Prediksi IHSG;
Katalis pasar dari internal yang dinantikan pelaku pasar, rencana pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi tahap ke XII. Perbaikan iklim bisnis, terutama usaha mikro, masih menjadi fokus dari paket dereguasi pemerintah. Perhatian yang lebih terfokus lagi bagi pelaku pasar, laporan laba usaha perusahaan kuartal I 2016 yang batas akhir publikasinya pada 30 April. Laporan laba perusahaan diperkirakan dapat memberikan pengaruh bagi pergerakan IHSG dalam pekan ini. Sementara itu dari eksternal, ekspektasi melimpahnya cadangan minyak global bisa berkepanjangan karena produsen dari Timur Tengah meningkatkan persediaannya. Pada hari ini pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016 pada Rabu. Selain dari katalis diatas, perkembangan yang terjadi di pasar saham global teranyar ikut memberikan andil bagi indeks bursa Indonesia. Saham AS pada Senin ditutup melemah, sementara beberapa pasar Asia di buka variatif. Kondisi dari pasar global ini, bisa memicu IHSG bergerak mixed, namun berpeluang naik.
Perspektif tenikal
Support Level : 4855/4830/4798
Resistance Level : 4912/4945/4969
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
Close 3780, TP 3820
Boleh buy di level 3770-3780
Resistance di 3820 & support di 3730
Waspadai jika tembus di 3730
Batasi resiko di 3720
GGRM: Trading Buy
Close 68000, TP 68600
Boleh buy di level 67850-68000
Resistance di 68600 & support di 66850
Waspadai jika tembus di 66850
Batasi resiko di 66750
KAEF : Trading Buy
Close 1335, TP 1360
Boleh buy di level 1325-1335
Resistance di 1360 & support di 1285
Waspadai jika tembus di 1285
Batasi resiko di 1275
INAF: Trading Buy
Close 770, TP 785
Boleh buy di level 760-770
Resistance di 785 & support di 750
Waspadai jika tembus di 750
Batasi resiko di 740
WSKT: Trading Buy
Close 2265, TP 2310
Boleh buy di level 2250-2265
Resistance di 2310 & support di 2250
Waspadai jika tembus di 2250
Batasi resiko di 2240
PPRO: Trading Buy
Close 311, TP 320
Boleh buy di level 309-311
Resistance di 320 & support di 300
Waspadai jika tembus di 300
Batasi resiko di 297
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BJTM, SRIL, ADHI, ADRO, UNVR, UNTR, BBRI, BMRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 25-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$43.00 (-0.73)
Gold-(troy oz) US$1,231.66 (-0.88)
Nickel-(ton) US$9,090.00 (-10.00)
Tin-(ton) US$17,450.00 (300.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,665.00 (-22.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,199.00 (5.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 26 April 2016
Dividend
• ADRO, Cash dividend $0.0013, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
• TRIS, Cash dividend 8.00, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
• CINT, Cash dividend 8.00, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
Economic Calendar:
• data Durable Goods Orders AS bulan Maret 2016
• data indeks harga perumahan AS versi Standard & Poor Pebruari 2016
• data indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Arwana Citra Mulia (ARNA) membukukan penurunan laba bersih sebesar 41,86% per Maret 2016 menjadi Rp23,02 miliar dibandingkan laba bersih periode Maret 2015 yang Rp39,60 miliar. Penjualan naik menjadi Rp390,40 miliar dari penjualan neto tahun sebelumnya yang Rp358,97 miliar.
Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) telah menjual kepemilikan sahamnya di PT Mitra Kerta Raharja (MKR) pada 22 April 2016. Jumlah saham yang dijual sebanyak 1.320 lembar saham yang merupakan 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan MKR. Harga pelaksanaan transaksi sebesar Rp750.000.000. Menurut perseroan nilai transaksi tidak material karena kurang dari 20 persen ekuitas perseroan.
Trisula Internasional (TRIS) melakukan transaksi afiliasi berupa akuisisi 300 saham PT Nissiel Garment Manufactures (NGM) dari PT Trisula Insan Tiara (TNT) atau setara dengan 50 persen dari total saham NGM. Transaksi dilakukan pada 21 April dimana nilai yang disepakati sebesar Rp3.300.000.000. Perseroan dapat mengembangkan usaha di bidang industri garmen melalui NGM sebagai integritas horizontal. NGM adalah perusahaan yang berkedudukan di Bandung, Jawa Barat.
Bank Permata (BNLI) mencatatkan kerugian sebesar Rp376,25 miliar secara konsolidasi per Maret 2016 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang diraih Rp567,48 miliar. Semantara itu, pendapatan bunga bersih tercatat Rp1,54 triliun naik dari pendapatan bunga bersih periode Maret 2015 yang Rp1,49 triliun.
Fajar Surya Wisesa (FASW) membukukan kenaikan penjualan bersih menjadi Rp1,59 triliun per Maret 2016 dibandingkan penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,26 triliun. Kenaikan pendapatan mendorong laba bersih diraih Rp244,44 miliar membaik dari rugi bersih Rp106,57 miliar periode sama tahun sebelumnya.
Astra Graphia (ASGR) membukukan penurunan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp43,55 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp47,51 miliar. Sedangkan, penjualan bersih naik jadi Rp620,01 miliar dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp459,44 miliar.
Link Net (LINK), melepas seluruh kepemilikannya dalam PT Lynx Mitra Asia kepada anak usaha PT First Media Tbk. yang juga bergabung dalam Grup Lippo. Saham sebanyak 178.750 lembar atau 65% itu dilepas ke PT Graha Investama Andalan Terpadu dan PT Delta Nusantara Network. PT Graha Investama Andalan Terpadu membeli 176.000 saham atau 64%, sedangkan PT Delta Nusantara Network membeli 2.750 saham atau 1%. Dua pembeli itu merupakan anak usaha yang dimiliki penuh oleh First Media. First Media sendiri memiliki 33,82% saham dalam LINK per akhir Desember 2015.
United Tractors (UNTR) tertarik masuk kebisnis pembangkit listrik yang ditargetkan pemerintah mencapai 35.000 Megawatt. Perseroan telah memilki 25% saham pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati B unit 5 dan 6 dengan investasi US$4 miliar. Untuk proyek 2x1.000 MW tersebut, perseroan menggandeng Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co. Inc., dengan kepemilikan masing-masing sisanya 50%. Perseroan menyiapkan dana hingga US$200 juta untuk investasi PLTU dari kepemilikan 25% saham. Total ekuitas yang bakal dikumpulkan dari tiga perusahaan patungan itu mencapai US$800 juta.
Unilever Indonesia (UNVR) membukukan penurunan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 1,57 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,59 triliun. Penjualan bersih naik menjadi Rp 9,98 triliun dari sebelumnya Rp 9,41 triliun.
Sebanyak 8 bank siap memberikan pinjaman kepada konsorsium United Tractors (UNTR) untuk membangun PLTU Tanjung Jati 5 dan 6. Pinjaman tersebut setara 80% dari total investasi yang mencapai USD 4 miliar. UNTR memiliki 25% saham pada megaproyek tersebut. Konsorsium UNTR memproyeksikan dapat menyelesaikan proses financial closing pada Juli tahun ini. Proses pembangunan Tanjung Jati akan membutuhkan waktu hingga 4 tahun. Sesuai rencana, PLTU Tanjung Jati 5 dan 6 dibangun dengan kapasitas masing-masing 1.000 MW. Perseroan memperkirakan membutuhkan tenaga batubara sebanyak 7 juta ton per tahun untuk PLTU tersebut.
United Tractors (UNTR) memperkirakan bahwa tahun ini tidak akan ada impairment, apabila harga batubara sesuai proyeksi perseroan, yaitu USD 51-52 per ton. Bila harga batubara turun ke level USD 30-40 per ton, perseroan baru akan melakukan impairment.
Astra Graphia (ASGR) membukukan kenaikan pendapatan sebesar 35% YoY menjadi Rp 620 miliar pada kuartal I-2016. Sementara itu, laba bersih turun dari Rp 48,2 miliar pada 1Q15 menjadi Rp 44 miliar pada 1Q16. Unit usaha solusi dokumen bertumbuh sebesar 5% YoY pada 1Q16. Pertumbuhan tersebut dihasilkan dari penjualan unit dan jasa perbaikan serta pemeliharaan, sedangkan pendapatan dari unit usaha solusi teknologi informasi dan komunikasi, melalui anak usaha perseroan, yaitu Astra Graphia Information Technology, bertumbuh dua kali lipat dari hasil penjualan proyek aplikasi dan managed services.
Star Pacific (LPLI) menargetkan pendapatan meningkat 20% YoY sepanjang tahun ini. Hal tersebut akan didorong oleh pergerakan pasar saham yang diyakini lebih positif dibandingkan tahun lalu, serta berlanjutnya program efisiensi di bisnis media. Harga dari portofolio saham pada bisnis investasi perseroan diperkirakan mampu meningkat seiring membaiknya pasar. LPLI juga melanjutkan pengembangan bisnis online dengan mengalokasikan belanja modal Rp 30 miliar.
Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) telah menjual kepemilikan sahamnya di Mitra Kerta Raharja (MKR) pada 22 April 2016. Jumlah saham yang dijual sebanyak 1.320 lembar saham yang merupakan 20% dari modal disetor dan ditempatkan MKR. Harga pelaksanaan transaksi sebesar Rp 750 juta.
Trisula Internasional (TRIS) telah melakukan transaksi afiliasi berupa akuisisi 300 saham Nissiel Garment Manufactures (NGM) dari Trisula Insan Tiara (TNT) atau setara dengan 50% dari total saham NGM. Transaksi dilakukan pada 21 April dengan nilai sebesar Rp 3,3 miliar. Dengan terlaksananya transaksi ini, perseroan dapat mengembangkan usaha di bidang industri garmen melalui NGM sebagai integritas horizontal.
Pada triwulan I 2016 Bank Tabungan Negara (BBTN) membukukan laba bersih sebesar Rp 491 miliar, tumbuh 22% YoY dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 402 miliar. Net interest income sebesar Rp 1,8 triliun. Fee based income sebesar Rp 262 miliar. Di tiga bulan pertama tahun 2016, Bank BTN berhasil menurunkan NPL menjadi 3,59% (gross) turun dari sebelumnya sebesar 4,78%. Perseroan untuk terus memperbaiki kualitas kredit dengan target NPL di bawah 3% pada akhir tahun 2016. Rasio CAR, NIM, ROA dan ROE Perseroan masing-masing tercatat 16,50%, 4,59%, 1,56% dan 15,89%.
Bank Tabungan Negara (BBTN) mencatat kredit dan pembiayaan tumbuh 18,9% menjadi Rp 143 triliun di triwulan I 2016 dari sebelumnya sebesar Rp 120 triliun. Pertumbuhan kredit itu di atas rata-rata industri nasional. Dana Pihak Ketiga tumbuh 20% menjadi sebesar Rp 131 triliun dari posisi yang sama tahun 2015 yang sebesar Rp 109 triliun. Pertumbuhan DPK ini melampaui rata-rata industri yang tumbuh 6,9%. Sementara aset Perseroan tumbuh 19,5% YoY menjadi Rp 178 triliun tumbuh dari Rp 149 triliun. Pertumbuhan aset ini di atas industri yang rata-rata tumbuh 7,6%.
Bank Tabungan Negara (BBTN) memberikan komitmen untuk mendukung program satu juta rumah tahun 2016 sekitar 570.000 unit rumah. Manajemen optimis target tersebut akan tercapai dan terlampaui sampai dengan akhir tahun 2016. Untuk program satu juta rumah ini, di triwulan I 2016 telah terealisasi 58.712 unit rumah, terdiri dari rumah subsidi 44.449 unit dan rumah non subsidi 14.263 unit. Total kredit yang sudah disalurkan Bank BTN untuk mendukung pembiayaan 58.712 unit adalah sebesar Rp 7,6 triliun. Sedangkan pada April 2016 ada booking sebanyak 89.000 unit. Selama Januari-April 2016 akan terealisasi 25% dari target akhir tahun 2016 yang sebanyak 570.000 unit.
Jasa Marga (JSMR) dan PT Waskita Toll Road (WTR), anak usaha Waskita Karya (WSKT), pada 21 April 2016 telah menandatangani Akta Perjanjjian Usaha Patungan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Batang sejauh 75 km dan Akta Pendirian perusahaan jalan tol PT. Jasa Marga Semarang Batang. Perseroan dan WTR telah melakukan penyertaan pada perusahaan usaha patungan dengan nilai penyertaan sebesar Rp 13.913.700.000 atau sebanyak 13.913.700 atau sebesar 60%. Tujuan transaksi ini menambah panjang hak konsesi jalan tol yang tercermin dalam peningkatan nilai aset perseroan, sehingga menjadikan perseroan tetap sebagi market leader dalam industri jalan tol dengan mempertahankan pangsa pasar sedikitnya 50% dari total panjang jalan tol di Indonesia.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) United Tractors (UNTR) menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2015 senilai total Rp 2,6 triliun atau Rp 691 setiap saham. Dividen itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 251 per saham yang telah dibayarkan pada 16 Oktober 2015. Sedangkan sisanya sebesar Rp 440 setiap saham akan di bayarkan pada 23 Mei 2016. Sisa dari keuntungan tahun 2015 akan dibukukan sebagai dan cadangan dan laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis perseroan.
Astra Otoparts (AUTO) meraih kenaikan pendapatan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 3,12 triliun dibandingkan sebelumnya yang Rp 2,87 triliun. Laba yang didistribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp 80,73 miliar dari laba triwulan I tahun 2015 yang sebesar Rp 87,42 miliar.
Graha Layar Prima (BLTZ) menawarkan harga saham right issue sebesar Rp 5.700-Rp 8.560 per saham. Dalam Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue ini perseroan menawarkan sebanyaknya 110.000.000 saham atau 32,58% dari total modal ditempatkan dengan nominal Rp 100. Setiap pemegang 3-4 saham lama yang namanya tercantum hingga 6 Juni 2016 berhak atas 1 HMETD (rasio 3: 1 atau 4 : 1), dimana 1 HMETD memberikan hak membeli 1 saham baru. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi 1-2 Juni 2016 dan di pasar tunai 6-7 Juni 2016 dengan periode perdagangan 8-14 Juni 2016. Dana yang diraih akan digunakan guna membayar utang Rp 250 miliar dan pengembangan kegiatan usaha.
Bank Windu Kentjana (MCOR) mencatatkan kenaikan laba triwulan I 2016 menjadi Rp 15,76 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 10,41 miliar. Pendapatan bunga naik tipis menjadi Rp 246,91 miliar dari sebelumnya Rp 244,90 miliar dan beban bunga turun menjadi Rp 156,66 miliar dari sebelumnya Rp 167,34 miliar. Laba operasional triwulan I 2016 sebesar Rp 20,44 miliar naik dari sebelumnya yang Rp 14,13 miliar dan laba sebelum pajak sebesar Rp 21,02 miliar naik dari sebelumnya Rp 13,88 miliar.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BFI Finance Indonesia (BFIN) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 317,46 miliar atau setara Rp 208 per saham. Dividen payout ratio sebesar 48,82%.
Ace Hardware (ACES) telah melakukan penyertaan modal pada perusahaan baru di bidang e-commerce yaitu PT Omni Digitama Indonesia (ODI) yang menggunakan nama "ruparupa.com". Tahap awal penyertaan perseroan sebesar Rp 6 miliar yaitu sebesar 30% dari total modal PT ODI. Tujuan dari penyertaan guna menambah saluran pemasaran perseroan melalui bisnis e-commerce.
Danasupra Erapasific (DEFI) membukukan pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 2,58 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 771,83 juta. Sedangkan laba tahun berjalan diraih Rp 1,93 miliar naik dari sebelumnya Rp 111,69 juta.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Lippo General Insurance (LPGI) menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 24,8 miliar atau sebesar Rp 165 per saham. Dividen itu setara dengan 31,9% dari laba bersih tahun 2015.
Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR) memperkirakan produksi turun 15% pada tahun 2016 dari 3 juta ton tahun 2015. Ada banyak kekeringan di lahan perseroan, terutama di area Sumatera dan Kalimantan, seperti di Kalimantan Selatan yang sangat kering. Pola cuaca El Nino pada tahun 2015 telah mempengaruhi produksi CPO di Indonesia. Perseronan memperkirakan produksi CPO nasional diperkirakan akan turun 5%-10% tahun ini dibandingkan 31 juta ton sepanjang tahun 2015.
Katalis pasar dari internal yang dinantikan pelaku pasar, rencana pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi tahap ke XII. Perbaikan iklim bisnis, terutama usaha mikro, masih menjadi fokus dari paket dereguasi pemerintah. Perhatian yang lebih terfokus lagi bagi pelaku pasar, laporan laba usaha perusahaan kuartal I 2016 yang batas akhir publikasinya pada 30 April. Laporan laba perusahaan diperkirakan dapat memberikan pengaruh bagi pergerakan IHSG dalam pekan ini. Sementara itu dari eksternal, ekspektasi melimpahnya cadangan minyak global bisa berkepanjangan karena produsen dari Timur Tengah meningkatkan persediaannya. Pada hari ini pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016 pada Rabu. Selain dari katalis diatas, perkembangan yang terjadi di pasar saham global teranyar ikut memberikan andil bagi indeks bursa Indonesia. Saham AS pada Senin ditutup melemah, sementara beberapa pasar Asia di buka variatif. Kondisi dari pasar global ini, bisa memicu IHSG bergerak mixed, namun berpeluang naik.
Perspektif tenikal
Support Level : 4855/4830/4798
Resistance Level : 4912/4945/4969
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
Close 3780, TP 3820
Boleh buy di level 3770-3780
Resistance di 3820 & support di 3730
Waspadai jika tembus di 3730
Batasi resiko di 3720
GGRM: Trading Buy
Close 68000, TP 68600
Boleh buy di level 67850-68000
Resistance di 68600 & support di 66850
Waspadai jika tembus di 66850
Batasi resiko di 66750
KAEF : Trading Buy
Close 1335, TP 1360
Boleh buy di level 1325-1335
Resistance di 1360 & support di 1285
Waspadai jika tembus di 1285
Batasi resiko di 1275
INAF: Trading Buy
Close 770, TP 785
Boleh buy di level 760-770
Resistance di 785 & support di 750
Waspadai jika tembus di 750
Batasi resiko di 740
WSKT: Trading Buy
Close 2265, TP 2310
Boleh buy di level 2250-2265
Resistance di 2310 & support di 2250
Waspadai jika tembus di 2250
Batasi resiko di 2240
PPRO: Trading Buy
Close 311, TP 320
Boleh buy di level 309-311
Resistance di 320 & support di 300
Waspadai jika tembus di 300
Batasi resiko di 297
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BJTM, SRIL, ADHI, ADRO, UNVR, UNTR, BBRI, BMRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 25-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$43.00 (-0.73)
Gold-(troy oz) US$1,231.66 (-0.88)
Nickel-(ton) US$9,090.00 (-10.00)
Tin-(ton) US$17,450.00 (300.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,665.00 (-22.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,199.00 (5.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 26 April 2016
Dividend
• ADRO, Cash dividend $0.0013, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
• TRIS, Cash dividend 8.00, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
• CINT, Cash dividend 8.00, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
Economic Calendar:
• data Durable Goods Orders AS bulan Maret 2016
• data indeks harga perumahan AS versi Standard & Poor Pebruari 2016
• data indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Arwana Citra Mulia (ARNA) membukukan penurunan laba bersih sebesar 41,86% per Maret 2016 menjadi Rp23,02 miliar dibandingkan laba bersih periode Maret 2015 yang Rp39,60 miliar. Penjualan naik menjadi Rp390,40 miliar dari penjualan neto tahun sebelumnya yang Rp358,97 miliar.
Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) telah menjual kepemilikan sahamnya di PT Mitra Kerta Raharja (MKR) pada 22 April 2016. Jumlah saham yang dijual sebanyak 1.320 lembar saham yang merupakan 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan MKR. Harga pelaksanaan transaksi sebesar Rp750.000.000. Menurut perseroan nilai transaksi tidak material karena kurang dari 20 persen ekuitas perseroan.
Trisula Internasional (TRIS) melakukan transaksi afiliasi berupa akuisisi 300 saham PT Nissiel Garment Manufactures (NGM) dari PT Trisula Insan Tiara (TNT) atau setara dengan 50 persen dari total saham NGM. Transaksi dilakukan pada 21 April dimana nilai yang disepakati sebesar Rp3.300.000.000. Perseroan dapat mengembangkan usaha di bidang industri garmen melalui NGM sebagai integritas horizontal. NGM adalah perusahaan yang berkedudukan di Bandung, Jawa Barat.
Bank Permata (BNLI) mencatatkan kerugian sebesar Rp376,25 miliar secara konsolidasi per Maret 2016 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang diraih Rp567,48 miliar. Semantara itu, pendapatan bunga bersih tercatat Rp1,54 triliun naik dari pendapatan bunga bersih periode Maret 2015 yang Rp1,49 triliun.
Fajar Surya Wisesa (FASW) membukukan kenaikan penjualan bersih menjadi Rp1,59 triliun per Maret 2016 dibandingkan penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,26 triliun. Kenaikan pendapatan mendorong laba bersih diraih Rp244,44 miliar membaik dari rugi bersih Rp106,57 miliar periode sama tahun sebelumnya.
Astra Graphia (ASGR) membukukan penurunan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp43,55 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp47,51 miliar. Sedangkan, penjualan bersih naik jadi Rp620,01 miliar dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp459,44 miliar.
Link Net (LINK), melepas seluruh kepemilikannya dalam PT Lynx Mitra Asia kepada anak usaha PT First Media Tbk. yang juga bergabung dalam Grup Lippo. Saham sebanyak 178.750 lembar atau 65% itu dilepas ke PT Graha Investama Andalan Terpadu dan PT Delta Nusantara Network. PT Graha Investama Andalan Terpadu membeli 176.000 saham atau 64%, sedangkan PT Delta Nusantara Network membeli 2.750 saham atau 1%. Dua pembeli itu merupakan anak usaha yang dimiliki penuh oleh First Media. First Media sendiri memiliki 33,82% saham dalam LINK per akhir Desember 2015.
United Tractors (UNTR) tertarik masuk kebisnis pembangkit listrik yang ditargetkan pemerintah mencapai 35.000 Megawatt. Perseroan telah memilki 25% saham pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati B unit 5 dan 6 dengan investasi US$4 miliar. Untuk proyek 2x1.000 MW tersebut, perseroan menggandeng Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co. Inc., dengan kepemilikan masing-masing sisanya 50%. Perseroan menyiapkan dana hingga US$200 juta untuk investasi PLTU dari kepemilikan 25% saham. Total ekuitas yang bakal dikumpulkan dari tiga perusahaan patungan itu mencapai US$800 juta.
Unilever Indonesia (UNVR) membukukan penurunan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 1,57 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,59 triliun. Penjualan bersih naik menjadi Rp 9,98 triliun dari sebelumnya Rp 9,41 triliun.
Sebanyak 8 bank siap memberikan pinjaman kepada konsorsium United Tractors (UNTR) untuk membangun PLTU Tanjung Jati 5 dan 6. Pinjaman tersebut setara 80% dari total investasi yang mencapai USD 4 miliar. UNTR memiliki 25% saham pada megaproyek tersebut. Konsorsium UNTR memproyeksikan dapat menyelesaikan proses financial closing pada Juli tahun ini. Proses pembangunan Tanjung Jati akan membutuhkan waktu hingga 4 tahun. Sesuai rencana, PLTU Tanjung Jati 5 dan 6 dibangun dengan kapasitas masing-masing 1.000 MW. Perseroan memperkirakan membutuhkan tenaga batubara sebanyak 7 juta ton per tahun untuk PLTU tersebut.
United Tractors (UNTR) memperkirakan bahwa tahun ini tidak akan ada impairment, apabila harga batubara sesuai proyeksi perseroan, yaitu USD 51-52 per ton. Bila harga batubara turun ke level USD 30-40 per ton, perseroan baru akan melakukan impairment.
Astra Graphia (ASGR) membukukan kenaikan pendapatan sebesar 35% YoY menjadi Rp 620 miliar pada kuartal I-2016. Sementara itu, laba bersih turun dari Rp 48,2 miliar pada 1Q15 menjadi Rp 44 miliar pada 1Q16. Unit usaha solusi dokumen bertumbuh sebesar 5% YoY pada 1Q16. Pertumbuhan tersebut dihasilkan dari penjualan unit dan jasa perbaikan serta pemeliharaan, sedangkan pendapatan dari unit usaha solusi teknologi informasi dan komunikasi, melalui anak usaha perseroan, yaitu Astra Graphia Information Technology, bertumbuh dua kali lipat dari hasil penjualan proyek aplikasi dan managed services.
Star Pacific (LPLI) menargetkan pendapatan meningkat 20% YoY sepanjang tahun ini. Hal tersebut akan didorong oleh pergerakan pasar saham yang diyakini lebih positif dibandingkan tahun lalu, serta berlanjutnya program efisiensi di bisnis media. Harga dari portofolio saham pada bisnis investasi perseroan diperkirakan mampu meningkat seiring membaiknya pasar. LPLI juga melanjutkan pengembangan bisnis online dengan mengalokasikan belanja modal Rp 30 miliar.
Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) telah menjual kepemilikan sahamnya di Mitra Kerta Raharja (MKR) pada 22 April 2016. Jumlah saham yang dijual sebanyak 1.320 lembar saham yang merupakan 20% dari modal disetor dan ditempatkan MKR. Harga pelaksanaan transaksi sebesar Rp 750 juta.
Trisula Internasional (TRIS) telah melakukan transaksi afiliasi berupa akuisisi 300 saham Nissiel Garment Manufactures (NGM) dari Trisula Insan Tiara (TNT) atau setara dengan 50% dari total saham NGM. Transaksi dilakukan pada 21 April dengan nilai sebesar Rp 3,3 miliar. Dengan terlaksananya transaksi ini, perseroan dapat mengembangkan usaha di bidang industri garmen melalui NGM sebagai integritas horizontal.
Pada triwulan I 2016 Bank Tabungan Negara (BBTN) membukukan laba bersih sebesar Rp 491 miliar, tumbuh 22% YoY dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 402 miliar. Net interest income sebesar Rp 1,8 triliun. Fee based income sebesar Rp 262 miliar. Di tiga bulan pertama tahun 2016, Bank BTN berhasil menurunkan NPL menjadi 3,59% (gross) turun dari sebelumnya sebesar 4,78%. Perseroan untuk terus memperbaiki kualitas kredit dengan target NPL di bawah 3% pada akhir tahun 2016. Rasio CAR, NIM, ROA dan ROE Perseroan masing-masing tercatat 16,50%, 4,59%, 1,56% dan 15,89%.
Bank Tabungan Negara (BBTN) mencatat kredit dan pembiayaan tumbuh 18,9% menjadi Rp 143 triliun di triwulan I 2016 dari sebelumnya sebesar Rp 120 triliun. Pertumbuhan kredit itu di atas rata-rata industri nasional. Dana Pihak Ketiga tumbuh 20% menjadi sebesar Rp 131 triliun dari posisi yang sama tahun 2015 yang sebesar Rp 109 triliun. Pertumbuhan DPK ini melampaui rata-rata industri yang tumbuh 6,9%. Sementara aset Perseroan tumbuh 19,5% YoY menjadi Rp 178 triliun tumbuh dari Rp 149 triliun. Pertumbuhan aset ini di atas industri yang rata-rata tumbuh 7,6%.
Bank Tabungan Negara (BBTN) memberikan komitmen untuk mendukung program satu juta rumah tahun 2016 sekitar 570.000 unit rumah. Manajemen optimis target tersebut akan tercapai dan terlampaui sampai dengan akhir tahun 2016. Untuk program satu juta rumah ini, di triwulan I 2016 telah terealisasi 58.712 unit rumah, terdiri dari rumah subsidi 44.449 unit dan rumah non subsidi 14.263 unit. Total kredit yang sudah disalurkan Bank BTN untuk mendukung pembiayaan 58.712 unit adalah sebesar Rp 7,6 triliun. Sedangkan pada April 2016 ada booking sebanyak 89.000 unit. Selama Januari-April 2016 akan terealisasi 25% dari target akhir tahun 2016 yang sebanyak 570.000 unit.
Jasa Marga (JSMR) dan PT Waskita Toll Road (WTR), anak usaha Waskita Karya (WSKT), pada 21 April 2016 telah menandatangani Akta Perjanjjian Usaha Patungan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Batang sejauh 75 km dan Akta Pendirian perusahaan jalan tol PT. Jasa Marga Semarang Batang. Perseroan dan WTR telah melakukan penyertaan pada perusahaan usaha patungan dengan nilai penyertaan sebesar Rp 13.913.700.000 atau sebanyak 13.913.700 atau sebesar 60%. Tujuan transaksi ini menambah panjang hak konsesi jalan tol yang tercermin dalam peningkatan nilai aset perseroan, sehingga menjadikan perseroan tetap sebagi market leader dalam industri jalan tol dengan mempertahankan pangsa pasar sedikitnya 50% dari total panjang jalan tol di Indonesia.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) United Tractors (UNTR) menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2015 senilai total Rp 2,6 triliun atau Rp 691 setiap saham. Dividen itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 251 per saham yang telah dibayarkan pada 16 Oktober 2015. Sedangkan sisanya sebesar Rp 440 setiap saham akan di bayarkan pada 23 Mei 2016. Sisa dari keuntungan tahun 2015 akan dibukukan sebagai dan cadangan dan laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis perseroan.
Astra Otoparts (AUTO) meraih kenaikan pendapatan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 3,12 triliun dibandingkan sebelumnya yang Rp 2,87 triliun. Laba yang didistribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp 80,73 miliar dari laba triwulan I tahun 2015 yang sebesar Rp 87,42 miliar.
Graha Layar Prima (BLTZ) menawarkan harga saham right issue sebesar Rp 5.700-Rp 8.560 per saham. Dalam Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue ini perseroan menawarkan sebanyaknya 110.000.000 saham atau 32,58% dari total modal ditempatkan dengan nominal Rp 100. Setiap pemegang 3-4 saham lama yang namanya tercantum hingga 6 Juni 2016 berhak atas 1 HMETD (rasio 3: 1 atau 4 : 1), dimana 1 HMETD memberikan hak membeli 1 saham baru. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi 1-2 Juni 2016 dan di pasar tunai 6-7 Juni 2016 dengan periode perdagangan 8-14 Juni 2016. Dana yang diraih akan digunakan guna membayar utang Rp 250 miliar dan pengembangan kegiatan usaha.
Bank Windu Kentjana (MCOR) mencatatkan kenaikan laba triwulan I 2016 menjadi Rp 15,76 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 10,41 miliar. Pendapatan bunga naik tipis menjadi Rp 246,91 miliar dari sebelumnya Rp 244,90 miliar dan beban bunga turun menjadi Rp 156,66 miliar dari sebelumnya Rp 167,34 miliar. Laba operasional triwulan I 2016 sebesar Rp 20,44 miliar naik dari sebelumnya yang Rp 14,13 miliar dan laba sebelum pajak sebesar Rp 21,02 miliar naik dari sebelumnya Rp 13,88 miliar.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BFI Finance Indonesia (BFIN) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 317,46 miliar atau setara Rp 208 per saham. Dividen payout ratio sebesar 48,82%.
Ace Hardware (ACES) telah melakukan penyertaan modal pada perusahaan baru di bidang e-commerce yaitu PT Omni Digitama Indonesia (ODI) yang menggunakan nama "ruparupa.com". Tahap awal penyertaan perseroan sebesar Rp 6 miliar yaitu sebesar 30% dari total modal PT ODI. Tujuan dari penyertaan guna menambah saluran pemasaran perseroan melalui bisnis e-commerce.
Danasupra Erapasific (DEFI) membukukan pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 2,58 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 771,83 juta. Sedangkan laba tahun berjalan diraih Rp 1,93 miliar naik dari sebelumnya Rp 111,69 juta.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Lippo General Insurance (LPGI) menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 24,8 miliar atau sebesar Rp 165 per saham. Dividen itu setara dengan 31,9% dari laba bersih tahun 2015.
Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR) memperkirakan produksi turun 15% pada tahun 2016 dari 3 juta ton tahun 2015. Ada banyak kekeringan di lahan perseroan, terutama di area Sumatera dan Kalimantan, seperti di Kalimantan Selatan yang sangat kering. Pola cuaca El Nino pada tahun 2015 telah mempengaruhi produksi CPO di Indonesia. Perseronan memperkirakan produksi CPO nasional diperkirakan akan turun 5%-10% tahun ini dibandingkan 31 juta ton sepanjang tahun 2015.











0 comments:
Posting Komentar