Everyone Can Trade

JustForex

Jumat, 18 Maret 2016

View Market IHSG 18Maret16

Prediksi IHSG;
Nilai rupiah terapresiasi hingga ke Rp 13.047/USD, sebelum keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur kemarin.  Bank Indonesia menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,75% dari sebelumnya 7%.  Hal itu sesuai dengan ekspektasi pasar.  Sedang lending rate dan deposit rate turun 25 bps menjadi masing-masing 7,25% dan 4,75%.  Suku bunga rendah akan membantu tujuan mencapai suku bunga pinjaman bank ke single digit.  Apresiasi rupiah dan bursa saham dikarenakan keputusan The Federal Reserve dalam FOMC yang mempertahankan Fed Rate di kisaran 0,25%-0,5%. Katalis positif lainnya bagi pasar, sentimen individual emiten, seperti kinerja keuangan dan rencana bisnis.  Kendati, faktor positif masih potensial mendukung indeks ke zona hijau. Namun secara teknis IHSG sudah berada di ruang jenuh beli, rawan technical correction bagi indeks pada hari ini. 
 
Perspektif tenikal
Support Level : 4870/4855/4840
Resistance Level : 4901/4916/4931
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to Down
 
 
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
 
LSIP: Trading Buy
 Close 1760, TP 1800
 Boleh buy di level 1750-1760
 Resistance di 1800 & support di 1715
 Waspadai jika tembus di 1715
 Batasi resiko di 1705
 
WSKT: Trading Buy
 Close 1965, TP 2000
 Boleh buy di level  1950-1965
 Resistance di 2000 & support di 1920
 Waspadai jika tembus di 1920
 Batasi resiko di 1910
 
PTBA : Trading Buy
 Close 7000, TP 7200
 Boleh buy di level  6900-7000
 Resistance di 7200 & support di 6700
 Waspadai jika tembus di 6700
 Batasi resiko di 6675
 
ELSA:  Trading Buy
 Close 364, TP 385
 Boleh buy di level  360-364
 Resistance di 385 & support di 340
 Waspadai jika tembus di 340
 Batasi resiko di 337
 
BSDE:  Trading Buy
 Close 1875, TP 1925
 Boleh buy di level  1865-1875
 Resistance di 1925 & support di 1840
 Waspadai jika tembus di 1840
 Batasi resiko di 1830
 
BBKP:  Trading Buy
 Close 615, TP 640
 Boleh buy di level  605-615
 Resistance di 640 & support di 590
 Waspadai jika tembus di 590
 Batasi resiko di 580
 
Ket.  TP : Target Price
 
 
WATCHING ON SCREEN;
WIKA, PTPP, ADHI, INDF, INTP.
 
(Disclaimer ON)
 
Commodities Price: 17-Mar-16
 Crude Oil-(barel) US$39.16  (0.70)
 Gold-(troy oz) US$1,270.61  (8.08)
 Nickel-(ton) US$8,600.00  (45.00)
 Tin-(ton) US$16,705.00  (-150.00)
 Coal (Newc)/ton US$51.60  (-10.80)
 CPO Mal/ton* MYR2,513.00 (-11.00)
 
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,075.00 (-192.00)
*running 
 
Agenda hari ini  - Jumat, 18 Maret 2016
RUPSLB
 RIMO RUPSLB
 GMTD RUPSLB
 
Economic Calendar:
 Notulen meeting BoJ
 Pidato anggota FOMC William Dudley
 Indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan Maret 2016
 Pidato anggota FOMC Eric Rosengren
 
 
VAS
HEADLINE NEWS
 
Tunas Ridean (TURI) tahun ini menargetkan dapat meraih pertumbuhan pendapatan dan laba di kisaran 5% hingga 10% dari tahun lalu. Pada 2015, pendapatan bersih yang diraih mencapai Rp10,15 triliun. Adapun, untuk laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dibukukan TURI pada tahun lalu mencapai Rp291,14 miliar. Pertumbuhan kinerja didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari tahun lalu, didorong oleh kebijakan pemerintah yang sudah dikeluarkan sejak tahun lalu.
 
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) memproyeksikan kontribusi penyaluran kredit di sektor pertanian dan agrobisnis dapat meningkat hingga 12% pada tahun ini. Saat ini, kontirbusi penyaluran kredit di sektor tersebut di bawah 10%. Untuk itu, BJTM akan lebih banyak melakukan kerjasama dengan perusahaan agrobisnis agar penyaluran kredit bisa tercapai. Saat ini, BJTM telah bekerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) mengembangkan skema Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dan PTPN XI. Nilai kredit yang disiapkan untuk PTPN X dan XI mencapai Rp300 miliar, dengan rerata kredit setiap koperasi di pabrik gula sekitar Rp20-30 miliar.
 
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membuka peluang untuk menjadi partner strategis bagi bank-bank pembangunan daerah yang ingin memperkuat profil perusahaan di industri perbankan nasional. Setelah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng), perusahaan tertarik melakukan hal serupa pada bank pembangunan daerah (BPD) lainnya. Secara umum, MoU dengan Bank Jateng dilakukan dalam rangka kerja sama pengembangan bisnis antara kedua belah pihak. Kerjasama dilakukan dalam bentuk operasional, pengembangan teknologi, infrastruktur dan sumber daya manusia. Selain itu, ke depannya kerja sama ini pun dimungkinkan berkembang hingga ke bisnis permodalan.
 
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) memperkuat komitmen kemitraan dengan salah satu pemegang saham perusahaan, International Finance Corporation, meski belum ada pembicaraan lebih lanjut terkait mitra strategis PT BTPN Syariah. Sebelumnya, IFC mengaku berminat melakukan investasi di empat bank syariah Indonesia, antara lain PT Bank Muamalat Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, unit usaha syariah (UUS) Bank Danamon Indonesia (BDMN), dan BTPN Syariah. Selain itu, hubungan antara IFC dengan BTPN sudah cukup erat, dibuktikan dengan kerja sama seperti, rencana bisnis bank nirkantor dan pembiayaan mikro maupun pertanian. Hingga saat ini, IFC sudah memberikan pinjaman sekitar Rp2-3 triliun kepada BTPN.
 
Bank Negara Indonesia (BBNI) memproyeksikan kredit korporasi pada kuartal I/2016 dapat mencapai Rp154,7 triliun pada tahun ini. Porsi sektor infrastruktur mendominasi sebesar 41% dalam kredit korporasi perusahaan tahun ini. Sepanjang kuartal I/2016, kredit korporasi diproyeksikan tumbuh 30% menjadi Rp154,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun, sektor infrastruktur yang paling dominan menyasar kepada perusahaan yang di bidang pembangkit listrik, jalan tol, minyak dan gas, dan telekomunikasi. Khusus untuk kredit korporasi sektor infrastruktur melonjak pada tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp74 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu senilai Rp48,5 triliun. Detailnya, perusahaan memberikan porsi paling besar kepada korporasi di bidang pembangkit listrik sebanyak 27%, jalan tol 21%, minyak dan gas 19% dan telekomunikasi 15%. Selain tiga bidang itu, perusahaan juga menyalurkan kredit ke perusahaan yang bergerak di bidang pelabuhan, bandara dan kemaritiman.
 
Krakatau Steel (KRAS) menghentikan sementara fasilitas produksi hulu baja, electric arc furnace, untuk meningkatkan daya saing di tengah harga baja yang rendah serta tingginya harga gas alam Indonesia. Saat ini, perusahaan mengimpor produk setengah jadi untuk kembali diproduksi menjadi produk hilir bernilai tambah dan berdaya saing. Kebijakan ini merespons perkembangan pasar global. Namun, dengan adanya pabrik blast furnace baru, KRAS meyakini dapat menurunkan biaya dan meningkatkan produktivitas. Tingginya harga gas alam yang didapatkan perusahaan menyebabkan fasilitas produksi hulu baja tidak dapat bersaing dengan produk impor dari China.
 
Krakatau Steel (KRAS) optimistis tahun ini penjualan dapat meningkat 41% menjadi 2,7 ton. Untuk meningkatkan efisiensi, perusahaan berupaya memperbesar kapasitas serta meningkatkan produktivitas produksi melalui otomasi. Adapun, kapasitas terpasang KRAS sampai saat ini seperti HRC, CRC, wire rod dan lainnya sejumlah 3,15 juta ton per tahun. Selain itu, harga baja sejak minggu kedua Maret sudah membaik. Untuk meningkatkan daya saing, tahun ini pabrik blast furnace yang mampu mengurangi ongkos produksi slab hingga US$60 per ton dari efisiensi energi hignga 100 Megawatt per hari akan selesai.
 
Krakatau Steel (KRAS) menargetkan laba bersih sejumlah US$69 juta di 2016, didorong oleh peningkatkan volume penjualan sebesar 41% dan perbaikan kinerja anak usaha. Posisi laba bersih tersebut tidak memperhitungkan kontribusi dari PT Krakatau Posco yang sepanjang tahun lalu menderita kerugian US$106,25 juta. Adapun, KRAS mempersiapkan belanja modal sebanyak US$403,1 juta tahun ini untuk penyelesaian beberapa proyek strategis a.l pabrik blast furnice dan pabrik hot strip mill (HSM) 2.
 
Tiphone Mobile (TELE) alami kenaikan laba bersih sebesar 19,07% per Desember 2015 menjadi Rp370,35 miliar dan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp311,03 miliar. Adapun, pendapatan naik menjadi Rp22,04 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya Rp14,58 triliun dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp20,83 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp13,77 triliun. Laba kotor naik menjadi Rp1,20 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp819,16 miliar. Laba usaha naik menjadi Rp776,26 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp540,86 miliar. Total aset per Desember 2015 menjadi Rp7,12 triliun, naik dari total aset per Desember 2014 sebesar Rp5,01 triliun
 
Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) mengalami penurunan laba bersih sebesar 17,65% YoY menjadi Rp 4,35 triliun pada 2015. Pendapatan turun menjadi Rp 17,79 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 19,99 triliun.
 
Krakatau Steel (KRAS) optimistis mampu membukukan laba bersih sebesar USD 69 juta tahun ini, jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang membukukan rugi bersih sebesar USD 320 juta. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 20%. Untuk menekan kerugian, KRAS akan melakukan restrukturisasi terhadap anak-anak usaha. Selain itu, perseroan berupaya meningkatkan kontribusi non baja, seperti memaksimalkan aset-aset yang tidur di area sekitar pelabuhan milik perseroan di Cirebon. KRAS berupaya meningkatkan volume penjualan sebesar 41% YoY menjadi 2,7 juta ton tahun ini.
 
XL Axiata (EXCL) menargetkan lini layanan digital dapat berkontribusi sekitar 7% dari total pendapatan pada 2018 dari saat ini sekitar 4%. Lini digital yang akan ditingkatkan sebagai penopang pemasukan di antaranya mobile advertising, machine to machine (M2M) atau internet of things (IoT), serta XL tunai lewat mobile payment. 
 
Anabatic Technologies (ATIC) akan mengakuisisi dua perusahaan teknologi informasi tahun ini. Perseroan akan mengakuisisi satu perusahaan di Malaysia. ATIC akan menyiapkan dana sebesar Rp 140 miliar untuk akuisisi dua perusahaan tersebut. ATIC berencana untuk menjadi pemegang saham mayoritas. Selain kawasan Asia Tenggara, perseroan juga berencana ekspansi ke Jepang.
 
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) siap memperkuat modal bila masuk ke dalam kelompok bank-bank berdampak sistemik, yang akan ditetapkan OJK. Dari segi CAR, perseroan dalam kondisi yang memadai dengan CAR berada pada level 23,8% pada 2015.
 
Bank Central Asia (BBCA) kembali menghadirkan inovasi terbaru dari produk layanan perbankan berbasis transaksi elektronik Sakuku. Bila sebelumnya nasabah dapat menggunakan Sakuku untuk mengisi pulsa untuk pribadi, untuk orang lain, maupun permintaan pulsa dan membayar belanja di merchant online maupun merchant fisik, saat ini Sakuku Plus memungkinkan split bill dengan membagikan tagihan transaksi pembayaran kepada sesama pengguna Sakuku Plus. Selain itu, nasabah dapat tetap menarik saldo Sakuku Plus di ATM BCA terdekat. 
 
Visi Media Asia (VIVA) tahun ini berencana melakukan refinancing utang berdenominasi dolar AS senilai USD 166 juta. Refinancing akan meningkatkan cash flow karena penurunan bunga dan dapat menurunkan risiko nilai tukar Rupiah. Dengan refinancing utang ke Rupiah, perseroan akan mendapatkan keuntungan hingga sebesar Rp 200 miliar, karena hilangnya risiko nilai tukar. Tahun ini, VIVA menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,55 triliun dengan EBITDA margin sebesar 40%.
 
Visi Media Asia (VIVA) juga berencana menjadi partner yang mau menjadi pemegang saham anak usahanya, Intermedia Capital (MDIA). Perseroan membuka peluang bagi perusahaan yang mau memiliki 10-30% saham MDIA. VIVA juga berencana untuk menjadi partner pelaku usaha digital di Indonesia dalam lima tahun mendatang.
 
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Semen Indonesia (SMGR) membuka pabrik di Indonesia bagian Timur. Semen Indonesia dengan PT Samana Citra Indonesia membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Semen Indonesia Aceh. Pembentukan perusahaan patungan itu sebagai upaya pembangunan pabrik semen di Kecamatan Batee dan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh di lahan seluas 1.500 ha berkapasitas 3 juta ton per tahun. Semen Indonesia memiliki mayoritas saham sebesar 72,5%, sedangkan Samana Citra Indonesia sebesar 12,5%. Nilai investasi untuk pabrik baru di Aceh ini sekitar Rp 5 triliun. Dana pembangunan berasal dari kas internal Semen Indonesia dan sebagian berasal dari pinjaman perbankan. Proyek ini direncanakan dimulai tahun 2016 dan diharapkan beroperasi pada tahun 2020. Pabrik semen ini akan memenuhi kebutuhan semen di wilayah Sumatera khususnya Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Perseroan menilai bahwa daerah pantai timur Sumatera memiliki potensi pertumbuhan konsumsi semen yang tinggi. 
 
Perusahaan Gas Negara (PGAS) membukukan laba bersih tahun 2015 sebesar USD 401,19 juta. Pendapatan bersih tahun 2015 tercatat USD 3,07 miliar dan laba operasi USD 565,49 juta serta EBITDA USD 941,08 juta. Selama tahun 2015 PGAS menyalurkan gas bumi sebanyak 1591 mmscfd yang terdiri dari volume gas distribusi sbanyak 802 mmscfd dan volume transmisi sebanyak 789 mmscfd. PGAS juga menyelesaikan pembangunan infrastruktur gas bumi, baik pembangunan pipa distribusi maupun pipa transmisi sepanjang lebih dari 800 km di wilayah eksisting dan wilayah baru. Pada tahun 2015 PGAS telah menyelesaikan priyek pipa transmisi gas bumi Kalija I sepanjang lebih dari 200 km.
 
Pemerintah menyayangkan bergabungnya Astra Agro Lestari (AALI) dalam Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP). Padahal skema IPOP dinilai sangat memberatkan petani sawit dan persyaratannya melampaui aturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah tidak bisa bersikap tegas terhadap keberadaan IPOP, karena kesepakatan yang dibangun IPOP adalah bersifat business to business . 
 
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) meraih pendapatan Rp 23 triliun di tahun 2015 dari bisnis teknologi informasi (ICT) di segmen high end market atau tumbuh 30% YoY. Rata-rata pertumbuhan industri ICT di segmen high end market Indonesia sebesar 12%. Konsumen di segmen ini meliputi perusahaan, pemerintah, dan UKM. Sebagian besar pendapatan tersebut dikontribusi oleh pencapaian pendapatan dari segmen enterprise, yakni sebesar 69%. Pendapatan enterprise tumbuh 27% di banding 2014. Pendapatan dari segmen Small Medium Enterprise (SME) berkontribusi sebesar 20% atau tumbuh 70% dibanding 2014. Sementara kontribusi dari segmen Government sebesar 11%  terhadap pendapatan ICT di segmen high end market, tumbuh 20% dibanding tahun lalu. Portofolio broadband connectivity  di tahun 2015 tumbuh sebesar 10% terhadap tahun 2014. Portofolio bisnis ini mengkontribusi 29% pendapatan di segmen High End Market. AT Kearney memproyeksikan pertumbuhan industri ICT di segmen High End Market tahun 2016 mencapai 15%.
 
Impack Pratama (IMPC) memberi pinjaman kepada anak usaha yaitu Impack Vietnam Company Co. Ltd. sebesar USD 500.000. Jangka waktu pinjaman selama 11 bulan sejak pencairan pinjaman dengan  bunga 4% per tahun. Pinjaman ini akan dicairkan secara bertahap. Impack Vietnam akan menggunakan pinjaman ini untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.
Share:

1 komentar:

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.

    Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan
    Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.
    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com

    Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.

    Sepatah kata cukup untuk orang bijak.

    BalasHapus

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured