Penjualan Ritel AS, Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan, Data Produksi Industri dan Penjualan Ritel China
Hari ini diawali dengan rilis data sementara PDB Triwulan 1 Uni Eropa. Seperti biasa, data ini adalah revisi pertama setelah estimasi cepat yang diumumkan dua pekan lalu. Data ini biasanya tidak atau hanya sedikit mengalami revisi (mungkin sekitar 0.1 persen poin). Jadi, data ini mungkin menarik bagi para ekonom yang dapat mempelajari banyak hal dari suatu angka, namun tidak terlalu menarik untuk traderUSD, saham AS, dan suku bunga AS turun pada hari Rabu karena sejumlah peritel AS seperti Macy's dan Kohl's menerbitkan laporan pendapatan yang tidak menggembirakan dan mengurangi prediksi 2016 mereka. Investor mempertanyakan apakah ekonomi AS benar-benar cukup kuat apabila masyarakat ternyata tidak berbelanja. Namun demikian, Atlanta Fed meningkatkan prediksi model GDPNow tentang pertumbuhan PDB riil Triwulan 2 AS menjadi 2.2% dari 1.7%. Sebaliknya, prediksi New York Fed Staff Nowcast yang tidak diperbarui sesering GDPNow masih berada di 0.8%. Data penjualan ritel akan sangat dipantau untuk memastikan apakah kondisi ekonomi AS memang sebaik yang dianggap sebagian orang. Apabila data ini bagus, maka probabilitas peningkatan suku bunga FOMC di bulan Juni -saat ini hanya 6%- atau Juli -17%- dapat meningkat dan memperkuat USD. Sebaliknya, apabila data ini mengecewakan, pendapat bahwa Fed tidak akan mengambil langkah apa pun akan terkonfirmasi dan sepertinya tidak akan banyak berdampak terhadap USD.
Berikutnya adalahindeks sentimen konsumen bulan Mei dari University of Michigan. Indeks ini diperkirakan menguat dan menjadi sinyal positif untuk rencana belanja mendatang. Saya melihat bahwa keyakinan cenderung menguat lebih awal dibanding belanja. Jadi peningkatan keyakinan adalah kabar gembira, dengan asumsi peningkatan ini bertahan seiring dengan digelarnya kampanye presidensial AS. Seperti biasa, ekspektasi inflasi juga akan diumumkan.
Terakhir, di penghujung pekan kita akan mengetahui data investasi aset tetap, produksi industri, dan penjualan ritel China untuk bulan April. Produksi industri diperkirakan melambat dan penjualan ritel diperkirakan meningkat. Secara teoretis, ini adalah kabar gembira karena menyiratkan kemajuan dalam menyeimbangkan ekonomi dari pertumbuhan berbasis investasi menjadi pertumbuhan berbasis permintaan domestik. Namun demikian, peningkatan investasi aset tetap menyiratkan bahwa jawabannya tidak sesederhana itu. Berita terkini mengabarkan bahwa Beijing berencana menyuntikkan dana hampir CNY 5 triliun atau 7% PDB untuk infrastruktur transportasi selama tiga tahun mendatang. Ini adalah gambaran betapa sulitnya mengubah model bisnis suatu negara. Di antara sejumlah indikator tersebut, produksi industri sepertinya adalah data yang paling menarik perhatian pasar. Cermati data ini untuk menentukan kinerja AUD di awal perdagangan hari Senin.











0 comments:
Posting Komentar