Prediksi IHSG;
Nilai
rupiah terapresiasi hingga ke Rp 13.047/USD, sebelum keputusan
kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur
kemarin.
Bank Indonesia menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,75% dari sebelumnya 7%. Hal itu sesuai
dengan ekspektasi pasar. Sedang lending rate dan deposit rate turun 25 bps menjadi masing-masing 7,25% dan 4,75%.
Suku bunga rendah akan membantu tujuan mencapai suku bunga pinjaman bank ke single digit. Apresiasi
rupiah
dan bursa saham dikarenakan keputusan The Federal Reserve dalam FOMC
yang mempertahankan Fed Rate di kisaran 0,25%-0,5%. Katalis positif
lainnya bagi pasar, sentimen individual emiten, seperti kinerja keuangan
dan rencana bisnis.
Kendati, faktor
positif masih potensial mendukung indeks ke zona hijau. Namun secara
teknis IHSG sudah berada di ruang jenuh beli, rawan technical correction
bagi indeks pada hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4870/4855/4840
Resistance Level : 4901/4916/4931
Major Trend : Down
Pattern : Up to Down
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
LSIP: Trading Buy
Close 1760,
TP 1800
Boleh buy di level 1750-1760
Resistance di 1800
& support di 1715
Waspadai jika tembus di 1715
Batasi resiko di 1705
WSKT: Trading Buy
Close 1965,
TP 2000
Boleh buy di level
1950-1965
Resistance di 2000
& support di 1920
Waspadai jika tembus di 1920
Batasi resiko di 1910
PTBA : Trading Buy
Close 7000,
TP 7200
Boleh buy di level
6900-7000
Resistance di 7200
& support di 6700
Waspadai jika tembus di 6700
Batasi resiko di 6675
ELSA: Trading Buy
Close 364,
TP 385
Boleh buy di level 360-364
Resistance di 385
& support di 340
Waspadai jika tembus di 340
Batasi resiko di 337
BSDE: Trading Buy
Close 1875,
TP 1925
Boleh buy di level 1865-1875
Resistance di 1925
& support di 1840
Waspadai jika tembus di 1840
Batasi resiko di 1830
BBKP: Trading Buy
Close 615,
TP 640
Boleh buy di level 605-615
Resistance di 640
& support di 590
Waspadai jika tembus di 590
Batasi resiko di 580
Ket. TP
: Target Price
WIKA, PTPP, ADHI, INDF, INTP.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 17-Mar-16
Crude Oil-(barel)
US$39.16 (0.70)
Gold-(troy
oz) US$1,270.61 (8.08)
Nickel-(ton)
US$8,600.00 (45.00)
Tin-(ton)
US$16,705.00 (-150.00)
Coal
(Newc)/ton US$51.60 (-10.80)
CPO
Mal/ton* MYR2,513.00 (-11.00)
Foreign Exchange
*running
Agenda hari ini -
Jumat, 18 Maret 2016
RUPSLB
RIMO
– RUPSLB
GMTD
– RUPSLB
Economic Calendar:
Notulen meeting BoJ
Pidato anggota FOMC William Dudley
Indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan
Maret 2016
Pidato anggota FOMC Eric Rosengren
VAS
HEADLINE NEWS
Tunas
Ridean (TURI) tahun ini menargetkan dapat meraih pertumbuhan pendapatan
dan laba di kisaran 5% hingga 10% dari tahun lalu. Pada 2015,
pendapatan bersih yang diraih mencapai
Rp10,15 triliun. Adapun, untuk laba yang diatribusikan kepada pemilik
entitas induk yang dibukukan TURI pada tahun lalu mencapai Rp291,14
miliar. Pertumbuhan kinerja didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih
baik dari tahun lalu, didorong oleh kebijakan
pemerintah yang sudah dikeluarkan sejak tahun lalu.
Bank
Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) memproyeksikan kontribusi
penyaluran kredit di sektor pertanian dan agrobisnis dapat meningkat
hingga 12% pada tahun ini. Saat ini, kontirbusi
penyaluran kredit di sektor tersebut di bawah 10%. Untuk itu, BJTM akan
lebih banyak melakukan kerjasama dengan perusahaan agrobisnis agar
penyaluran kredit bisa tercapai. Saat ini, BJTM telah bekerjasama dengan
PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) mengembangkan
skema Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dan PTPN XI. Nilai kredit
yang disiapkan untuk PTPN X dan XI mencapai Rp300 miliar, dengan rerata
kredit setiap koperasi di pabrik gula sekitar Rp20-30 miliar.
Bank
Rakyat Indonesia (BBRI) membuka peluang untuk menjadi partner strategis
bagi bank-bank pembangunan daerah yang ingin memperkuat profil
perusahaan di industri perbankan nasional.
Setelah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU)
dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng), perusahaan
tertarik melakukan hal serupa pada bank pembangunan daerah (BPD)
lainnya. Secara umum, MoU dengan Bank Jateng dilakukan
dalam rangka kerja sama pengembangan bisnis antara kedua belah pihak.
Kerjasama dilakukan dalam bentuk operasional, pengembangan teknologi,
infrastruktur dan sumber daya manusia. Selain itu, ke depannya kerja
sama ini pun dimungkinkan berkembang hingga ke bisnis
permodalan.
Bank
Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) memperkuat komitmen kemitraan dengan
salah satu pemegang saham perusahaan, International Finance
Corporation, meski belum ada pembicaraan
lebih lanjut terkait mitra strategis PT BTPN Syariah. Sebelumnya, IFC
mengaku berminat melakukan investasi di empat bank syariah Indonesia,
antara lain PT Bank Muamalat Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, unit
usaha syariah (UUS) Bank Danamon Indonesia (BDMN),
dan BTPN Syariah. Selain itu, hubungan antara IFC dengan BTPN sudah
cukup erat, dibuktikan dengan kerja sama seperti, rencana bisnis bank
nirkantor dan pembiayaan mikro maupun pertanian. Hingga saat ini, IFC
sudah memberikan pinjaman sekitar Rp2-3 triliun kepada
BTPN.
Bank
Negara Indonesia (BBNI) memproyeksikan kredit korporasi pada kuartal
I/2016 dapat mencapai Rp154,7 triliun pada tahun ini. Porsi sektor
infrastruktur mendominasi sebesar 41%
dalam kredit korporasi perusahaan tahun ini. Sepanjang kuartal I/2016,
kredit korporasi diproyeksikan tumbuh 30% menjadi Rp154,7 triliun
dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun, sektor
infrastruktur yang paling dominan menyasar kepada perusahaan
yang di bidang pembangkit listrik, jalan tol, minyak dan gas, dan
telekomunikasi. Khusus untuk kredit korporasi sektor infrastruktur
melonjak pada tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp74 triliun
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu senilai
Rp48,5 triliun. Detailnya, perusahaan memberikan porsi paling besar
kepada korporasi di bidang pembangkit listrik sebanyak 27%, jalan tol
21%, minyak dan gas 19% dan telekomunikasi 15%. Selain tiga bidang itu,
perusahaan juga menyalurkan kredit ke perusahaan
yang bergerak di bidang pelabuhan, bandara dan kemaritiman.
Krakatau
Steel (KRAS) menghentikan sementara fasilitas produksi hulu baja,
electric arc furnace, untuk meningkatkan daya saing di tengah harga baja
yang rendah serta tingginya harga
gas alam Indonesia. Saat ini, perusahaan mengimpor produk setengah jadi
untuk kembali diproduksi menjadi produk hilir bernilai tambah dan
berdaya saing. Kebijakan ini merespons perkembangan pasar global. Namun,
dengan adanya pabrik blast furnace baru, KRAS
meyakini dapat menurunkan biaya dan meningkatkan produktivitas.
Tingginya harga gas alam yang didapatkan perusahaan menyebabkan
fasilitas produksi hulu baja tidak dapat bersaing dengan produk impor
dari China.
Krakatau
Steel (KRAS) optimistis tahun ini penjualan dapat meningkat 41% menjadi
2,7 ton. Untuk meningkatkan efisiensi, perusahaan berupaya memperbesar
kapasitas serta meningkatkan
produktivitas produksi melalui otomasi. Adapun, kapasitas terpasang KRAS
sampai saat ini seperti HRC, CRC, wire rod dan lainnya sejumlah 3,15
juta ton per tahun. Selain itu, harga baja sejak minggu kedua Maret
sudah membaik. Untuk meningkatkan daya saing, tahun
ini pabrik blast furnace yang mampu mengurangi ongkos produksi slab
hingga US$60 per ton dari efisiensi energi hignga 100 Megawatt per hari
akan selesai.
Krakatau
Steel (KRAS) menargetkan laba bersih sejumlah US$69 juta di 2016,
didorong oleh peningkatkan volume penjualan sebesar 41% dan perbaikan
kinerja anak usaha. Posisi laba bersih
tersebut tidak memperhitungkan kontribusi dari PT Krakatau Posco yang
sepanjang tahun lalu menderita kerugian US$106,25 juta. Adapun, KRAS
mempersiapkan belanja modal sebanyak US$403,1 juta tahun ini untuk
penyelesaian beberapa proyek strategis a.l pabrik blast
furnice dan pabrik hot strip mill (HSM) 2.
Tiphone
Mobile (TELE) alami kenaikan laba bersih sebesar 19,07% per Desember
2015 menjadi Rp370,35 miliar dan laba bersih tahun sebelumnya yang
sebesar Rp311,03 miliar. Adapun, pendapatan
naik menjadi Rp22,04 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya Rp14,58
triliun dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp20,83 triliun
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp13,77 triliun. Laba kotor naik
menjadi Rp1,20 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya
Rp819,16 miliar. Laba usaha naik menjadi Rp776,26 miliar dari laba usaha
tahun sebelumnya Rp540,86 miliar. Total aset per Desember 2015 menjadi
Rp7,12 triliun, naik dari total aset per Desember 2014 sebesar Rp5,01
triliun
Indocement
Tunggal Prakarsa (INTP) mengalami penurunan laba bersih sebesar 17,65%
YoY menjadi Rp 4,35 triliun pada 2015. Pendapatan turun menjadi Rp 17,79
triliun dibandingkan tahun
sebelumnya Rp 19,99 triliun.
Krakatau
Steel (KRAS) optimistis mampu membukukan laba bersih sebesar USD 69
juta tahun ini, jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang membukukan
rugi bersih sebesar USD 320 juta.
Perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan
sebesar 20%. Untuk menekan kerugian, KRAS akan melakukan restrukturisasi
terhadap anak-anak usaha. Selain itu, perseroan berupaya meningkatkan
kontribusi non baja, seperti memaksimalkan aset-aset
yang tidur di area sekitar pelabuhan milik perseroan di Cirebon. KRAS
berupaya meningkatkan volume penjualan sebesar 41% YoY menjadi 2,7 juta
ton tahun ini.
XL
Axiata (EXCL) menargetkan lini layanan digital dapat berkontribusi
sekitar 7% dari total pendapatan pada 2018 dari saat ini sekitar 4%.
Lini digital yang akan ditingkatkan sebagai
penopang pemasukan di antaranya mobile advertising, machine to machine
(M2M) atau internet of things (IoT), serta XL tunai lewat mobile
payment.
Anabatic
Technologies (ATIC) akan mengakuisisi dua perusahaan teknologi
informasi tahun ini. Perseroan akan mengakuisisi satu perusahaan di
Malaysia. ATIC akan menyiapkan dana sebesar
Rp 140 miliar untuk akuisisi dua perusahaan tersebut. ATIC berencana
untuk menjadi pemegang saham mayoritas. Selain kawasan Asia Tenggara,
perseroan juga berencana ekspansi ke Jepang.
Bank
Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) siap memperkuat modal bila masuk ke
dalam kelompok bank-bank berdampak sistemik, yang akan ditetapkan OJK.
Dari segi CAR, perseroan dalam
kondisi yang memadai dengan CAR berada pada level 23,8% pada 2015.
Bank
Central Asia (BBCA) kembali menghadirkan inovasi terbaru dari produk
layanan perbankan berbasis transaksi elektronik Sakuku. Bila sebelumnya
nasabah dapat menggunakan Sakuku
untuk mengisi pulsa untuk pribadi, untuk orang lain, maupun permintaan
pulsa dan membayar belanja di merchant online maupun merchant fisik,
saat ini Sakuku Plus memungkinkan split bill dengan membagikan tagihan
transaksi pembayaran kepada sesama pengguna Sakuku
Plus. Selain itu, nasabah dapat tetap menarik saldo Sakuku Plus di ATM
BCA terdekat.
Visi
Media Asia (VIVA) tahun ini berencana melakukan refinancing utang
berdenominasi dolar AS senilai USD 166 juta. Refinancing akan
meningkatkan cash flow karena penurunan bunga
dan dapat menurunkan risiko nilai tukar Rupiah. Dengan refinancing utang
ke Rupiah, perseroan akan mendapatkan keuntungan hingga sebesar Rp 200
miliar, karena hilangnya risiko nilai tukar. Tahun ini, VIVA menargetkan
pendapatan sebesar Rp 2,55 triliun dengan
EBITDA margin sebesar 40%.
Visi
Media Asia (VIVA) juga berencana menjadi partner yang mau menjadi
pemegang saham anak usahanya, Intermedia Capital (MDIA). Perseroan
membuka peluang bagi perusahaan yang mau
memiliki 10-30% saham MDIA. VIVA juga berencana untuk menjadi partner
pelaku usaha digital di Indonesia dalam lima tahun mendatang.
Kementerian
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Semen Indonesia (SMGR) membuka
pabrik di Indonesia bagian Timur. Semen Indonesia dengan PT Samana Citra
Indonesia membentuk perusahaan
patungan (joint venture) bernama PT Semen Indonesia Aceh. Pembentukan
perusahaan patungan itu sebagai upaya pembangunan pabrik semen di
Kecamatan Batee dan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh di lahan
seluas 1.500 ha berkapasitas 3 juta ton per tahun.
Semen Indonesia memiliki mayoritas saham sebesar 72,5%, sedangkan Samana
Citra Indonesia sebesar 12,5%. Nilai investasi untuk pabrik baru di
Aceh ini sekitar Rp 5 triliun. Dana pembangunan berasal dari kas
internal Semen Indonesia dan sebagian berasal dari
pinjaman perbankan. Proyek ini direncanakan dimulai tahun 2016 dan
diharapkan beroperasi pada tahun 2020. Pabrik semen ini akan memenuhi
kebutuhan semen di wilayah Sumatera khususnya Aceh, Sumatera Utara,
Riau, dan Kepulauan Riau. Perseroan menilai bahwa daerah
pantai timur Sumatera memiliki potensi pertumbuhan konsumsi semen yang
tinggi.
Perusahaan
Gas Negara (PGAS) membukukan laba bersih tahun 2015 sebesar USD 401,19
juta. Pendapatan bersih tahun 2015 tercatat USD 3,07 miliar dan laba
operasi USD 565,49 juta serta
EBITDA USD 941,08 juta. Selama tahun 2015 PGAS menyalurkan gas bumi
sebanyak 1591 mmscfd yang terdiri dari volume gas distribusi sbanyak 802
mmscfd dan volume transmisi sebanyak 789 mmscfd. PGAS juga
menyelesaikan pembangunan infrastruktur gas bumi, baik pembangunan
pipa distribusi maupun pipa transmisi sepanjang lebih dari 800 km di
wilayah eksisting dan wilayah baru. Pada tahun 2015 PGAS telah
menyelesaikan priyek pipa transmisi gas bumi Kalija I sepanjang lebih
dari 200 km.
Pemerintah
menyayangkan bergabungnya Astra Agro Lestari (AALI) dalam Indonesia
Palm Oil Pledge (IPOP). Padahal skema IPOP dinilai sangat memberatkan
petani sawit dan persyaratannya
melampaui aturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah tidak
bisa bersikap tegas terhadap keberadaan IPOP, karena kesepakatan yang
dibangun IPOP adalah bersifat business to business .
Telekomunikasi
Indonesia (TLKM) meraih pendapatan Rp 23 triliun di tahun 2015 dari
bisnis teknologi informasi (ICT) di segmen high end market atau tumbuh
30% YoY. Rata-rata pertumbuhan
industri ICT di segmen high end market Indonesia sebesar 12%. Konsumen
di segmen ini meliputi perusahaan, pemerintah, dan UKM. Sebagian besar
pendapatan tersebut dikontribusi oleh pencapaian pendapatan dari segmen
enterprise, yakni sebesar 69%. Pendapatan enterprise
tumbuh 27% di banding 2014. Pendapatan dari segmen Small Medium
Enterprise (SME) berkontribusi sebesar 20% atau tumbuh 70% dibanding
2014. Sementara kontribusi dari segmen Government sebesar 11% terhadap
pendapatan ICT di segmen high end market, tumbuh 20% dibanding tahun lalu. Portofolio broadband connectivity di
tahun 2015 tumbuh sebesar 10% terhadap tahun 2014.
Portofolio bisnis ini mengkontribusi 29% pendapatan di segmen High End
Market. AT Kearney memproyeksikan pertumbuhan industri ICT di segmen
High End Market tahun 2016 mencapai 15%.
Impack
Pratama (IMPC) memberi pinjaman kepada anak usaha yaitu Impack Vietnam
Company Co. Ltd. sebesar USD 500.000. Jangka waktu pinjaman selama 11
bulan sejak pencairan pinjaman
dengan bunga
4% per tahun. Pinjaman ini akan dicairkan secara bertahap. Impack
Vietnam akan menggunakan pinjaman ini untuk menjalankan kegiatan
operasionalnya.











KABAR BAIK!!!
BalasHapusNama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.
Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.
Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan
Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com
Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.
Sepatah kata cukup untuk orang bijak.