Prediksi IHSG;
Dalam pertemuan G-20 di Washington DC, AS, pejabat bank sentral-bank sentral mencemaskan ekonomi dunia, dimana harga komoditas dan harga minyak dunia turun. Kondisi dari ekonomi global tersebut membuat IMF pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,2% dari sebelumnya 3,4%. Perlambatan ekonomi global kembali mengmabat bagi ekonomi Cina di 1Q2016 hanya tumbuh 6,7% YoY dari sebelumnya tumbuh 6,9% YoY. Sementara itu, pada pertemuan produsen minyak yang tergabung OPEC dan non OPEC pada hari Minggu kemarin gagal mencapai kesepakatan. Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran akan reaksi pasar. Muncul kekhawatiran pasar, terhadap sentimen diatas bagi perdagangan di Bursa Efek Indonesia pekan ini yang berpotensi menekan bagi pergerakan IHSG.
Perspektif tenikal
Support Level : 4798/4773/4752
Resistance Level : 4844/4864/4890
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
Close 3500, TP 3550
Boleh buy di level 3475-3500
Resistance di 3550 & support di 3445
Waspadai jika tembus di 3445
Batasi resiko di 3435
ASII: Trading Buy
Close 7675, TP 7800
Boleh buy di level 7600-7675
Resistance di 7800 & support di 7400
Waspadai jika tembus di 7400
Batasi resiko di 7350
UNTR : Trading Buy
Close 16250, TP 16425
Boleh buy di level 16150-16250
Resistance di 16425 & support di 15875
Waspadai jika tembus di 15875
Batasi resiko di 15700
KLBF: Trading Buy
Close 1420, TP 1455
Boleh buy di level 1405-1420
Resistance di 1455 & support di 1405
Waspadai jika tembus di 1405
Batasi resiko di 1395
ELSA: Trading Buy
Close 428, TP 440
Boleh buy di level 425-428
Resistance di 440 & support di 405
Waspadai jika tembus di 405
Batasi resiko di 302
CPIN: Trading Buy
Close 3715, TP 3760
Boleh buy di level 3700-3715
Resistance di 3760 & support di 3650
Waspadai jika tembus di 3650
Batasi resiko di 3640
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INCO, AALI, UNVR, KLBF, BSDE, ADHI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 15-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$41.05 (-0.45)
Gold-(troy oz) US$1,229.02 (1.09)
Nickel-(ton) US$8,995.00 (10.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (100.00)
Coal (Newc)/ton US$50.85 (-11.55)
CPO Mal/ton* MYR2,621.00 (-0.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,177.50 (-2.50)
*running
Agenda Pekan ini - 18 – 22 April 2016
RUPSLB
· ADRO - RUPST - 18-Apr-16
· CINT - RUPST - 18-Apr-16
· LEAD - RUPST - 18-Apr-16
· TRIS - RUPST - 18-Apr-16
· AGRO - RUPST - 20-Apr-16
· ASGR - RUPST - 20-Apr-16
· PTRO - RUPST/LB - 20-Apr-16
· TCID - RUPST - 21-Apr-16
· AUTO - RUPST - 21-Apr-16
· BTEK - RUPST/LB - 21-Apr-16
· TURI - RUPST/LB - 21-Apr-16
· TLKM - RUPST - 22-Apr-16
· BNII - RUPST - 22-Apr-16
· WOMF - RUPST/LB - 22-Apr-16
Dividend
· PGAS, Cash Dividend 91.32, cum 15 Apr-16, ex 18 Apr-16
· ADHI, Cash Dividend 26.22, cum 15 Apr-16, ex 18 Apr-16
· SMBR, Cash Dividend 9.00, cum 18 Apr-16, ex 19 Apr-16
· BBTN, Cash Dividend 34.95, cum 19 Apr-16, ex 20 Apr-16
· MPPA, Cash Dividend 26.00, cum 20 Apr-16, ex 21 Apr-16
Economic Calendar:
Senin, 18 April 2016:
· pertemuan International Monetary Fund (IMF)
· pidato anggota FOMC William Dudley
Selasa, 19 April 2016:
· data Current Account kawasan Euro bulan Pebruari 2016
· indeks ZEW Economic Sentiment kawasan Euro bulan April 2016
· data Building Permits dan Housing Starts AS bulan Maret 2016
· testimoni gubernur BoE Mark Carney didepan parlemen di London
Rabu, 20 April 2016:
· indeks harga Global Dairy Trade (GDT) (Berdampak tinggi pada NZD)
· indeks upah rata-rata di Inggris bulan Pebruari 2016 (3m/y)
· data Jobless Claims Inggris bulan Maret 2016
· data tingkat pengangguran di Inggris bulan Pebruari 2016
· data Existing Home Sales AS bulan Maret 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016
Kamis, 21 April 2016:
· data Retail Sales Inggris bulan Maret 2016
· hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan April 2016
· konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
· data Jobless Claims AS per 15 April 2016
· indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan April 2016
· indeks kepercayaan konsumen kawasan Euro versi Eurostat bulan April 2016
Jum’at, 15 April 2016:
· Pertemuan Eurogroup
· Pertemuan Economic and Financial Affairs Council (Ecofin)
· indeks Flash Manufacturing PMI Jerman bulan Maret 2016
· indeks Flash Manufacturing PMI kawasan Euro bulan Maret 2016
· indeks Flash Manufacturing PMI AS versi Markit bulan April 2016.
VAS
HEADLINE NEWS
J Resources Asia Pasific (PSAB) meraih kenaikan laba bersih per Desember 2015 sebesar 5,3% YoY menjadi USD 24,21 juta dibandingkan sebelumnya USD 22,99 juta. Penjualan naik menjadi USD 286,59 juta dari sebelumnya USD 280,17 juta.
First Media (KBLV) ekspansi bisnis bioskop melalui anak usaha PT Cinemaxx Global Pasifik dengan target mencapai 190 layar di 35 lokasi yang tersebar di 26 kota di Indonesia pada 2016, didukung oleh pangsa pasar bioskop di Indonesia masih sangat besar. Ekspansi bisnis bioskop akan relative cepat lantaran Cinemaxx telah menemukan standarisasi dan konsep untuk selanjutnya direplikasi di lokasi-lokasi lain di penjuru Indonesia. Ekspansi juga akan disinergikan dengan pengembangan aset properti.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) menganggarkan belanja modal pada 2016 sebesar Rp800 miliar-Rp900 miliar, lebih tinggi 20,5%-35,56% dari realisasi belanja modal tahun lalu. Sumber dana belanja modal berasal dari kas hasil operasional dan pinjaman bank. Perusahaan masih memiliki fasilitas revolving yang didapat pada 3 Juni 2015 sebesar Rp530 miliar dan US$10 juta. Belanja modal tahun ini akan digunakan untuk menambah menara dan kolokasi, menara kabel optic baru, dan memperbaharui lahan sewa dan izin yang jatuh tempo.
Bank Mega (MEGA) pada tahun ini akan mengambil langkah konservatif dalam menyalurkan kreditnya. Mega lebih menyasar debitur korporasi dengan lini bisnis yang beragam sebagai sasaran utama penyaluran kredit. Pirnsip tersebut akan dilakukan MEGA mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. Perusahaan akan lebih memilih menggaran segmen konglomerasi besar dengan berbagai bidang bisnis dan segmen ritel maupun konsumer. Hal ini dilakukan seiring upaya MEGA untuk menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank CIMB Niaga (BNGA) memutuskan untuk menggunakan seluruh laba bersih pada 2015 sebesar Rp427,9 miliar sebagai laba ditahan. CIMB akan berupaya secara optimal untuk menghadapi kondisi usaha yang penuh tantangan pada tahun ini. Beberapa upaya akan ditembuh diantaranya meningkatkan sinergi di semua lini, serta membangun kompetensi sumber daya manusia melalui penanaman budaya perusahaan secara konsisten. Perusahaan akan memperbaiki seluruh proses bisnis dengan strategi yang terstruktur, meningkatkan manajemen resiko, serta fokus pada pengembangan bisnis inti melalui model operasional yang sangat hati-hati dan terfokus.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan pembentukan perusahaan induk bagi BUMN bidang keuangan. Bank Negara Indoensia (BBNI) direncanakan akan mendapat pelimpahan aset anak usaha PT Danareksa, sedangkan aset PT Bahana akan dialihkan ke Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Proses pembentukan holding direncanakan rampung pada September 2016 dengan menempatkan Danareksa sebagai holding. Saat ini, Kementerian BUMN masih memfinalisasi kajian holding BUMN keuangan dan menunggu penerbitan peraturan pemerintah yang akan menjadi dasar hukum penunjukan Danareksa sebagai perusahaan holding.
Bank CIMB Niaga (BNGA) memperkirakan net interest margin (NIM) perusahaan dapat terjaga di level 5%. Untuk itu, perusahaan berusaha mengurangi cost of fund (biaya dana) dengan menaikkan porsi dana murah menjadi 50%. BNGA juga fokus ke segmen kredit small medium enterprise (SME) yang dinilai memiliki margin lebih baik. Segmen komersial dan korproasi masih menjadi salah satu bisnis inti perusahaan. Ke depan, perusahaan masih memprioritaskan bisnis SME atau usaha kecil dan menengah (UKM) serta konsumer untuk meningkatkan penyaluran kredit. Tahun ini, perusahaan lebih optimistis dengan prospek bisnis. Dari sisi loan, perusahaan meyakini total kredit perusahaan setidaknya dapat tumbuh di atas pencapaian tahun lalu atau sekitar di bawah 10%. Namun, pertumbuhan kredit perusahaan masih melambat hingga kuartal I/2016.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 289,73 per saham pada 18 Mei 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21-22 April 2016.
Garuda Indonesia (GIAA) menyatakan berminat terhadap tawaran pinjaman senilai USD 1 miliar dari lembaga pembiayaan asal Inggris, UK Export Credit and Finance Insurance (UK Export Finance). Pinjaman tersebut akan menjadi alternatif pendanaan eksternal selain obligasi global. Perseroan setidaknya membutuhkan dana sekitar USD 1 miliar untuk mendatangkan pesawat dalam periode lima hingga 10 tahun ke depan. GIAA menargetkan pendapatan tahun ini di atas USD 4 miliar.
Garuda Indonesia (GIAA) akan meningkatkan bisnis kargo udara. Akhir tahun ini, kontribusi kargo diharapkan sebesar 12% terhadap pendapatan dan dalam dua tahun ke depan menjadi 20%. Ke depan, perseroan berencana membentuk joint operation dan joint venture dengan beberapa institusi.
Garuda Indonesia (GIAA) mengalami penurunan laba bersih sebesar 91,03% YoY atau sebesar USD 1,02 juta dari pencapaian periode sama tahun sebelumnya USD 11,4 juta. Penurunan kinerja keuangan yang terjadi ini disebabkan adanya pembelian armada pesawat yang dilakukan awal tahun. Jumlah penumpang kuartal I-2016 untuk penerbangan domestik hanya sebesar 4.300 penumpang dan untuk internasional sebanyak 1.018 penumpang.
Bali Towerindo Sentra (BALI) memperoleh pinjaman sebesar Rp 95 miliar dari Bank Sinarmas (BSIM). Pinjaman sebesar Rp 75 miliar akan digunakan untuk membiayai pembangunan menara mikro seluler yang akan dibangun di seluruh Indonesia, khususnya daerah Jabodetabek. Jangka waktu fasilitas pinjaman tersebut 60 bulan termasuk grace period 12 bulan. Sementara itu, perseroan juga mendapatkan pinjaman sebesar Rp 20 miliar untuk pembelian dan pembayaran down payment komponen tower MCP maupun jaringan FTTH.
First Media (KBLV) pada tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp 800-900 miliar. Untuk tahun ini, perseroan akan lebih fokus menambah jaringan layar untuk bioskop anak usahanya atau yang lebih dikenal Cinemaxx.
Link Net (LINK) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 127,79 miliar atau Rp 42 per lembar saham dengan dividen payout ratio sebesar 20%. Sementara itu, perseroan berharap pendapatan dapat naik 15% pada tahun ini.
Bank Mega (MEGA) membagikan dividen sebesar Rp 526,35 miliar atau Rp 75,58 per lembar atas perolehan laba tahun lalu kepada pemegang saham. Pada 2015, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,05 triliun.
Blue Bird (BIRD) menurunkan tarif dasar taksi untuk buka pintu maupun per km mulai 16 April 2016 rata-rata 15%. Penurunan tarif itu untuk armada taksi reguler di area Jabodetabek dengan penyesuaian buka pintu dari Rp 7.500 menjadi Rp 6.500 dan tarif per km dari Rp 4.000 per km menjadi Rp 3.500 per km. Sedangkan tarif waktu tunggu dari Rp 48.000 per jam menjadi Rp 42.000 per jam.
Pefindo memberikan peringkat A- kepada PP Properti (PPRO) dengan prospek stabil. Hal ini mengindikasikan posisi yang kuat dengan dukungan dari induk usahanya, Pembangunan Perumahan (PTPP). Selain itu, PPRO dinilai memiliki aset berkualitas. PPRO juga memiliki lokasi proyek yang strategis dan terdiversifikasi.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Link Net (LINK) menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 127,7 miliar atau Rp 42 per saham. Dividen akan dibayarkan secepatnya, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laba bersih Perseroan tahun 2015 juga akan dialokasikan untuk dana cadangan dan dibukukan sebagai laba ditahan. Hal itu guna mendukung ekspansi Link Net ke depan.
Link Net (LINK) di kuartal I 2016 telah merealisasikan sekitar 25% dari total belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dianggarkan pada tahun 2016 sebesar Rp 900 miliar - Rp 1 triliun yaitu sekitar Rp 237,5 miliar - 250 miliar. Dana capex hingga Rp 1 triliun itu berasal dari kas internal perusahaan. Dana tersebut akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis, yaitu menambah jaringan rute rumah yang dilewati (homes passed) sebanyak 120-150 ribu, modernisasi jaringan, sehingga dapat mengakomodasi 90 ribu pelanggan. Perseroan akan mendorong pertumbuhan melalui segmen residensial dan korporasi. Residensial dengan cara memperluas cakupan jaringan ke area yang mempunyai penetrasi yang tinggi seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Link Net (LINK) menargetkan penambahan 90.000 pelanggan baru pada tahun 2016. Jumlah pelanggan Link Net per Desember 2015 sebanyak 890.000, terdiri dari televisi berbayar 433.000 dan internet 457.000. Perseroan lebih membidik pasar UKM sebagai pelanggan baru. Perseroan akan mengoptimalkan perluasan jaringan home passed di tiga kota utama yang menjadi pasar Link Net, yakni Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Kresna Graha Investama (KREN) melalui anak usahanya telah masuk bisnis Travel e-commerce platform & payment Aggregator dengan melakukan penyertaan 30% saham di PT Indo Corpora Investama (ICI) yang merupakan pemilik platform dari Paditrain, Padicit dan Padipay. ICI merupakan pelopor penyedia layanan pemesanan tiket kereta api lewat smartphone.
Soechi Lines (SOCI) telah mendirikan anak usaha baru yakni PT Lintas Samudra Maritim (LISM) pada 11 April 2016. Pendirian anak perusahaan ini merupakan operasional rutin perseroan untuk penambahan kapal.
Millenium Pharmacon International (SDPC) menandatangani perjanjian kerja sama distribusi pada 13 April 2016 dengan PT Marion Sam. Marion Sam adalah suatu perusahaan yang berkedudukan di Jakarta yang menghasilkan produk-produk OTC (Over The Counter)/Suplemen. Perjanjian kerja sama distribusi tersebut untuk pertama kali berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis setiao periode setahun berikutnya.
Anak usaha FKS Multi Agro (FISH) yakni PT Nusa Prima Logistik (NPLog) telah menandatangani Facility Agreement dengan Cooperatieve Rabbobank U.A Hong Kong branch senilai USD 21 juta. Perseroan selaku induk usaha melakukan penjaminan sesuai dengan Akta Jaminan Perusahaan pada 14 April. Nilai jaminan yang diberikan adalah secara proporsional sebesar persentase kepemilikan saham perseroan pada NPLog yakni 65% dan nilai jaminan hanya 21,6% dari ekuitas FISH. Jaminan tersebut diperlukan karena NPLog merupakan entitas perusahaan yang baru memulai operasi komersial sehingga belum mempunyai arus kas yang stabil untuk membayar kembali pinjaman.
GIC fund, perusahaan pengelolaan dana asal Singapura, telah melakukan investasi pertama di sektor logistik bermitra dengan Mega Manunggal Property (MMLP) untuk membangun gudang. Perusahaan akan membangun pergudangan tersebut di area sewa senilai 500.000 meter persegi yang berlokasi di Indonesia dalam 3 tahun ke depan dengan fokus pada aera Jakarta dan Surabaya. Namun GIC tidak menyebutkan nilai investasi dalam proyek tersebut.
Mahaka Radio Integra (MARI) mengalami pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 49,08% per Maret 2016 menjadi Rp 8,75 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 5,86 miliar. Pendapatan bersih naik menjadi Rp 21,79 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 18,90 miliar.
Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) meraih kenaikan laba per Desember 2015 menjadi Rp 122,38 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 17,01 miliar. Penghasilan naik menjadi Rp 111,64 miliar dari sebelumnya Rp 98,67 miliar di tahun 2014.
Dalam pertemuan G-20 di Washington DC, AS, pejabat bank sentral-bank sentral mencemaskan ekonomi dunia, dimana harga komoditas dan harga minyak dunia turun. Kondisi dari ekonomi global tersebut membuat IMF pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,2% dari sebelumnya 3,4%. Perlambatan ekonomi global kembali mengmabat bagi ekonomi Cina di 1Q2016 hanya tumbuh 6,7% YoY dari sebelumnya tumbuh 6,9% YoY. Sementara itu, pada pertemuan produsen minyak yang tergabung OPEC dan non OPEC pada hari Minggu kemarin gagal mencapai kesepakatan. Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran akan reaksi pasar. Muncul kekhawatiran pasar, terhadap sentimen diatas bagi perdagangan di Bursa Efek Indonesia pekan ini yang berpotensi menekan bagi pergerakan IHSG.
Perspektif tenikal
Support Level : 4798/4773/4752
Resistance Level : 4844/4864/4890
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
Close 3500, TP 3550
Boleh buy di level 3475-3500
Resistance di 3550 & support di 3445
Waspadai jika tembus di 3445
Batasi resiko di 3435
ASII: Trading Buy
Close 7675, TP 7800
Boleh buy di level 7600-7675
Resistance di 7800 & support di 7400
Waspadai jika tembus di 7400
Batasi resiko di 7350
UNTR : Trading Buy
Close 16250, TP 16425
Boleh buy di level 16150-16250
Resistance di 16425 & support di 15875
Waspadai jika tembus di 15875
Batasi resiko di 15700
KLBF: Trading Buy
Close 1420, TP 1455
Boleh buy di level 1405-1420
Resistance di 1455 & support di 1405
Waspadai jika tembus di 1405
Batasi resiko di 1395
ELSA: Trading Buy
Close 428, TP 440
Boleh buy di level 425-428
Resistance di 440 & support di 405
Waspadai jika tembus di 405
Batasi resiko di 302
CPIN: Trading Buy
Close 3715, TP 3760
Boleh buy di level 3700-3715
Resistance di 3760 & support di 3650
Waspadai jika tembus di 3650
Batasi resiko di 3640
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INCO, AALI, UNVR, KLBF, BSDE, ADHI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 15-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$41.05 (-0.45)
Gold-(troy oz) US$1,229.02 (1.09)
Nickel-(ton) US$8,995.00 (10.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (100.00)
Coal (Newc)/ton US$50.85 (-11.55)
CPO Mal/ton* MYR2,621.00 (-0.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,177.50 (-2.50)
*running
Agenda Pekan ini - 18 – 22 April 2016
RUPSLB
· ADRO - RUPST - 18-Apr-16
· CINT - RUPST - 18-Apr-16
· LEAD - RUPST - 18-Apr-16
· TRIS - RUPST - 18-Apr-16
· AGRO - RUPST - 20-Apr-16
· ASGR - RUPST - 20-Apr-16
· PTRO - RUPST/LB - 20-Apr-16
· TCID - RUPST - 21-Apr-16
· AUTO - RUPST - 21-Apr-16
· BTEK - RUPST/LB - 21-Apr-16
· TURI - RUPST/LB - 21-Apr-16
· TLKM - RUPST - 22-Apr-16
· BNII - RUPST - 22-Apr-16
· WOMF - RUPST/LB - 22-Apr-16
Dividend
· PGAS, Cash Dividend 91.32, cum 15 Apr-16, ex 18 Apr-16
· ADHI, Cash Dividend 26.22, cum 15 Apr-16, ex 18 Apr-16
· SMBR, Cash Dividend 9.00, cum 18 Apr-16, ex 19 Apr-16
· BBTN, Cash Dividend 34.95, cum 19 Apr-16, ex 20 Apr-16
· MPPA, Cash Dividend 26.00, cum 20 Apr-16, ex 21 Apr-16
Economic Calendar:
Senin, 18 April 2016:
· pertemuan International Monetary Fund (IMF)
· pidato anggota FOMC William Dudley
Selasa, 19 April 2016:
· data Current Account kawasan Euro bulan Pebruari 2016
· indeks ZEW Economic Sentiment kawasan Euro bulan April 2016
· data Building Permits dan Housing Starts AS bulan Maret 2016
· testimoni gubernur BoE Mark Carney didepan parlemen di London
Rabu, 20 April 2016:
· indeks harga Global Dairy Trade (GDT) (Berdampak tinggi pada NZD)
· indeks upah rata-rata di Inggris bulan Pebruari 2016 (3m/y)
· data Jobless Claims Inggris bulan Maret 2016
· data tingkat pengangguran di Inggris bulan Pebruari 2016
· data Existing Home Sales AS bulan Maret 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016
Kamis, 21 April 2016:
· data Retail Sales Inggris bulan Maret 2016
· hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan April 2016
· konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
· data Jobless Claims AS per 15 April 2016
· indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan April 2016
· indeks kepercayaan konsumen kawasan Euro versi Eurostat bulan April 2016
Jum’at, 15 April 2016:
· Pertemuan Eurogroup
· Pertemuan Economic and Financial Affairs Council (Ecofin)
· indeks Flash Manufacturing PMI Jerman bulan Maret 2016
· indeks Flash Manufacturing PMI kawasan Euro bulan Maret 2016
· indeks Flash Manufacturing PMI AS versi Markit bulan April 2016.
VAS
HEADLINE NEWS
J Resources Asia Pasific (PSAB) meraih kenaikan laba bersih per Desember 2015 sebesar 5,3% YoY menjadi USD 24,21 juta dibandingkan sebelumnya USD 22,99 juta. Penjualan naik menjadi USD 286,59 juta dari sebelumnya USD 280,17 juta.
First Media (KBLV) ekspansi bisnis bioskop melalui anak usaha PT Cinemaxx Global Pasifik dengan target mencapai 190 layar di 35 lokasi yang tersebar di 26 kota di Indonesia pada 2016, didukung oleh pangsa pasar bioskop di Indonesia masih sangat besar. Ekspansi bisnis bioskop akan relative cepat lantaran Cinemaxx telah menemukan standarisasi dan konsep untuk selanjutnya direplikasi di lokasi-lokasi lain di penjuru Indonesia. Ekspansi juga akan disinergikan dengan pengembangan aset properti.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) menganggarkan belanja modal pada 2016 sebesar Rp800 miliar-Rp900 miliar, lebih tinggi 20,5%-35,56% dari realisasi belanja modal tahun lalu. Sumber dana belanja modal berasal dari kas hasil operasional dan pinjaman bank. Perusahaan masih memiliki fasilitas revolving yang didapat pada 3 Juni 2015 sebesar Rp530 miliar dan US$10 juta. Belanja modal tahun ini akan digunakan untuk menambah menara dan kolokasi, menara kabel optic baru, dan memperbaharui lahan sewa dan izin yang jatuh tempo.
Bank Mega (MEGA) pada tahun ini akan mengambil langkah konservatif dalam menyalurkan kreditnya. Mega lebih menyasar debitur korporasi dengan lini bisnis yang beragam sebagai sasaran utama penyaluran kredit. Pirnsip tersebut akan dilakukan MEGA mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. Perusahaan akan lebih memilih menggaran segmen konglomerasi besar dengan berbagai bidang bisnis dan segmen ritel maupun konsumer. Hal ini dilakukan seiring upaya MEGA untuk menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank CIMB Niaga (BNGA) memutuskan untuk menggunakan seluruh laba bersih pada 2015 sebesar Rp427,9 miliar sebagai laba ditahan. CIMB akan berupaya secara optimal untuk menghadapi kondisi usaha yang penuh tantangan pada tahun ini. Beberapa upaya akan ditembuh diantaranya meningkatkan sinergi di semua lini, serta membangun kompetensi sumber daya manusia melalui penanaman budaya perusahaan secara konsisten. Perusahaan akan memperbaiki seluruh proses bisnis dengan strategi yang terstruktur, meningkatkan manajemen resiko, serta fokus pada pengembangan bisnis inti melalui model operasional yang sangat hati-hati dan terfokus.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan pembentukan perusahaan induk bagi BUMN bidang keuangan. Bank Negara Indoensia (BBNI) direncanakan akan mendapat pelimpahan aset anak usaha PT Danareksa, sedangkan aset PT Bahana akan dialihkan ke Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Proses pembentukan holding direncanakan rampung pada September 2016 dengan menempatkan Danareksa sebagai holding. Saat ini, Kementerian BUMN masih memfinalisasi kajian holding BUMN keuangan dan menunggu penerbitan peraturan pemerintah yang akan menjadi dasar hukum penunjukan Danareksa sebagai perusahaan holding.
Bank CIMB Niaga (BNGA) memperkirakan net interest margin (NIM) perusahaan dapat terjaga di level 5%. Untuk itu, perusahaan berusaha mengurangi cost of fund (biaya dana) dengan menaikkan porsi dana murah menjadi 50%. BNGA juga fokus ke segmen kredit small medium enterprise (SME) yang dinilai memiliki margin lebih baik. Segmen komersial dan korproasi masih menjadi salah satu bisnis inti perusahaan. Ke depan, perusahaan masih memprioritaskan bisnis SME atau usaha kecil dan menengah (UKM) serta konsumer untuk meningkatkan penyaluran kredit. Tahun ini, perusahaan lebih optimistis dengan prospek bisnis. Dari sisi loan, perusahaan meyakini total kredit perusahaan setidaknya dapat tumbuh di atas pencapaian tahun lalu atau sekitar di bawah 10%. Namun, pertumbuhan kredit perusahaan masih melambat hingga kuartal I/2016.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 289,73 per saham pada 18 Mei 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21-22 April 2016.
Garuda Indonesia (GIAA) menyatakan berminat terhadap tawaran pinjaman senilai USD 1 miliar dari lembaga pembiayaan asal Inggris, UK Export Credit and Finance Insurance (UK Export Finance). Pinjaman tersebut akan menjadi alternatif pendanaan eksternal selain obligasi global. Perseroan setidaknya membutuhkan dana sekitar USD 1 miliar untuk mendatangkan pesawat dalam periode lima hingga 10 tahun ke depan. GIAA menargetkan pendapatan tahun ini di atas USD 4 miliar.
Garuda Indonesia (GIAA) akan meningkatkan bisnis kargo udara. Akhir tahun ini, kontribusi kargo diharapkan sebesar 12% terhadap pendapatan dan dalam dua tahun ke depan menjadi 20%. Ke depan, perseroan berencana membentuk joint operation dan joint venture dengan beberapa institusi.
Garuda Indonesia (GIAA) mengalami penurunan laba bersih sebesar 91,03% YoY atau sebesar USD 1,02 juta dari pencapaian periode sama tahun sebelumnya USD 11,4 juta. Penurunan kinerja keuangan yang terjadi ini disebabkan adanya pembelian armada pesawat yang dilakukan awal tahun. Jumlah penumpang kuartal I-2016 untuk penerbangan domestik hanya sebesar 4.300 penumpang dan untuk internasional sebanyak 1.018 penumpang.
Bali Towerindo Sentra (BALI) memperoleh pinjaman sebesar Rp 95 miliar dari Bank Sinarmas (BSIM). Pinjaman sebesar Rp 75 miliar akan digunakan untuk membiayai pembangunan menara mikro seluler yang akan dibangun di seluruh Indonesia, khususnya daerah Jabodetabek. Jangka waktu fasilitas pinjaman tersebut 60 bulan termasuk grace period 12 bulan. Sementara itu, perseroan juga mendapatkan pinjaman sebesar Rp 20 miliar untuk pembelian dan pembayaran down payment komponen tower MCP maupun jaringan FTTH.
First Media (KBLV) pada tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp 800-900 miliar. Untuk tahun ini, perseroan akan lebih fokus menambah jaringan layar untuk bioskop anak usahanya atau yang lebih dikenal Cinemaxx.
Link Net (LINK) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 127,79 miliar atau Rp 42 per lembar saham dengan dividen payout ratio sebesar 20%. Sementara itu, perseroan berharap pendapatan dapat naik 15% pada tahun ini.
Bank Mega (MEGA) membagikan dividen sebesar Rp 526,35 miliar atau Rp 75,58 per lembar atas perolehan laba tahun lalu kepada pemegang saham. Pada 2015, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,05 triliun.
Blue Bird (BIRD) menurunkan tarif dasar taksi untuk buka pintu maupun per km mulai 16 April 2016 rata-rata 15%. Penurunan tarif itu untuk armada taksi reguler di area Jabodetabek dengan penyesuaian buka pintu dari Rp 7.500 menjadi Rp 6.500 dan tarif per km dari Rp 4.000 per km menjadi Rp 3.500 per km. Sedangkan tarif waktu tunggu dari Rp 48.000 per jam menjadi Rp 42.000 per jam.
Pefindo memberikan peringkat A- kepada PP Properti (PPRO) dengan prospek stabil. Hal ini mengindikasikan posisi yang kuat dengan dukungan dari induk usahanya, Pembangunan Perumahan (PTPP). Selain itu, PPRO dinilai memiliki aset berkualitas. PPRO juga memiliki lokasi proyek yang strategis dan terdiversifikasi.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Link Net (LINK) menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 127,7 miliar atau Rp 42 per saham. Dividen akan dibayarkan secepatnya, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laba bersih Perseroan tahun 2015 juga akan dialokasikan untuk dana cadangan dan dibukukan sebagai laba ditahan. Hal itu guna mendukung ekspansi Link Net ke depan.
Link Net (LINK) di kuartal I 2016 telah merealisasikan sekitar 25% dari total belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dianggarkan pada tahun 2016 sebesar Rp 900 miliar - Rp 1 triliun yaitu sekitar Rp 237,5 miliar - 250 miliar. Dana capex hingga Rp 1 triliun itu berasal dari kas internal perusahaan. Dana tersebut akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis, yaitu menambah jaringan rute rumah yang dilewati (homes passed) sebanyak 120-150 ribu, modernisasi jaringan, sehingga dapat mengakomodasi 90 ribu pelanggan. Perseroan akan mendorong pertumbuhan melalui segmen residensial dan korporasi. Residensial dengan cara memperluas cakupan jaringan ke area yang mempunyai penetrasi yang tinggi seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Link Net (LINK) menargetkan penambahan 90.000 pelanggan baru pada tahun 2016. Jumlah pelanggan Link Net per Desember 2015 sebanyak 890.000, terdiri dari televisi berbayar 433.000 dan internet 457.000. Perseroan lebih membidik pasar UKM sebagai pelanggan baru. Perseroan akan mengoptimalkan perluasan jaringan home passed di tiga kota utama yang menjadi pasar Link Net, yakni Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Kresna Graha Investama (KREN) melalui anak usahanya telah masuk bisnis Travel e-commerce platform & payment Aggregator dengan melakukan penyertaan 30% saham di PT Indo Corpora Investama (ICI) yang merupakan pemilik platform dari Paditrain, Padicit dan Padipay. ICI merupakan pelopor penyedia layanan pemesanan tiket kereta api lewat smartphone.
Soechi Lines (SOCI) telah mendirikan anak usaha baru yakni PT Lintas Samudra Maritim (LISM) pada 11 April 2016. Pendirian anak perusahaan ini merupakan operasional rutin perseroan untuk penambahan kapal.
Millenium Pharmacon International (SDPC) menandatangani perjanjian kerja sama distribusi pada 13 April 2016 dengan PT Marion Sam. Marion Sam adalah suatu perusahaan yang berkedudukan di Jakarta yang menghasilkan produk-produk OTC (Over The Counter)/Suplemen. Perjanjian kerja sama distribusi tersebut untuk pertama kali berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis setiao periode setahun berikutnya.
Anak usaha FKS Multi Agro (FISH) yakni PT Nusa Prima Logistik (NPLog) telah menandatangani Facility Agreement dengan Cooperatieve Rabbobank U.A Hong Kong branch senilai USD 21 juta. Perseroan selaku induk usaha melakukan penjaminan sesuai dengan Akta Jaminan Perusahaan pada 14 April. Nilai jaminan yang diberikan adalah secara proporsional sebesar persentase kepemilikan saham perseroan pada NPLog yakni 65% dan nilai jaminan hanya 21,6% dari ekuitas FISH. Jaminan tersebut diperlukan karena NPLog merupakan entitas perusahaan yang baru memulai operasi komersial sehingga belum mempunyai arus kas yang stabil untuk membayar kembali pinjaman.
GIC fund, perusahaan pengelolaan dana asal Singapura, telah melakukan investasi pertama di sektor logistik bermitra dengan Mega Manunggal Property (MMLP) untuk membangun gudang. Perusahaan akan membangun pergudangan tersebut di area sewa senilai 500.000 meter persegi yang berlokasi di Indonesia dalam 3 tahun ke depan dengan fokus pada aera Jakarta dan Surabaya. Namun GIC tidak menyebutkan nilai investasi dalam proyek tersebut.
Mahaka Radio Integra (MARI) mengalami pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 49,08% per Maret 2016 menjadi Rp 8,75 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 5,86 miliar. Pendapatan bersih naik menjadi Rp 21,79 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 18,90 miliar.
Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) meraih kenaikan laba per Desember 2015 menjadi Rp 122,38 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 17,01 miliar. Penghasilan naik menjadi Rp 111,64 miliar dari sebelumnya Rp 98,67 miliar di tahun 2014.











0 comments:
Posting Komentar