Prediksi IHSG;
Kendati,
nilai tukar rupiah diprediksi masih akan mengalami tekanan hingga
kepastian hasil FOMC meeting pada 16 Juni 2016. Selian tiu, nilai rupiah
dikhawatirkan terimbas
oleh potensi melemahnya Yuan akibat kebijakan Cina. Namun, sentimen negatif global itu dapat tereduksi oleh sentimen positif dalam negeri.
Fitch Ratings pada
23 Mei 2016 mengafirmasi kembali peringkat Indonesia ke level BBB- atau
masuk ke investment grade dengan outlok stabil. Peringkat
tersebut
mencerminkan beban utang pemerintah yang rendah, prospek pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang baik dan risiko sektor perbankan yang rendah.
Sementara itu, membaiknya pasar saham AS pada Selasa bisa menjadi
katalis positif bagi pasar Asia maupun dampaknya
bagi pasar saham Indonesia pada hari ini. Saham AS naik, seiring kenaikan dalam penjualan rumah yang menjadi spekulasi terhadap ekonomi negara ini yang
dapat menahan kebijakan terhadap suku bunga yang lebih tinggi.
Perspektif tenikal
Support Level : 4698/4684/4658
Resistance Level : 4737/4764/4777
Major Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
Close 3730,
TP 3790
Boleh buy di level 700-3730
Resistance di 3790
& support di 3690
Waspadai jika tembus di 3690
Batasi resiko di 3670
ASII: Trading Buy
Close 6375,
TP 6525
Boleh buy di level
6325-6375
Resistance di 6525
& support di 6325
Waspadai jika tembus di 6325
Batasi resiko di 6275
ELSA : Trading Buy
Close 510,
TP 535
Boleh buy di level
510-510
Resistance di 535
& support di 495
Waspadai jika tembus di 495
Batasi resiko di 490
INAF: Trading Buy
Close 945,
TP 970
Boleh buy di level 935-945
Resistance di 970
& support di 920
Waspadai jika tembus di 920
Batasi resiko di 910
GIAA: Trading Buy
Close 476,
TP 500
Boleh buy di level 473-476
Resistance di 500
& support di 460
Waspadai jika tembus di 460
Batasi resiko di 457
CPIN: Trading Buy
Close 3350,
TP 3410
Boleh buy di level 3330-3350
Resistance di 3410
& support di 3240
Waspadai jika tembus di 3240
Batasi resiko di 3230
Ket. TP
: Target Price
WTON, KLBF, PTPP, WSKT, BBRI, BMRI.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 24-May-16
Crude Oil-(barel)
US$48.36 (0.28)
Gold-(troy
oz) US$1,238.91 (-10.21)
Nickel-(ton)
US$8,330.00 (-170.00)
Tin-(ton)
US$16,075.00 (-375.00)
Coal
(Newc)/ton US$50.95 (-11.45)
CPO
Mal/ton* MYR2,567.50 (-34.50)
Foreign Exchange
*running
Agenda hari ini -
Rabu, 25 Mei 2016
RUPSLB
• DVLA – RUPST
• LTLS - RUPST/LB
• ASRM – RUPST
• TOTL – RUPST
• EPMT – RUPST
• ERTX - RUPST/LB
• SPMA – RUPST
• PGLI – RUPST
• VOKS – RUPST
• INCI - RUPST/LB
Dividend
• DLTA, cash dividend 120.00, cum 24 May-16, ex 25 May-16
• SIDO, cash dividend 25.00, cum 25 May-16, ex 26 May-16
• ADMF, cash dividend 332.50, cum 25 May-16, ex 26 May-16
• SRIL, cash dividend $0.0001, cum 25 May-16, ex 26 May-16
• SCMA, cash dividend 28.00, cum 25 May-16, ex 26 May-16
Economic Calendar:
• Pertemuan Economic and Financial Affairs Council (Ecofin)
• indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan Mei 2016
• indeks kepercayaan bisnis Jerman versi IFO bulan Mei 2016
• data neraca perdagangan AS (khusus barang) bulan April 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 20
Mei 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank
Mayapada (MAYA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya
sebesar Rp23 per saham pada 21 Juni 2016. Untuk cum dan ex dividen di
pasar reguler/negosiasi pada 30
dan 31 Mei 2016 dan di pasar tunai pada 2-3 Juni 2016 dengan DPS hingga 2
Juni 2016.
HD
Capital (HADE) berencana mengubah kegiatan usaha utama perseroan dari
perusahaan efek menjadi perusahaan yang bergerak di sektor properti guna
memberikan hasil lebih baik bagi
para pemegang sahamnya. Perseroan akan menjadi perusahaan yang bergerak
di bidang investasi properti dan penasihat keuangan. PT HD Capital
melepas sebanyak 99% sahamnya di PT Hasta Dana Sekuritas Indonesia atau
sebanyak 49.500 saham. Pembelinya adalah KGI Capital
Asia Limited yang berasal dari Hong Kong dimana berdasarkan CSPA nilai
transaksi adalah sebesar Rp32,175 miliar.
Japfa
Comfeed Indonesia (JPFA) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya
1.066.052.291 saham atau 10% dari total
modal ditempatkan dan disetor. Harga
pelaksanaan dari PMTHMETD ini sekurang-kurangnya Rp935,6 per saham
yakni mengikuti harga rata-rata penutupan perdagangan saham perseroan
dari 18 April hingga 24 Mei 2016.
Bukit
Asam (PTBA) fokus melakukan proses transformasi bisnis dari perusahaan
tambang batubara menjadi perusahaan penyedia energi listrik sehingga
turut mendukung program program
listrik 35.000 megawatt (MW). Batubara merupakan energi tidak terbarukan
atau 'nonrenewable energy resources' yang lama-kelamaan akan habis
sehingga membuat kelangsungan aktifitas bisnis ke depan kurang menarik,
kondisi itu mendorong perseroan melakukan transformasi
bisnis namun masih terkait dengan batubara dengan membangun sejumlah
pembangkit listrik di mulut tambang
Perusahaan
Gas Negara (PGAS) melalui anak usahanya, Saka Energi Indonesia,
dikabarkan kembali menjajaki akuisisi lapangan gas baru di Amerika
Serikat. Perseroan tengah mengevaluasi
sejumlah lapangan gas potensial di Texas, California, dan Meksiko
Selatan. Pencairan ladang-ladang gas tersebut tergantung dari keberadaan
infrastruktur gas alam cair (LNG) di sebuah kawasan. Sepanjang 2016,
Saka Energi menargetkan mampu memproduksi minyak
dan gas sebesar 35.000 barel setara minyak per hari.
Metropolitan
Land (MTLA) menjajaki penerbitan dana investasi real estate (DIRE).
Aset perseroan yang paling mungkin dijual kepada investor adalah Mal
Metropolitan dan Hotel Horison
di Bekasi. Perseroan menilai dua aset tersebut telah memberikan
pendapatan berulang yang stabil. Nilai aset tersebut sekitar Rp 1,5
triliun. Pendapatan dari dua mal tersebut adalah Rp 200 miliar dan
EBITDA per tahun di atas Rp 100 miliar. DIRE merupakan salah
satu alternatif pembiayaan untuk berbagai proyek perseroan pada masa
mendatang. Saat ini, MTLA masih mempelajari DIRE dan menunggu
perkembangan tentang bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.
Metropolitan
Land (MTLA) sepakat untuk menggunakan 15% laba bersih perseroan tahun
lalu atau sebesar Rp 32 miliar sebagai dividen tunai. Sebelumnya,
perseroan telah membagikan dividen
interim sebesar Rp 7,5 miliar pada Agustus 2015. Dengan demikian,
dividen final yang akan dibagikan sebesar Rp 24,5 miliar atau Rp 3,2 per
saham.
Lippo
Cikarang (LPCK) optimistis bisnis kawasan industri bertumbuh 10% pada
2016. Saat ini, perseroan menggarap delapan proyek kawasan industri di
Cikarang, Jawa Barat, seluas 1.123
ha. Untuk lahan industri LPCK saat ini yang berpeluang untuk dipasarkan
masih sekitar 97,4 ha dari 224 ha total lahan Delta Silicon 8. Hingga
kini, perseroan belum berencana menambah cadangan lahan kawasan
industri.
Sri
Rejeki Isman (SRIL) akan menerbitkan obligasi global berdenominasi
dolar AS sebesar USD 420 juta melalui anak usahanya, Golden Legacy Pte
Ltd. Perseroan akan menggunakan dana
hasil penerbitan obligasi untuk membeli kembali (buyback) seluruh utang
perseroan yang jatuh tempo pada 2019 bernilai USD 270 juta. Penerbit
juga akan menyalurkan sisa dana hasil obligasi kepada Golden Mountain
Textile dan Trading Pte. Ltd, melalui pemesanan
saham tambahan dalam struktur modal Golden Mountain. Golden Mountain
kemudian akan meminjamkan dana tersebut kepada perseroan. SRIL akan
menggunakan dana bersih dari pinjaman untuk membayar kembali pinjaman
modal kerja dan mendanai kebutuhan umum perseroan.
Bank
Permata (BNLI) menurunkan jumlah saham yang diterbitkan dalam rights
issue menjadi 10,45 miliar saham dari sebelumnya 21,2 miliar. Adapun
harga pelaksanaan rights issue tersebut
ditetapkan sebesar Rp 526 per saham. Dana hasil rights issue akan
dibukukan sebagai tambahan pada modal inti dan akan memberikan dampak
pada penguatan struktur permodalan serta mendukung bisnis bank.
Bank
Mayapada Internasional (MAYA) berniat mengajukan revisi rencana bisnis
bank tahun 2016 kepada OJK. Dalam revisi tersebut, perseroan berencana
menaikkan target kredit menjadi
15% dari proyeksi awal 12% YoY. Untuk menunjang ekspansi bisnis, MAYA
berniat melakukan rights issue sebesar Rp 1 triliun pada kuartal
III-2016. Melalui rights issue, CAR dapat meningkat dari 13,26% pada
Maret 2016 menjadi kisaran 14-15%. Sementara itu, perseroan
juga menyepakati untuk membagikan dividen sebesar 15,81% dari laba
bersih pada 2015 atau setara Rp 99 miliar.
Humpuss
Intermoda Sarana (HITS) meraih komitmen pinjaman senilai US$56 juta
dari Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Muamalat Indonesia. Pinjaman
tersebut akan digunakan untuk
membeli kapal baru.
Metropolitan
Land (MTLA) menargetkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales
sebanyak Rp1,3 triliun pada tahun ini atau meningkat 13,5% YoY. Per
April 2016, prapenjualan perseroan
telah mencapai Rp518 miliar atau 39% dari target. Di dalam target
tersebut, termasuk penjualan tanah ke Ascendas sekitar Rp195 miliar.
Ascendas merupakan perusahaan yang menjadi mitra perseroan untuk
mengembangkan kawasan multifungsi Metland Cyber Citu di Tangerang.
Bank
Rakyat Indonesia (BBRI) optimis mampu membukukan kredit ke sektor
pertanian hingga Rp70 triliun pada tahun ini. Penyaluran kredit
pertanian perseroan selama tiga bulan pertama
tahun ini mencapai Rp64,7 triliun.
Siba
Surya (Siba Group) masih akan melanjutkan rencana untuk melakukan
initial public offering (IPO) pada 2017 dengan catatan perekonomian
domestik kian membaik. Oleh karena itu,
saat ini perseroan melakukan pembenahan sistem teknologi informasi
sebagai upaya meyakinkan investor.
Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Toba Bara Sejahtera (TOBA)
mengalokasikan sebagian dari laba bersih tahun 2015 sekitar USD 1.1
juta. Sisa laba bersih TOBA di tahun 2015
akan dialokasikan untuk dana cadangan dan dibukukan sebagai laba
ditahan.
Toba
Bara Sejahtera (TOBA) menganggarkan belanja modal (capital
expenditure/capex) sebesar USD 10 juta pada tahun 2016. Seluruh dana
capex bersumber dari kas internal perusahaan.
Dana tersebut akan dipakai untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan
pada tahun 2016. Perusahaan baru menyerap dana capex sekitar USD 2 juta
di triwulan I 2016. Dana telah dipakai untuk perbaikan jalan, atau
intinya peremajaan dan pemeliharaan.
JTrust
Indonesia (BCIC) berencana melakukan Penambahan Modal dan penerbitan
saham senilai hingga Rp 22,3 miliar atau sebesar 0,22% dari modal
disetor per 31 Desember 2014. Perseroan
bermaksud menerbitkan saham baru dengan tanpa menerbitkan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu kepada pemegang saham. Dana yang diterima perseroan
akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam
rangka pengembangan bisnis perseroan ke depan.
Perseroan akan meminta persetujuan kepada pemegang saham pada 30 Juni.
Saratoga
Investama Sedaya (SRTG) melalui Delta Investment Horizon International
Ltd, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki perseroan, telah membeli
kembali surat utangnya sebesar
USD 17,3 juta dari jumlah pokok Guaranteed Exchangeable Bonds senilai
USD 100 juta dengan bunga 3% per tahun dan jatuh tempo pada tahun 2020
yang diterbitkan Delta pada Mei 2015 di pasar terbuka. Per 23 Mei 2016
seluruh surat utang yang dibeli kembali oleh
Delta telah dibatalkan oleh Delta dan jumlah pokok sebesar USD 82,7 juta
dari Surat Utang masih terhutang. Sumber dana pembelian kembali berasal
dari dana internal Delta sendiri. Tujuan dari pembelian kembali ini
guna mengurangi rasio utang Delta.
Selamat
Sempurna (SMSM) memperoleh pendapatan dividen final tunai tahun buku
2015 dari dua anak usahanya. Kedua anak perusahaan itu adalah PT Panata
Jaya Mandiri yang merupakan anak
usaha perseroan dengan kepemilikan 70% dan PT Selamat Sempana Perkasa
dimana perseroan memiliki 99,99% sahamnya. Dividen yang diterima dari PT
Panata Jaya Mandiri sebesar Rp 15,9 miliar sementara dividen dari PT
Selamat Sempana Perkasa sebesar Rp 2,2 miliar











0 comments:
Posting Komentar