Everyone Can Trade

JustForex

Selasa, 10 Mei 2016

View Market IHSG 10Mei16

Prediksi IHSG;
Referendum Inggris untuk keanggotaannya di dalam Uni Eropa akan menjadi even global. Termasuk pengambilan keputusan bank sentral Amerika Serikat mengenai waktu kenaikan suku bunga. Voting terhadap Brexit, digelar sepekan setelah pertemuan kebijakan the Fed, hal ini dapat menjadi pertimbangan. Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo meminta sejumlah langkah perbaikan agar Indonesia masuk dalam kategori negara layak investasi. Indonesia harus mencapai peringkat layak investasi untuk memperluas akses pasar keuangan internasional dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini, dapat meningkatkan persepsi terhadap Indonesia yang akan mendorong peningkatan arus modal dan investasi masuk ke Indonesia. Potensi dapat berimbas IHSG untuk mencapai level yang lebih baik. Secara teknis koreksi IHSG yang cukup dalam pada Senin, membuka peluang technical rebound bagi indeks pada hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 4726/4702/4658
Resistance Level : 4793/4837/4860
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

TLKM: Trading Buy
 Close 3610, TP 3690
 Boleh buy di level 3600-3610
 Resistance di 3690 & support di 3540
 Waspadai jika tembus di 3540
 Batasi resiko di 3530

ISAT: Trading Buy
 Close 6600, TP 6725
 Boleh buy di level  6500-6600
 Resistance di 6725 & support di 6400
 Waspadai jika tembus di 6400
 Batasi resiko di 6350

WSKT : Trading Buy
 Close 2460, TP 2560
 Boleh buy di level  2450-2460
 Resistance di 2560 & support di 2400
 Waspadai jika tembus di 2400
 Batasi resiko di 2390

SMGR:  Trading Buy
 Close 9275, TP 9700
 Boleh buy di level  9175-9275
 Resistance di 9700 & support di 9075
 Waspadai jika tembus di 9075
 Batasi resiko di 9000

AKRA:  Trading Buy
 Close 6050, TP 6250
 Boleh buy di level  6000-6050
 Resistance di 6250 & support di 5850
 Waspadai jika tembus di 5850
 Batasi resiko di 5800

SIMP:  Trading Buy
 Close 500, TP 515
 Boleh buy di level  485-500
 Resistance di 515 & support di 485
 Waspadai jika tembus di 485
 Batasi resiko di 480

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
ASII, TLKM, ROTI, ACES, BBTN, GGRM, INAF, ANTM, BMRI, BBRI

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 9-May-16
 Crude Oil-(barel) US$45.66  (1.00)
 Gold-(troy oz) US$1,277.03  (-10.87)
 Nickel-(ton) US$9,065.00  (45.00)
 Tin-(ton) US$17,420.00  (70.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.65  (-11.75)
 CPO Mal/ton* MYR2,608.50 (-4.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,314.00 (-34.00)
*running

Agenda hari ini  - Selasa, 10 Mei 2016
RUPSLB
• INTP – RUPST

Dividen
• ELSA, Cash Dividend 10.28, cum 09 May-16, ex 10 May-16
• WIKA, Cash Dividend 20.35, cum 09 May-16, ex 10 May-16
• BBKP, Cash Dividend 31.70, cum 09 May-16, ex 10 May-16
• AKRA, Cash Dividend 20.00, cum 09 May-16, ex 10 May-16
• BDMN, Cash Dividend 74.90, cum 09 May-16, ex 10 May-16

Economic Calendar:
• data CPI dan Producer Price Index (PPI) China bulan April 2016
• data Industrial Production Jerman bulan April 2016
• pidato anggota FOMC William Dudley
• data neraca perdagangan Inggris bulan Maret 2016
• indeks NFIB Small Business di AS bulan April 2016
• data Job Openings and Labor Turnover Summary AS bulan Maret 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Pan Brothers (PBRX) telah mendirikan perusahaan baru melalui joint venture yakni PT Berkah Indo Garment. Perusahaan baru ini bergerak di bidang industri garment. Dengan pendirian ini maka entitas anak usaha perseroan antara lain PT Pancaprima Ekabrothers, PT Hollit International. PT OCean Asia Industry, Continent 8 Pte ltd, PT Apparaelindo Prima Sentosa, PT Eco Smart Garment Indonesia, Cosmetic Gear Limited, Prima Sejati Sejahtera, Teodore Pan Garmindo dan Victory Pan Multitex. Perseroan menyetor sebanyak Rp24.750.000.000 setara dengan 99 persen dan PT Pancaprima Ekabrothers yang merupakan entitas anak sebesar Rp250.000.000.

Agung Podomoro Land (APLN) membukukan penjualan Rp900 miliar dari proyek apartemen Podomoro Golf View di Cimanggis Depok. APLN baru meluncurkan tiga menara dari total 25 menara dalam proyek tersebut. Proyek ini akan menjadi proyek jangka panjang perseroan dan akan mencapai total sekitar 35.000 unit hunian di lahan seluas 60 hektar yang dikelilingi padang Golf.

Anak usaha PT Indonesia Prima Property (INPP) dengan kepemilikan 51 persen yakni PT Mitra Perdana Nuansa (MPN) telah memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia Tbk. MPN memerlukan pendanaan dalam rangka pengembangan proyek Paska 23 yang berlokasi di Ciroyomo dan Kebon Jeruk, kota Bandung Jawa Barat.

Saratoga Investama Sedaya (SRTG) akan membeli kembali saham yang telah dikeluarkan perseroan maksimal 0,055% dari modal disetor perseroan. Perseroan berencana mengeluarkan dana maksimal Rp6 miliar atas aksi tersebut. Biaya tersebut termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali (buyback) saham.

Rencana holding BUMN yang diluncurkan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, saat ini telah berada pada tahap pemetaan perusahaan. Pada sektor energi, PT Pertagas, anak usaha PT Pertamina (Persero), nantinya akan menjadi bagian dari Perusahaan Gas Negara (PGAS). Sedangkan PGN sendiri akan menjadi anak perusahaan Pertamina. Namun Pertamina masih akan melakukan rapat umum pemegang saham untuk realisasi rencana ini, karena Pertamina nantinya juga akan menjadi perusahaan induk dari kebijakan holding BUMN sektor energi.

Blue Bird (BIRD) bekerja sama dengan GO-JEK guna meningkatkan pelayanan bagi penggunanya. Kerja sama keduanya meliputi aspek teknologi, sistem pembayaran dan promosi. Seluruh inisiatif tersebut akan berfokus pada peningkatan layanan transportasi melalui mobile solution bagi masyarakat. Keduanya berharap dengan kerja sama ini dapat mengakselerasi revolusi digital di Indnesia. Selain itu untuk memudahkan masyarakat memanfaatkan solusi teknologi untuk kebutuhan sehari-hari.

XL Axiata (EXCL) telah menerima Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas rencana rights issue Perseroan setelah sebelumnya pemegang saham EXCL menyetujuinya dalam RUPSLB 10 Maret 2016. Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 18 Mei 2016 pukul 16.00 WIB (Tanggal Pencatatan) berhak mendapatkan 25 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), rasio 100 : 25. Setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp 3.150 per saham, atau memperdagangkan HMETD, baik melalui BEI atau di luar BEI sesuai POJK No.32/2015 selama periode dari tanggal 20 Mei 2016 sampai dengan 26 Mei 2016. Harga Pelaksanaan HMETD sebesar Rp 3.150 per saham mencerminkan 14,8% diskon terhadap TERP (Harga Rata-Rata Volume Tertimbang 1 Bulan) sebesar Rp 3.697, serta 17,8% diskon terhadap Harga Rata-Rata Volume Tertimbang 1 Bulan sebesar Rp 3.834, pada tanggal penetapan harga, yaitu 28 April 2016. Dana bersih yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas ini akan digunakan untuk melaksanakan pembayaran kembali atas seluruh utang pemegang saham senilai USD 500 juta yang diberikan Axiata Group Berhad.

XL Axiata (EXCL) memfinalkan rencananya untuk melakukan right issue atau penawaran umum terbatas (PUT) II dalam rangka penerbitan hak memesan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Perseroan menawarkan 2,14 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga saham baru Rp 3.150 per saham. Dengan demikian nilai right issue ini menjadi sekitar Rp 6,7 triliun. Setiap pemegang 100 saham EXCL berhak atas 25 HMETD (rasio 100 : 25), di mana tiap HMETD berhak atas satu saham baru EXCL. Pemegang saham utama perseroan, yaitu Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd berjanji untuk melaksanakan seluruh haknya untuk mengambil bagian secara penuh sesuai porsi bagian kepemilikan sahamnya (secara proporsional) yang ada pada Perseroan saat ini dalam PUT II sebesar 1,4 miliar saham baru. Pembeli siaga dalam aksi korporasi ini adalah Credit Suisse (Singapore) Limited yang siap membeli 80% sisa saham yang tidak terserap dan 20% sisanya oleh PT Mandiri Sekuritas.

Hingga kuartal I 2016, Holcim Indonesia (SMCB) mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp 2,45 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan sebanyak 24% dengan peningkatan volume sebesar 41% menjadi 2,67 juta ton, meskipun persaingan harga di pasar semakin ketat. Laba bersih tercatat sebesar Rp 67 miliar dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 33 miliar. Perseroan membukukan EBITDA Rp 497 miliar dari Rp 332 miliar.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), total penjualan semen nasional di kuartal I 2016 tumbuh 4% menjadi 14,4 juta ton dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 13,8 juta ton karena penurunan kebutuhan pasar sebanyak 1,7% di 2015. ASI memperkirakan pada tahun 2016 akan terjadi peningkatan kebutuhan semen sebesar 5% menjadi 63 juta ton per tahun. Pabrik-pabrik baru yang diperkirakan selesai dibangun di sisa 2016 akan menambah tekanan dalam kondisi pasokan yang berlebih, sementara ekspor diperkirakan meningkat. Bahkan ASI memprediksikan jika tahun 2016, beberapa pemain baru dari India, Taiwan, dan Tiongkok telah mengumumkan rencana mereka untuk berinvestasi dengan total kapasitas gabungan mencapai 12 juta ton yang akan membuat kapasitas nasional melebihi 100 juta ton dalam 2 tahun ke depan.

Summarecon Agung (SMRA) menargetkan pendapatan tahun 2016 mencapai Rp 4,5 triliun, atau turun dari tahun 2015 yang ditetapkan Rp 5,5 triliun. Penurunan target yang dilakukan perseroan disebabkan karena menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan pasar properti yang belum pulih sepenuhnya. Untuk mencapai target tersebut perseroan saat ini masih akan fokus terhadap 4 township, yakni Summarecon Serpong, Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Bekasi, dan Summarecon Bandung. Dari sisi marketing sales kontribusi terbesar masih Summarecon Serpong, dimana pada kuartal I 2016 mencapai Rp 700 miliar lebih.

Summarecon Agung (SMRA) berencana mengembangkan hunian berkonsep township di Karawang Timur. Pengembangan hunian ini ditargetkan menyasar masyarakat setempat yang didominasi oleh para pekerja industri. Perseroan juga berencana untuk mengembangkan bangunan berkonsep mixed-use di kawasan seluas 35 ha tersebut. Saat ini perseroan masih dalam tahap persiapan. Perseroan berharap proyek ini akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Puradelta Lestari (DMAS) yakin target penjualan lahan industri tahun 2016 akan tercapai dengan adanya dua calon pembeli yang prospektif. Terdapat dua calon pembeli yang berpotensi melakukan pembelian lahan industri di GIIC, kawasan industri DMAS dengan luas area yang signifikan. Apabila DMAS berhasil meraih marketing sales dari kedua pembeli tersebut, maka target marketing sales sebesar 50 hektar tahun 2016 hampir terpenuhi. Minat dua calon pembeli ini memberikan sinyal positif bagi perseroan di tengah redupnya permintaan lahan industri secara keseluruhan yang telah terjadi sejak tahun 2015. Perseroan memperkirakan akan ada perbaikan pada semester II 2016 seiring optimisme perbaikan ekonomi dan iklim investasi. Optimisme ini mendorong perusahaan untuk terus berekspansi mengembangkan fasilitas di lahan industri milik perseroan.

Ciputra Surya (CTRS) memproyeksikan laju pertumbuhan bisnis properti naik hingga 30% pada semester II 2016. Meski tahun 2015 bisnis tersebut lesu, namun tahun 2016 diperkirakan akan berbeda karena terlihat beberapa sinyal positif dalam perbaikan ekonomi. Tanda-tanda perbaikan sudah terlihat sejak semester I, dengan mencapai puncaknya pada semester II. Salah satu penyebabnya adalah turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Beberapa paket kebijakan ekonomi juga mulai terasa dampaknya di lapangan, inflasi masih stabil, harga tanah naik 6%, daya beli masyarakat juga menunjukkan tren naik. Jika kondisi tersebut dapat dipertahankan, pasar properti bisa terus mengalami kenaikan.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap III 2016 senilai Rp 4,350 triliun, dari total Rp 12 triliun. Obligasi ini ditawarkan dengan tiga seri, yaitu seri A senilai Rp 1,212 triliun dengan tingkat bunga 7,50%, seri B sebesar Rp 2,437 triliun dengan tingkat bunga 8,20%, dan seri C sebesar Rp 701 miliar dengan tingkat bunga 8,70%. Obligasi itu memperoleh peringkat AAA dari Pefindo. Penjamin pelaksana emisi adalah Bahana Securities, Danareksa Securities, Indopremier Securities dan Sandard Charteres Securities Indonesia. Wali amanat obligasi dipercayakan kepada Bank Negara Indonesia (BBNI).

Bayu Buana (BAYU) meraih kenaikan pendapatan per Maret 2016 menjadi Rp 338,57 miliar, naik dibandingkan sebelumnya Rp 318,78 miliar. Laba yang dapat didistribusikan ke entitas induk menjadi Rp 5,44 miliar dari sebelumnya Rp 5,19 miliar.

Pembangunan proyek infrastruktur kian memicu permintaan hunian. Bank Tabungan Negara (BBTN) optimis mencatatkan pertumbuhan tinggi di sepanjang kuartal II 2016. Permintaan perumahan yang besar ditopang backlog perumahan sebanyak 13,5 juta unit di seluruh Indonesia.

Rugi bersih Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) per Maret 2016 sebesar sekitar Rp 28,35 miliar, turun dibandingkan sebelumnya rugi senilai Rp 48,28 miliar. Penjualan kuartal I 2016 tercatat Rp 527,86 miliar atau naik 272,46% dari sebelumnya senilai Rp 141,72 miliar.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured