Prediksi IHSG;
Kondisi dari perekonomian global masih menunjukan perlambatan, terutama Cina sebagai ekonomi terbesar kembali menunjukan belum stabil ekonominya. Indeks sektor manufaktur Cina oleh badan swasta turun tipis di bulan April, hal ini mensinyalkan bahwa sejumlah pelemahan pada perekonomian tertekan oleh lemahnya tingkat permintaan eksternal. Dari dalam negeri Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menghendaki agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty diikuti dengan revisi UU Lalu Lintas Devisa. Presiden Joko Widodo menyatakan akan menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) jika pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) di DPR mandek. Faktor eksternal yang terbilang masih negatif, ditambah dengan jelang libur panjang dimana investor akan ambil posisi aman portofolionya, aksi take profit bisa terjadi hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4801/4789/4773
Resistance Level : 4829/4845/4857
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2680, TP 2730
Boleh buy di level 2660-2680
Resistance di 2730 & support di 2620
Waspadai jika tembus di 2620
Batasi resiko di 2610
WIKA: Trading Buy
Close 2640, TP 2710
Boleh buy di level 2630-2640
Resistance di 2710 & support di 2610
Waspadai jika tembus di 2610
Batasi resiko di 2600
SMGR : Trading Buy
Close 9800, TP 10075
Boleh buy di level 9675-9800
Resistance di 10075 & support di 9675
Waspadai jika tembus di 9675
Batasi resiko di 9625
PPRO: Trading Buy
Close 306, TP 320
Boleh buy di level 302-306
Resistance di 320 & support di 290
Waspadai jika tembus di 290
Batasi resiko di 286
BSDE: Trading Buy
Close 1765, TP 1790
Boleh buy di level 1745-1765
Resistance di 1790 & support di 1745
Waspadai jika tembus di 1745
Batasi resiko di 1735
CTRA: Trading Buy
Close 1285, TP 1305
Boleh buy di level 1270-1285
Resistance di 1305 & support di 1250
Waspadai jika tembus di 1250
Batasi resiko di 1240
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
SMBR, ELSA, BBNI, PWON, TARA, BJBR, UNVR, MNCN
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 3-May-16
Crude Oil-(barel) US$44.48 (-0.30)
Gold-(troy oz) US$1,296.81 (5.24)
Nickel-(ton) US$9,445.00 (150.00)
Tin-(ton) US$17,220.00 (130.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,577.50 (-58.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,187.50 (28.50)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 04 Mei 2016
RUPSLB
• KPIG - RUPST/LB
• MLPL - RUPST
• BHIT - RUPST/LB
Dividend
• MARI, Cash Dividend 5.10, cum 03 May-16, ex 04 May-16
• SMSM, Cash Dividend 35.00, cum 03 May-16, ex 04 May-16
• ARNA, Cash Dividend 5.00, cum 04 May-16, ex 09 May-16
• HMSP, Cash Dividend 2225.00, cum 04 May-16, ex cum 09 May-16
• ASII, Cash Dividend 113.00, cum 04 May-16, ex 09 May-16
• TMAS, Cash Dividend 41.70, cum 04 May-16, ex 09 May-16
Economic Calendar:
• indeks Construction PMI Inggris bulan April 2016
• pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan April 2016
• indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan April 2016
• data Factory Orders AS bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 29 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Indika Energy (INDY) mengantongi kontrak jasa pertambangan dan jasa sewa perlengkapan dari PT Mitra Abdi Mahakam senilai US$108 juta setara dengan Rp1,4 triliun. Kontrak tersebut diperoleh melalui anak usaha perseroan, PT Multi Tambangjaya Utama. Penandatanganan kontrak dilakukan pada 29 April 2016 di kantor Multi Tambangjaya Utama (MUTU). Lingkup pekerjaan yag disepakati pengelolaan pertambangan batu bara di wilayah konsesi MUTU.
Samindo Resources (MYOH) akan membagikan dividen tahun buku 2015 senilai US$8 juta dari laba bersih tahun lalu US$24,7 juta. Sedangkan, senilai US$2,3 juta dialokasikan untuk cadangan wajib, dan US$14,4 juta sebagai laba ditahan.
Samindo Resources (MYOH), pada kuartal I/2016 mencatatkan penurunan pemindahan batuan penutup 11% menjadi 11,9 juta bcm dari 13,4 juta bcm tahun lalu. Pengangkutan batu bara juga merosot 5% menjadi 7,5 juta ton dari 7,9 juta ton.
Ciputra Surya (CTRS) terus menggenjot performanya. Setelah sukses memasarkan apartemen Cornell dalam tempo hanya 2,5 jam sold out, kini pengembang perumahan elit CitraLand Surabaya ini tengah menyiapkan apartemen kedua di CBD CitraLand. Peminat apartemen yang berada di dalam CBD CitraLand yang akan dikembangkan bertahap ini mendapat respond luar biasa.
Surya Semesta Internusa (SSIA) telah menguasai cadangan lahan seluas 399 ha di Subang, Jawa Barat, hingga kuartal I-2016. Lahan ini rencananya dikembangkan menjadi kawasan industri mulai tahun 2018. Cadangan tersebut diperoleh dari hasil akuisisi lahan seluas 300 ha pada 2015 dan sebanyak 99 ha pada kuartal I-2016. Tahun ini, perseroan menargetkan total cadangan lahan industri yang diakuisisi mencapai 300 ha.
Kawasan Industri Kendal, anak usaha Kawasan Industri Jababeka (KIJA) memperoleh komitmen pinjaman sebesar USD 20 juta dari Standard Chartered Bank Singapura dengan tenor 3 tahun. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di kawasan industri Kendal. Perseroan juga berencana hedging karena income dalam Rupiah. Pinjaman tersebut merupakan bagian dari alokasi belanja modal tahun ini sebanyak Rp 785 miliar. Bunga pinjaman dari Standard Chartered tergolong rendah, yakni 2,5% ditambah bunga LIBOR. Hingga akhir 2016, KIJA menargetkan penjualan lahan industri di Kendal seluas 25 ha dengan nilai marketing sales sebanyak Rp 250 miliar.
MNC Sky Vision (MSKY) berencana menggalang dana sekitar Rp 4,3 triliun tahun ini. Dana tersebut akan berasal dari pinjaman bank sebesar USD 275 juta dan penambahan modal tanpa HMETD hingga Rp 769,9 miliar. Perseroan menargetkan mampu memperoleh pinjaman bank tersebut paling lambat kuartal III-2016 dan akan digunakan untuk pelunasan kembali (refinancing) utang senilai USD 215 juta, yang jatuh tempo kuartal IV-2016. Untuk memperkuat modal, MSKY juga berencana melakukan penambahan modal tanpa HMETD dengan menerbitkan hingga 706,38 juta saham atau 10% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 1.090 per saham.
Global Mediacom (BMTR) akan membagikan dividen pada 2016 sebesar Rp 71 miliar. Dividen tunai final tersebut setara Rp 5 per saham. RUPSLB BMTR juga menyetujui pengeluaran hingga 283,97 juta saham atau 2% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan, yang akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham perseroan oleh karyawan, direksi, dan komisaris (EMSOP).
Bumi Resources Minerals (BRMS) tengah memfinalisasi penjualan saham Newmont Nusa Tenggara kepada investor baru. Beberapa institusi telah menunjukkan keinginannya untuk membeli saham Newmont. Namun, jumlah saham yang akan dibeli, skema pembayaran, berikut nilai transaksinya masih dimatangkan.
Ancora Indonesia Resources (OKAS) merestrukturisasi pinjaman investasi senilai USD 12,7 juta yang diperoleh dari Bank CIMB Niaga (BNGA). Restrukturisasi utang tersebut meliputi perubahan jadwal pembayaran atas pinjaman dan penurunan tingkat suku bunga. Perseroan dan kreditor sepakat memperpanjang tenor pinjaman selama dua tahun. Pinjaman ini juga direstrukturisasi dengan menurunkan suku bunga yang tadinya 6% per tahun menjadi 5% per tahun, setelah memenuhi covenant dan menunjukkan pembayaran debt service yang tepat waktu selama tiga bulan berturut-turut.
Dua perusahaan asing di bidang otomotif tengah bernegosiasi untuk membeli lahan industri di Greenland International Industrial Center (GIIC) milik Puradelta Lestari (DMAS). Dengan adanya calon pembeli tersebut, perusahaan optimistis target pra penjualan (marketing sales) seluas 50 hektare (ha) tahun ini dapat tercapai. Optimisme ini mendorong perusahaan untuk terus berekspansi mengembangkan fasilitas di lahan industri milik perusahaan. Rencana ekspansi ini didukung dengan fundamental perusahaan, aset perusahaan tercatat Rp7,7 triliun dengan kas dan setara kas mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengucurkan kredit sebesar Rp993 miliar ke PT Perkebunan Nusantara XI atau PTPN XI. Dengan tambahan kredit tersebut, total kredit yang telah disalurkan oleh BBRI ke PTPN XI menjadi Rp1,72 triliun untuk mendukung swasembada gula di Indonesia. Rincian kredit untuk swasembada gula tersebut terdiri atas kredit talangan on farm tebu dan modal kerja talangan gula petani Rp650 miliar, serta dukungan pembiayaan kredit investasi Rp343 miliar. Sedangkan penyaluran pembiayaan BBRI ke BUMN yang bergerak di produksi secara keseluruhan mencapai Rp4,12 triliun
Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) mencatatkan penurunan penjualan per Maret 2016 menjadi Rp 334,08 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 511,11 miliar. Laba periode berjalan naik menjadi Rp 67,13 miliar dari sebelumnya Rp 30,63 miliar.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank MNC Internasional (BABP) menyetujui rencana pelepasan saham baru (right issue) pada tahun 2016. Hal itu akan dilakukan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau melalui Employee Stock Option Plan (ESOP). Perseroan mengharapkan bisa meraih dana hingga Rp 500 miliar. Rencana rights issue tersebut akan dilaksanakan pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV 2016. Dengan rights issue tersebut akan menambah Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio permodalan di level 18% - 19%.
RUPS Bank MNC Internasional (BABP) menyetujui untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun 2015. Laba bersih tahun 2015 ditahan untuk memperkuat permodalan dan menunjang laju ekspansi bisnis perusahaan pada tahun 2016.
Garuda Indonesia (GIAA) meresmikan penerbangan untuk umroh rute Solo-Jeddah sebagai upaya untuk memperluas jaringan internasional melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Perseroan tetap optimis pada penerbangan rute Solo-Jeddah untuk wisata religi umroh yang dilakukan satu pekan dua kali Selasa dan Kamis akan mencapat target sekitar 85% mulai penerbangan kelima.
Zebra Nusantara (ZBRA) mengalami penurunan tajam pendapatan usaha per Maret 2016 menjadi Rp 2,42 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 4,36 miliar. Rugi bersih sebesar Rp 1,27 miliar dari laba bersih Rp 113,02 juta pada periode sebelumnya.
Bank MNC Internasional (BABP) menargetkan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 30 miliar, atau naik dibandingkan laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp 8,2 miliar. Perseroan menargetkan kredit pada tahun 2016 sebesar Rp 9 triliun, atau tumbuh sebesar 26,76% dibanding realisasi kredit pada tahun 2015 sebesar Rp 7,1 triliun. Peningkatan kredit lebih difokuskan untuk mengarah ke konsumer, dan sisanya akan ditopang oleh komersial dan korporasi. Manajemen juga akan lebih meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) di tahun 2016, dari posisi DPK sebesar Rp 9,7 triliun di 2015. Meski tingkat DPK lebih banyak di Deposito sebesar 83%, dan sisanya 17% di tabungan dan giro. Posisi aset akan ditingkatkan 20% dari posisi Rp 12,1 triliun di 2015. Peningkatan aset ini guna memperkuat ketahanan bisnis dan modal perseroan ke depan.
Electronic City Indonesia (ECII) meraih pendapatan Rp 403,33 miliar di triwulan I 2016 atau turun dibandingkan sebelumnya Rp 486,21 miliar. Perseroan membukukan rugi bersih Rp 6,68 miliar dari sebelumnya laba bersih Rp 18,67 miliar.
Primarindo Asia Infrastructure (BIMA) meraih penjualan bersih Rp 32,62 miliar per Maret 2016, turun dari sebelumnya Rp 50,39 miliar. Laba bersih diraih Rp 5,35 miliar dari sebelumnya rugi bersih Rp 2,57 miliar.
Trias Sentosa (TRST) mencatat penjualan Rp 593,86 miliar hingga Maret 2016 turun sebelumnya Rp 658,76 miliar. Laba tahun berjalan tercatat Rp 5,29 miliar, naik dari sebelumnya akibat perolehan manfaat pajak Rp 542,15 juta dari sebelumnya mencatat beban pajak Rp 4,14 miliar.
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) telah menghentikan sementara segala kegiatan pembangunan di dua pulau reklamasi yakni J dan K sejak moratorium diumumkan pemerintah pada 18 April 2016. Pembangunan di pulau J dan K baru sampai tahap pembuatan tanggul, belum sampai proses pengerukan dan penimbunan pasir seperti yang sudah dilakukan di beberapa pulau lain. Proses (pembangunan) tanggul sudah selesai sejak tahun 2015, dan pada tahun 2016 sebenarnya berencana melanjutkan lagi. Pulau J dan K yang masing-masing memiliki luas 316 hektar dan 32 hektar itu akan dikembangkan menjadi taman rekreasi internasional sekelas Universal Studio di Singapura.
Kondisi dari perekonomian global masih menunjukan perlambatan, terutama Cina sebagai ekonomi terbesar kembali menunjukan belum stabil ekonominya. Indeks sektor manufaktur Cina oleh badan swasta turun tipis di bulan April, hal ini mensinyalkan bahwa sejumlah pelemahan pada perekonomian tertekan oleh lemahnya tingkat permintaan eksternal. Dari dalam negeri Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menghendaki agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty diikuti dengan revisi UU Lalu Lintas Devisa. Presiden Joko Widodo menyatakan akan menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) jika pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) di DPR mandek. Faktor eksternal yang terbilang masih negatif, ditambah dengan jelang libur panjang dimana investor akan ambil posisi aman portofolionya, aksi take profit bisa terjadi hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4801/4789/4773
Resistance Level : 4829/4845/4857
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2680, TP 2730
Boleh buy di level 2660-2680
Resistance di 2730 & support di 2620
Waspadai jika tembus di 2620
Batasi resiko di 2610
WIKA: Trading Buy
Close 2640, TP 2710
Boleh buy di level 2630-2640
Resistance di 2710 & support di 2610
Waspadai jika tembus di 2610
Batasi resiko di 2600
SMGR : Trading Buy
Close 9800, TP 10075
Boleh buy di level 9675-9800
Resistance di 10075 & support di 9675
Waspadai jika tembus di 9675
Batasi resiko di 9625
PPRO: Trading Buy
Close 306, TP 320
Boleh buy di level 302-306
Resistance di 320 & support di 290
Waspadai jika tembus di 290
Batasi resiko di 286
BSDE: Trading Buy
Close 1765, TP 1790
Boleh buy di level 1745-1765
Resistance di 1790 & support di 1745
Waspadai jika tembus di 1745
Batasi resiko di 1735
CTRA: Trading Buy
Close 1285, TP 1305
Boleh buy di level 1270-1285
Resistance di 1305 & support di 1250
Waspadai jika tembus di 1250
Batasi resiko di 1240
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
SMBR, ELSA, BBNI, PWON, TARA, BJBR, UNVR, MNCN
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 3-May-16
Crude Oil-(barel) US$44.48 (-0.30)
Gold-(troy oz) US$1,296.81 (5.24)
Nickel-(ton) US$9,445.00 (150.00)
Tin-(ton) US$17,220.00 (130.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,577.50 (-58.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,187.50 (28.50)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 04 Mei 2016
RUPSLB
• KPIG - RUPST/LB
• MLPL - RUPST
• BHIT - RUPST/LB
Dividend
• MARI, Cash Dividend 5.10, cum 03 May-16, ex 04 May-16
• SMSM, Cash Dividend 35.00, cum 03 May-16, ex 04 May-16
• ARNA, Cash Dividend 5.00, cum 04 May-16, ex 09 May-16
• HMSP, Cash Dividend 2225.00, cum 04 May-16, ex cum 09 May-16
• ASII, Cash Dividend 113.00, cum 04 May-16, ex 09 May-16
• TMAS, Cash Dividend 41.70, cum 04 May-16, ex 09 May-16
Economic Calendar:
• indeks Construction PMI Inggris bulan April 2016
• pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan April 2016
• indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan April 2016
• data Factory Orders AS bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 29 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Indika Energy (INDY) mengantongi kontrak jasa pertambangan dan jasa sewa perlengkapan dari PT Mitra Abdi Mahakam senilai US$108 juta setara dengan Rp1,4 triliun. Kontrak tersebut diperoleh melalui anak usaha perseroan, PT Multi Tambangjaya Utama. Penandatanganan kontrak dilakukan pada 29 April 2016 di kantor Multi Tambangjaya Utama (MUTU). Lingkup pekerjaan yag disepakati pengelolaan pertambangan batu bara di wilayah konsesi MUTU.
Samindo Resources (MYOH) akan membagikan dividen tahun buku 2015 senilai US$8 juta dari laba bersih tahun lalu US$24,7 juta. Sedangkan, senilai US$2,3 juta dialokasikan untuk cadangan wajib, dan US$14,4 juta sebagai laba ditahan.
Samindo Resources (MYOH), pada kuartal I/2016 mencatatkan penurunan pemindahan batuan penutup 11% menjadi 11,9 juta bcm dari 13,4 juta bcm tahun lalu. Pengangkutan batu bara juga merosot 5% menjadi 7,5 juta ton dari 7,9 juta ton.
Ciputra Surya (CTRS) terus menggenjot performanya. Setelah sukses memasarkan apartemen Cornell dalam tempo hanya 2,5 jam sold out, kini pengembang perumahan elit CitraLand Surabaya ini tengah menyiapkan apartemen kedua di CBD CitraLand. Peminat apartemen yang berada di dalam CBD CitraLand yang akan dikembangkan bertahap ini mendapat respond luar biasa.
Surya Semesta Internusa (SSIA) telah menguasai cadangan lahan seluas 399 ha di Subang, Jawa Barat, hingga kuartal I-2016. Lahan ini rencananya dikembangkan menjadi kawasan industri mulai tahun 2018. Cadangan tersebut diperoleh dari hasil akuisisi lahan seluas 300 ha pada 2015 dan sebanyak 99 ha pada kuartal I-2016. Tahun ini, perseroan menargetkan total cadangan lahan industri yang diakuisisi mencapai 300 ha.
Kawasan Industri Kendal, anak usaha Kawasan Industri Jababeka (KIJA) memperoleh komitmen pinjaman sebesar USD 20 juta dari Standard Chartered Bank Singapura dengan tenor 3 tahun. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di kawasan industri Kendal. Perseroan juga berencana hedging karena income dalam Rupiah. Pinjaman tersebut merupakan bagian dari alokasi belanja modal tahun ini sebanyak Rp 785 miliar. Bunga pinjaman dari Standard Chartered tergolong rendah, yakni 2,5% ditambah bunga LIBOR. Hingga akhir 2016, KIJA menargetkan penjualan lahan industri di Kendal seluas 25 ha dengan nilai marketing sales sebanyak Rp 250 miliar.
MNC Sky Vision (MSKY) berencana menggalang dana sekitar Rp 4,3 triliun tahun ini. Dana tersebut akan berasal dari pinjaman bank sebesar USD 275 juta dan penambahan modal tanpa HMETD hingga Rp 769,9 miliar. Perseroan menargetkan mampu memperoleh pinjaman bank tersebut paling lambat kuartal III-2016 dan akan digunakan untuk pelunasan kembali (refinancing) utang senilai USD 215 juta, yang jatuh tempo kuartal IV-2016. Untuk memperkuat modal, MSKY juga berencana melakukan penambahan modal tanpa HMETD dengan menerbitkan hingga 706,38 juta saham atau 10% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 1.090 per saham.
Global Mediacom (BMTR) akan membagikan dividen pada 2016 sebesar Rp 71 miliar. Dividen tunai final tersebut setara Rp 5 per saham. RUPSLB BMTR juga menyetujui pengeluaran hingga 283,97 juta saham atau 2% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan, yang akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham perseroan oleh karyawan, direksi, dan komisaris (EMSOP).
Bumi Resources Minerals (BRMS) tengah memfinalisasi penjualan saham Newmont Nusa Tenggara kepada investor baru. Beberapa institusi telah menunjukkan keinginannya untuk membeli saham Newmont. Namun, jumlah saham yang akan dibeli, skema pembayaran, berikut nilai transaksinya masih dimatangkan.
Ancora Indonesia Resources (OKAS) merestrukturisasi pinjaman investasi senilai USD 12,7 juta yang diperoleh dari Bank CIMB Niaga (BNGA). Restrukturisasi utang tersebut meliputi perubahan jadwal pembayaran atas pinjaman dan penurunan tingkat suku bunga. Perseroan dan kreditor sepakat memperpanjang tenor pinjaman selama dua tahun. Pinjaman ini juga direstrukturisasi dengan menurunkan suku bunga yang tadinya 6% per tahun menjadi 5% per tahun, setelah memenuhi covenant dan menunjukkan pembayaran debt service yang tepat waktu selama tiga bulan berturut-turut.
Dua perusahaan asing di bidang otomotif tengah bernegosiasi untuk membeli lahan industri di Greenland International Industrial Center (GIIC) milik Puradelta Lestari (DMAS). Dengan adanya calon pembeli tersebut, perusahaan optimistis target pra penjualan (marketing sales) seluas 50 hektare (ha) tahun ini dapat tercapai. Optimisme ini mendorong perusahaan untuk terus berekspansi mengembangkan fasilitas di lahan industri milik perusahaan. Rencana ekspansi ini didukung dengan fundamental perusahaan, aset perusahaan tercatat Rp7,7 triliun dengan kas dan setara kas mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengucurkan kredit sebesar Rp993 miliar ke PT Perkebunan Nusantara XI atau PTPN XI. Dengan tambahan kredit tersebut, total kredit yang telah disalurkan oleh BBRI ke PTPN XI menjadi Rp1,72 triliun untuk mendukung swasembada gula di Indonesia. Rincian kredit untuk swasembada gula tersebut terdiri atas kredit talangan on farm tebu dan modal kerja talangan gula petani Rp650 miliar, serta dukungan pembiayaan kredit investasi Rp343 miliar. Sedangkan penyaluran pembiayaan BBRI ke BUMN yang bergerak di produksi secara keseluruhan mencapai Rp4,12 triliun
Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) mencatatkan penurunan penjualan per Maret 2016 menjadi Rp 334,08 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 511,11 miliar. Laba periode berjalan naik menjadi Rp 67,13 miliar dari sebelumnya Rp 30,63 miliar.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank MNC Internasional (BABP) menyetujui rencana pelepasan saham baru (right issue) pada tahun 2016. Hal itu akan dilakukan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau melalui Employee Stock Option Plan (ESOP). Perseroan mengharapkan bisa meraih dana hingga Rp 500 miliar. Rencana rights issue tersebut akan dilaksanakan pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV 2016. Dengan rights issue tersebut akan menambah Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio permodalan di level 18% - 19%.
RUPS Bank MNC Internasional (BABP) menyetujui untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun 2015. Laba bersih tahun 2015 ditahan untuk memperkuat permodalan dan menunjang laju ekspansi bisnis perusahaan pada tahun 2016.
Garuda Indonesia (GIAA) meresmikan penerbangan untuk umroh rute Solo-Jeddah sebagai upaya untuk memperluas jaringan internasional melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Perseroan tetap optimis pada penerbangan rute Solo-Jeddah untuk wisata religi umroh yang dilakukan satu pekan dua kali Selasa dan Kamis akan mencapat target sekitar 85% mulai penerbangan kelima.
Zebra Nusantara (ZBRA) mengalami penurunan tajam pendapatan usaha per Maret 2016 menjadi Rp 2,42 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 4,36 miliar. Rugi bersih sebesar Rp 1,27 miliar dari laba bersih Rp 113,02 juta pada periode sebelumnya.
Bank MNC Internasional (BABP) menargetkan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 30 miliar, atau naik dibandingkan laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp 8,2 miliar. Perseroan menargetkan kredit pada tahun 2016 sebesar Rp 9 triliun, atau tumbuh sebesar 26,76% dibanding realisasi kredit pada tahun 2015 sebesar Rp 7,1 triliun. Peningkatan kredit lebih difokuskan untuk mengarah ke konsumer, dan sisanya akan ditopang oleh komersial dan korporasi. Manajemen juga akan lebih meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) di tahun 2016, dari posisi DPK sebesar Rp 9,7 triliun di 2015. Meski tingkat DPK lebih banyak di Deposito sebesar 83%, dan sisanya 17% di tabungan dan giro. Posisi aset akan ditingkatkan 20% dari posisi Rp 12,1 triliun di 2015. Peningkatan aset ini guna memperkuat ketahanan bisnis dan modal perseroan ke depan.
Electronic City Indonesia (ECII) meraih pendapatan Rp 403,33 miliar di triwulan I 2016 atau turun dibandingkan sebelumnya Rp 486,21 miliar. Perseroan membukukan rugi bersih Rp 6,68 miliar dari sebelumnya laba bersih Rp 18,67 miliar.
Primarindo Asia Infrastructure (BIMA) meraih penjualan bersih Rp 32,62 miliar per Maret 2016, turun dari sebelumnya Rp 50,39 miliar. Laba bersih diraih Rp 5,35 miliar dari sebelumnya rugi bersih Rp 2,57 miliar.
Trias Sentosa (TRST) mencatat penjualan Rp 593,86 miliar hingga Maret 2016 turun sebelumnya Rp 658,76 miliar. Laba tahun berjalan tercatat Rp 5,29 miliar, naik dari sebelumnya akibat perolehan manfaat pajak Rp 542,15 juta dari sebelumnya mencatat beban pajak Rp 4,14 miliar.
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) telah menghentikan sementara segala kegiatan pembangunan di dua pulau reklamasi yakni J dan K sejak moratorium diumumkan pemerintah pada 18 April 2016. Pembangunan di pulau J dan K baru sampai tahap pembuatan tanggul, belum sampai proses pengerukan dan penimbunan pasir seperti yang sudah dilakukan di beberapa pulau lain. Proses (pembangunan) tanggul sudah selesai sejak tahun 2015, dan pada tahun 2016 sebenarnya berencana melanjutkan lagi. Pulau J dan K yang masing-masing memiliki luas 316 hektar dan 32 hektar itu akan dikembangkan menjadi taman rekreasi internasional sekelas Universal Studio di Singapura.











0 comments:
Posting Komentar