Everyone Can Trade

JustForex

Rabu, 25 Mei 2016

View Market IHSG 25Mei16

Prediksi IHSG;
Kendati, nilai tukar rupiah diprediksi masih akan mengalami tekanan hingga kepastian hasil FOMC meeting pada 16 Juni 2016. Selian tiu, nilai rupiah dikhawatirkan terimbas oleh potensi melemahnya Yuan akibat kebijakan Cina.  Namun, sentimen negatif global itu dapat tereduksi oleh sentimen positif dalam negeri.  Fitch Ratings pada 23 Mei 2016 mengafirmasi kembali peringkat Indonesia ke level BBB- atau masuk ke investment grade dengan outlok stabil.  Peringkat tersebut mencerminkan beban utang pemerintah yang rendah, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan risiko sektor perbankan yang rendah. Sementara itu, membaiknya pasar saham AS pada Selasa bisa menjadi katalis positif bagi pasar Asia maupun dampaknya bagi pasar saham Indonesia pada hari ini.  Saham AS naik, seiring kenaikan dalam penjualan rumah yang menjadi spekulasi terhadap ekonomi negara ini yang dapat menahan kebijakan terhadap suku bunga yang lebih tinggi.
 
Perspektif tenikal
Support Level : 4698/4684/4658
Resistance Level : 4737/4764/4777
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
 
 
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
 
TLKM: Trading Buy
 Close 3730, TP 3790
 Boleh buy di level 700-3730
 Resistance di 3790 & support di 3690
 Waspadai jika tembus di 3690
 Batasi resiko di 3670
 
ASII: Trading Buy
 Close 6375, TP 6525
 Boleh buy di level  6325-6375
 Resistance di 6525 & support di 6325
 Waspadai jika tembus di 6325
 Batasi resiko di 6275
 
ELSA : Trading Buy
 Close 510, TP 535
 Boleh buy di level  510-510
 Resistance di 535 & support di 495
 Waspadai jika tembus di 495
 Batasi resiko di 490
 
INAF:  Trading Buy
 Close 945, TP 970
 Boleh buy di level  935-945
 Resistance di 970 & support di 920
 Waspadai jika tembus di 920
 Batasi resiko di 910
 
GIAA:  Trading Buy
 Close 476, TP 500
 Boleh buy di level  473-476
 Resistance di 500 & support di 460
 Waspadai jika tembus di 460
 Batasi resiko di 457
 
CPIN:  Trading Buy
 Close 3350, TP 3410
 Boleh buy di level  3330-3350
 Resistance di 3410 & support di 3240
 Waspadai jika tembus di 3240
 Batasi resiko di 3230
 
Ket.  TP : Target Price
 
WATCHING ON SCREEN;
WTON, KLBF, PTPP, WSKT, BBRI, BMRI.
 
(Disclaimer ON)
 
Commodities Price: 24-May-16
 Crude Oil-(barel) US$48.36  (0.28)
 Gold-(troy oz) US$1,238.91  (-10.21)
 Nickel-(ton) US$8,330.00  (-170.00)
 Tin-(ton) US$16,075.00  (-375.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.95  (-11.45)
 CPO Mal/ton* MYR2,567.50 (-34.50)
 
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,638.00 (64.00)
*running 
 
Agenda hari ini  - Rabu, 25 Mei 2016
RUPSLB
DVLA – RUPST
LTLS - RUPST/LB
ASRM – RUPST
TOTL – RUPST
EPMT – RUPST
ERTX - RUPST/LB
SPMA – RUPST
PGLI – RUPST
VOKS – RUPST
INCI - RUPST/LB
 
Dividend
DLTA, cash dividend 120.00, cum 24 May-16, ex 25 May-16
SIDO, cash dividend 25.00, cum 25 May-16, ex 26 May-16
ADMF, cash dividend 332.50, cum 25 May-16, ex 26 May-16
SRIL, cash dividend $0.0001, cum 25 May-16, ex 26 May-16
SCMA, cash dividend 28.00, cum 25 May-16, ex 26 May-16
 
Economic Calendar:
Pertemuan Economic and Financial Affairs Council (Ecofin)
indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan Mei 2016
indeks kepercayaan bisnis Jerman versi IFO bulan Mei 2016
data neraca perdagangan AS (khusus barang) bulan April 2016
data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 20 Mei 2016
 
 
VAS
HEADLINE NEWS
 
Bank Mayapada (MAYA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya sebesar Rp23 per saham pada 21 Juni 2016. Untuk cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 30 dan 31 Mei 2016 dan di pasar tunai pada 2-3 Juni 2016 dengan DPS hingga 2 Juni 2016.
 
HD Capital (HADE) berencana mengubah kegiatan usaha utama perseroan dari perusahaan efek menjadi perusahaan yang bergerak di sektor properti guna memberikan hasil lebih baik bagi para pemegang sahamnya. Perseroan akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang investasi properti dan penasihat keuangan. PT HD Capital melepas sebanyak 99% sahamnya di PT Hasta Dana Sekuritas Indonesia atau sebanyak 49.500 saham. Pembelinya adalah KGI Capital Asia Limited yang berasal dari Hong Kong dimana berdasarkan CSPA nilai transaksi adalah sebesar Rp32,175 miliar.
 
Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.066.052.291 saham atau 10% dari total modal ditempatkan dan disetor. Harga pelaksanaan dari PMTHMETD ini sekurang-kurangnya Rp935,6 per saham yakni mengikuti harga rata-rata penutupan perdagangan saham perseroan dari 18 April hingga 24 Mei 2016.
 
Bukit Asam (PTBA) fokus melakukan proses transformasi bisnis dari perusahaan tambang batubara menjadi perusahaan penyedia energi listrik sehingga turut mendukung program program listrik 35.000 megawatt (MW). Batubara merupakan energi tidak terbarukan atau 'nonrenewable energy resources' yang lama-kelamaan akan habis sehingga membuat kelangsungan aktifitas bisnis ke depan kurang menarik, kondisi itu mendorong perseroan melakukan transformasi bisnis namun masih terkait dengan batubara dengan membangun sejumlah pembangkit listrik di mulut tambang
 
Perusahaan Gas Negara (PGAS) melalui anak usahanya, Saka Energi Indonesia, dikabarkan kembali menjajaki akuisisi lapangan gas baru di Amerika Serikat. Perseroan tengah mengevaluasi sejumlah lapangan gas potensial di Texas, California, dan Meksiko Selatan. Pencairan ladang-ladang gas tersebut tergantung dari keberadaan infrastruktur gas alam cair (LNG) di sebuah kawasan. Sepanjang 2016, Saka Energi menargetkan mampu memproduksi minyak dan gas sebesar 35.000 barel setara minyak per hari.
 
Metropolitan Land (MTLA) menjajaki penerbitan dana investasi real estate (DIRE). Aset perseroan yang paling mungkin dijual kepada investor adalah Mal Metropolitan dan Hotel Horison di Bekasi. Perseroan menilai dua aset tersebut telah memberikan pendapatan berulang yang stabil. Nilai aset tersebut sekitar Rp 1,5 triliun. Pendapatan dari dua mal tersebut adalah Rp 200 miliar dan EBITDA per tahun di atas Rp 100 miliar. DIRE merupakan salah satu alternatif pembiayaan untuk berbagai proyek perseroan pada masa mendatang. Saat ini, MTLA masih mempelajari DIRE dan menunggu perkembangan tentang bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.
 
Metropolitan Land (MTLA) sepakat untuk menggunakan 15% laba bersih perseroan tahun lalu atau sebesar Rp 32 miliar sebagai dividen tunai. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 7,5 miliar pada Agustus 2015. Dengan demikian, dividen final yang akan dibagikan sebesar Rp 24,5 miliar atau Rp 3,2 per saham.
 
Lippo Cikarang (LPCK) optimistis bisnis kawasan industri bertumbuh 10% pada 2016. Saat ini, perseroan menggarap delapan proyek kawasan industri di Cikarang, Jawa Barat, seluas 1.123 ha. Untuk lahan industri LPCK saat ini yang berpeluang untuk dipasarkan masih sekitar 97,4 ha dari 224 ha total lahan Delta Silicon 8. Hingga kini, perseroan belum berencana menambah cadangan lahan kawasan industri.
 
Sri Rejeki Isman (SRIL) akan menerbitkan obligasi global berdenominasi dolar AS sebesar USD 420 juta melalui anak usahanya, Golden Legacy Pte Ltd. Perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk membeli kembali (buyback) seluruh utang perseroan yang jatuh tempo pada 2019 bernilai USD 270 juta. Penerbit juga akan menyalurkan sisa dana hasil obligasi kepada Golden Mountain Textile dan Trading Pte. Ltd, melalui pemesanan saham tambahan dalam struktur modal Golden Mountain. Golden Mountain kemudian akan meminjamkan dana tersebut kepada perseroan. SRIL akan menggunakan dana bersih dari pinjaman untuk membayar kembali pinjaman modal kerja dan mendanai kebutuhan umum perseroan.
 
Bank Permata (BNLI) menurunkan jumlah saham yang diterbitkan dalam rights issue menjadi 10,45 miliar saham dari sebelumnya 21,2 miliar. Adapun harga pelaksanaan rights issue tersebut ditetapkan sebesar Rp 526 per saham. Dana hasil rights issue akan dibukukan sebagai tambahan pada modal inti dan akan memberikan dampak pada penguatan struktur permodalan serta mendukung bisnis bank.
 
Bank Mayapada Internasional (MAYA) berniat mengajukan revisi rencana bisnis bank tahun 2016 kepada OJK. Dalam revisi tersebut, perseroan berencana menaikkan target kredit menjadi 15% dari proyeksi awal 12% YoY. Untuk menunjang ekspansi bisnis, MAYA berniat melakukan rights issue sebesar Rp 1 triliun pada kuartal III-2016. Melalui rights issue, CAR dapat meningkat dari 13,26% pada Maret 2016 menjadi kisaran 14-15%. Sementara itu, perseroan juga menyepakati untuk membagikan dividen sebesar 15,81% dari laba bersih pada 2015 atau setara Rp 99 miliar.
 
Humpuss Intermoda Sarana (HITS) meraih komitmen pinjaman senilai US$56 juta dari Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Muamalat Indonesia. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membeli kapal baru.
 
Metropolitan Land (MTLA) menargetkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp1,3 triliun pada tahun ini atau meningkat 13,5% YoY. Per April 2016, prapenjualan perseroan telah mencapai Rp518 miliar atau 39% dari target. Di dalam target tersebut, termasuk penjualan tanah ke Ascendas sekitar Rp195 miliar. Ascendas merupakan perusahaan yang menjadi mitra perseroan untuk mengembangkan kawasan multifungsi Metland Cyber Citu di Tangerang.
 
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) optimis mampu membukukan kredit ke sektor pertanian hingga Rp70 triliun pada tahun ini. Penyaluran kredit pertanian perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp64,7 triliun.
 
Siba Surya (Siba Group) masih akan melanjutkan rencana untuk melakukan initial public offering (IPO) pada 2017 dengan catatan perekonomian domestik kian membaik. Oleh karena itu, saat ini perseroan melakukan pembenahan sistem teknologi informasi sebagai upaya meyakinkan investor. 
 
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Toba Bara Sejahtera (TOBA) mengalokasikan sebagian dari laba bersih tahun 2015 sekitar USD 1.1 juta. Sisa laba bersih TOBA di tahun 2015 akan dialokasikan untuk dana cadangan dan dibukukan sebagai laba ditahan.
 
Toba Bara Sejahtera (TOBA) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 10 juta pada tahun 2016. Seluruh dana capex bersumber dari kas internal perusahaan. Dana tersebut akan dipakai untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan pada tahun 2016. Perusahaan baru menyerap dana capex sekitar USD 2 juta di triwulan I 2016. Dana telah dipakai untuk perbaikan jalan, atau intinya peremajaan dan pemeliharaan.
 
JTrust Indonesia (BCIC) berencana melakukan Penambahan Modal dan penerbitan saham senilai hingga Rp 22,3 miliar atau sebesar 0,22% dari modal disetor per 31 Desember 2014. Perseroan bermaksud menerbitkan saham baru dengan tanpa menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada pemegang saham. Dana yang diterima perseroan akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam rangka pengembangan bisnis perseroan ke depan. Perseroan akan meminta persetujuan kepada pemegang saham pada 30 Juni.
 
Saratoga Investama Sedaya (SRTG) melalui Delta Investment Horizon International Ltd, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki perseroan, telah membeli kembali surat utangnya sebesar USD 17,3 juta dari jumlah pokok Guaranteed Exchangeable Bonds senilai USD 100 juta dengan bunga 3% per tahun dan jatuh tempo pada tahun 2020 yang diterbitkan Delta pada Mei 2015 di pasar terbuka. Per 23 Mei 2016 seluruh surat utang yang dibeli kembali oleh Delta telah dibatalkan oleh Delta dan jumlah pokok sebesar USD 82,7 juta dari Surat Utang masih terhutang. Sumber dana pembelian kembali berasal dari dana internal Delta sendiri. Tujuan dari pembelian kembali ini guna mengurangi rasio utang Delta.
 
Selamat Sempurna (SMSM) memperoleh pendapatan dividen final tunai tahun buku 2015 dari dua anak usahanya. Kedua anak perusahaan itu adalah PT Panata Jaya Mandiri yang merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan 70% dan PT Selamat Sempana Perkasa dimana perseroan memiliki 99,99% sahamnya. Dividen yang diterima dari PT Panata Jaya Mandiri sebesar Rp 15,9 miliar sementara dividen dari PT Selamat Sempana Perkasa sebesar Rp 2,2 miliar
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured