Everyone Can Trade

JustForex

Jumat, 22 April 2016

View Market IHSG 22April16

Prediksi IHSG;
Katalis positif bagi pasar, pertemuan ECB yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, sinyal stabilisasi ekonomi Cina adanya sinyalemen kelanjutan permintaan minyak dan energi serta komoditas lain, BI mempertahankan BI Rate di level 6,75% dan laporan laba perusahaan di 1Q 2016 seiring batas waktu penyampaian laporan keuangan 1Q2016. Sentimen yang relatif positif di atas diperkirakan dapat tereliminasikan oleh sentimen dari pasar global. Saham Wall Street berakhir lebih rendah pada Kamis. Penurunan nampak juga terjadi di pasar saham Asia, dimana pada pembukaan sesi I indeks saham utama Asia melemah. Pelemahan yang terjadi pada saham Wall Street dan Asia ini, dapat membayangi tekanan bagi IHSG pada hari ini

Perspektif tenikal
Support Level : 4890/4876/4868
Resistance Level : 4912/4920/4934
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down


TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

UNVR: Trading Buy
 Close 46500, TP 47375
 Boleh buy di level 46400-46500
 Resistance di 47375 & support di 45375
 Waspadai jika tembus di 45375
 Batasi resiko di 45300

MEDC: Trading Buy
 Close 1585, TP 1655
 Boleh buy di level  1475-1585
 Resistance di 1655 & support di 1455
 Waspadai jika tembus di 1455
 Batasi resiko di 1445

ADRO : Trading Buy
 Close 750, TP 770
 Boleh buy di level  740-750
 Resistance di 770 & support di 725
 Waspadai jika tembus di 725
 Batasi resiko di 715

BBRI:  Trading Buy
 Close 10700, TP 11000
 Boleh buy di level  10650-10700
 Resistance di 10800 & support di 10550
 Waspadai jika tembus di 10550
 Batasi resiko di 10500

ADHI:  Trading Buy
 Close 2855, TP 2900
 Boleh buy di level  2840-2855
 Resistance di 2900 & support di 2820
 Waspadai jika tembus di 2820
 Batasi resiko di 2810

BISI:  Trading Buy
 Close 1715, TP 1750
 Boleh buy di level  1700-1715
 Resistance di 1750 & support di 1670
 Waspadai jika tembus di 1670
 Batasi resiko di 1660

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
TLKM, ADHI, PTPP, WSKT

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 21-Apr-16
 Crude Oil-(barel) US$44.15  (-0.03)
 Gold-(troy oz) US$1,259.23  (14.95)
 Nickel-(ton) US$9,325.00  (55.00)
 Tin-(ton) US$17,200.00  (50.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.60  (-11.80)
 CPO Mal/ton* MYR2,673.00 (26.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,152.50 (8.50)
*running

Agenda hari ini  - Jumat, 22 April 2016
RUPSLB
• TLKM - RUPST
• BNII - RUPST
• WOMF - RUPST/LB

Dividen
• LINK, Cash Dividend 42.00, cum 22 Apr-16, ex 25 Apr-16
• MEGA, Cash Dividend 75.58, cum 22 Apr-16, ex 25 Apr-16

Economic Calendar:
• Pertemuan Eurogroup
• Pertemuan Economic and Financial Affairs Council (Ecofin)
• indeks Flash Manufacturing PMI Jerman bulan Maret 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI kawasan Euro bulan Maret 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI AS versi Markit bulan April 2016.


VAS
HEADLINE NEWS

Tunas Ridean (TURI), tahun ini menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp669 miliar. Dana tersebut sebagian besar akan dialokasikan perseroan kepada bisnis rental mobilnya yang ada di anak usaha yakni, PT Surya Sudeco. Perseroan akan menganggarkan dana Rp468,3 miliar untuk bisnis rental. Sisanya Rp200,7 miliar akan dianggarkan perseroan untuk membuka dua showroom baru serta untuk melakukan pembiayaan kendaraan bermotor.

PT Tunas Ridean (TURI) di kuartal I 2016 membukukan kenaikan penjualan mobil baru sebesar 3% atau sebesar 11,663 unit.  Penjualan Grup didorong oleh penjualan Tunas Daihatsu tumbuh 17%. Sementara penjualan Tunas Toyota dan BMW masing-masing turun 3% dan 41%. Penjualan sepeda motor Tunas Grup menyumbang 42 ribu, turun 2%.

Bumi Teknokultra Unggul (BTEK) melakukan perombakan dalam jajaran dewan Komisaris dan dewan Direksi. Keputusan tersebut diperoleh setelah perseroan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kemarin.  Para pemegang saham sepakat untuk mengangkat Edi Suwarno untuk menempati posisi Komisaris Utama menggantikan Anne Patricia Sutanto.

Mandom Indonesia (TCID) menargetkan pertumbuhan penjualan double digit pada tahun 2016 dari penjualan tahun 2015 sebesar Rp 2,31 triliun. Perseroan tetap optimis kinerja tahun 2016 akan lebih baik dibanding tahun lalu, meskipun kondisi perekonomian domestik dan global belum stabil. Perseoran menargetkan penjualan Rp 3 triliun pada tahun 2017. Untuk mencapai target penjualan tersebut perseroan akan mengeluarkan produk-produk baru pada tahun 2016. Perseroan juga telah menyiapkan strategi guna mewujudkan target pertumbuhan penjualan. Beberapa upaya akan terus dilakukan untuk mempertahankan kinerja penjualan ekspor. Diantaranya memperkuat penjualan produk non-aerosol di beberapa negara, menjalin kerja sama dengan perusahaan OEM (Original Equipment Manufacturer) di dalam dan luar negeri dalam upaya memenuhi permintaan produk yang mengandung aerosol.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mandom Indonesia (TCID) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2015 senilai total Rp 82,43 miliar atau Rp 410 per saham. Nilai itu setara dengan 15,1% dari laba bersih tahun buku 2015.

Astra Otoparts (AUTO) memastikan perusahaan patungan (JV) Bridgestone Astra Indonesia mulai beroperasi secara bertahap tahun ini. Saat ini, entitas usaha tersebut dalam proses konstruksi pabrik yang memproduksi komponen anti-vibration untuk kendaraan roda empat. JV ini ditargetkan mulai beroperasi 2016, lalu mampu berproduksi secara penuh pada 2018.

Sepanjang tahun ini, Astra Otoparts (AUTO) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 1,75 triliun atau turun 50% dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 3,5 triliun. Perseroan menurunkan capex karena hanya fokus melakukan perbaikan proses manufaktur. AUTO juga melanjutkan program efisiensi operasional tahun ini.

Rasio dividen terhadap laba bersih Astra Otoparts (AUTO) tahun buku 2015 sama seperti periode sebelumnya yaitu di kisaran 40%. Adapun dividen per lembar saham pada tahun buku 2015 mencapai Rp 27. Sementara itu, pada kuartal I-2016, perseroan memperkirakan pertumbuhan mencapai 10%. Pencapaian penaikan kinerja pada 3 bulan pertama tahun ini tak terlepas dari kontribusi pertumbuhan penjualan pada sektor after market dan ekspor dengan rerata hampir menyentuh 10%. Adapun penjualan produk original equipment manufacturer (OEM) stagnan.

XL Axiata (EXCL) membukukan laba bersih senilai Rp 169,26 miliar pada kuartal I-2016 atau membaik dibandingkan periode sama tahun lalu yang membukukan rugi bersih Rp 758,07 miliar. Pendapatan naik tipis sekitar 2,3% YoY menjadi Rp 5,61 triliun. Laba bersih didukung oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD. Hal ini menyebabkan keuntungan selisih kurs mencapai Rp 471,86 miliar pada kuartal I-2016, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi kurs Rp 1,01 triliun. EBITDA naik 17% YoY menjadi Rp 2,2 triliun pada kuartal I-2016.

Saat pemerintah berencana melakukan moratorium lahan pertambangan, Vale Indonesia (INCO) membukukan penurunan produksi nikel. Perseroan memproduksi nikel dalam matte sebanyak 16.894 ton pada kuartal I-2016, lebih rendah 24% QoQ dan 3% YoY. Produksi kuartal I-2016 lebih rendah QoQ karena pelaksanaan aktivitas pemeliharaan yang sudah direncanakan dan sangat penting untuk memastikan operasi kami bisa berfungsi dengan efisien. INCO optimistis dapat mencapai target produksi tahun ini sebesar 80.000 ton.

Harum Energy (HRUM) memutuskan untuk menunda ekspansi batubara di Tambang Batubara Harum. Perseroan mengubah alokasi penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp 76,8 miliar dari Rp 116,1 miliar. Pemangkasan itu terjadi di Tambang Batubara Harum. Dengan pertimbangan harga batubara di pasar dunia terus menurun, HRUM memutuskan untuk menunda kegiatan produksi batubara di Tambang Batubara Harum hingga 2017. Sisa dana sebesar Rp 76,8 miliar menjadi tidak efektif sehingga perseroan bermaksud untuk mengalihkan alokasi dana tersebut menjadi tambahan modal kerja bagi Mahakam Sumber Jaya tahun ini. Kebutuhan modal kerja terutama untuk pendanaan kegiatan para kontraktor pertambangannya di dalam kegiatan produksi dan pengangkutan batubara. Jumlah produksi batubara di Mahakam Sumber Jaya direncanakan stagnan sebanyak 3,5 juta ton tahun ini.

Mitra Adiperkasa (MAPI) menganggarkan dana Rp 600 miliar untuk belanja modal penambahan gerai baru sepanjang tahun ini. Perseroan berencana menambah area ritel seluas 50.000-60.000 meter persegi hingga akhir 2016. Rencana ini sejalan dengan target jangka menengah perseroan dan akan berlanjut pada 2017. Penambahan area akan ditingkatkan pada semester II/2016. Sebagian berlokasi di Jakarta dan lainnya di luar Jakarta tetapi masih berkonsentrasi di Pulau Jawa. MAPI memperkirakan pertumbuhan kinerja tahun ini tidak jauh berbeda dari proyeksi 2015, yakni berada di kisaran 11%-12%.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tunas Ridean (TURI) menyetujui untuk membagikan dividen total senilai Rp 89,28 miliar atau Rp 16 per saham setara dengan 30,66% dari laba bersih tahun buku 2015 sebagai dividen tunai. Sebesar Rp 4 per saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 11 Desember 2015, dan sisanya senilai Rp 66,96 miliar atau sebesar Rp 12 per saham akan dibayarkan sebagai dividen final.

Selamat Sempurna (SMSM) telah menerima pembagian dividen interim tahun buku 2016 dari anak usahanya, yaitu Bradke Synergies Sdn.Bhd. mencapai USD 1.026.430,59 atau setara dengan 4.000.000 ringit Malaysia. Kepemilikan saham perseroan di Bradke sebesar 100%.

Proses reklamasi ditunda oleh pemerintah sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Salah satu aspek yang akan dievaluasi oleh pemerintah adalah aspek peraturan yang dianggap masih banyak tumpang tindih. Dari sembilan pengembang yang menggarap 17 pulau reklamasi, salah satu pengembangnya yaitu PT Muara Wisesa Samudera (MWS) yang merupakan anak usaha Agung Podomoro Land (APLN). PT MWS Pramono mengklaim telah memenuhi persyaratan termasuk perizinan untuk melakukan reklamasi. Reklamasi yang dilakukan MWS sudah mencapai 18% untuk pengurugan tanah daratan. Sementara tanah di dalam laut luasnya telah mencapai 65 hektar dari total 161 hektar.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Acset Indonusa (ACST), anak usaha United Tractors (UNTR), menyetujui untuk dividen tunai sebesar Rp 33,5 per saham. Dividen itu setara dengan 40% laba bersih tahun buku 2015 yang sebesar Rp 41,9 miliar.

Acset Indonusa (ACST), anak usaha United Tractors (UNTR), akan melakukan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 300 juta saham dengan nominal Rp 100 saham pada tahun 2016. ACST menargetkan perolehan dana segar sebesar Rp 600 miliar. Dana dari hasil penambahan modal tersebut akan digunakan perseroan untuk mendanai kebutuhan modal kerja dan kebutuhan belanja perseroan. Sekitar 20% dari perolehan dana rights issue akan digunakan untuk belanja modal atau capex selama 2 tahun. Pada 1 Juni 2016 perseroan menargetkan dapat memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank Mega (MEGA) pada semester II 2016 akan menurunkan bunga sektor korporasi sebesar 200 bps. Perseroan akan menurunkan bertahap. Tahap pertama akan dilakukan pada pertengahan tahun sebesar 1%, tahap kedua akan diturunkan 1% mendekati akhir tahun. Dengan penurunan ini diharapkan pada akhir tahun suku bunga korporasi Bank Mega bisa menjadi 11,5%. Penurunan bunga ini dimungkinkan karena cost of fund kredit korporasi sudah mulai turun. Selain sektor korporasi, beberapa sektor kredit lain seperti sektor usaha kecil dan komersial juga akan dipangkas.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured