Prediksi IHSG;
Standard & Poor’s (S&P) memberi sinyal untuk menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade. Namun S&P akan melakukan kajian mendalam sebelum merilis secara resmi peringkat Indonesia. Keputusan itu baru akan dikeluarkan secara resmi satu bulan ke depan. Katalis lain adalah Pemerintah akan mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII yang fokus pada pendalaman deregulasi sebelumnya yang membahas penyederhanaan ijin usaha. Sejumlah sentimen domestik diperkirakan akan menjadi katalis di bursa saham Indonesia hari ini. Namun, pelemahan yang terjadi di pasar global, terutama penurunan indeks Wall Sreet pada Rabu dan melemahnya indeks saham di bursa utama Asia pada pembukaan perdagangan hari ini, bisa menjadi tekanan bagi IHSG hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4776/4753/4735
Resistance Level : 4818/4835/4859
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 14075, TP 14275
Boleh buy di level 13700-14075
Resistance di 14275 & support di 13700
Waspadai jika tembus di 13700
Batasi resiko di 13125
SMRA: Trading Buy
Close 1435, TP 1465
Boleh buy di level 1395-1435
Resistance di 1465 & support di 1395
Waspadai jika tembus di 1395
Batasi resiko di 1325
LSIP : Trading Buy
Close 1575, TP 1620
Boleh buy di level 1505-1575
Resistance di 1620 & support di 1505
Waspadai jika tembus di 1505
Batasi resiko di 1390
BWPT: Trading Buy
Close 256, TP 270
Boleh buy di level 240-256
Resistance di 270 & support di 240
Waspadai jika tembus di 240
Batasi resiko di 220
INAF: Trading Buy
Close 760, TP 785
Boleh buy di level 730-760
Resistance di 785 & support di 730
Waspadai jika tembus di 730
Batasi resiko di 700
ACES: Trading Buy
Close 925, TP 940
Boleh buy di level 910-925
Resistance di 940 & support di 910
Waspadai jika tembus di 910
Batasi resiko di 875
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, PTPP, BSDE, PGAS, JSMR, BMRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 11-May-16
Crude Oil-(barel) US$44.32 (-0.34)
Gold-(troy oz) US$1,272.18 (6.35)
Nickel-(ton) US$8,710.00 (105.00)
Tin-(ton) US$17,160.00 (-45.00)
Coal (Newc)/ton US$50.20 (-12.20)
CPO Mal/ton* MYR2,681.00 (24.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,309.00 (23.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 12 Mei 2016
RUPSLB
· TRST - RUPST
· MKPI - RUPST
· AKKU - RUPST/LB
· BAYU - RUPST
Dividen
• BMTR, Cash Dividend 5.00, cum 11 May-16, ex 12 May-16
• MNCN, Cash Dividend 42.00, cum 11 May-16, ex 12 May-16
• MYOH, Cash Dividend $0.0036, cum 12 May-16, ex 13 May-16
· KPIG, Cash Dividend 6.00, cum 13 May-16, ex 16 May-16
Economic Calendar:
• data Current Account Jepang bulan Maret 2016
• data Industrial Production kawasan Euro bulan Maret 2016
• Bank of England (BoE) Inflation Report
• hasil meeting BoE: pengumuman suku bunga bulan Mei 2016 Mei 2016
• notulen meeting BoE 12 Mei 2016
• pidato anggota FOMC Eric Rosengren
VAS
HEADLINE NEWS
Pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, sepanjang 140 kilometer yang dikerjakan oleh Waskita Karya (WSKT) terancam terhenti akibat belum tuntasnya pembebasan lahan. Sejak Februari 2016 hingga sekarang pengerjaan jalan tol terhenti akibat lahan yang belum dibebaskan. perusahaan diberikan, namun terhenti karena belum tuntasnya pembebasan lahan hingga sekarang. Dari 40 kilometer proyek pengerjaan jalan tol mulai dari Desa Sidomulyo hingga Kotabaru Lampung Selatan, perusahaan baru dapat mengerjakan jalan tol yang telah dirigid sepanjang 5 km. Seharusnya akhir Mei 2016 pembebasan lahan harus sudah tuntas. Perseroan pesimis pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sesuai target mengingat belum tuntasnya pembebasan lahan.
Waskita Karya (WSKT) akan menerbitkan obligasi dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II tahap I Tahun 2016 sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun dari total Rp 5 triliun. Obligasi ini memiliki kisaran kupon bunga obligasi sebesar 9%-10%. Tenor obligasi selama 3 tahun. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang yang bergerak maupun tidak, baik telah ada maupun yang akan ada di lain hari. Seluruh dana dari penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisi, sambung Tunggul, sebanyak 70% akan digunakan perseroan untuk modal kerja, dan sisanya 30% disuntik ke anak usaha. Perseroan berencana mengakuisisi toll road pada tahun 2016 ini.
Jasa Marga (JSMR) memenangi tender tiga ruas tol senilai total Rp 24,76 triliun, dengan panjang 175,62 km. Ketiga ruas tol tersebut adalah Balikpapan-Samarinda senilai Rp 13,08 triliun (99,02 km), Manado-Bitung Rp 8,74 triliun (39 km), dan Pandaan-Malang Rp 2,96 triliun (37,62 km).
Timah (TINS) menargetkan pendapatan sebesar Rp 100 miliar dari anak usahanya, PT Dok & Perkapalan Air Kantung (DAK). Target tersebut tumbuh 63% dari realisasi senilai Rp 61 miliar tahun lalu. Perseroan segera memperbesar kapasitas galangan kapal DAK guna menopang kenaikan pendapatan tahun ini. DAK juga akan mengembangkan produk-produk kapal alumunium serta fiber dengan target pasar pemerintah dan swasta, termasuk menawarkan jasa pengerukan. Sementara itu, tahun ini, TINS menargetkan laba bersih sekitar Rp 406 miliar, atau tumbuh 300% YoY dan pendapatan sebesar Rp 9 triliun.
Bank Bukopin (BBKP) berencana meningkatkan permodalan melalui penerbitan saham baru dengan HMETD atau rights issue tahun ini. Perseroan akan melepas 20% saham baru. Rights issue bertujuan untuk memperkuat permodalan.
Proyek pengembangan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek diyakini selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games tahun 2018. LRT Jabodetabek yang sedang digarap oleh Adhi Karya (ADHI) nantinya meliputi ruas Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. LRT Jabodetabek di tahun 2018 selesai sampai Dukuh Atas. Meski demikian ADHI belum menandatangani kontrak pekerjaan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk sisi luar Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sisi dalam kota Jakarta. Perseroan akan menggunakan biaya penyertaan modal negara (PMN) dalam membiayai LRT Jabodetabek yang mencapai sebesar Rp 1,4 triliun. Perseroan berharap pekerjaan pembangunan LRT Jabodetabek bisa dikoordinasikan dan dibiayai oleh Kemenhub.
Di tengah kelebihan penawaran semen, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) berencana meningkatkan volume penjualan untuk ekspor hingga 700.000 ton atau meningkat dibandingkan dengan 220.000 ton pada 2015. Penjualan semen untuk pasar luar negeri tersebut dilakukan karena adanya sisa atau semen yang tidak terserap di dalam negeri. Adapun negara tujuan ekspor dari semen produksi INTP adalah negara - negara Asia seperti Bangladesh, Malaysia, Korea Selatan, dan Taiwan.
Adi Sarana Armada (ASSA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% hingga akhir 2016. Target ini turun dari ekspektasi sebelumnya yang mencapai 20%-25%.
Arita Prima Indonesia (APII) menargetkan pertumbuhan kinerja yang signifikan seiring dengan diversifikasi produk dan penambahan jaringan distribusi pada tahun ini. Untuk penjualan, perseroan menargetkan Rp290 miliar atau meningkat sekitar 43% YoY dan untuk laba bersih ditargetkan sebesar Rp35 miliar, tumbuh dua kali lipat dari perolehan tahun lalu.
Sekar Bumi (SKBM) optimis penjualan akan tumbuh sampai dengan 40% sepanjang tahun ini seiring dengan pengoperasian sejumlah pabrik baru untuk meningkatkan penetrasi di pasar domestik. Sejalan dengan target pertumbuhan penjualan, perseroan juga akan meningkatkan pasar dalam dan luar negeri.
Bank Permata (BNLI) mulai menyusun langkah penguatan internal pasca penurunan kinerja yang cukup signifikan pada kuartal I tahun ini. Perseroan akan fokus menyelesaikan kredit yang bermasalah (non performing loan/NPL) pada kuartal II tahun ini. Perseroan akan secara proaktif monitoring terhadap akun kredit bermasalah atau berpotensi bermasalah, melakukan restrukturisasi kredit, dan langkah lain yang diperlukan untuk menurunkan rasio NPL serta melakukan pencadangan yang memadai.
BFI Finance (BFIN) berkomitmen memacu penyaluran pembiayaan pada segmen properti sehingga mampu berkontribusi hingga 5% terhadap total bisnis dalam dua tahun mendatang, dari sebelumnya hanya 1%. Hingga kuartal pertama tahun ini, kontribusi pembiayaan segmen properti masih cenderung stagnan.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyalurkan Pembiayaan Modal Kerja (PMK) kepada Adhi Karya (ADHI) sebesar Rp 7,5 triliun yang disalurkan melalui dua mekanisme. Tahap pertama, BRI menyalurkan fasilitas non cash loan sebesar Rp 7 triliun secara bertahap. Tahap kedua, cash loan sebesar Rp 500 miliar. Adhi Karya meminta Jaminan Bank (bank garansi) dalam menjalankan proyeknya.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada periode Januari-April 2016 telah menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 8 triliun secara year to date . Kredit yang disalurkan itu banyak mengarah ke proyek infrastruktur pemerintah. Secara outstanding kredit korporasi BRI sebesar Rp 40 triliun per April 2016. Penggunaannya secara bertahap. Ke depan perusahaan di sektor tol perusahaan BUMN disinyalir akan masuk untuk meraih kredit dari BRI. Perusahaan itu adalah Jasa Marga (JSMR) dan anak usaha Waskita Karya (WSKT), yaitu Waskita Toll Road.
Hingga April 2016, Bank Mandiri (BMRI) telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 45,47 triliun, naik 19,13% YoY. Target pertumbuhan penyaluran kredit mikro tahun 2016 sekitar 21,6%. Dalam penyaluran kredit ini, perseroan memanfaatkan jaringan bisnis mikro yang meliputi 994 cabang mikro, 1427 unit mikro dan 652 kios mikro di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hampir 56% jaringan mikro Mandiri berada di luar Pulau Jawa. Hingga 7 Mei 2016 penyaluran KUR mencapai Rp 5,92 triliun kepada 119.005 debitur. Nilai tersebut setara dengan 45,5% dari target penyaluran KUR tahun 2016 sebesar Rp13 triliun, dimana Rp 6,5 triliun dialokasikan untuk KUR Ritel, Rp 6 triliun untuk KUR Mikro serta Rp 500 miliar untuk KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Secara sektor, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh bidang usaha perdagangan hampir 77%, diikuti oleh sektor jasa dan sektor Industri. Secara regional, penyaluran KUR terbesar dilakukan di Provinsi Jawa Timur, yakni kepada 19.165 debitur senilai Rp 851,16 miliar.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan melebarkan lini usahanya untuk memasok kebutuhan bahan bakar pada bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP). Aksi korporasi ini diharapkan mampu meningkatkan laju usaha PGN di masa mendatang. Dalam kerja sama dengan PT Angkasa Pura II terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 60 megawatt (MW), PGN akan memasok 14 MMSCFD. Langkah yang dilakukan itu tidak hanya untuk memasok PLTG, namun juga akan mensuplai untuk industri pendukung bandara lainnya seperti penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar gas catering dan pemukiman sekitar bandara. Kerja sama ini akan melibatkan Wijaya Karya (WIKA) yang berperan sebagai jasa konsultan serta penyusunan studi kelayakan.
Unilever Indonesia (UNVR) yang berencana menambah investasi sebesar USD 500 juta hingga tahun 2020. Investasi ini dilakukan guna mendorong ekspansi bisnis perseroan di masa mendatang. Dana investasi didatangkan dari kas internal perseroan. Dana investasi USD 500 juta dalam bentuk uang tunai akan dipergunakan untuk menambah kapasitas, utilitas, dan lainnya. Tanah perseroan masih cukup besar, sehingga bisa melakukan perluasan pabrik, tambah mesin dan lain-lain.
Siloam International Hospitals (SILO) mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk per kuartal I 2016 sebesar Rp 40,51 miliar, atau tumbuh 17,35% dari sebelumnya Rp 34,52 miliar. Pendapatan Siloam mencapai Rp 1,25 triliun atau naik 28,41% dari pendapatan Rp 976,38 miliar di kuartal I 2015. Pendapatan banyak didorong dari beberapa lini bisnis, yaitu bisnis rawat inap mencapai Rp 773,95 miliar, rawat jalan mencapai Rp 479,89 miliar. Tahun 2016, perseroan siap mengoperasikan 7 rumah sakit baru. Di awal tahun, SILO telah mengoperasikan satu rumah sakit baru di Labuhan Bajo Nusa tenggara Timur yang menjadi rumah sakit ke-21 SILO.
Puradelta Lestari (DMAS) akan memprioritaskan pengembangan area komersial dan residensial pada tahun 2017 di kawasan terpadu Kota Delta Mas, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pengembangan tersebut dilakukan bertahap. Tahun 2017 dipilih untuk kembali mengembangkan residensial dan komersil, karena pada tahun 2017 perusahaan automotif Mitsubishi mulai beroperasi. Nantinya jenis residensial yang dikembangkan ialah jenis landed house atau rumah tapak dengan lahan yang sudah disiapkan seluas lebih 500 hektar.
RUPS Puradelta Lestari (DMAS) menyetujui untuk membagikan dividen final tahun buku 2015 sebesar Rp 530 miliar atau setara dengan Rp 11 per saham. Dividen ini akan dibagikan pada 31 Mei 2016. Sebelumnya DMAS telah membagikan dividen interim tunai sebesar Rp 578 miliar pada November 2015. Total dividen tunai yang dibagikan DMAS untuk tahun buku 2015 sebesar Rp 1,1 triliun.
Puradelta Lestari (DMAS) berencana membangun kawasan hunian khusus orang-orang Jepang, yakni Japan Town, di kawasan terpadu Kota Delta Mas, Cikarang, Bekasi. Selain hunian, kawasan ini akan dilengkapi dengan pusat pendidikan dan restoran Jepang. Saat ini Japan Town masih tahap desain.
Puradelta Lestari (DMAS) menargetkan penyerapan lahan untuk kawasan industri di semester I 2016 mencapai 70%-80% dari target tahunan sebesar 50 hektar. Perseroan optimis target tersebut dapat tercapai karena dalam setahun ini ada lima investor yang sedang digarap, dua di antaranya sudah mendekat proses final. Namun jika target tersebut tidak tercapai tahun ini, penggarapan investor dapat dilakukan di tahun 2017. Hingga kuartal I 2016 sudah mencapai 2,2 hektar.
Puradelta Lestari (DMAS) berencana menambah landbank sebesar 135 ha pada tahun 2016. Saat ini perseroan memiliki cadangan lahan seluas 1.730 hektar. Total luas area pengembangan DMAS sebesar 3.050 ha. Setengah dari luas itu untuk residensial dan komersial, yang dikembangkan mulai tahun 2000-an. Namun pengembangan lahan untuk industri beberapa tahun belakangan sampai saat ini masih dikedepankan. Hal tersebut dilakukan untuk menghidupkan terlebih dahulu kawasan tersebut. Baru dua tahun ke depan komersil dan residensialnya bisa berjalan baik.
Standard & Poor’s (S&P) memberi sinyal untuk menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade. Namun S&P akan melakukan kajian mendalam sebelum merilis secara resmi peringkat Indonesia. Keputusan itu baru akan dikeluarkan secara resmi satu bulan ke depan. Katalis lain adalah Pemerintah akan mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII yang fokus pada pendalaman deregulasi sebelumnya yang membahas penyederhanaan ijin usaha. Sejumlah sentimen domestik diperkirakan akan menjadi katalis di bursa saham Indonesia hari ini. Namun, pelemahan yang terjadi di pasar global, terutama penurunan indeks Wall Sreet pada Rabu dan melemahnya indeks saham di bursa utama Asia pada pembukaan perdagangan hari ini, bisa menjadi tekanan bagi IHSG hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4776/4753/4735
Resistance Level : 4818/4835/4859
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 14075, TP 14275
Boleh buy di level 13700-14075
Resistance di 14275 & support di 13700
Waspadai jika tembus di 13700
Batasi resiko di 13125
SMRA: Trading Buy
Close 1435, TP 1465
Boleh buy di level 1395-1435
Resistance di 1465 & support di 1395
Waspadai jika tembus di 1395
Batasi resiko di 1325
LSIP : Trading Buy
Close 1575, TP 1620
Boleh buy di level 1505-1575
Resistance di 1620 & support di 1505
Waspadai jika tembus di 1505
Batasi resiko di 1390
BWPT: Trading Buy
Close 256, TP 270
Boleh buy di level 240-256
Resistance di 270 & support di 240
Waspadai jika tembus di 240
Batasi resiko di 220
INAF: Trading Buy
Close 760, TP 785
Boleh buy di level 730-760
Resistance di 785 & support di 730
Waspadai jika tembus di 730
Batasi resiko di 700
ACES: Trading Buy
Close 925, TP 940
Boleh buy di level 910-925
Resistance di 940 & support di 910
Waspadai jika tembus di 910
Batasi resiko di 875
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, PTPP, BSDE, PGAS, JSMR, BMRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 11-May-16
Crude Oil-(barel) US$44.32 (-0.34)
Gold-(troy oz) US$1,272.18 (6.35)
Nickel-(ton) US$8,710.00 (105.00)
Tin-(ton) US$17,160.00 (-45.00)
Coal (Newc)/ton US$50.20 (-12.20)
CPO Mal/ton* MYR2,681.00 (24.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,309.00 (23.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 12 Mei 2016
RUPSLB
· TRST - RUPST
· MKPI - RUPST
· AKKU - RUPST/LB
· BAYU - RUPST
Dividen
• BMTR, Cash Dividend 5.00, cum 11 May-16, ex 12 May-16
• MNCN, Cash Dividend 42.00, cum 11 May-16, ex 12 May-16
• MYOH, Cash Dividend $0.0036, cum 12 May-16, ex 13 May-16
· KPIG, Cash Dividend 6.00, cum 13 May-16, ex 16 May-16
Economic Calendar:
• data Current Account Jepang bulan Maret 2016
• data Industrial Production kawasan Euro bulan Maret 2016
• Bank of England (BoE) Inflation Report
• hasil meeting BoE: pengumuman suku bunga bulan Mei 2016 Mei 2016
• notulen meeting BoE 12 Mei 2016
• pidato anggota FOMC Eric Rosengren
VAS
HEADLINE NEWS
Pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, sepanjang 140 kilometer yang dikerjakan oleh Waskita Karya (WSKT) terancam terhenti akibat belum tuntasnya pembebasan lahan. Sejak Februari 2016 hingga sekarang pengerjaan jalan tol terhenti akibat lahan yang belum dibebaskan. perusahaan diberikan, namun terhenti karena belum tuntasnya pembebasan lahan hingga sekarang. Dari 40 kilometer proyek pengerjaan jalan tol mulai dari Desa Sidomulyo hingga Kotabaru Lampung Selatan, perusahaan baru dapat mengerjakan jalan tol yang telah dirigid sepanjang 5 km. Seharusnya akhir Mei 2016 pembebasan lahan harus sudah tuntas. Perseroan pesimis pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sesuai target mengingat belum tuntasnya pembebasan lahan.
Waskita Karya (WSKT) akan menerbitkan obligasi dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II tahap I Tahun 2016 sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun dari total Rp 5 triliun. Obligasi ini memiliki kisaran kupon bunga obligasi sebesar 9%-10%. Tenor obligasi selama 3 tahun. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang yang bergerak maupun tidak, baik telah ada maupun yang akan ada di lain hari. Seluruh dana dari penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisi, sambung Tunggul, sebanyak 70% akan digunakan perseroan untuk modal kerja, dan sisanya 30% disuntik ke anak usaha. Perseroan berencana mengakuisisi toll road pada tahun 2016 ini.
Jasa Marga (JSMR) memenangi tender tiga ruas tol senilai total Rp 24,76 triliun, dengan panjang 175,62 km. Ketiga ruas tol tersebut adalah Balikpapan-Samarinda senilai Rp 13,08 triliun (99,02 km), Manado-Bitung Rp 8,74 triliun (39 km), dan Pandaan-Malang Rp 2,96 triliun (37,62 km).
Timah (TINS) menargetkan pendapatan sebesar Rp 100 miliar dari anak usahanya, PT Dok & Perkapalan Air Kantung (DAK). Target tersebut tumbuh 63% dari realisasi senilai Rp 61 miliar tahun lalu. Perseroan segera memperbesar kapasitas galangan kapal DAK guna menopang kenaikan pendapatan tahun ini. DAK juga akan mengembangkan produk-produk kapal alumunium serta fiber dengan target pasar pemerintah dan swasta, termasuk menawarkan jasa pengerukan. Sementara itu, tahun ini, TINS menargetkan laba bersih sekitar Rp 406 miliar, atau tumbuh 300% YoY dan pendapatan sebesar Rp 9 triliun.
Bank Bukopin (BBKP) berencana meningkatkan permodalan melalui penerbitan saham baru dengan HMETD atau rights issue tahun ini. Perseroan akan melepas 20% saham baru. Rights issue bertujuan untuk memperkuat permodalan.
Proyek pengembangan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek diyakini selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games tahun 2018. LRT Jabodetabek yang sedang digarap oleh Adhi Karya (ADHI) nantinya meliputi ruas Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. LRT Jabodetabek di tahun 2018 selesai sampai Dukuh Atas. Meski demikian ADHI belum menandatangani kontrak pekerjaan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk sisi luar Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sisi dalam kota Jakarta. Perseroan akan menggunakan biaya penyertaan modal negara (PMN) dalam membiayai LRT Jabodetabek yang mencapai sebesar Rp 1,4 triliun. Perseroan berharap pekerjaan pembangunan LRT Jabodetabek bisa dikoordinasikan dan dibiayai oleh Kemenhub.
Di tengah kelebihan penawaran semen, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) berencana meningkatkan volume penjualan untuk ekspor hingga 700.000 ton atau meningkat dibandingkan dengan 220.000 ton pada 2015. Penjualan semen untuk pasar luar negeri tersebut dilakukan karena adanya sisa atau semen yang tidak terserap di dalam negeri. Adapun negara tujuan ekspor dari semen produksi INTP adalah negara - negara Asia seperti Bangladesh, Malaysia, Korea Selatan, dan Taiwan.
Adi Sarana Armada (ASSA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% hingga akhir 2016. Target ini turun dari ekspektasi sebelumnya yang mencapai 20%-25%.
Arita Prima Indonesia (APII) menargetkan pertumbuhan kinerja yang signifikan seiring dengan diversifikasi produk dan penambahan jaringan distribusi pada tahun ini. Untuk penjualan, perseroan menargetkan Rp290 miliar atau meningkat sekitar 43% YoY dan untuk laba bersih ditargetkan sebesar Rp35 miliar, tumbuh dua kali lipat dari perolehan tahun lalu.
Sekar Bumi (SKBM) optimis penjualan akan tumbuh sampai dengan 40% sepanjang tahun ini seiring dengan pengoperasian sejumlah pabrik baru untuk meningkatkan penetrasi di pasar domestik. Sejalan dengan target pertumbuhan penjualan, perseroan juga akan meningkatkan pasar dalam dan luar negeri.
Bank Permata (BNLI) mulai menyusun langkah penguatan internal pasca penurunan kinerja yang cukup signifikan pada kuartal I tahun ini. Perseroan akan fokus menyelesaikan kredit yang bermasalah (non performing loan/NPL) pada kuartal II tahun ini. Perseroan akan secara proaktif monitoring terhadap akun kredit bermasalah atau berpotensi bermasalah, melakukan restrukturisasi kredit, dan langkah lain yang diperlukan untuk menurunkan rasio NPL serta melakukan pencadangan yang memadai.
BFI Finance (BFIN) berkomitmen memacu penyaluran pembiayaan pada segmen properti sehingga mampu berkontribusi hingga 5% terhadap total bisnis dalam dua tahun mendatang, dari sebelumnya hanya 1%. Hingga kuartal pertama tahun ini, kontribusi pembiayaan segmen properti masih cenderung stagnan.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyalurkan Pembiayaan Modal Kerja (PMK) kepada Adhi Karya (ADHI) sebesar Rp 7,5 triliun yang disalurkan melalui dua mekanisme. Tahap pertama, BRI menyalurkan fasilitas non cash loan sebesar Rp 7 triliun secara bertahap. Tahap kedua, cash loan sebesar Rp 500 miliar. Adhi Karya meminta Jaminan Bank (bank garansi) dalam menjalankan proyeknya.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada periode Januari-April 2016 telah menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 8 triliun secara year to date . Kredit yang disalurkan itu banyak mengarah ke proyek infrastruktur pemerintah. Secara outstanding kredit korporasi BRI sebesar Rp 40 triliun per April 2016. Penggunaannya secara bertahap. Ke depan perusahaan di sektor tol perusahaan BUMN disinyalir akan masuk untuk meraih kredit dari BRI. Perusahaan itu adalah Jasa Marga (JSMR) dan anak usaha Waskita Karya (WSKT), yaitu Waskita Toll Road.
Hingga April 2016, Bank Mandiri (BMRI) telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 45,47 triliun, naik 19,13% YoY. Target pertumbuhan penyaluran kredit mikro tahun 2016 sekitar 21,6%. Dalam penyaluran kredit ini, perseroan memanfaatkan jaringan bisnis mikro yang meliputi 994 cabang mikro, 1427 unit mikro dan 652 kios mikro di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hampir 56% jaringan mikro Mandiri berada di luar Pulau Jawa. Hingga 7 Mei 2016 penyaluran KUR mencapai Rp 5,92 triliun kepada 119.005 debitur. Nilai tersebut setara dengan 45,5% dari target penyaluran KUR tahun 2016 sebesar Rp13 triliun, dimana Rp 6,5 triliun dialokasikan untuk KUR Ritel, Rp 6 triliun untuk KUR Mikro serta Rp 500 miliar untuk KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Secara sektor, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh bidang usaha perdagangan hampir 77%, diikuti oleh sektor jasa dan sektor Industri. Secara regional, penyaluran KUR terbesar dilakukan di Provinsi Jawa Timur, yakni kepada 19.165 debitur senilai Rp 851,16 miliar.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan melebarkan lini usahanya untuk memasok kebutuhan bahan bakar pada bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP). Aksi korporasi ini diharapkan mampu meningkatkan laju usaha PGN di masa mendatang. Dalam kerja sama dengan PT Angkasa Pura II terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 60 megawatt (MW), PGN akan memasok 14 MMSCFD. Langkah yang dilakukan itu tidak hanya untuk memasok PLTG, namun juga akan mensuplai untuk industri pendukung bandara lainnya seperti penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar gas catering dan pemukiman sekitar bandara. Kerja sama ini akan melibatkan Wijaya Karya (WIKA) yang berperan sebagai jasa konsultan serta penyusunan studi kelayakan.
Unilever Indonesia (UNVR) yang berencana menambah investasi sebesar USD 500 juta hingga tahun 2020. Investasi ini dilakukan guna mendorong ekspansi bisnis perseroan di masa mendatang. Dana investasi didatangkan dari kas internal perseroan. Dana investasi USD 500 juta dalam bentuk uang tunai akan dipergunakan untuk menambah kapasitas, utilitas, dan lainnya. Tanah perseroan masih cukup besar, sehingga bisa melakukan perluasan pabrik, tambah mesin dan lain-lain.
Siloam International Hospitals (SILO) mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk per kuartal I 2016 sebesar Rp 40,51 miliar, atau tumbuh 17,35% dari sebelumnya Rp 34,52 miliar. Pendapatan Siloam mencapai Rp 1,25 triliun atau naik 28,41% dari pendapatan Rp 976,38 miliar di kuartal I 2015. Pendapatan banyak didorong dari beberapa lini bisnis, yaitu bisnis rawat inap mencapai Rp 773,95 miliar, rawat jalan mencapai Rp 479,89 miliar. Tahun 2016, perseroan siap mengoperasikan 7 rumah sakit baru. Di awal tahun, SILO telah mengoperasikan satu rumah sakit baru di Labuhan Bajo Nusa tenggara Timur yang menjadi rumah sakit ke-21 SILO.
Puradelta Lestari (DMAS) akan memprioritaskan pengembangan area komersial dan residensial pada tahun 2017 di kawasan terpadu Kota Delta Mas, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pengembangan tersebut dilakukan bertahap. Tahun 2017 dipilih untuk kembali mengembangkan residensial dan komersil, karena pada tahun 2017 perusahaan automotif Mitsubishi mulai beroperasi. Nantinya jenis residensial yang dikembangkan ialah jenis landed house atau rumah tapak dengan lahan yang sudah disiapkan seluas lebih 500 hektar.
RUPS Puradelta Lestari (DMAS) menyetujui untuk membagikan dividen final tahun buku 2015 sebesar Rp 530 miliar atau setara dengan Rp 11 per saham. Dividen ini akan dibagikan pada 31 Mei 2016. Sebelumnya DMAS telah membagikan dividen interim tunai sebesar Rp 578 miliar pada November 2015. Total dividen tunai yang dibagikan DMAS untuk tahun buku 2015 sebesar Rp 1,1 triliun.
Puradelta Lestari (DMAS) berencana membangun kawasan hunian khusus orang-orang Jepang, yakni Japan Town, di kawasan terpadu Kota Delta Mas, Cikarang, Bekasi. Selain hunian, kawasan ini akan dilengkapi dengan pusat pendidikan dan restoran Jepang. Saat ini Japan Town masih tahap desain.
Puradelta Lestari (DMAS) menargetkan penyerapan lahan untuk kawasan industri di semester I 2016 mencapai 70%-80% dari target tahunan sebesar 50 hektar. Perseroan optimis target tersebut dapat tercapai karena dalam setahun ini ada lima investor yang sedang digarap, dua di antaranya sudah mendekat proses final. Namun jika target tersebut tidak tercapai tahun ini, penggarapan investor dapat dilakukan di tahun 2017. Hingga kuartal I 2016 sudah mencapai 2,2 hektar.
Puradelta Lestari (DMAS) berencana menambah landbank sebesar 135 ha pada tahun 2016. Saat ini perseroan memiliki cadangan lahan seluas 1.730 hektar. Total luas area pengembangan DMAS sebesar 3.050 ha. Setengah dari luas itu untuk residensial dan komersial, yang dikembangkan mulai tahun 2000-an. Namun pengembangan lahan untuk industri beberapa tahun belakangan sampai saat ini masih dikedepankan. Hal tersebut dilakukan untuk menghidupkan terlebih dahulu kawasan tersebut. Baru dua tahun ke depan komersil dan residensialnya bisa berjalan baik.











0 comments:
Posting Komentar