tembus di 16250
 Batasi resiko di 16150

PGAS: Trading Buy
 Close 2420, TP 2460
 Boleh buy di level  2410-2420
 Resistance di 2460 & support di 2360
 Waspadai jika tembus di 2360
 Batasi resiko di 2340

SMRA : Trading Buy
 Close 1585, TP 1605
 Boleh buy di level  1575-1585
 Resistance di 1605 & support di 1555
 Waspadai jika tembus di 1555
 Batasi resiko di 1545

PPRO:  Trading Buy
 Close 364, TP 368
 Boleh buy di level  364-364
 Resistance di 368 & support di 356
 Waspadai jika tembus di 356
 Batasi resiko di 353

SIMP:  Trading Buy
 Close 474, TP 480
 Boleh buy di level  470-474
 Resistance di 480 & support di 462
 Waspadai jika tembus di 462
 Batasi resiko di 444

INDY:  Trading Buy
 Close 620, TP 635
 Boleh buy di level  600-620
 Resistance di 635 & support di 600
 Waspadai jika tembus di 600
 Batasi resiko di 565

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
WSKT, INDF, ASII, SOCI, PTRO, MEDC, TOTL.

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 25-May-16
 Crude Oil-(barel) US$49.12  (0.50)
 Gold-(troy oz) US$1,221.58  (-5.68)
 Nickel-(ton) US$8,400.00  (70.00)
 Tin-(ton) US$15,675.00  (-400.00)
 Coal (Newc)/ton US$51.00  (-11.40)
 CPO Mal/ton* MYR2,565.50 (-2.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,637.00 (-1.00)
*running

Agenda hari ini  - Kamis, 26 Mei 2016
RUPSLB
• GOLD - RUPST/LB
• HITS - RUPST/LB
• FPNI – RUPST
• EXCL - RUPST/LB
• SMCB – RUPST
• PUDP – RUPST

Dividend
• SIDO, cash dividend 25.00, cum 25 May-16, ex 26 May-16
• ADMF, cash dividend 332.50, cum 25 May-16, ex 26 May-16
• SRIL, cash dividend $0.0001, cum 25 May-16, ex 26 May-16
• SCMA, cash dividend 28.00, cum 25 May-16, ex 26 May-16
• EMTK, cash dividend 50.00, cum 26 May-16, ex 27 May-16

Economic Calendar:
• data GDP Inggris kwartal pertama tahun 2016 (second estimate)
• pidato anggota FOMC James Bullard
• data Durable Goods Orders AS bulan April 2016
• data Jobless Claims AS per 20 Mei 2016
• data Pending Home Sales AS bulan April 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyambut baik sikap Bank Indonesia yang mengkaji pelonggaran kembali rasio pemberian kredit terhadap nilai agunan (loan to value/LTV) karena akan memudahkan kepemilikan rumah masyarakat. Bank Indonesia sebelumnya menyampaikan sedang mengkaji untuk melakukan penyesuaian aturan LTV. Bank sentral juga mengkaji untuk menyesuaikan peraturan larangan penyaluran kredit properti untuk rumah inden.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kino Indonesia (KINO) memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 37 per saham. Total dividen senilai Rp 52,857 miliar atau setara 20% dari laba bersih buku 2015.

Suparma (SPMA) menargetkan penjualan tahun 2016 mencapai Rp 2,1 triliun dengan laba bersih 58 miliar. Perseroan optimis akan target tersebut, karena secara umum kondisi ekonomi membaik sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat. Beberapa faktor itu diantaranya adalah kurs dolar terhadap Rupiah relatif stabil, sehingga ekonomi juga stabil. Selain itu pemerintah juga mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap peningkatan daya beli masyarakat seperti Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp 3 juta menjadi 4,5 juta. Selain itu BI rate juga turun, sehingga akan menggerakan sektor riil.

Lippo Group bekerja sama dengan dua perusahaan Cina akan membangun pusat industri di Jawa Barat senilai Rp 190 triliun. Lippo Cikarang (LPCK) akan bekerja sama dengan Shenzhen Yantian Port Group dan Country Garden Holdings untuk membangun Indonesia-Shenzhen Industrial Estate. Lippo tidak menyebutkan berapa bagian masing-masing perusahaan dan pendanaannya serta kapan waktu penyelesaian. Lippo mengatakan dua perusahaan China itu tertarik untuk membangun kawasan bisnis lain di Indonesia.

Bank Negara Indonesia (BBNI) berencana menerbitkan medium term notes (MTN) sebesar Rp 3 triliun tahun ini. Perseroan juga tengah memproses penerbitan negotiable certificate of deposit (NCD) sebesar Rp 4 triliun pada Mei ini. Penerbitan MTN dilakukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas pada 2016.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatat jumlah institusi yang menggunakan jasa layanan perbankan cash management system (CMS) BRI hingga akhir Maret 2016 sebanyak 9.048 institusi. Sementara itu, jumlah transaksi menggunakan layanan CMS BRI pada kuartal I-2016 meningkat 600% YoY. CMS BRI adalah salah satu produk perbankan untuk seluruh institusi bisnis dan non bisnis berupa layanan sistem pengelolaan keuangan berbasis internet yang terintegrasi.

Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) akan menggalang dana hingga sebesar Rp 20 triliun tahun ini. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai target pembiayaan tahun ini yang mencapai Rp 34 triliun. Perseroan berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 4,5-5 triliun tahun ini. ADMF juga menjajaki pinjaman sebesar USD 100 juta dari bank luar negeri.

HD Capital (HADE) berencana mengubah bisnis inti menjadi perusahaan investasi di bidang properti dan penasihat keuangan dari sebelumnya perusahaan efek. Hal ini dilakukan dengan melepas 49.500 saham (99%) saham anak usaha Hasta Dana Sekuritas Indonesia kepada perusahaan asal Hong Kong KGI Capital Asia Ltd. Nilai transaksi merupakan nilai aset bersih entitas anak ditambah dengan premium sebesar Rp 32,17 miliar. Sementara itu, terkait rencana perubahan kegiatan usaha utama, HD Capital telah menandatangani nota kesepahaman penggabungan usaha dengan Sugih Bara Selaras dan Tuah Guenong Halimon pada 20 Mei 2016.

Sentul City (BKSL) fokus mendorong pengembangan kawasan di Selatan Jakarta. Perseroan terus mengembangkan proyek di atas lahan seluas 3.100 ha di Sentul, Bogor.

Sona Topas Tourism (SONA) membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 320 per saham pada 24 Juni 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 31 Mei dan 1 Juni 2016 dan di pasar tunai 3 dan 6 Juni 2016 dengan DPS hingga 3 Juni 2016. Nilai pembagian dividen sebesar Rp 105.984.000.000.

Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 17,66 per saham atau senilai total Rp 168,27 miliar, setara 30% dari laba bersih tahun 2015. Pembayaran dividen pada 24 juni 2016.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Darya-Varia Laboratoria (DVLA) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 65 per saham atau senilai total Rp 72 miliar. Dari jumlah Rp 65 per saham, sebanyak Rp 30 per saham sudah dibayarkan sebagai dividen interim pada Oktober 2015. Dividen final sebesar Rp 35 per saham akan dibayarkan pada Juni 2016.

Darya-Varia Laboratoria (DVLA) menyasar beberapa pasar ekspor baru untuk penetrasi produknya, yaitu kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Beberapa negara yang dimaksud antara lain Singapura, Myanmar, Vietnam, dan Timur Tengah. Selama ini perseroan juga sudah memasarkan produknya di kawasan ASEAN dan Uni Emirat Arab. Dengan penetrasi pasar ekspor baru, perseroan akan mempertahankan kontribusi penjualan ekspor dan toll manufacturing sebesar 20% dari pendapatan.

Maybank Indonesia (BNII) akan menawarkan sukuk mudharabah berkelanjutan I Tahap II Tahun 2016 senilai total Rp 700 miliar dan obligasi subordinasi berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016 sebesar Rp 800 miliar. Sukuk mudharabah berjangka waktu 3 tahun dengan besaran nisbah sebesar 37,27% yang dihitung dari pendapatan yang dibagihasilkan. Sedangkan obligasi subordinasi berjangka waktu 7 tahun dengan bunga 9,625% per tahun. Pefindo memberikan peringkat idAAA(sy) untuk sukuk mudharabah dan idAA untuk obligasi. Fitch memberikan peringkat AAA(idn) untuk sukuk mudharabah dan AA(idn) untuk obligasi berkelanjutan. Bahana Securities, Indo Premier Securities, Maybank Kim ENg Securities dan RHB Securities Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi dengan wali amanat Bank Mega (MEGA). Masa penawaran pada 6-7 Juni 2016 dan perkiraan pencatatan di BEI pada 13 Juni 2016.

Aneka Tambang (ANTM) menandatangani Perjanjian Fasilitas Lindung Nilai Foreign Exchange dengan Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) serta Bank Negara Indonesia (BBNI). ANTM turun memanfaatkan lindung nilai untuk meminimalkan eksposur risiko dan kemungkinan kerugian. Fasilitas lindung nilai yang diperoleh berjumlah USD 20 juta dari Bank Mandiri, USD 10 juta dari BRI dan USD 30 juta dari BNI. Perseroan menghadapi berbagai macam risiko keuangan, termasuk dampak perubahan harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing.

Eagle High Plantation (BWPT) berurusan di pengadilan terkait permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Gugatan ini diajukan kedua krediturnya, yaitu PT Triroyal Trimurraya dan PT Sumber Sarana Power Electric melalui kuasa hukumnya. Kedua perusahaan itu memiliki hubungan hukum kepada PT Sawit Sukses Sejahtera (SSS), anak usaha BWPT. Hubungan hukum itu ditandai kepada Triroyal yang pernah melakukan kerja sama untuk pekerjaan pembangunan pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 ton TBS per jam di Kalimantan Timur pada tahun 2012. Sementara kepada Sumber Sarana kerja sama berupa pembangunan paket electrical, termasuk panel listrik, kabel dan perlengkapan untuk proyek SSS di Kalimantan Timur pada tahun 2013. BWPT adalah perusahaan yang telah mengambil alih SSS, oleh karena itu kuasa hukum kedua perusahaan beranggapan BWPT secara hukum bertanggung jawab atas segala hak dan kewajiban SSS. Atas kerja sama yang dijalani SSS dengan kedua kliennya, SSS masih memiliki utang yang belum dilunasi. Terhadap Triroyal, setidaknya SSS masih memiliki sisa tagihan senilai Rp 16,62 miliar dan USD 206.302, sedang kepada Sumber Sarana sebesar Rp 1,33 miliar. Kuasa hukum penggugat juga telah melayangkan surat somasi pada 5 Mei 2015 dan 13 April 2016 kepada SSS untuk segera melunasi tagihan tersebut. Tapi hingga permohonan ini diajukan ke pengadilan, SSS belum melakukan pembayaran.

PT Sillo Maritime Perdana akan melepas 600 juta saham atau sekitar 23,08% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Harga penawaran sekitar Rp 117-140 per saham. Perseroan menargetkan perolehan dana hasil IPO sekitar Rp 70 miliar-Rp 84 miliar. Dana hasil IPO, sekitar 90% akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan melalui penyertaan 50,84% saham pada PT Suasa Benua Sukses. Sekitar 10% dari hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. PT Lautandhana Securindo dan PT UOB Kay Hian Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran awal pada 25-30 Mei 2016. Tanggal efektif diperkirakan akan didapatkan pada 6 Juni 2016. Perkiraan masa penawaran pada 8-10 Juni 2016, dan tanggal penjatahan pada 14 Juni 2016. Perkiraan tanggal distribusi saham pada 15 Juni dan pengembalian uang perseroan pada 15 Juni 2016. Saham Sillo Maritime diperkirakan akan listing pada 16 Juni 2016.

PT Sillo Maritime Perdana optimis dapat memperoleh pendapatan sebesar USD 20 juta pada tahun 2016, naik dibandingkan realisasi pendapatan pada tahun 2015 yang sebesar USD 15 juta. Perseroan memperkirakan laba bersih tahun 2016 naik hingga 50% mencapai USD 6,8 juta. Selain pendapatan disumbang dari kontrak-kontrak yang sudah berjalan, target pertumbuhan kinerja perusahaan juga akan diperoleh dari kontrak-kontrak baru yang akan diraih perseroan. Perusahaan juga akan melakukan pengembangan usaha melalui penyertaan 50,84% saham pada perusahaan pelayaran yang bergerak di bidang industri migas, yaitu PT Suasa Benua Sukses. Dana untuk mengakuisisi perusahaan itu berasal dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) yang ditargetkan akan memperoleh sekitar Rp 70-80 miliar. Sementara dampak dari akuisisi terhadap aset perusahaan ditargetkan akan naik sebesar 50%. Dengan akuisisi tersebut, perseroan berharap revenue akan bertambah hingga 50%.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured