Prediksi IHSG;
Pasar akan menantikan pernyataan pejabat Federal Reserve, termasuk Gubernur Janet Yellen, pekan ini untuk mencari petunjuk terbaru mengenai waktu kenaikan suku bunga Amerika. Sebelumnya, pembicaraan tentang pertemuan Komisi Pasar Bebas Federal (FOMC) pada April lalu masih akan menjadi pedoman untuk ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS ditargetkan pada Juni 2016. Ini menjadi sinyalemen bahwa, potensi dolar AS untuk kembali bergerak menguat cukup terbuka terhadap mayoritas mata uang utama dunia, karena kesempatan untuk menaikkan suku bunga AS masih kuat. Tetapi, klaim pengangguran AS yang jatuh dari level tertinggi setahun, tentunya ini dapat merubah pandangan atas ekspektasi tersebut. Sedangkan, IHSG hari ini diperkirakan ikut terbawa sentimen negatif dari pasar saham Asia yang diperkirakan berpotensi mengalami pelemahan.
Perspektif tenikal
Support Level : 4724/4705/4695
Resistance Level : 4753/4763/4782
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down to up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2430, TP 2500
Boleh buy di level 2420-2430
Resistance di 2500 & support di 2310
Waspadai jika tembus di 2310
Batasi resiko di 2300
PTPP: Trading Buy
Close 3500, TP 3540
Boleh buy di level 3480-3500
Resistance di 3540 & support di 3440
Waspadai jika tembus di 3440
Batasi resiko di 3430
TLKM : Trading Buy
Close 3710, TP 3740
Boleh buy di level 3690-3710
Resistance di 3740 & support di 3670
Waspadai jika tembus di 3670
Batasi resiko di 3650
GGRM: Trading Buy
Close 73925, TP 74900
Boleh buy di level 73825-73925
Resistance di 74900 & support di 72450
Waspadai jika tembus di 72450
Batasi resiko di 72400
INAF: Trading Buy
Close 970, TP 1000
Boleh buy di level 960-970
Resistance di 1000 & support di 945
Waspadai jika tembus di 945
Batasi resiko di 935
LPPF: Trading Buy
Close 18350, TP 18525
Boleh buy di level 18250-18350
Resistance di 18525 & support di 18100
Waspadai jika tembus di 18100
Batasi resiko di 18000
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ISSP, KRAS, SMRA, RALS, GJTL, PGAS, BBRI, PWON, SRIL, SCMA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 23-May-16
Crude Oil-(barel) US$47.95 (-0.46)
Gold-(troy oz) US$1,251.26 (-0.89)
Nickel-(ton) US$8,500.00 (-55.00)
Tin-(ton) US$16,450.00 (-60.00)
Coal (Newc)/ton US$50.95 (-11.45)
CPO Mal/ton* MYR2,602.00 (-1.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,574.00 (-34.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa 24 Mei 2016
RUPSLB
• EKAD – RUPST
• SONA – RUPST
Dividend
• DLTA, cash dividend 120.00, cum 24 May-16, ex 25 May-16
Economic Calendar:
• Eurogroup meeting
• data GDP Jerman kwartal pertama tahun 2016 (Final)
• data Public Sector Net Borrowing Inggris bulan April 2016
• data New Home Sales AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Medco Energi International (MEDC) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue kepada pemegang sahamnya sebanyak-banyaknya 3.042.486.642 saham dengan nominal Rp100. Dana hasil right issue ini digunakan 70% untuk pembayaran sebagian atau seluruh utang jatuh tempo dan sisanya untuk belanja modal.
Sri Rejeki Isman (SRIL) berencana menerbitkan surat utang baru dalam denominasi mata uang dolar AS sejumlah US$420 juta. Dana hasil dari surat utang digunakan untuk membeli kembali setiap dan seluruh US$270 juta 9,00% Surat Utang Senior Berjamin Jatuh Tempo pada 2019 oleh penerbit yang ada saat ini melalui penawaran tender. Selain itu, dana dari surat utang ini akan gunakan ke Golden Mountain Textile and Trading Pte Ltd melalui pemesanan saham tambahan di dalam struktur modal Golden Mountain.
Intraco Penta (INTA) meraih pendapatan usaha sebesar Rp1,32 triliun hingga periode Desember 2015 turun dibandingkan dengan pendapatan usaha periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,67 triliun. Dari bottom line, rugi bersih tahun berjalan mencapai Rp315,46 miliar naik dari rugi bersi di tahun 2014 yang Rp76,57 miliar.
Bank Maspion Indonesia (BMAS) akan menambah modal dengan menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 600.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran saham baru ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang, guna mendukung ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menjalin kemitraan dengan PT Industri Kereta Api (INKA) Persero mengaplikasikan solusi "Enterprise Resource Plan" (ERP) atau perencanaan sumber daya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas INKA menjadi perusahaan kelas dunia yang unggul di bidang transportasi kereta api dan transportasi perkotaan di Indonesia. Sinergi antara kedua BUMN ini akan lebih mengoptimalkan kinerja perseroan dan menjadi model bagi pengembangan sinergi dengan sektor usaha BUMN lainnya. Telkom berkomitmen ikut membangun industri kereta api sekaligus menjadikan INKA yang terdepan di sektor ini serta mampu menghasilkan pertumbuhan nilai yang berkesinambungan melalui konfigurasi dan koordinasi bisnis yang sinergis.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) peningkatan pelayanan publik melalui media teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan Pemkot Solo untuk mewujudkan smart city. MoU tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk pengembangan fasilitas teknologi informasi bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembangan aplikasi teknologi terapan dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kepentingan dan potensinya. Dengan adanya kesepakatan tersebut Pemkot Solo secara berkesinambungan dapat melakukan kegiatan pelatihan perdagangan online untuk industri kecil menengah di Kota Solo serta mendapatkan bantuan infrastruktur koneksi internet dan komputer beserta perlengkapannya untuk kegiatan pelatihan perdagangan online.
Jakarta Setiabudi International (JSPT) membentuk perusahaan baru bersama dengan PT Copylas Indonesia dan PT Jamaindo Citra Swakarsa bernama PT Medan Raya Perkasa. JSPT memiliki 26.250 saham atau mewakili 35% dari total saham Medan Raya, Copylas Indonesia memiliki 35% saham dan Majaindo Citra Swakarsa 30%. Perusahaan patungan itu melakukan pengembangan properti di daerah Deli Serdang Sumatera Utara. Nilai setoran modal dalam PT Medan Raya Perkasa yang dilakukan perseroan sebesar Rp 26.250.000.000 dananya berasal dari kas internal perseroan.
Pacific Strategic Financial (APIC) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas II Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang sahamnya berupa penerbitan saham baru seri B. Jumlah saham baru yang diterbitkan tidak lebih dari 10.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Selain itu perseroan bermaksud menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 35% dari jumlah saham yang telah ditempatkan penuh pada saat melakukan PUT II. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT II setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk penambahan modal disetor kepada entitas anak perseroan.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) tengah mengkaji rencana rights issue pada kuartal III 2016, terkait dengan penurunan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 14,9%. Rencana rights issue tersebut tidak terlepas dengan sikap perseroan dalam menghadapi pemberlakuan ketentuan Basel III yang mengharuskan bank BUKU III dan Buku IV memiliki CAR berkisar 16%-17%. Sejauh ini permodalan Bank BJB masih cukup kuat, tetapi membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi dan menjawab ketententuan Basel III itu.
Supra Boga Lestari (RANC) menargetkan pendapatan bersih tahun 2016 sebesar Rp 2,15 triliun atau meningkat 12,2% YoY dan laba bersih mencapai Rp 40 miliar dengan margin laba bersih 1,8%. Menurut perseroan target tersebut akan bisa dicapai dari pertumbuhan pendapatan bersih dari toko-toko yang sudah ada dan pendapatan bersih dari 3 toko baru yang akan dibuka pada tahun 2016. Toko baru yang dibuka di tahun 2016 adalah 2 Ranch Market di South Quarter dan La Maison di Jakarta pada kuartal ke 2 dan 1 farmer market di Ceo Plaza Citra Raya, Cikupa pada kuartal ke 4. RANC menganggarkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 40 miliar untuk pembiayaan 3 toko baru dan renovasi beberapa toko serta menambah sistem SAP. Dana capex berasal dari dana internal dan hutang bank.
PP Properti (PPRO), anak usaha Pembangunan Perumahan (PTPP), berencana membangun mall dengan investasi sekitar Rp 300 miliar. Pembangunan mall akan dimulai pada tahun 2016 dan diharapkan selesai dalam 1,5 tahun ke depan. Saat ini pembangunan mall sudah tahap pondasi. Mall yang akan dibangun memiliki konsep berbeda dengan mall lain yang sudah ada di Surabaya karena tidak ingin head-to-head dengan mall yang sudah ada. Saat ini sudah ada 4.500 leasble space yang mau diisi oleh tenant.
Bank Mandiri (BMRI) hingga kuartal I 2016 menjaring agen layanan Branchless Banking sebanyak 17.597 unit. Sementara, jumlah pengguna layanan Branchless Banking Bank Mandiri, termasuk untuk penerima bantuan pemerintah, sebanyak 1,2 juta nasabah. Bank Mandiri terus berupaya untuk memperluas dan memperkuat akses masyarakat dengan menargetkan jumlah agen Branchless Banking mencapai 25.000 agen pada akhir tahun 2016.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mayapada Internasional (MAYA) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 23 per saham atau senilai total Rp 99 miliar yang setara 15,18% dari laba bersih 2015. Sisa laba sebesar Rp 537 miliar akan dicatatkan sebagai laba yang ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
MNC Sky Vision (MSKY) meraih laba bersih pada kuartal I 2016 senilai Rp 121 miliar dibandingkan kerugian bersih sebesar Rp 130 miliar pada kuartal I 2015. Kinerja positif tersebut diraih perseroan berkat penguatan kinerja fundamental perseroan, di mana perseroan fokus untuk mendorong direct selling.
Mitrabara Adiperdana (MBAP) menargetkan mampu memproduksi batu bara sebesar 4 juta ton hingga akhir tahun 2016 atau hampir sama dengan tahun 2015. Perseroan masih menyasar pasar ekspor seperti Taiwan dan Jepang. Realisasi produksi hingga tiga bulan pertama 2016 sebesar 1,1 juta ton. Sejalan dengan realisasi produksi, perseroan hingga kuartal I 2016 mencatat laba bersih USD 8,1 juta. Mayoritas atau sebesar 98% produksi perseroan diekspor antara lain ke Taiwan (50,21%), India (17,81%), Jepang (15,75%) dan negara lainnya (16%).
RUPS Mitrabara Adiperdana (MBAP) sepakat membagikan dividen final tahun buku 2015 sebesar Rp 100,91 per saham atau senilai Rp 123,8 miliar. Sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim pada Desember 2015 sebesar Rp 50,25 per saham, sehingga total dividen tahun buku 2015 mencapai Rp 151,16 per saham.
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) menjalin investasi strategis dengan ASEAN consumer specialist investor, yakni Albizia ASEAN Opportunities Fund (Albizia). Albizia ASEAN Opportunities Fund (Albizia) membuat investasi strategis dengan membeli 280.000.000 saham CSAP atau 9,7% saham CSAP yang dicatatkan di bursa. Setelah transaksi, Albizia memegang saham 14,61% di CSAP. Pada tahun 2016, perusahaan akan fokus pada perluasan segmen ritel modern Mitra10, dan dalam jangka panjang akan meningkatkan dan memperbaiki return on equity (ROE) dan return on invested capital (ROIC).
Pakuwon Jati (PWON) akan menambah modal dengan mekanisme tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau private placement untuk mendanai ekspansi bisnisnya. Perseroan akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh atau menawarkan sebanyak-banyaknya 4,81 miliar saham. Harga penawaran saham Rp 514 per saham. Dana hasil penambahan modal tanpa HMETD yang akan diterima sekitar Rp 2,47 triliun. Dana yang diperoleh akan memperkuat struktur permodalan dalam rangka pengembangan usaha. Selain itu jumlah saham beredar akan bertambah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 27 Juni 2016. Perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis konservatif pada tahun 2016 seiring belum pulihnya perlambatan ekonomi. Perseroan menargetkan marketing sales sama dengan tahun 2015 sebesar Rp 3.1 triliun, sebesar 50% diharapkan disokong dari segmen high rise sedangkan sisanya dari landed house.
Bank Indonesia (BI) memberikan pelonggaran kepada industri perbankan. BI menetapkan besaran tambahan modal bank berupa countercyclical buffer (CCB) sebesar 0%. BI masih menetapkan CCB sebesar 0% setelah penerapan per Januari 2016, karena tidak menunjukkan adanya indikasi pertumbuhan kredit yang berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya risiko sistemik. Pertumbuhan kredit belum optimal yaitu sebesar 8,7% YoY per Maret 2016. Dengan besaran CCB sebesar 0%, diharapkan perbankan tetap dapat meningkatkan fungsi intermediasinya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi mengingat tidak ada kewajiban bagi perbankan untuk membentuk tambahan modal (buffer). Countercyclical buffer untuk mencegah peningkatan risiko sistemik yang bersumber dari pertumbuhan kredit yang berlebihan (excessive credit growth) sekaligus untuk menyerap kerugian yang dihadapi perbankan melalui pembentukan tambahan modal sebagai penyangga (buffer). BI melakukan evaluasi besaran dan waktu pemberlakuan CCB paling kurang 1 (satu) kali dalam enam bulan. CCB ini dalam kisaran antara 0% - 2,5% dari Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) bank.
Pasar akan menantikan pernyataan pejabat Federal Reserve, termasuk Gubernur Janet Yellen, pekan ini untuk mencari petunjuk terbaru mengenai waktu kenaikan suku bunga Amerika. Sebelumnya, pembicaraan tentang pertemuan Komisi Pasar Bebas Federal (FOMC) pada April lalu masih akan menjadi pedoman untuk ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS ditargetkan pada Juni 2016. Ini menjadi sinyalemen bahwa, potensi dolar AS untuk kembali bergerak menguat cukup terbuka terhadap mayoritas mata uang utama dunia, karena kesempatan untuk menaikkan suku bunga AS masih kuat. Tetapi, klaim pengangguran AS yang jatuh dari level tertinggi setahun, tentunya ini dapat merubah pandangan atas ekspektasi tersebut. Sedangkan, IHSG hari ini diperkirakan ikut terbawa sentimen negatif dari pasar saham Asia yang diperkirakan berpotensi mengalami pelemahan.
Perspektif tenikal
Support Level : 4724/4705/4695
Resistance Level : 4753/4763/4782
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down to up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2430, TP 2500
Boleh buy di level 2420-2430
Resistance di 2500 & support di 2310
Waspadai jika tembus di 2310
Batasi resiko di 2300
PTPP: Trading Buy
Close 3500, TP 3540
Boleh buy di level 3480-3500
Resistance di 3540 & support di 3440
Waspadai jika tembus di 3440
Batasi resiko di 3430
TLKM : Trading Buy
Close 3710, TP 3740
Boleh buy di level 3690-3710
Resistance di 3740 & support di 3670
Waspadai jika tembus di 3670
Batasi resiko di 3650
GGRM: Trading Buy
Close 73925, TP 74900
Boleh buy di level 73825-73925
Resistance di 74900 & support di 72450
Waspadai jika tembus di 72450
Batasi resiko di 72400
INAF: Trading Buy
Close 970, TP 1000
Boleh buy di level 960-970
Resistance di 1000 & support di 945
Waspadai jika tembus di 945
Batasi resiko di 935
LPPF: Trading Buy
Close 18350, TP 18525
Boleh buy di level 18250-18350
Resistance di 18525 & support di 18100
Waspadai jika tembus di 18100
Batasi resiko di 18000
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ISSP, KRAS, SMRA, RALS, GJTL, PGAS, BBRI, PWON, SRIL, SCMA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 23-May-16
Crude Oil-(barel) US$47.95 (-0.46)
Gold-(troy oz) US$1,251.26 (-0.89)
Nickel-(ton) US$8,500.00 (-55.00)
Tin-(ton) US$16,450.00 (-60.00)
Coal (Newc)/ton US$50.95 (-11.45)
CPO Mal/ton* MYR2,602.00 (-1.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,574.00 (-34.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa 24 Mei 2016
RUPSLB
• EKAD – RUPST
• SONA – RUPST
Dividend
• DLTA, cash dividend 120.00, cum 24 May-16, ex 25 May-16
Economic Calendar:
• Eurogroup meeting
• data GDP Jerman kwartal pertama tahun 2016 (Final)
• data Public Sector Net Borrowing Inggris bulan April 2016
• data New Home Sales AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Medco Energi International (MEDC) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue kepada pemegang sahamnya sebanyak-banyaknya 3.042.486.642 saham dengan nominal Rp100. Dana hasil right issue ini digunakan 70% untuk pembayaran sebagian atau seluruh utang jatuh tempo dan sisanya untuk belanja modal.
Sri Rejeki Isman (SRIL) berencana menerbitkan surat utang baru dalam denominasi mata uang dolar AS sejumlah US$420 juta. Dana hasil dari surat utang digunakan untuk membeli kembali setiap dan seluruh US$270 juta 9,00% Surat Utang Senior Berjamin Jatuh Tempo pada 2019 oleh penerbit yang ada saat ini melalui penawaran tender. Selain itu, dana dari surat utang ini akan gunakan ke Golden Mountain Textile and Trading Pte Ltd melalui pemesanan saham tambahan di dalam struktur modal Golden Mountain.
Intraco Penta (INTA) meraih pendapatan usaha sebesar Rp1,32 triliun hingga periode Desember 2015 turun dibandingkan dengan pendapatan usaha periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,67 triliun. Dari bottom line, rugi bersih tahun berjalan mencapai Rp315,46 miliar naik dari rugi bersi di tahun 2014 yang Rp76,57 miliar.
Bank Maspion Indonesia (BMAS) akan menambah modal dengan menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 600.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran saham baru ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang, guna mendukung ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menjalin kemitraan dengan PT Industri Kereta Api (INKA) Persero mengaplikasikan solusi "Enterprise Resource Plan" (ERP) atau perencanaan sumber daya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas INKA menjadi perusahaan kelas dunia yang unggul di bidang transportasi kereta api dan transportasi perkotaan di Indonesia. Sinergi antara kedua BUMN ini akan lebih mengoptimalkan kinerja perseroan dan menjadi model bagi pengembangan sinergi dengan sektor usaha BUMN lainnya. Telkom berkomitmen ikut membangun industri kereta api sekaligus menjadikan INKA yang terdepan di sektor ini serta mampu menghasilkan pertumbuhan nilai yang berkesinambungan melalui konfigurasi dan koordinasi bisnis yang sinergis.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) peningkatan pelayanan publik melalui media teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan Pemkot Solo untuk mewujudkan smart city. MoU tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk pengembangan fasilitas teknologi informasi bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembangan aplikasi teknologi terapan dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kepentingan dan potensinya. Dengan adanya kesepakatan tersebut Pemkot Solo secara berkesinambungan dapat melakukan kegiatan pelatihan perdagangan online untuk industri kecil menengah di Kota Solo serta mendapatkan bantuan infrastruktur koneksi internet dan komputer beserta perlengkapannya untuk kegiatan pelatihan perdagangan online.
Jakarta Setiabudi International (JSPT) membentuk perusahaan baru bersama dengan PT Copylas Indonesia dan PT Jamaindo Citra Swakarsa bernama PT Medan Raya Perkasa. JSPT memiliki 26.250 saham atau mewakili 35% dari total saham Medan Raya, Copylas Indonesia memiliki 35% saham dan Majaindo Citra Swakarsa 30%. Perusahaan patungan itu melakukan pengembangan properti di daerah Deli Serdang Sumatera Utara. Nilai setoran modal dalam PT Medan Raya Perkasa yang dilakukan perseroan sebesar Rp 26.250.000.000 dananya berasal dari kas internal perseroan.
Pacific Strategic Financial (APIC) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas II Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang sahamnya berupa penerbitan saham baru seri B. Jumlah saham baru yang diterbitkan tidak lebih dari 10.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Selain itu perseroan bermaksud menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 35% dari jumlah saham yang telah ditempatkan penuh pada saat melakukan PUT II. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT II setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk penambahan modal disetor kepada entitas anak perseroan.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) tengah mengkaji rencana rights issue pada kuartal III 2016, terkait dengan penurunan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 14,9%. Rencana rights issue tersebut tidak terlepas dengan sikap perseroan dalam menghadapi pemberlakuan ketentuan Basel III yang mengharuskan bank BUKU III dan Buku IV memiliki CAR berkisar 16%-17%. Sejauh ini permodalan Bank BJB masih cukup kuat, tetapi membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi dan menjawab ketententuan Basel III itu.
Supra Boga Lestari (RANC) menargetkan pendapatan bersih tahun 2016 sebesar Rp 2,15 triliun atau meningkat 12,2% YoY dan laba bersih mencapai Rp 40 miliar dengan margin laba bersih 1,8%. Menurut perseroan target tersebut akan bisa dicapai dari pertumbuhan pendapatan bersih dari toko-toko yang sudah ada dan pendapatan bersih dari 3 toko baru yang akan dibuka pada tahun 2016. Toko baru yang dibuka di tahun 2016 adalah 2 Ranch Market di South Quarter dan La Maison di Jakarta pada kuartal ke 2 dan 1 farmer market di Ceo Plaza Citra Raya, Cikupa pada kuartal ke 4. RANC menganggarkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 40 miliar untuk pembiayaan 3 toko baru dan renovasi beberapa toko serta menambah sistem SAP. Dana capex berasal dari dana internal dan hutang bank.
PP Properti (PPRO), anak usaha Pembangunan Perumahan (PTPP), berencana membangun mall dengan investasi sekitar Rp 300 miliar. Pembangunan mall akan dimulai pada tahun 2016 dan diharapkan selesai dalam 1,5 tahun ke depan. Saat ini pembangunan mall sudah tahap pondasi. Mall yang akan dibangun memiliki konsep berbeda dengan mall lain yang sudah ada di Surabaya karena tidak ingin head-to-head dengan mall yang sudah ada. Saat ini sudah ada 4.500 leasble space yang mau diisi oleh tenant.
Bank Mandiri (BMRI) hingga kuartal I 2016 menjaring agen layanan Branchless Banking sebanyak 17.597 unit. Sementara, jumlah pengguna layanan Branchless Banking Bank Mandiri, termasuk untuk penerima bantuan pemerintah, sebanyak 1,2 juta nasabah. Bank Mandiri terus berupaya untuk memperluas dan memperkuat akses masyarakat dengan menargetkan jumlah agen Branchless Banking mencapai 25.000 agen pada akhir tahun 2016.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mayapada Internasional (MAYA) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 23 per saham atau senilai total Rp 99 miliar yang setara 15,18% dari laba bersih 2015. Sisa laba sebesar Rp 537 miliar akan dicatatkan sebagai laba yang ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
MNC Sky Vision (MSKY) meraih laba bersih pada kuartal I 2016 senilai Rp 121 miliar dibandingkan kerugian bersih sebesar Rp 130 miliar pada kuartal I 2015. Kinerja positif tersebut diraih perseroan berkat penguatan kinerja fundamental perseroan, di mana perseroan fokus untuk mendorong direct selling.
Mitrabara Adiperdana (MBAP) menargetkan mampu memproduksi batu bara sebesar 4 juta ton hingga akhir tahun 2016 atau hampir sama dengan tahun 2015. Perseroan masih menyasar pasar ekspor seperti Taiwan dan Jepang. Realisasi produksi hingga tiga bulan pertama 2016 sebesar 1,1 juta ton. Sejalan dengan realisasi produksi, perseroan hingga kuartal I 2016 mencatat laba bersih USD 8,1 juta. Mayoritas atau sebesar 98% produksi perseroan diekspor antara lain ke Taiwan (50,21%), India (17,81%), Jepang (15,75%) dan negara lainnya (16%).
RUPS Mitrabara Adiperdana (MBAP) sepakat membagikan dividen final tahun buku 2015 sebesar Rp 100,91 per saham atau senilai Rp 123,8 miliar. Sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim pada Desember 2015 sebesar Rp 50,25 per saham, sehingga total dividen tahun buku 2015 mencapai Rp 151,16 per saham.
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) menjalin investasi strategis dengan ASEAN consumer specialist investor, yakni Albizia ASEAN Opportunities Fund (Albizia). Albizia ASEAN Opportunities Fund (Albizia) membuat investasi strategis dengan membeli 280.000.000 saham CSAP atau 9,7% saham CSAP yang dicatatkan di bursa. Setelah transaksi, Albizia memegang saham 14,61% di CSAP. Pada tahun 2016, perusahaan akan fokus pada perluasan segmen ritel modern Mitra10, dan dalam jangka panjang akan meningkatkan dan memperbaiki return on equity (ROE) dan return on invested capital (ROIC).
Pakuwon Jati (PWON) akan menambah modal dengan mekanisme tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau private placement untuk mendanai ekspansi bisnisnya. Perseroan akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh atau menawarkan sebanyak-banyaknya 4,81 miliar saham. Harga penawaran saham Rp 514 per saham. Dana hasil penambahan modal tanpa HMETD yang akan diterima sekitar Rp 2,47 triliun. Dana yang diperoleh akan memperkuat struktur permodalan dalam rangka pengembangan usaha. Selain itu jumlah saham beredar akan bertambah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 27 Juni 2016. Perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis konservatif pada tahun 2016 seiring belum pulihnya perlambatan ekonomi. Perseroan menargetkan marketing sales sama dengan tahun 2015 sebesar Rp 3.1 triliun, sebesar 50% diharapkan disokong dari segmen high rise sedangkan sisanya dari landed house.
Bank Indonesia (BI) memberikan pelonggaran kepada industri perbankan. BI menetapkan besaran tambahan modal bank berupa countercyclical buffer (CCB) sebesar 0%. BI masih menetapkan CCB sebesar 0% setelah penerapan per Januari 2016, karena tidak menunjukkan adanya indikasi pertumbuhan kredit yang berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya risiko sistemik. Pertumbuhan kredit belum optimal yaitu sebesar 8,7% YoY per Maret 2016. Dengan besaran CCB sebesar 0%, diharapkan perbankan tetap dapat meningkatkan fungsi intermediasinya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi mengingat tidak ada kewajiban bagi perbankan untuk membentuk tambahan modal (buffer). Countercyclical buffer untuk mencegah peningkatan risiko sistemik yang bersumber dari pertumbuhan kredit yang berlebihan (excessive credit growth) sekaligus untuk menyerap kerugian yang dihadapi perbankan melalui pembentukan tambahan modal sebagai penyangga (buffer). BI melakukan evaluasi besaran dan waktu pemberlakuan CCB paling kurang 1 (satu) kali dalam enam bulan. CCB ini dalam kisaran antara 0% - 2,5% dari Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) bank.











0 comments:
Posting Komentar