Everyone Can Trade

JustForex

Senin, 25 April 2016

View Market IHSG 25April16

Prediksi IHSG;
Ekonomi Indonesia dapat dikatakan tengah melaju dan menunjukkan perbaikan dalam berbagai sektor. Penguatan rupiah yang terjadi sejak awal tahun 2016 dan inflasi yang tejaga sesuai asumsi APBN menjadi katalis positif bagi pasar. Namun kekhawatiran pasar tetap mewaspadai faktor yang muncul dari luar. meskipun the Fed belum berencana untuk menaikan kembali Fed Fund Rate, namun masih terdapat kemungkinan the Fed untuk menaikkan suku bunga hingga 50 bps menjelang akhir tahun. Kebijakan ekonomi itu dipercaya akan dapat lebih agresif mendorong ekonomi nasional. Sisi lainnya, pasar berharap harga minyak mentah dunia yang stabil di atas level US$ 40 per barel dapat berpengaruh ke harga komoditas lainnya sehingga berdampak bagi indeks saham utama untuk kembali bergerak ke area positif. Selain faktor diatas, pasar akan mengantisipasi rilis data ekonomi Cina dan AS pada pekan ini. Dari faktor teknis IHSG di berada di area jenuh beli, peluang penguatan akan terbatas pada pekan ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 4893/4872/4860
Resistance Level : 4927/4939/4961
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

PGAS: Trading Buy
 Close 2665, TP 2715
 Boleh buy di level 2650-2665
 Resistance di 2715 & support di 2590
 Waspadai jika tembus di 2590
 Batasi resiko di 2580

WIKA: Trading Buy
 Close 2735, TP 2755
 Boleh buy di level  2720-2735
 Resistance di 2755 & support di 2700
 Waspadai jika tembus di 2700
 Batasi resiko di 2690

BBRI : Trading Buy
 Close 10900, TP 11275
 Boleh buy di level  10850-10900
 Resistance di 11275 & support di 10725
 Waspadai jika tembus di 10725
 Batasi resiko di 10675

BMRI:  Trading Buy
 Close 9975, TP 10250
 Boleh buy di level  9900-9975
 Resistance di 10250 & support di 9850
 Waspadai jika tembus di 9850
 Batasi resiko di 9700

BSDE:  Trading Buy
 Close 1935, TP 1955
 Boleh buy di level  1925-1935
 Resistance di 1955 & support di 1910
 Waspadai jika tembus di 1910
 Batasi resiko di 1900

ISSP:  Trading Buy
 Close 220, TP 230
 Boleh buy di level  215-220
 Resistance di 230 & support di 210
 Waspadai jika tembus di 210
 Batasi resiko di 207

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
AALI, LSIP, ASII, INDF, UNVR, PTPP

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 22-Apr-16
 Crude Oil-(barel) US$43.36  (0.18)
 Gold-(troy oz) US$1,246.77  (-1.29)
 Nickel-(ton) US$9,100.00  (-225.00)
 Tin-(ton) US$17,150.00  (-50.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.50  (-11.90)
 CPO Mal/ton* MYR2,687.00 (14.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,194.00 (41.00)
*running

Agenda Pekan ini – 25 – 29 April 2016
RUPSLB
·   LPGI – RUPST - 25-Apr-16
·   LPLI – RUPST - 25-Apr-16
·   UNTR – RUPST - 25-Apr-16
·   LPPS – RUPST - 25-Apr-16
·   BFIN – RUPST/LB - 25-Apr-16
·   ARNA – RUPST  27-Apr-16
·   HMSP – RUPST/LB - 27-Apr-16
·   DSSA – RUPST - 27-Apr-16
·   ASII – RUPST - 27-Apr-16
·   TMAS – RUPST/LB - 27-Apr-16
·   BDMN – RUPST - 28-Apr-16
·   AKRA – RUPST - 28-Apr-16
·   INDY – RUPST/LB - 28-Apr-16
·   ELSA – RUPST - 28-Apr-16
·   WIKA – RUPST - 28-Apr-16
·   BBKP – RUPST/LB - 28-Apr-16
·   IATA – RUPST/LB - 28-Apr-16
·   BTEL – RUPSLB 28-Apr-16
·   BTPN – RUPST/LB - 28-Apr-16
·   DEWA – RUPST/LB - 29-Apr-16
·   PTPP – RUPST - 29-Apr-16

UPCOMING IPO'S
·   LINK, Cash dividend 42.00, Cum 22 Apr-16, Ex 25 Apr-16
·   MEGA, Cash dividend 75.58, Cum 22 Apr-16, Ex 25 Apr-16
·   ADRO, Cash dividend $0.0013, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
·   TRIS, Cash dividend 8.00, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
·   CINT, Cash dividend 8.00, Cum 25 Apr-16, Ex 26 Apr-16
·   ACST, Cash dividend 33.50, Cum 26 Apr-16, Ex 27 Apr-16
·   PPRO, Cash dividend 4.27, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
·   HDFA, Cash dividend 3.50, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
·   AGRO, Cash dividend 1.36, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
·   ASGR, Cash dividend 93.00, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16

Economic Calendar:
Senin, 25 April 2016:
·   data indeks kepercayaan bisnis Jerman versi IFO bulan April 2016
·   data New Home Sales AS bulan Maret 2016

Selasa, 26 April 2016:
·   data Durable Goods Orders AS bulan Maret 2016
·   data indeks harga perumahan AS versi Standard & Poor Pebruari 2016
·   data indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016

Rabu, 27 April 2016:
·   data indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan April 2016
·   data M3 Money Supply kawasan Euro bulan Maret 2016
·   data Preliminary GDP Inggris kwartal pertama tahun 2016
·   data neraca perdagangan AS bulan Maret 2016
·   data Pending Home Sales AS bulan Maret 2016
·   data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016

Kamis, 28 April 2016:
·   pengumuman suku bunga The Fed bulan April 2016 dan statement FOMC
·   data National CPI Jepang bulan Maret 2016 bulan April 2016
·   data Retail Sales Jepang bulan Maret 2016
·   pengumuman suku bunga Boj bulan April 2016
·   konperensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda
·   BoJ Outlook Report
·   data jumlah pencari kerja di Jerman bulan April 2016
·   data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan April 2016
·   data Advance GDP AS kwartal pertama tahun 2016
·   data Jobless Claims AS per 15 April 2016

Jum’at, 29 April 2016:
·   data Retail Sales Jerman bulan Maret 2016
·   data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan April 2016
·   data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Maret 2016
·   data indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016 (Final).


VAS
HEADLINE NEWS

Aneka Tambang (ANTM) bekerja sama dengan Cronimet Holding GmbH (Cronimet) dan Ferrostaal Industrial Projects GmbH (Ferrostaal), perusahaan asal Jerman, guna meningkatkan nilai jual pada produksi feronikel. Penandatangan kerja sama dimaksudkan untuk pengembangan fasilitas produksi feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Estimasi awal nilai proyek adalah sebesar USD 800 juta dan kepemilikan Antam dalam proyek ini diperkirakan sebesar 25%, sedang Croniment dan Ferrostaal akan memiliki 75%. Proyek ini adalah bagian dari strategi Antam untuk masuk ke aktivitas pengolahan yang bernilai tambah dengan bekerja sama dengan mitra kelas dunia seperti Cronimet dan Ferrostaal. Perseroan bersama Cronimet dan Ferrostaal akan mengkaji kemungkinan untuk mengembangkan deposit nikel milik Antam melalui pembangunan fasilitas produksi feronikel yang berlokasi di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Setelah diperoleh hasil dari kajian studi pendahuluan, proyek ini diperkirakan akan mengolah 1,85 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel per tahun menjadi 19.500 metric ton nikel dalam bentuk feronikel dengan kandungan minimum nikel sebesar 15%. Perseroan akan memasok bijih nikel sebagai umpan pabrik dengan kadar nikel minimal 1,6%. Selain itu perseroan juga memperoleh keuntungan dalam pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada di Pomalaa serta bertanggung jawab dalam hal operasi dan perawatan (Opera ons and Maintenance) dari fasilitas produksi feronikel tersebut.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melalui anak usahanya, Telekomunikasi Indonesia International USA Inc. belum menuntaskan proses akuisisi AP Teleguam Holding Inc yang merupakan perusahaan induk GTA Teleguam. Hingga saat ini perseroan masih menunggu perkembangan dari pihak regulator di Guam. Apabila sudah ada persetujuan dari regulator, maka semua akan selesai.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) berhasil membukukan kinerja yang memuaskan di awal tahun 2016. Pada kuartal I/2016, perseroan mencatatkan pendapatan Rp27,54 triliun atau tumbuh 16,6%, sedangkan EBITDA tumbuh 18,8% menjadi Rp14,66 triliun dan laba bersih tumbuh 20,2% menjadi Rp4,59 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga Maret 2016, untuk pertama kalinya segmen data, internet & IT service menjadi kontributor dominan terhadap pendapatan konsolidasi TLKM, yakni sebesar 37,5% atau Rp10,3 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi 45,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan yang tinggi pada segmen data internet & IT service dipicu oleh pesatnya pertumbuhan pelanggan layanan broadband, baik fixed broadband maupun mobile broadband Telkomsel Flash.

Sentul City (BKSL) memperkirakan porsi pendapatan berulang atau recurring income akan mencapai 20% dalam tiga tahun mendatang menyusul operasional proyek-proyek properti investasi. Proyek yang akan menjadi penopang pendapatan perseroan adalah AEON Mall yang dibangun di kawasan pusat bisnis (CBD) Centerra. Selain itu, juga akan ada 1 office tower dan 1 hotel bintang 5 yang akan beroperasi pada 2019.

Megapower Makmur berencana melakukan IPO dengan melepas 30,93% saham ke publik dan akan menggelar mini expose pada 25 April 2016. Perseroan memiliki bisnis PLTA. Perseroan merupakan anak usaha Bina Puri Holding BHD asal Malaysia, yang sudah menanamkan investasinya di Bantaeng, Tribun Seruni Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Semen Indonesia (SMGR) berencana menjajaki komitmen pinjaman perbankan senilai Rp7 triliun untuk mendanai dua proyek pengembangan pabrik pereseroan pada 2016. Pabrik tersebut adalah pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah dan Pidie, Naggore Aceh Darussalam dengan nilai pinjaman masing - masing Rp3 triliun dan Rp4 triliun.

Kendati memutuskan untuk menurunkan suku bunga kredit ke level satu digit, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) optimis dari target laba perseroan tahun ini tidak akan terganggu. Perseroan tetap menargetkan pertumbuhan laba sebesar 3% - 5% tahun ini. Perseroan akan menjaga empat komponen pembentuk laba untuk mencapai target tersebut. Keempat komponen tersebut yaitu overhead cost, cost of fund, fee based income, dan NIM.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) siap menurunkan suku bunga kredit menyusul dorongan pemerintah dan regulator agar bunga kredit menjadi single digit. Perseroan akan menurunkan bunga kredit untuk sektor usaha, kecil, dan menegah (UKM) sebesar 300 bps mulai Mei 2016. Terhitung 1 Mei 2016, suku bungga sektor UKM turun menjadi 9,75% dari sebelumnya 12,75%.

Maybank Indonesia (BNII) menargetkan perolehan laba bersih tahun ini meningkat 25% dibandingkan realisasi thaun 2015 sebesar Rp1,14 triliun. Membaiknya NIM dan meningkatnya fee based income menjadi faktor pertumbuhan laba bersih tersebut.

Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) melalui anak usahanya MCGC II Inc dan Bhaskara Inti Samudera menandatangani nota kesepahaman (MoU) jual beli kapal pengangkut liquid natural gas (LNG) senilai US$20 juta. HITS bertindak sebagai pemegang 55% saham MCGC, sedangkan 95% saham Bhaskara dimiliki perseroan lewat anak usahanya, Humpuss Trans International.

Vale Indonesia (INCO) mencatatkan produksi nikel di kuartal I 2016 mencapai 16.894 metrik ton (t) atau turun 3% YoY dari sebelumnya 17.476 ton. Produksi di triwulan I 2016 lebih rendah disebabkan pelaksanaan aktivitas pemeliharaan yang sudah direncanakan. Meski demikian perseroan optimis dapat mencapai target produksi nikel sepanjang tahun 2016 sekitar 80.000 ton. Target itu turun dari realisasi produksi tahun 2015 yang sebesar 81.177 ton. Perseroan tetap optimis target produksi tahun 2016 bisa tercapai karena adanya perbaikan harga nikel secara global.

Semen Indonesia (SMGR) menandatangani perjanjian kerja sama dengan 3 BUMN yakni PT Pertamina (Persero), Bank Negara Indonesia (BBNI) dan PT Surveyor Indonesia (Persero). Dalam kerja sama antara Semen Indonesia dan BNI, perseroan memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja senilai Rp 1 triliun dari BNI. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan operasional perusahaan serta pendanaan sejumlah proyek pembangunan pabrik semen. Pendanaan ini untuk proyek-proyek pengembangan strategis seperti pembangunan pabrik di Rembang dan pabrik di Indarung. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mengoptimalkan skema pendanaan perseroan khususnya untuk bridging loan. Sementara kerja sama antara Semen Indonesia dan Surveyor adalah kegiatan pengembangan dan pelaksanaan pekerjaan bersama di bidang jasa survei, inspeksi dan konsultasi. Dalam kerja sama antara Semen Indonesia dan Pertamina akan bekerja sama dalam bidang penyediaan energi. Selain itu juga menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang energi terbarukan.

Semen Indonesia (SMGR) memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) senilai Rp 1 triliun dari Bank Negara Indonesia (BBNI. Fasilitas KMK ini akan digunakan untuk general purpose dan keperluan operasional perusahaan. Rencananya fasilitas ini akan digunakan untuk mengoptimalkan skema pendanaan perseroan khususnya sebagai bridging loan dalam rangka mendukung rencana strategis perseroan.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) Astra Otoparts (AUTO) menyetujui untuk membagi dividen tahun buku 2015 senilai total Rp 130,13 miliar setara 40,8% dari laba bersih 2015 atau dengan Rp 27 per saham. Perseroan telah membagikan dividen interim tahun buku 2015 sebesar Rp 48,19 miliar atau Rp 10 per saham pada 16 Oktober 2015. Sedang sisanya dividen final sebesar Rp 81,93 miliar atau Rp 17 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2016 kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal 3 Mei 2016.

Astra Otoparts (AUTO) menyatakan masih mencatat pertumbuhan penjualan pada kuartal I 2016. Penjualan perseroan masih dikontribusikan after market melalui tiga pilarnya yakni domestik, ekspor dan direct retail. Sementara penjualan original equipment manufacturing (OEM) masih tersendat. Untuk itu perseroan berharap after market bisa mengkompensasi penjualan OEM.  Perseroan berharap porsi penjualan after market mencapai 50% dari total penjualan.

Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) menargetkan pembiayaan baru tahun 2016 sebesar Rp 6,4 triliun atau sama dengan pencapaian tahun 2015. Porsi terbesar pembiayaan tahun 2016 masih akan disumbang dari kendaraan roda dua baru sekitar 70% dan sisanya dari motor bekas serta kredit multiguna. Perseroan menargetkan multiguna tumbuh menjadi 30% dari tahun 2015 yang menyumbang sebesar 25%. Komposisi pendanaan sebesar 70% dipenuhi oleh induk usaha yaitu Bank Maybank Indonesia (BNII) dan sisanya akan berasal dari perbankan serta obligasi. Perseroan memiliki pinjaman bank dari Bank Panin (PNBN) dan Hana Bank sebesar Rp 900 miliar. Untuk mendukung target pembiayaan tersebut, perseroan berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan dengan nilai setinggi-tingginya Rp 4,5 triliun.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) menyetujui rencana perseroan untuk menerbitkan surat utang hingga Rp 4,5 triliun pada tahun 2016. Hasil penerbitan Obligasi tersebut nantinya akan dipergunakan untuk mendanai pembiayaan Perseroan. Dalam RUPSLB telah disetujui rencana Perseroan untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh aset Perseroan dan persetujuan atas rencana Perseroan untuk penerbitan surat hutang (baik dalam bentuk Obligasi atau Medium Term Notes/MTN) setinggi-tingginya sebesar Rp 4,5 triliun.

Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) pada tahun 2015 menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 6,4 triliun atau meningkat 5,1% YoY dari Rp 6,1 triliun di tahun 2014. Gearing Ratio mengalami perbaikan menjadi 4,8x dari 6,6x pada tahun 2015. Total Aset Perseroan meningkat 0,3% dari tahu
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured